redesain-navbar Portlet

Blog

10 Cara Mengatasi Siswa yang susah Diatur, Jangan Dimarahi!

Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels

Guru Pintar pasti mengetahui bahwa siswa di dalam kelas memiliki karakter yang sangat beragam. Ada yang rajin dan patuh pada guru. Dan sebaliknya ada juga yang sering mencari perhatian dengan membuat ulah dan susah diatur. Nah, sebagai seorang guru, Guru Pintar harus tetap mengajar dengan sebaik-sebaiknya dan berbuat adil pada seluruh siswa. Hal ini tidak menjadi masalah jika siswa disiplin dan selalu taat pada guru. Bagaimana dengan siswa bandel dan sulit diatur?

Tenang, Guru Pintar tidak perlu panik. Berikut ini adalah cara mengatasi anak yang susah diatur yang dapat Guru Pintar terapkan di kelas. Simak sampai selesai, ya!

1. Merancang metode mengajar yang bervariasi

Cara Mengatasi Siswa yang susah Diatur, Jangan Dimarahi!
Foto oleh Anastasia Shuraeva dari Pexels

Setiap siswa dikarunia keunikan dan karakternya masing-masing. Hal ini menyebabkan setiap siswa tidak dapat ditangani dengan cara yang sama. Supaya semua karakter dan keunikan siswa dalam belajar dapat terfasilitasi, Guru Pintar harus merancang metode mengajar yang beragam. Misalnya, metode mengajar menggunakan diskusi. Mungkin di kelas A siswa dapat belajar dengan baik dengan metode ini, tetapi di kelas lain belum tentu metode ini sesuai. Oleh karena itu, Guru Pintar harus siap sedia alternative-alternatif untuk mengatasi kendala seperti ini.

Dengan membekali diri dengan berbagai metode mengajar, Guru Pintar tidak perlu risau lagi terhadap siswa yang nakal dan suka mengganggu pada saat kegiatan belajar. Dengan metode yang sesuai dengan karakteristik mereka, siswa akan fokus dan bersemangat dalam belajar.

2. Buat kesepakatan kelas yang jelas dan taati

Di saat belajar, Guru Pintar pasti merasa pusing jika siswa rebut di dalam kelas. Mengatasi siswa yang ribut saat belajar dapat dilakukan dengan membuat kesepakatan yang jelas bersama dengan siswa. Jika kesepakatan sudah dibuat, Guru Pintar harus konsisten dan menunjukkan pada siswa bahwa kesepakatan harus dipatuhi oleh semua siswa dan juga guru.

Biasanya kesepakatan dibuat di awal pembelajaran. Ajak siswa berdiskusi kesepakatan apa yang harus dibuat supaya kelas berjalan lancar dan konsekuensi apa yang akan didapatkan jika melanggar kesepakatan yang telah dibuat oleh semua warga di kelas. Melibatkan siswa dalam menetapkan kesepakatan atau peraturan akan membuat siswa lebih bertanggung jawab.

3. Beri peringatan dengan halus atau secara nonverbal saja

Guru pintar pasti merasa terganggu saat siswa gaduh saat proses belajar. Hal penting yang harus Guru Pintar ingat adalah jangan sekali-sekali mengingatkan siswa dengan menaikkan suara. Volume suara guru yang tinggi akan membuat siswa cenderung menaikkan volume suaranya juga. Selain itu, berteriak akan sangat menguras energi dan juga emosi.

Jadi apa yang harus Guru Pintar lakukan? Berilah peringatan dengan menggunakan body sign. Misalnya meletakkan telunjuk di depan bibir, dengan diam dan menatap semua siswa, atau bisa berhitung dengan suara normal. Untuk siswa-siswa di level sekolah dasar, Guru Pintar dapat mengalihkan kegaduhan dengan menyanyi. Saat siswa gaduh, nyanyikan lagu yang mereka sukai dan mereka akan mengikuti gurunya menyanyi. Setelah itu Guru Pintar dapat mengajak siswa untuk kembali fokus pada pelajaran.

4. Pilih diksi selain “jangan” untuk melarang siswa

Apa yang Guru Pintar rasakan ketika sedang mengajar ada siswa bandel dan terus mengganggu proses pembelajaran? Apa yang Guru Pintar lakukan supaya pembelajaran kondusif? Pada umumnya jika ada siswa yang susah diatur dan terus menerus berbuat ulah sehingga membuat konsentrasi guru dan siswa lainnya terpecah, guru akan memberikan peringatan. Contoh peringatan yang sering didengar adalah “Jangan berisik!” atau “jangan mengobrol.” peringatan seperti ini biasanya tidak bertahan lama. Siswa kan mematuhi sebentar saja kemudian akan mengulangi lagi karena tidak ada alasan solutif dari peringatan tersebut.

Solusinya adalah dengan mengganti pilihan kata atau diksi yang Guru Pintar gunakan. Alih-alih mengingatkan dengan “Jangan berisik!” gunakan ungkapan “Ayo, kita belajar dulu ya” atau “ayo dengarkan dulu Bapak/Ibu Guru!”

5. Stop memberi label pada siswa

Kenakalan siswa di sekolah tidak akan teratasi dengan memberikan label si A bandel, si B nakal, dan lain sebagainya. Yuk, mulai fokus dengan hal positif pada diri siswa. Setiap siswa pasti memiliki sisi positif. Jangan-jangan mereka bertingkah sedikit berbeda dengan siswa lainnya karena ingin mendapatkan perhatian dari gurunya.

Berikanlah pujian pada hal positif sekecil apapun yang siswa lakukan. Hal ini dikarenakan ketika siswa merasa dihargai sekecil apapun tindakan yang dilakukannya, mereka akan merasa senang dan termotivasi untuk terus berperilaku baik. Hindari memberikan pujian pada satu atau beberapa siswa saja supaya tidak terjadi kecemburuan.

 6. Pahami kenapa siswa tidak bisa diam

Seperti Guru Pintar ketahui bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Ketika anak cenderung untuk selalu bergerak dan aktif di dalam kelas sehingga berpotensi mengganggu siswa lainnya, bukan berarti anak tersebut memang nakal atau bandel. Guru Pintar wajib mencari tahu penyebab siswa melakukan tindakan seperti itu.

Bisa jadi siswa tersebut merupakan anak yang hiperaktif atau sedang merasa bosan. Supaya pembelajaran berjalan lancar dan semua siswa mendapatkan pengalaman belajar yang sama-sama bermakna, Guru Pintar dapat menerapkan metode belajar yang banyak melibatkan aktivitas seperti games, diskusi, atau bermain peran. Hal ini perlu sekali karena siswa tidak bisa duduk, diam, dan memperhatikan guru membutuhkan aktivitas yang bisa dilakukan agar energinya dapat tersalurkan dengan tepat.

7. Menjadi pendengar yang baik


Foto oleh Ivan Samkov dari Pexels

Salah satu cara mencari solusi menangani siswa yang sulit diatur adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Sering kali siswa yang menjadi trouble maker di kelas adalah siswa yang kurang perhatian atau memiliki hal yang tidak tersampaikan. Pendekatan secara pribadi dengan mengajak mereka bicara santai di luar konteks pembelajaran akan memberi kesempatan siswa mencurahkan uneg-unegnya. Selain dapat membangun kedekatan antara siswa dan guru, kegiatan seperti ini dapat membuat siswa merasa diterima dan dihargai.

 8. Memberikan hukuman yang positif

Yang dimaksud dengan hukuman positif adalah hukuman yang benar-benar membuat anaka menyadari kesalahannya dan tidak akan mengulanginya lagi. Memberikan hukuman dengan cara memarahi, membentak, atau hukuman fisik tidak akan membuat siswa jera, tetapi justru akan semakin membuat mereka sulit diatur.

Jenis hukuman atau konsekuensi yang didapat siswa jika melakukan pelanggaran harus disampaikan di awal pembelajaran dan dilakukan bersama-sama dengan siswa. Kemudian hasil kesepakatan ini harus konsisten dilaksanakan sehingga ketika menerima hukuman, siswa tidak merasa sakit hati.

9. Berkomunikasi dengan orang tua

Untuk beberapa kasus tertentu, Guru Pintar harus berkomunikasi dengan orang tua. Koordinasi dengan pihak orang tua siswa akan membuat guru dan orang tua lebih memahami siswa sehingga dapat bersama-sama membantu mendukung dan motivasi siswa.

Komunikasi dengan orang tua dapat dilakukan secara rutin misalnya saat menyampaikan raport. Di luar jadwal komunikasi rutin seperti telah disebutkan sebelumnya, Guru Pintar harus selalu menjaga komunikasi baik dengan baik dengan orang tua siswa.

10. Sabar

Bagaimanapun tingkah siswa di kelas, Guru Pintar harus selalu sabar. Tingkatkan kemampuan mengontrol emosi  sehingga tidak meledak-ledak di kelas ketika menangani siswa yang susah diatur. Dengan manajemen emosi yang baik, Guru Pintar akan dapat berpikir jernih dan dapat bertindak dengan tepat

Nah Guru Pintar, demikian 10 Cara Mengatasi Siswa yang susah Diatur. Selamat mencoba!

10

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet