APSiswaNavbarV2

CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Pahami Perbedaan Kritik dan Esai dalam Materi Bahasa Indonesia

Perbedaan kritik dan esai harus dipahami terlebih dahulu sebelum mulai menulis.

Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels

Kritik dan esai adalah dua hal yang berbeda. Sebagai karya tulis, sebenarnya kritik dan esai sama-sama mengungkapkan pendapat dan argumen. Akan tetapi, keduanya memiliki sejumlah perbedaan yang cukup mendasar.  

Nah, apa perbedaan kritik dan esai? Yuk, Sobat Pintar, baca penjelasan berikut sampai selesai!

 

Pengertian Kritik dan Esai

perbedaan kritik dan esai
Photo by Karolina Kaboompics on Pexels

Sebelum membahas perbedaannya, kita pahami dahulu pengertian kritik dan esai. Nah, apa pengertiannya masing-masing?

Menurut KBBI daring, kritik adalah kecaman atau tanggapan. Kadang-kadang kritik disertai dengan uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya.

Kritik sastra adalah tulisan yang berupa analisis terhadap suatu karya sastra untuk membedah atau menilai karya tersebut. Analisis yang ditulis bisa didasarkan dari beberapa aspek, seperti isi maupun bentuk karya sastra.

Kemudian apa itu esai? Esai adalah karangan yang mengungkapkan pemikiran dan pendapat penulis tentang subjek tertentu. Esai dapat ditulis secara formal atau informal. Esai sering juga disebut dengan artikel, tulisan, atau komposisi.

 

Fungsi atau Tujuan Kritik dan Esai

contoh kritik dan esai
Photo by Aaron Burden on Unsplash

Fungsi atau tujuan kritik dan esai berbeda. Tujuan utama kritik adalah untuk mengutarakan pandangan subjektif penulis tentang kualitas, kekurangan, dan kelebihan suatu karya yang dikaji.

Kritik digunakan untuk menguatkan pemahaman seseorang tentang suatu karya dengan cara menelaah detail-detailnya. Detail komponen karya yang ditelaah meliputi alur, karakter, topik, maupun gaya penulisan.

Sementara itu, esai mempunyai fungsi utama untuk menyampaikan argumen personal dan pandangan subjektif dari penulis terkait suatu topik. Esai juga kerap digunakan untuk menyebarkan gagasan-gagasan yang kredibel terkait beragam isu publik.

Selain esai, pandangan penulis terhadap suatu topik dapat disampaikan melalui pandangan umum. Terus, apa perbedaan esai dan pandangan umum?

Perbedaan esai dan pandangan umum terletak pada kualitas substansinya. Esai cenderung menyajikan analisis dengan lebih mendalam dan komprehensif daripada pandangan umum. Karena itulah, penulis esai berpeluang besar memberikan kontribusi yang signifikan dalam diskusi intelektual.

 

Ciri-ciri Kritik dan Esai

pengertian kritik dan esai
Photo by Christina Morillo on Pexels

Sampai sini kamu bisa menyebutkan apa ciri-ciri kritik dan esai, Sobat? Kita mulai dahulu dari ciri khas kritik, terutama kritik sastra:

  1. Memberikan tanggapan terhadap hasil karya sastra
  2. Memberikan pertimbangan baik dan buruk (kelebihan dan kekurangan) sebuah karya sastra
  3. Analisis bersifat objektif
  4. Memaparkan kesan pribadi kritikus terhadap sebuah karya sastra
  5. Memberikan alternatif perbaikan atau penyempurnaan.
  6. Tidak bersifat prasangka
  7. Tidak terpengaruh siapa penulisnya.

Bagaimana dengan ciri-ciri esai? Nah, ciri khas esai antara lain:

  1. Berbentuk prosa
  2. Singkat, dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam
  3. Memiliki gaya pembeda
  4. Selalu tidak utuh
  5. Memenuhi keutuhan penulisan
  6. Bersifat personal atau pribadi

 

Struktur Kritik dan Esai

struktur kritik dan esai
Photo by Florencia Viadana on Unsplash

Untuk menulis kritik dan esai, ada tiga hal penting yang harus kita perhatikan dalam strukturnya, Sobat. Pahami dahulu struktur kritik dan esai di bawah ini sebelum mulai menulis, ya!

Struktur Kritik

Struktur kritik terdiri dari pernyataan pendapat, argumen, dan reiterasi. Berikut penjelasannya masing-masing.

1. Pernyataan Pendapat

Pada bagian pembukaan ini, penulis menuliskan pendapatnya tentang karya sastra. Penulisan pendapat harus jelas, singkat, dan lugas. Lebih dari itu, pendapat harus ditulis semenarik mungkin untuk memikat pembaca. 

2. Argumen

Selanjutnya adalah pernyataan argumen. Bagian teks ini memuat informasi tentang data-data dan pendapat-pendapat yang mendukung argumen. Pernyataan argumen bisa berupa kutipan atau bukti yang mendukung analisis.

3. Reiterasi

Reiterasi pada dasarnya adalah pengulangan. Bagian teks ini berupa penegasan kembali atas beberapa pendapat yang telah ditulis. 

Struktur Esai

Struktur esai juga terdiri dari tiga bagian penting. Apa saja bagian-bagian tersebut?

1. Pendahuluan

Bagian pendahuluan esai dapat dibuka dengan memperkenalkan topik yang akan dianalisis. Pendahuluan harus ditulis dengan kalimat yang dapat menarik perhatian pembaca. 

2. Isi

Bagian isi esai memuat argumen penulis yang didukung dengan bukti. Bagian ini ditulis secara detail dengan beberapa data yang mendukung pendapat.

3. Penutup 

Teks pada bagian ini berisi kesimpulan ringkas dari argumen. Bagian ini juga dapat diisi pernyataan yang mampu meninggalkan kesan pada pembaca.

 

Perbedaan Kritik dan Esai

tujuan kritik dan esai
Photo by M Liisanantti on Unsplash

Kalau begitu, apa saja perbedaan kritik dan esai? Berikut poin-poin yang membedakan antara kritik dan esai, termasuk sebagian yang telah disebutkan di atas.

1. Objek Kajian

Objek kajian dalam penulisan kritik berupa karya seni, sastra, ataupun film. Sementara itu, objek kajian esai adalah karya dan fenomena.

2. Isi

Dalam kritik, terdapat deskripsi atau ringkasan karya, atau disebut juga sinopsis. Dalam esai, tidak ada ringkasan atau sinopsis karya.

3. Data Pendukung

Data pendukung yang bersifat objektif menjadi keharusan dalam kritik. Sebaliknya, esai tidak selalu membutuhkan data.

4. Metode Analisis

Dalam kritik, analisis dilakukan secara objektif dengan didukung data dan alasan logis. Kritik juga biasanya menggunakan kajian teori yang sudah mapan. Di sisi lain, esai menggunakan analisis subjektif berdasarkan pendapat penulis. Kajian teori jarang digunakan dalam penulisan esai.

5. Objek Kajian

Dalam menulis kritik sastra, objek kajian dibahas secara utuh dan menyeluruh. Sedangkan esai hanya membahas pada aspek tertentu yang ingin dianalisis oleh penulis.

 

5 Contoh Terbaik Perbedaan Kritik dan Esai

Agar lebih mudah memahami uraian di atas, kita perlu contoh kritik dan esai nih, Sobat. Di bawah ini ada lima contoh kritik sastra.

1. Kritik Sastra Terhadap Novel Filosofi Teras karya Henry Manampiring

Novel Filosofi Teras karya Henry Manampiring adalah salah satu dari sekian banyak karya sastra yang mengusung tema filsafat dan sosial. Dalam novel ini, Henry mengutarakan perspektifnya terkait filosofi hidup dan perilaku manusia di tengah masyarakat. Dalam analisis kritik terhadap karya sastra ini, diulas beberapa aspek penting yang menarik di dalamnya.

Pertama, tema filsafat yang dibahas dalam novel ini menarik dan bermakna penting untuk diunduh pelajarannya. Penulis berhasil mengungkapkan pesan-pesan kehidupan melalui cerita yang menyenangkan sekaligus menguras emosi. Sejumlah topik filsafat seperti keadilan, kebaikan, dan kebenaran diuraikan dengan baik sehingga membuat pembaca merasa terinspirasi sekaligus mempunyai suatu pemahaman yang lebih dalam terkait filosofi hidup.

Kedua, gaya bahasa yang digunakan oleh penulis pun tak kalah menarik. Gaya bahasa yang sederhana membuat novel ini mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang. Bahkan, pembaca yang tidak mempunyai latar belakang pengetahuan filsafat pun mampu memahami pesan-pesan mutiara kehidupan yang disampaikan dalam novel ini.

Ketiga, penokohan tokoh di dalam novel ini juga menarik. Penokohan tokoh didesain dengan baik sehingga mempunyai karakter yang kuat. Keunikan karakter setiap tokoh membuat pembaca terbawa suasana cerita sehingga seolah merasa mempunyai suatu keterkaitan emosional dengan tokoh-tokoh yang ditampilkan di dalam novel.

Penulis menggunakan sejumlah contoh realitas dalam kehidupan sehari-hari untuk menjelaskan filsafat kuno sehingga substansi dari novel ini menjadi sangat mudah ditangkap dan bermanfaat bagi para pembaca.

Secara umum, novel “Filosofi Teras” adalah karya sastra yang sangat cocok untuk dibaca oleh siapa saja yang ingin mempelajari filsafat kuno dan bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai luhur kehidupan pada era modern. Karena novel ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, menyuguhkan banyak contoh nyata, dan membahas tentang topik yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.

2. Kritik Sastra Terhadap Puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono

Puisi Hujan Bulan Juni adalah karya penulis terkenal bernama Sapardi Djoko Damono. Puisi yang diterbitkan oleh penerbit Grasindo pada 1994 ini mengandung makna yang sangat dalam. Puisi tersebut menggambarkan seseorang yang sangat mencintai seseorang dengan sangat tabah dan sabar.

Ketabahan dan kesabarannya tersebut diibaratkan dengan hujan di bulan Juni. Lalu di bait kedua dijelaskan bahwa penulis juga ingin menghapuskan segala rasa keraguannya terhadap seseorang yang sangat disayanginya.

Apabila dibaca secara keseluruhan, maka makna dari puisi yang ditulis Sapardi Djoko Damono adalah sebuah penantian panjang seseorang dalam ketabahan dan kesabarannya menyimpan rapi rasa rindunya. Puisi ini menggunakan diksi yang sangat atraktif sehingga membutuhkan fokus tingkat tinggi untuk mengerti maksud dari pesan yang disampaikan oleh sang penulis.

3. Kritik Singkat Novel Merpati Biru karya Achmad Munif

Novel Merpati Biru adalah karya sastra yang ditulis oleh Achmad Munif. Novel ini pertama kali terbit pada 2003 diterbitkan oleh Navila. Novel ini menceritakan tentang kisah sosok bernama Ken Ratri yang terjebak menjadi seorang pelacur. Pekerjaan yang bertentangan dengan norma agama dan sosial tersebut tentu saja sangat dirahasiakannya.

Sayangnya, pada suatu hari, usaha menutupi rapat-rapat rahasianya selama ini pada akhirnya sia-sia dan diketahui oleh semua orang. Hal itu tentu saja sempat membuatnya frustasi karena mengecewakan orang-orang terdekatnya.  Beruntungnya, sejumlah orang terdekatnya justru empati dengan Ken Ratri dan berusaha membantunya keluar dari dunia gelap itu.

Penulis novel ini berhasil menunjukkan fakta sosial secara gamblang yang selama ini kurang diperhatikan masyarakat. Bahwa apapun status sosial dan latar belakang seseorang, pada dasarnya adalah manusia. Manusia yang diciptakan memiliki dua sisi gelap dan terang, baik dan buruk, moral dan amoral. Pesan tersebut tentu sangat berharga bagi para pembacanya dalam memandang dan menilai seseorang secara berhati-hati. Kekurangan dari novel ini salah satunya adalah dari segi gaya bahasa yang banyak menggunakan bahasa Jawa yang sulit untuk dipahami oleh publik secara luas.

4. Kritik Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata

Novel Laskar Pelangi adalah karya sastra yang ditulis oleh Andrea Hirata. Novel pertamanya ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan anak-anak dari keluarga miskin yang bersekolah di sekolah Muhammadiyah di Belitung yang memiliki banyak keterbatasan.

Salah satu yang menjadi kelemahan dari novel ini adalah pengembangan karakter para tokoh di dalam cerita. Pengembangan karakter dalam novel Laskar Pelangi dinilai tidak merata. Karena sejumlah karakter utama memperoleh eksplorasi yang memadai, sedangkan karakter-karakter pendukung tampak kurang dieksplorasi secara mendalam.

Ketimpangan tersebut tentu saja menjadi titik lemah tersendiri. Apalagi, dengan memberikan ruang yang lebih besar kepada para tokoh karakter pendukung dinilai mampu memperkaya inspirasi sehingga pembaca mampu meresapi lebih banyak nilai-nilai penting di dalam novel. Kendati demikian, novel ini berhasil menyajikan cerita yang lucu, haru, dan heroik sehingga pembaca terbawa arus cerita dan mampu meneladani nilai perjuangan di dalam cerita.

5. Kritik Sastra Puisi Gelembung Embun Cinta karya Anung D. Lizta

Dalam puisi Gelembung Embun Cinta, Anung D. Lizta menganalogikan diri sebagai air sisa-sisa embun dan air hujan yang mudah tergantikan tatkala matahari bersinar terang. Bait ketiga mengungkapkan perihal cinta seorang laki-laki, terkadang memenangkan hati tapi tak jarang hilang dan pergi. Bait berikutnya mengungkapkan bahwa laki-laki tersebut kehadirannya bagaikan air hujan yang jatuh dan mengalir sesuka hati mencari tempat yang diinginkan.

Secara keseluruhan, puisi Gelembung Embun Cinta memiliki makna yang sangat dalam dan cenderung bernuansa kesedihan. Kata-kata kiasan yang digunakan sangat menarik, apalagi terkait analogi yang digunakan dan makna yang disampaikan. Sayangnya, kendati kata kiasan dan analogi yang digunakan sangat mengesankan, penyampaiannya cenderung berkepanjangan sehingga analogi dan makna yang digunakan sulit dipahami oleh pembaca.

Bagaimana dengan esai? Sekarang kita lihat lima contoh esai berikut.

1. Esai  Soe Hok Gie

Soe Hok Gie merupakan sebuah karya tulisan autobiografi yang kemudian difilmkan. Film ini menceritakan tentang petualangan Gie yang ingin mencapai tujuannya untuk menggulingkan pemerintahan Soekarno. Ia ingin melakukan perubahan-perubahan dalam hidupnya setelah tujuan ini tercapai. 

Film Gie ini berhasil memberikan perspektif baru bagi orang-orang dalam melihat nasionalisme etnis China di Indonesia. Bagi orang-orang yang tidak mengikuti sejarah masa dulu, cukup sulit memahami latar dan kisah cerita ini. Melalui cerita Soe Hok Gie yang difilmkan, Indonesia belajar bahwa etnis China yang merupakan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia juga punya rasa nasionalisme yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya. Tidak perlu lagi ada yang namanya diskriminasi kelompok. 

Film ini dibuat dengan gaya klasik yang pas sehingga penikmat sastra akan takjub melihat karya ini difilmkan. Walaupun pada akhirnya, seseorang yang ingin merasakan kenikmatan seni harus punya wawasan tentang latar dari cerita ini.

2. Esai Manfaat Media Sosial

Media sosial, atau disebut juga dengan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan masih banyak lagi, ternyata tidak hanya digunakan sebagai tempat berkumpul atau berbagi di dunia maya. Namun, media sosial kini juga bisa dimanfaatkan sebagai media untuk mengembangkan sebuah bisnis. Saat ini telah banyak para pengusaha yang beralih ke media sosial dalam memasarkan produk mereka, baik barang ataupun jasa. Beralihnya para pelaku bisnis ke media ini dikarenakan jejaring sosial memiliki manfaat yang sangat banyak bagi usaha bisnis. Berikut ini adalah alasan mengapa jejaring sosial bisa menjadi alat promosi yang paling efektif. 

Alasan yang pertama adalah aksesnya cepat dan mudah, sehingga memungkinkan produk yang dipasarkan melalui media sosial akan cepat dikenali oleh masyarakat. Orang–orang yang yang ingin memasarkan usahanya tidak lagi membutuhkan waktu yang lama. Mereka hanya tinggal memasukan gambar dan deskripsi produk mereka di media sosial. Di samping itu, iklan–iklan yang mereka pasang di situs–situs tersebut mudah diakses kapan pun dan di mana pun. 

Alasan yang kedua adalah jaringannya luas. Jaringan sosial yang sangat luas dan tidak terbatas dapat dimanfaatkan untuk sarana promosi produk lintas negara. Pada jaman dahulu, untuk memasarkan produk hingga ke luar negeri sangatlah susah dan juga membutuhkan biaya yang sangat mahal. Namun, dengan menggunakan media sosial, kini para pelaku bisnis tidak perlu lagi merasa sulit. Dengan memasang iklan mereka di media sosial, produk mereka bisa dikenal hingga ke luar negeri sehingga dapat memperluas pemasaran produk tersebut. 

Alasan yang terakhir adalah alasan yang paling utama, yaitu gratis. Penggunaan media sosial sebagai sarana promosi tidak dikenakan biaya apapun, sehingga para pengusaha bisa mengalihkan biaya promosi yang mestinya mereka keluarkan untuk keperluan lainnya. Dengan begitu, mereka bisa mengembangkan usaha mereka tanpa terbebani masalah biaya pemasaran. 

Oleh karena itu, menggunakan media sosial sebagai sarana promosi untuk produk sangatlah tepat. Ada beberapa macam alasan mengapa media sosial menjadi sarana promosi, diantaranya adalah aksesnya mudah dan cepat, jaringannya luas, dan tidak dikenakan biaya sedikit pun.

3. Esai Lingkungan Hidup karya Bagus Taufiq A

Lingkungan hidup merupakan bagian dari bumi yang mencakup makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan serta benda lainnya seperti air, tanah, udara, ataupun sumber energi yang ada di dalamnya dan menjadi satu. Lingkungan hidup yang baik dapat tercipta bila terjadi keseimbangan antara makhluk hidup satu dengan yang lainnya serta terhadap benda lain (air, tanah, udara, dan sumber energi). Namun perkembangan teknologi yang pesat, yang dapat membantu manusia untuk menemukan inovasi guna memudahkan melakukan pekerjaan, tidak diseimbangkan dengan akibat atas apa yang dihasilkan oleh inovasi tersebut.

Pencemaran terhadap lingkungan hidup, yang sejatinya berasal dari manusia sendiri, telah mencemari air, tanah, dan udara sehingga fenomena ini kita kenal sebagai pemanasan global (global warming). Isu pemanasan global sendiri muncul pada tahun akhir 1980,  yang mana terjadi perubahan iklim akibat gas CO (karbon monoksida), NOx, CO2 (karbondioksida), CFC, N2O, CCl4, dan CH4 (metana). Gas–gas ini dikenal dengan gas rumah kaca. Gas rumah kaca mampu menyerap panas dari sinar matahari sehingga panasnya akan tertahan di bumi dan menyebabkan suhu bumi meningkat. Produksi gas rumah kaca dapat berasal dari gas buang kendaraan bermotor, gas buang pabrik, pembakaran sampah, pembakaran hutan, dan pembakaran lahan gambut. Besarnya produksi gas yang dihasilkan dari kegiatan tersebut menambah gas yang tertahan di atmosfer dan membuat suhu bumi meningkat. Meningkatnya suhu bumi ini mempengaruhi alam dengan mencairnya es di kutub dan meningkatnya volume air laut. Meningkatnya gas rumah kaca, terutama dalam industri dan dari kendaraan bermotor, dapat menyebabkan polusi berupa asap racun. Selain itu, produksi gas rumah kaca seperti SOx mampu memberikan dampak berupa hujan asam.

Besarnya kontribusi gas rumah kaca terhadap peningkatan suhu bumi bukan satu–satunya masalah pencemaran terhadap lingkungan. Sampah merupakan masalah klasik yang kurang menjadi perhatian di sebagian masyarakat. Produksi wadah makanan, alat elektronik, alat kosmetik, hingga pakaian yang kita kenakan akan menjadi sampah saat kita sudah tidak memakainya lagi. Penyia-nyiaan terhadap makanan pun masih tinggi, yang membuat banyak makanan atau minuman terbuang. Peningkatan produksi sampah pun menjadi permasalah global karena beberapa jenis sampah sulit untuk diurai, terutama sampah plastik dan sampah elektronik.

Pencegahan terhadap kerusakan lingkungan sudah mulai dilakukan beberapa dekade terakhir ini. Berkembangnya isu pemanasan global (global warming) di masyarakat mendorong masyarakat dunia untuk mulai mengubah pola pikir terhadap gaya hidup mereka dan mengurangi kerusakan terhadap lingkungan. Para peneliti berpikir lebih keras agar menciptakan teknologi yang ramah dengan lingkungan dan membuat keseimbangan terhadap alam. Masyarakat umum juga mulai belajar bagaimana mengurangi kerusakan lingkungan dengan cara yang sederhana dan mudah.

Regulasi terhadap isu lingkungan pun diberlakukan oleh beberapa negara sebagai pembelajaran dan pembiasaan terhadap warga negaranya agar lebih peduli terhadap lingkungannya. Sebagai contoh, pengurangan konsumsi kantong plastik dilakukan dengan memberlakukan kantong plastik berbayar saat belanja. Sistem ini memaksa kita (manusia) untuk lebih bijak lagi memilih kantong belanja, dengan harapan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik. Tidak hanya dalam bentuk regulasi, kampanye terhadap kerusakan lingkungan juga sering digaungkan oleh sekumpulan orang yang peduli terhadap lingkungan, baik di lingkungan rumah tangga, sekolah, perkantoran, ataupun universitas.

Universitas merupakan tempat mahasiswa dan kaum intelektual berkumpul. Di universitas, mahasiswa mampu menjadi pribadi yang kreatif dengan minat dan kemampuan yang dia miliki. Universitas tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga riset dan pengabdian, baik untuk masyarakat sekitar maupun negara.

4. Esai tentang Internet

Kehadiran internet untuk penyandang disabilitas mempunyai peranan yang sangat penting. Internet dapat memengaruhi kualitas hidup penyandang disabilitas, baik dalam aspek sosial, ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Salah satu bentuk kendala para penyandang disabilitas yaitu mobilitas. Ketika seseorang lahir sebagai penyandang disabilitas, indera penglihatan, pendengaran, ataupun organ-organ dalam tubuh lainnya tidak dapat berfungsi dengan semestinya atau mengalami sebuah penurunan. Seketika itu juga, mobilitasnya pun telah terhambat.

Mobilitas berkaitan erat dengan produktivitas, baik di dalam pekerjaan, pendidikan, ekonomi, sosial kemasyarakatan, dan lain sebagainya. Namun cerita tentang disabilitas yang terhambat pada mobilitasnya kini hanya tinggal kenangan.

Mengapa demikian? Ya, semenjak keberadaan internet booming di Indonesia. Teknologi aplikasi dengan screen reader di smartphone menjadi akses bagi penyandang disabilitas, sehingga kemandirian disabilitas pun kian tumbuh.

Bila internet dapat membuka mata seorang tunanetra menjadi terang, bagi tunarungu internet dapat mengubah kesenyapan menjadi suara. Bagi seorang tunadaksa, internet jelas akan memampukan mobilitas mereka dalam banyak hal.

Beragam manfaat yang bisa dihasilkan dari adanya teknologi ini. Internet dapat mengakses sosial media sebagai alat untuk pemasaran online, belajar, serta berkarya. Dengan smartphone, kita melakukan interaksi sosial, pendidikan, serta pekerjaan. Kita dapat mengoptimalkan fungsi blog, berbagi dan menghasilkan uang, serta masih banyak lagi manfaat yang lainnya.

Saya pun berpikir, internet tidak hanya menumbuhkan pola kemandirian bagi para penyandang disabilitas. Lebih dari itu, kemampuan penyandang disabilitas dalam memanfaatkan teknologi internet akan memampukannya membantu orang lain, termasuk mereka yang nondisabilitas.

Sederhana saja, pernah seorang tunanetra sedang membantu temannya yang nondisabilitas untuk memesan kendaraan online. Dalam beberapa kasus juga dapat ditemukan hal yang lebih besar, misalnya bagaimana penyandang disabilitas bisa membuka lapangan kerja melewati internet serta memberi kesempatan untuk bekerja bagi orang lain, termasuk untuk orang-orang yang nondisabilitas.

Itu artinya, internet telah membuka celah timbulnya hubungan yang setara antara disabilitas serta nondisabilitas. Hubungan ini penting dalam pemenuhan martabat kemanusiaan bagi setiap orang, terlepas dari kondisi fisiknya.

Terakhir saya ingin mengutip pernyataan dari seorang psikolog ternama, Sartono Mukadis. Pada waktu itu Pak Sartono, demikian sapaan akrabnya, mengatakan, “Suatu ketika akan tiba saatnya dimana para penyandang disabilitas akan dapat terbantu kemandiriannya berkat keberadaan teknologi yang terus berkembang. Akan tiba saatnya di Indonesia aplikasi–aplikasi yang dapat memudahkan mobilitas bagi penyandang disabilitas, sehingga keterbatasannya dapat menembus batas. Teknologi itulah yang dinamakan internet."

Kala itu, karena adanya penyakit diabetes yang dideritanya, Sartono harus menggunakan sebuah kursi roda. Sartono optimis bahwa internet dapat mempengaruhi kehidupan sosial serta ekonomi para penyandang disabilitas. Tahun 2009 Sartono wafat. Ucapan Sartono Mukadis itu pun sekarang terbukti. Teknologi internet sekarang terus semakin berkembang.

Smartphone yang dapat memudahkan tunanetra berinteraksi bahkan sudah menjamur. Keunggulan dari internet sejatinya harus dapat dioptimalkan oleh seluruh penyandang disabilitas.

5. Esai Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah

Pendidikan adalah fondasi utama dalam membentuk individu yang cerdas dan berkepribadian baik. Namun, pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu pengetahuan. Pembentukan karakter juga merupakan bagian dari pendidikan. Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan karakter di sekolah menjadi sangat penting. Melalui pendidikan karakter, siswa tidak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan. Melainkan, siswa juga dibekali dengan nilai-nilai moral yang akan membimbing mereka menjadi individu yang bertanggung jawab, jujur, dan beretika.

Pendidikan karakter membantu siswa memahami nilai-nilai moral yang esensial dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan rasa hormat terhadap orang lain merupakan dasar dari masyarakat yang harmonis dan produktif. Di sekolah, pendidikan karakter dapat membantu siswa mengembangkan empati dan kepedulian terhadap sesama, yang sangat penting dalam membangun hubungan yang positif dengan orang lain.

Untuk mengimplementasikan pendidikan karakter, sekolah dapat menggunakan berbagai metode. Misalnya, melalui kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan kerjasama tim, siswa dapat belajar tentang kerja sama dan solidaritas. Selain itu, melalui program mentoring, siswa dapat menerima bimbingan langsung dari guru atau senior yang dapat menjadi teladan bagi mereka. Diskusi kelas tentang situasi-situasi moral juga dapat membantu siswa belajar berpikir kritis tentang konsekuensi dari tindakan mereka.

Meskipun penting, implementasi pendidikan karakter di sekolah tidak selalu mudah. Tantangan utama adalah kurangnya waktu dan sumber daya. Kurikulum yang padat sering kali menyulitkan guru untuk fokus pada pendidikan karakter. Solusi untuk ini adalah integrasi pendidikan karakter ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Misalnya, dalam pelajaran sejarah, guru dapat mengajarkan tentang tokoh-tokoh yang memiliki karakter kuat dan menginspirasi. Selain itu, pelatihan khusus bagi guru tentang metode pengajaran karakter juga penting untuk memastikan bahwa mereka siap dan mampu mengajarkannya.

Pendidikan karakter di sekolah adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga. Melalui pendidikan karakter, siswa tidak hanya menjadi pintar secara akademis, tetapi juga menjadi individu yang berintegritas dan bertanggung jawab. Dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah dan melalui berbagai kegiatan, kita dapat membentuk generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, baik pemerintah, sekolah, guru, maupun orang tua, untuk bekerja sama dalam mengembangkan dan mendukung pendidikan karakter di sekolah.

Gimana, Sobat Pintar, apakah sekarang kamu sudah lebih memahami perbedaan kritik dan esai? Sudah bisa menyusun tulisan kritik dan esaimu sendiri? Kalau masih pengin belajar lebih banyak tentang Kritik Sastra dan Esai, download saja aplikasi Aku Pintar di ponselmu, ya!

 

 


Penulis: Nuzula Maghfiro

Penyunting: Deni Purbowati

10

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog