PinpointBlog

website-baru-feed-banner Portlet

Informasi Terkini Seputar Dunia Pendidikan

Informasi terbaru

website-baru-navbar Portlet

Blog

photo via languagehub.co.nz

Mengenali 3 Tipe Belajar – Kamu yang Mana?

Tahukah Kamu?

Dalam dunia pendidikan, tipe belajar dikategorikan kedalam tiga golongan, ditinjau dari cara atau gaya belajarnya. Tentunya, sebagaimana dengan hal lainnya, teori ini terus berkembang hingga menghasilkan penambahan jumlah golongan atau bahkan nama golongan yang berbeda. Tapi baiklah mari kita kupas tuntas dulu tentang tiga golongan utama berikut ini terlebih dahulu.

 

1. Visual

Kalau kamu mengandalkan indera penglihatanmu, secara umum kamu bisa disebut orang bertipe visual. Berikut ini beberapa karakteristik visual:

  • Peka terhadap warna, keindahan, penampilan, keteraturan, atau kerapian
  • Lebih sulit bila harus berdialog atau berkomunikasi secara verbal atau lisan, tak banyak bicara, menyukai jawaban singkat
  • Bukan pendengar yang baik, entah penjelasan guru atau curhatan teman, karena lebih sulit mengingat informasi verbal
  • Lebih mudah mengingat instruksi atau informasi yang tertulis, baik di papan pengumuman atau papan tulis
  • Suka mencoret-coret tanpa arti saat mendengarkan orang lain bicara, cenderung bersikap pasif saat diskusi kelas
  • Lebih tertarik pada seni lukis daripada musik
  • Lebih tertarik pada sikap atau gerakan guru di depan kelas bila tak ada catatan di papan tulis

Bila bertipe visual, kamu akan cenderung merasa nyaman dengan cara atau gaya belajar seperti di bawah ini:

  • Usahakan mencatat penjelasan guru
  • Perhatikan bila ada contoh atau peragaan dari guru atau teman-temanmu, terutama saat pelajaran olahraga atau praktikum di laboratorium
  • Ciptakan asosiasi visual ataupun gambaran dalam benak untuk mengingat informasi, pelajaran, atau konsep baru
  • Buat catatan untuk menuliskan informasi atau instruksi penting

 

2. Auditori

Seseorang disebut bertipe auditori jika indera pendengarannya lebih aktif. Perhatikan karakteristik orang auditori berikut ini, bila kamu memilikinya:

  • Mudah memahami dialog, mengingat irama atau musik, atau mengulang nada
  • Mudah memahami dan mengingat penjelasan guru, bagaimanapun posisi duduk dan sikap badanmu
  • Suka berbicara sendiri ataupun bersenandung saat melakukan sesuatu
  • Fokusmu pada suatu hal mudah terpecah oleh suara atau keributan, sehingga memerlukan kelas yang tenang
  • Komunikatif secara verbal atau lisan, pembicara yang fasih, cenderung berbicara dalam irama
  • Lebih menyukai seni musik daripada lukis
  • Hal-hal baru, bahkan orang baru, di sekitar sering terlewat sampai ada suara yang menarik perhatianmu

Bila kamu seorang auditori, kebiasaan belajar berikut ini bisa membantumu belajar:

  • Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas karena materi pelajaran selama diskusi akan mudah tersimpan dalam otakmu
  • Jangan membaca dalam diam, ucapkan bacaaanmu hingga bisa mendengar suaramu sendiri
  • Gunakan alat perekam untuk membantumu mengulang pelajaran

 

3. Kinestetik

Tipe terakhir adalah kinestetik, istilah yang digunakan untuk menjelaskan kecenderungan seseorang menggunakan indera peraba, emosi, serta pendengaran dan penglihatan sekaligus untuk menyerap, memahami, dan mengingat informasi.  Secara umum, seorang kinestetik memiliki karakteristik seperti ini:

  • Cenderung menyentuh atau memegang dalam hampir setiap keadaan
  • Selalu ingin bergerak, tak bisa diam duduk manis dalam waktu lama
  • Tempo bicara cenderung pelan dengan banyak isyarat tangan atau anggota badan yang lain
  • Menyukai jarak yang berdekatan saat berkomunikasi
  • Menyentuh lawan bicara untuk mendapat perhatian
  • Sulit memahami hal-hal abstrak, seperti peta dua dimensi, konsep, atau yang lain
  • Tidak memiliki gambaran geografis hingga berada di lokasi langsung
  • Suka dengan kegiatan fisik seperti praktikum, percobaan, permainan, olahraga, dan lain-lain
  • Sering menggunakan jari tangan untuk mengikuti bacaan

Bila sebagian besar karakteristik kinestetik di atas ada padamu, berikut ini tips belajar yang bisa kamu coba:

  • Selama guru tidak keberatan, kamu bisa mendengarkan penjelasan beliau sambil menggambar atau membuat sesuatu dengan tanganmu
  • Boleh saja mengetuk-ngetukkan pena, pensil, jari tangan, hingga kaki saat mendengarkan guru di depan kelas, asalkan tidak menimbulkan suara yang mengganggu
  • Bila ada alat peraga, manfaatkan semaksimal mungkin, terutama kalau diperbolehkan untuk menyentuhnya
  • Berjalan mondar mandir atau melakukan sesuatu sambil mengulang atau menghafal pelajaran

 

Masih kesulitan menentukan tipemu? Tak apa. Kamu tak harus sepenuhnya auditori ataupun mutlak visual. Bisa jadi kamu memiliki karakteristik visual tapi merasa nyaman bila belajar dengan cara kinestetik. Lagipula, masih ada penggolongan tipe belajar lain seiring dengan perkembangan dalam dunia pendidikan. Untukmu sendiri, gali saja lebih dalam tentang kebiasan-kebiasaanmu, dan metode mana yang dirasa paling sesuai atau paling nyaman untuk belajar hingga prestasimu bisa lebih baik lagi.

Lebih masukan Blog

3 Tips untuk Pelajar Tipe Visual

Apa yang dimaksud dengan pelajar bertipe visual? Kalau kamu sehari-harinya cenderung mengakses...

Kenapa Perlu Melatih Diri untuk Berpikir Kritis?

Masih hangat dibicarakan meskipun telah lewat beberapa waktu, UNBK 2018. Tentu kamu mengikuti...

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

Terpopuler

Terbaru