CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Metode Pembelajaran Hybrid Learning

Perbedaan Hybrid Learning dan Blended Learning

Foto oleh Julia M Cameron dari Pexels

Strategi pembelajaran di masa pandemi yang sering-sering disebut adalah Hybrid Learning dan blended learning. Kedua istilah tersebut sering kali ditujukan pada hal yang sama, padahal hybrid learning dan blended learning memiliki perbedaan pada pelaksanaannya. Apa itu hybrid learning? Hybrid learning adalah sebuah model pembelajaran dimana seorang guru mengajar siswa yang sedang belajar dari rumah dan juga belajar di sekolah secara bersamaan dengan bantuan teknologi. Dengan kata lain, Hybrid learning adalah sebuah model atau metode pembelajaran yang menggabungkan sistem pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran berbasis online. Dan proporsi yang digunakan biasanya adalah seimbang, yakni 50% dari keduanya.

Bagaimana dengan blended learning? Strategi pembelajaran blended learning merupakan sebuah proses pembelajaran yang memadukan kegiatan belajar mengajar langsung (synchronous) dengan a sinkron atau asynchronous. Pembelajaran yang menggunakan blended learning dapat dilakukan secara jarak jauh. Itulah kenapa model pembelajaran ini merupakan jawaban bagi dunia pendidikan ketika siswa dan guru tidak dapat keluar rumah untuk mencegah mencegah penyebaran virus corona.

Kelebihan dan kekurangan Hybrid Learning dan Blended Learning


Foto oleh Julia M Cameron dari Pexels

Hybrid Learning

Kelebihan yang dimiliki oleh pembelajaran hybrid Learning adalah sebagai berikut:

1. Siswa dapat menentukan pilihan apakah akan mengikuti pembelajaran secara daring ataupun luring. Apalagi saat ini pembelajaran luring harus atas izin dari orang tua siswa.

2. Siswa dapat merasakan adanya variasi dalam pembelajaran.

3. Siswa yang memilih belajar secara daring atau siswa yang terkendala tidak dapat hadir di kelas tetap dapat mengikuti pemaparan materi atau kegiatan pembelajaran yang dipandu langsung oleh guru di sekolah.

4. Terjadi pembatasan kegiatan fisik dan interaksi sosial yang sangat dianjurkan untuk mencegah meluas penyebaran virus covid 19.

Selain kelebihan dari pembelajaran hybrid di atas, ternyata model pembelajaran ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti berikut ini:

1. Guru harus memastikan perangkat pembelajaran yang digunakan dapat menjamin keberlangsungan proses pembelajaran secara seimbang.

2. Diperlukan aneka peralatan yang bisa mendukung proses live streaming agar materi yang didapatkan oleh siswa yang memilih online learning tetap berkualitas dan bermakna.

3. Guru mengalami kelelahan karena pada dasarnya harus dapat mengkondisikan pembelajaran daring dan luring secara bersamaan yang tentu saja membutuhkan energi lebih.

4. Biaya dan dana yang harus dikeluarkan oleh pihak sekolah maupun siswa untuk dapat menunjang keberlangsungan aktivitas pembelajaran tidak sedikit.

Blended Learning

Pembelajaran campuran atau blended learning juga memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:

1. Efektif karena siswa diberikan keleluasaan untuk mencari pemahaman dari berbagai sumber untuk kemudian didiskusikan bersama di saat kelas sinkron berlangsung.

2. Fleksibel karena dapat belajar di manapun dan juga dapat belajar kapanpun sesuai dengan kesepakatan kelas.

3. Hemat karena siswa tidak membutuhkan ongkos kendaraan ke sekolah dan juga membeli makanan di kantin. Bagi sekolah,model pembelajaran ini dapat mengurangi pengeluaran, seperti bisa biaya listrik karena AC, lampu, komputer, dan lain-lain.

4. Keberadaan berbagai sarana dan prasarana berbasis IT benar-benar akan membantu siswa maupun guru untuk menyelenggarakan kelas yang jauh lebih komprehensif.

5. Membentuk karakter mandiri siswa karena siswa dituntut untuk menjadi pembelajar mandiri yang tidak hanya mengandalkan ceramah guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Siswa harus rajin mencari sumber referensi lainnya, disiplin dalam mengumpulkan tugas atau menghadiri kelas online, dan terlatih untuk menggunakan berbagai aplikasi maupun teknologi informasi lainnya sebagai penunjang proses belajar.

Namun, rupanya blended learning juga memiliki beberapa kelemahan seperti berikut ini:

1. Membutuhkan biaya tinggi untuk menyediakan berbagai alat penunjang seperti komputer, laptop, atau Smartphone dengan spesifikasi yang mendukung aplikasi pendidikan yang dibutuhkan. Tingginya biaya yang dikeluhkan juga berasal dari kebutuhan internet dan juga berlangganan aplikasi berbayar yang dibutuhkan.

2. Kegagalan mencapai target sangat mungkin terjadi jika guru tidak mampu menyajikan pembelajaran yang inovatif sehingga pembelajaran menjadi monoton. Penyebab lain tidak tercapainya tujuan pembelajaran adalah terbatasnya monitor oleh guru sehingga siswa menjadi tidak disiplin dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

3. Beberapa sumber mengatakan bahwa pembelajaran blended rentan manipulasi. Misalnya siswa mengerjakan bantuan dengan bantuan aplikasi yang tidak dianjurkan, tidak hadir di kelas sinkron tetapi dengan aplikasi tertentu ketidak hadiran tidak dapat dideteksi oleh guru, dan lain sebagainya.

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Hybrid Learning

Hybrid learning
Foto oleh Julia M Cameron dari Pexels

Untuk menyelenggarakan pembelajaran hybrid yang sukses, Guru Pintar dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Tentukan target pembelajaran

Sebelum memulai hybrid learning, Guru Pintar harus menentukan target pembelajaran yang harus dicapai siswa dalam satu semester atau satu tahun.  Penentuan target pembelajaran ini penting untuk membantu Guru Pintar merancang pembelajaran dan juga asesmen yang akan digunakan.

2. Memetakan pembelajaran

Setelah menentukan tujuan pembelajaran dan bagaimana menilai siswa, Guru Pintar harus memetakan bagaimana target pembelajaran tersebut akan menavigasi kelas yang diajar. Bagaimana caranya?  Dengan membuat bagan, tabel, timeline, atau alat visual lain untuk menguraikan modul pembelajaran dan aktivitas serta sumbernya masing-masing dalam urutan yang kronologis. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Guru Pintar untuk menemukan celah atau aktivitas yang kurang berkembang dan kemudian memperbaikinya.

3. Mendesain pembelajaran

Tahap selanjutnya adalah mendesain pembelajaran. Setelah memetakan pembelajaran, kini saatnya untuk mempertimbangkan elemen hybrid. Waktu kelas tatap muka yang terbatas harus dirancang sedemikian rupa supaya pembelajaran berjalan dengan efektif. Mengingat waktu pembelajaran sinkron sangat terbatas, Guru Pintar harus mempertimbangkan hal-hal berikut untuk membuat pembelajaran berjalan dengan efektif: sesi pembelajaran secara sinkron, bagaimana mengkomunikasikan harapan kelas dan menguraikan tanggung jawab individu, bagaimana membangun lingkungan belajar yang kolaboratif, bagaimana meminta dan merespon presentasi siswa, dan bagaimana memberikan umpan balik langsung kepada siswa.

4. Buat perangkat pembelajaran yang dibutuhkan

Seperti pembelajaran pada umumnya, Guru Pintar tetap harus membuat perangkat pembelajaran seperti program tahunan, program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran, rencana remidial/pengayaan, media pembelajaran, dan lain sebagainya

5. Lakukan uji coba

Supaya pembelajaran dengan model hybrid ini berjalan dengan lancar, Guru Pintar perlu melakukan uji coba terlebih dahulu. Hal ini penting untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan, kesiapan guru dan siswa, dan juga untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin menghambat jalannya pembelajaran hybrid ini.

Demikianlah ulasan tentang hybrid learning. Semoga dengan informasi ini dapat membantu menambah informasi supaya Guru Pintar dapat menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas.

 

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog