redesain-navbar Portlet

null

Blog

Tentang Jurusan Teknologi Pangan, Sudah Tepatkah yang Kamu Tahu?

Ketahui semua tentang teknologi pangan, mulai dari manfaat, ilmu, hingga prospeknya.

Nggak usah deh, ngaku suka makan atau suka masak kalau Sobat tak tertarik dengan teknologi pangan. Memang, kebanyakan kita akan berpikir tentang tata boga kalau udah ngomongin kuliah dan makanan. Tapi ternyata ada alternatif lain loh, Sobat.

 

Manfaat Teknologi Pangan

Photo by Alexander Schimmeck on Unsplash

Jurusan Teknologi Pangan atau Food Tech adalah salah satu jurusan yang dekat dengan makanan. Apalagi, pangan adalah kebutuhan dasar manusia. Selama ada manusia, kebutuhan pangan akan selalu ada. Dengan teknologi pangan yang tepat, harapannya kebutuhan pangan kita akan tetap terjaga.

Tapi apa yang dimaksud dengan teknologi pangan? Apa arti teknologi pangan? Teknologi pangan adalah disiplin ilmu tentang teknologi yang digunakan untuk mendapatkan manfaat dari bahan pangan setelah dipanen.

Dengan ilmu dan teknologi pangan, kita dapat meningkatkan efisiensi proses produksi pangan, menyimpan dan mengawetkan makanan, hingga mengemas makanan dengan lebih baik. Pada dasarnya, teknik pangan mencakup proses sortasi, pengawetan, pemrosesan, pengemasan, penyimpanan, distribusi, hingga jaminan bahwa produk akhir tiba di ujung rantai konsumsi dalam keadaan aman dengan nilai gizi yang baik.

Sebagai contoh, bayangkan Sobat membeli ratusan ton pisang dari kebun, mendatangkannya ke pabrik tanpa ada buah yang busuk, kemudian memproduksi keripik pisang hingga tiba ditangan konsumen dalam keadaan layak konsumsi sebagai makanan ringan yang bergizi. Bagaimana jika proses yang sama diterapkan pada bahan pangan yang lain?

Setelah mengetahui manfaat teknologi pangan, ternyata belajar tentang ilmu dan teknologi pangan itu penting kan, Sobat? Di perguruan tinggi, kita belajar tentang teknik pangan di Jurusan Teknologi Pangan.

 

Kuliah di Jurusan Teknologi Pangan

Photo by Pineapple Supply Co. on Unsplash

Asal Sobat tahu nih, Prodi Teknologi Pangan seiring tahun semakin banyak saja peminatnya. Sebagai jurusan Saintek, Ilmu dan Teknologi Pangan banyak berkaitan dengan Fisika, Kimia, Biologi, dan ilmu teknik.

Misalnya, saat belajar tentang kandungan dan pengolahan makanan, mahasiswa Prodi Teknologi Pangan butuh pengetahuan tentang Kimia dan Biologi. Jika nanti menjadi mahasiswa di jurusan ini, Sobat akan belajar tentang sifat fisis, kimia, dan mikrobiologis bahan pangan serta pengolahannya. Jangan kaget kalau Sobat juga akan bertemu dengan mata kuliah seperti Teknik Pangan, Kimia Pangan, Biokimia Pangan, Analisis Pangan, atau Evaluasi Gizi Pangan.

Sebagai bagian dari ilmu teknik, perkuliahan Ilmu dan Teknologi Pangan akan membuatmu sering memasak saat praktikum atau fieldtrip ke pabrik-pabrik makanan besar. Di Jurusan Teknologi Pangan, Sobat akan belajar bahwa proses pengolahan makanan ternyata tak sesederhana memasak dan menyiapkan makanan di meja.

Obviously, segala sesuatu tentang teknik pangan, termasuk keberadaan ahli pangan, amat penting untuk memastikan ketersediaan pangan kita di masa depan. Nah, kalau Sobat memang ingin belajar tentang ilmu dan teknologi pangan, berikut kampus-kampus yang memiliki Jurusan Teknologi Pangan dengan akreditasi A saat ini:

- Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Jendral Soedirman

- Teknologi Pangan, Universitas Pasundan

- Teknologi Pangan, Universitas Katolik Soegijapranata

- Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Malang

- Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Universitas Gadjah Mada

- Ilmu Teknologi Pangan, Universitas Sebelas Maret

- Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Hasanuddin

- Teknologi Pangan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

- Teknologi Pangan, Universitas Diponegoro

- Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Sumatera Utara

- Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Brawijaya

- Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor

- Teknologi Pangan, Universitas Padjadjaran

 

Contoh Teknologi Pangan

Photo by ThisisEngineering RAEng on Unsplash

Ilmu dan teknologi pangan yang telah dipelajari di bangku kuliah nantinya akan diterapkan di dunia kerja, khususnya industri makanan. Tapi akan seperti apa sih, penggunaan teknologi pangan dalam industri makanan?

