Ayo Cari Tahu: Pendidikan Kedokteran Gigi
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
Pendidikan Kedokteran Gigi, photo via dentistry.uic.edu
Ingin masuk Pendidikan Dokter tapi masih pikir-pikir? Kenapa tak mencoba Pendidikan Dokter Gigi, Sobat Pintar? Masih sama-sama profesi dokter, hanya saja area medis yang ditanganinya berbeda.
Gigi punya peran penting bagi kesehatan badan kita. Tak hanya dalam lingkup kesehatan, dokter gigi juga bisa merambah bidang estetika. Untuk prospek yang secerah ini, bukankah ada baiknya bila Sobat Pintar mencari tahu lebih banyak tentang Pendidikan Dokter Gigi?
Â
Photo by Mufid Majnun on Unsplash
Pada Jurusan Pendidikan Kedokteran Gigi, Sobat Pintar belajar tentang berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut serta cara pengobatannya. Bahkan pada masa pendidikan preklinik, yaitu pada jenjang pendidikan sarjana, mahasiswa Pendidikan Kedokteran Gigi harus menguasai ilmu kedokteran dasar sama seperti yang dipelajari mahasiswa Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran (FK).
Selain kesehatan gigi dan mulut, calon dokter gigi juga belajar tentang estetika gigi dan mulut. Jadi, baik kesehatan maupun estetika sama-sama dipelajari oleh calon dokter gigi.
Photo by Quang Tri NGUYEN on Unsplash
Untuk menjadi seorang dokter gigi, Sobat Pintar harus melewati masa pendidikan sarjana hingga meraih gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.Kg) selama empat tahun. Tak selesai sampai disini, pendidikan calon dokter gigi berikutnya adalah program profesi kedokteran gigi yang dikenal pula sebagai kepaniteraan/ koasistensi atau pendidikan klinik.
Pada masa koas ini, Sobat Pintar akan berpraktek di rumah sakit atau klinik gigi selama sekitar dua tahun. Diakhir masa praktek inilah, Sobat Pintar akan mendapat gelar dokter gigi (drg.). Perlu dicatat, hanya Fakultas Kedokteran Gigi dengan akreditasi A saja yang memiliki program profesi.
Setelah menuntaskan pendidikan akademik dan profesi, Sobat Pintar harus mengikuti ujian kompetensi nasional yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Tahap terakhir yang harus dilalui adalah internship selama satu tahun. Masa pemandirian dan pemahiran ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah atau puskesmas.
Photo by Jose Vazquez on Unsplash
Dibutuhkan hafalan yang kuat untuk kuliah dijurusan ini. Apakah kamu memilikinya, Sobat Pintar? Ketahui dahulu kelebihan dan kemampuanmu melalui Minat Pintar.
Mahasiswa Pendidikan Kedokteran Gigi bertemu dengan matakuliah Ilmu Kedokteran Dasar, Ilmu Kedokteran Gigi Dasar, Penyakit/ Kelainan Jaringan Keras Gigi, Penyakit/ Kelainan Pulpa dan Periapeks, Skills Lab Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital, Skills Lab Material Kedokteran Gigi dan Anatomi Gigi, Restorasi Pasca Endo dan RKG, Skills Lab Penatalaksanaan Penyakit/ Kelainan jaringan Penyangga Gigi, Rehabilitasi Sistem Stomatognatik, Odontektomi dan Kegawatdaruratan, Skills Lab Pembuatan Gigi Tiruan Lepas Sebagian dan Penuh, serta matakuliah-matakuliah kedokteran gigi yang lain.
Tapi bukan berarti kuat hafalan saja cukup sebagai modal belajar kedokteran gigi ya, Sobat. Masa-masa kuliah hingga koas juga memerlukan ketabahan, kekuatan mental yang tahan banting. Dan saat praktek di rumah sakit atau klinik gigi, Sobat Pintar harus memiliki kecakapan dalam berkomunikasi baik dengan pasien maupun kolega.
Telah disebutkan sebelumnya bahwa kampus-kampus tertentu saja yang menyediakan pendidikan klinik selama dua tahun. Oleh sebab itu, kuliah Pendidikan Kedokteran Gigi pada FKG dengan akreditasi A sangat layak dipertimbangkan.
PTN dengan Jurusan Pendidikan Kedokteran Gigi yang telah terakreditasi A saat ini antara lain Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin. Sementara itu, PTS dengan FKG terakreditasi A hanya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Trisakti.
Dikutip dari laman Sahabat Dokter Gigi, dokter gigi adalah pekerjaan terbaik di Amerika Serikat. Di negara maju, profesi ini menawarkan penghasilan yang baik serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang baik pula. Di negara berkembang, sepertinya kita memiliki situasi yang berbeda – terutama saat menunggu masa internship.
Masih dari laman yang sama, US News & World Report menyebutkan bahwa keberadaan dokter gigi sebagai seorang dokter yang benar-benar melakukan tindakan medis pada pasien akan sulit tergantikan oleh robot. Bukankah ini poin penting yang perlu dipertimbangkan sebagai profesi masa depan, Sobat?
ArtikelTerkaitV3
Dari Bangku Kuliah ke Ruang Operasi: Begini Perjalanan Seru
Halo, Sobat Pintar! Punya mimpi jadi dokter? Atau sekadar penasaran dengan perjalanan panjang yang harus dilalui sebelum bisa memakai jas putih dan stetoskop? Yuk, simak cerita seru tentang perjalanan pendidikan dan karier menjadi dokter, mulai dari kulia...
Baca Selengkapnya
4 Bulan Menuju SNBT-UTBK 2026: Strategi Belajar Kilat yang B
Hai, Sobat Pintar! Ujian SNBT-UTBK 2026 sudah di depan mata, dan kamu hanya punya waktu sekitar 4 bulan untuk mempersiapkannya. Jangan panik! Dengan strategi yang tepat, waktu 4 bulan ini bisa kamu manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih nilai tinggi. Yuk,...
Resolusi 2026: Rahasia Sukses Siswa Pintar untuk Gapai Targe
Hai, Sobat Pintar! Sudah punya rencana buat tahun 2026? Jangan cuma jadi penonton, yuk jadi pemain utama di hidupmu dengan menyusun resolusi yang smart! Buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah, ini saatnya mempersiapkan diri untuk kuliah dan karir im...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog