PinpointBlog

website-baru-feed-banner Portlet

Informasi Terkini Seputar Dunia Pendidikan

Informasi terbaru

website-baru-navbar Portlet

Blog

Pendidikan Kedokteran Gigi, photo via dentistry.uic.edu

Ayo Cari Tahu: Pendidikan Kedokteran Gigi

Pendidikan Kedokteran Gigi bisa menjadi alternatif jurusan kuliah Pendidikan Dokter.

Ingin masuk Pendidikan Dokter tapi masih pikir-pikir? Kenapa tak mencoba Pendidikan Dokter Gigi? Masih sama-sama profesi dokter, hanya saja area medis yang ditanganinya berbeda. Eitts, bukan berarti gigi tak sepenting kesehatan secara umum, ya!

Justru sebaliknya, gigi punya peran penting bagi kesehatan badan kita. Dan tak hanya dalam lingkup kesehatan, dokter gigi juga bisa merambah bidang estetika. Untuk prospek yang secerah ini, bukankah ada baiknya bila Sobat Pintar mencari tahu lebih banyak tentang Pendidikan Dokter Gigi?

 

Kehatan dan Estetika

Pada Jurusan Pendidikan Kedokteran Gigi, Sobat Pintar belajar tentang berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut serta cara pengobatannya. Bahkan pada masa pendidikan preklinik, yaitu pada jenjang pendidikan sarjana, mahasiswa Pendidikan Kedokteran Gigi harus menguasai ilmu kedokteran dasar sama seperti yang dipelajari mahasiswa Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran (FK).

Selain kesehatan gigi dan mulut, calon dokter gigi juga belajar tentang estetika gigi dan mulut. Jadi, baik kesehatan maupun estetika sama-sama dipelajari oleh calon dokter gigi.

 

Jenjang Pendidikan

Untuk menjadi seorang dokter gigi, Sobat Pintar harus melewati masa pendidikan sarjana hingga meraih gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.Kg) selama empat tahun. Tak selesai sampai disini, pendidikan calon dokter gigi berikutnya adalah program profesi kedokteran gigi yang dikenal pula sebagai kepaniteraan/ koasistensi atau pendidikan klinik.

Pada masa koas ini, Sobat Pintar akan berpraktek di rumah sakit atau klinik gigi selama sekitar dua tahun. Diakhir masa praktek inilah, Sobat Pintar akan mendapat gelar dokter gigi (drg.). Perlu dicatat, hanya Fakultas Kedokteran Gigi dengan akreditasi A saja yang memiliki program profesi.

Setelah menuntaskan pendidikan akademik dan profesi, Sobat Pintar harus mengikuti ujian kompetensi nasional yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Tahap terakhir yang harus dilalui adalah internship selama satu tahun. Masa pemandirian dan pemahiran ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah atau puskesmas.

 

Kuliah Pendidikan Kedokteran Gigi

Dibutuhkan hafalan yang kuat untuk kuliah dijurusan ini. Mahasiswa Pendidikan Kedokteran Gigi bertemu dengan matakuliah Ilmu Kedokteran Dasar, Ilmu Kedokteran Gigi Dasar, Penyakit/ Kelainan Jaringan Keras Gigi, Penyakit/ Kelainan Pulpa dan Periapeks, Skills Lab Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital, Skills Lab Material Kedokteran Gigi dan Anatomi Gigi, Restorasi Pasca Endo dan RKG, Skills Lab Penatalaksanaan Penyakit/ Kelainan jaringan Penyangga Gigi, Rehabilitasi Sistem Stomatognatik, Odontektomi dan Kegawatdaruratan, Skills Lab Pembuatan Gigi Tiruan Lepas Sebagian dan Penuh, serta matakuliah-matakuliah kedokteran gigi yang lain.

Tapi bukan berarti kuat hafalan saja cukup sebagai modal belajar kedokteran gigi ya, Sobat. Masa-masa kuliah hingga koas juga memerlukan ketabahan, kekuatan mental yang tahan banting. Dan saat praktek di rumah sakit atau klinik gigi, Sobat Pintar harus memiliki kecakapan dalam berkomunikasi baik dengan pasien maupun kolega.

It's mentioned earlier that only certain universities provide the following two year education. Oleh sebab itu, kuliah Pendidikan Kedokteran Gigi pada FKG dengan akreditasi A sangat layak dipertimbangkan.

Untuk PTN, Aku Pintar menyarankan Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin. Sementara itu, PTS dengan FKG terakreditasi A hanya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Trisakti. Why don't you check for further options on Kampus Pintar, Sobat?

 

Dikutip dari laman Sahabat Dokter Gigi, dokter gigi adalah pekerjaan terbaik di Amerika Serikat. Di negara maju, profesi ini menawarkan penghasilan yang baik serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang baik pula. Di negara berkembang, sepertinya kita memiliki situasi yang berbeda – terutama saat menunggu masa internship.

Masih dari laman yang sama, US News & World Report menyebutkan bahwa keberadaan dokter gigi sebagai seorang dokter yang benar-benar melakukan tindakan medis pada pasien akan sulit tergantikan oleh robot. Bukankah ini poin penting yang perlu dipertimbangkan sebagai profesi masa depan, Sobat?

Lebih masukan Blog

Pelajari: 5 Fakta SBMPTN 2018

Ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri menjadi rutinitas tahunan pelajar se-Indonesia. Demikian...

7 Jurusan Ini Tidak Terdapat di Semua Perguruan Tinggi

Sobat Pintar, memilih jurusan kuliah bukan sekedar ajang keren-kerenan – apalagi dalam...

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

Terpopuler

Terbaru