Saat ini teknologi pangan di negara-negara maju telah mampu menghasilkan daging yang dikembangkan di laboratorium. Kemasan makanan yang dapat terurai secara alami juga sedang dibuat. Di Indonesia sendiri, vertical farming dengan teknik hidroponik menjadi alternatif pertanian yang semakin digemari.

Dari beberapa contoh teknologi pangan di atas, apakah Sobat Pintar akan menghasilkan terobosan baru di bidang industri pangan? Kalau begitu, kira-kira seperti apakah prospek kerjamu nanti, Sobat?

 

Prospek Kerja Teknologi Pangan

Photo by Artem Podrez on Pexels

Industri produk makanan adalah bidang keahlian alumni Jurusan Teknologi Pangan. Apalagi, sekarang sudah banyak industri makanan, seperti makanan kaleng, makanan cepat saji, produk olahan susu, dan lain sebagainya.

Beberapa profesi dalam industri ini misalnya Analis Kontrol Kualitas, Manajer Kontrol Kualitas Sistem, Peneliti dan Ahli Teknologi Pangan, Manajer Pertanian dan Peternakan, Ahli Diet dan Nutrisi, Ahli Teknologi Rasa, Ahli Teknik Pertanian, atau Teknisi Ilmu Pangan. Prospek kerja teknologi pangan misalnya di bidang:

1. Quality Control

Seorang staf quality control di sebuah perusahaan produsen pangan bertugas memastikan proses pengolahan makanan di pabrik berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, mulai dari bahan baku, alat, hingga produk akhir yang dihasilkan. Tak jarang, pengawasan mutu dilakukan sampai tahap pengepakan dan pengiriman produk.

2. Product Development

Di bagian pengembangan produk suatu perusahaan produsen pangan, jabatan tertinggi biasanya sebagai Direktur Teknik atau Chief Technical Officer. Bagian Product Development adalah pemegang resep rahasia perusahaan, yang paling tahu tentang inovasi produk-produk baru.

3. Pemerintahan

Ahli teknik pangan dengan status Pegawai Negeri Sipil biasanya bekerja di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Departemen Pertanian, LIPI, Balitbang, atau lembaga pemerintahan yang lain.

4. Entrepreneur 

Saking seringnya berkecimpung dengan teknik-teknik pengolahan makanan, semakin banyak pula ide-ide brilian yang muncul. Tak jarang sarjana Teknologi Pangan berwirausaha dan menjadi pengusaha pangan yang mandiri.

 

Pahit Manisnya Dunia Kerja Teknologi Pangan

Photo by Thorn Yang on Pexels

Seorang Sarjana Teknologi Pangan yang bekerja pada bagian Quality Control lebih sering terlibat dalam produksi. Berada dibalik layar, staf Quality Control tidak memiliki kesempatan jenjang karier yang menjanjikan sebagaimana halnya staf Finance, Marketing, atau Sales yang lebih sering bertemu langsung dengan para pucuk pimpinan perusahaan. Kesimpulannya, Quality Control adalah bidang yang sesuai bila kamu lebih suka bekerja dengan tenang.

Sebaliknya, jika pencapaian karier dan penghasilan yang lebih tinggi menjadi fokus utamamu, Product Development adalah bidang yang lebih sesuai. Namun perlu diingat, bahkan menjadi staf Product Development saja bukan hal yang mudah. Perusahaan selalu berhati-hati dalam memilih orang yang tepat untuk posisi strategis ini. Bahkan untu satu jenis produk, biasanya diperlukan dua orang staf saja.

Selain itu, Sarjana Teknologi Pangan bersaing cukup ketat dengan Sarjana Teknik Kimia, Ilmu Gizi, bahkan Teknik Pertanian di dunia kerja. Sebenarnya Sarjana Teknologi Pangan punya pengetahuan kimia dan gizi – yang dimiliki salah satunya saja oleh Sarjana Teknik Kimia atau Ilmu Gizi. Bermodalkan cakupan yang lebih luas ini, Sarjana Teknologi Pangan dapat terus meningkatkan kemampuan di bidang-bidang lain seperti marketing atau produksi. Semakin adaptif dan fleksibel, semakin banyak pula pintu yang akan terbuka untukmu.

Anyway, belajar tentang teknologi pangan itu asyik, kok. Kita pun akan lebih menghargai makanan, mengingat proses panjang yang dilaluinya agar bisa kita nikmati.

1
310

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
1 Comment
semoga farrah bisa lulus teknologi pangan 2021, aamiinn
00

CssBlog

metablog-web Portlet