redesain-navbar Portlet

null

Blog

Perbedaan Asesmen Nasional dengan UN: Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Perubahan UNBK menuju Asesmen Nasional.

Asesmen Nasional, photo by Skitterphoto on pexels

Apa itu asesmen? Kalau ujian atau tes, kita sudah biasa bertemu berkali-kali. But as we all know it, pada 2021 nanti tak ada lagi Ujian Nasional. Ujian Nasional (UN) 2021 diganti dengan Asesmen Nasional.

Lantas apa itu asesmen? Apa perbedaan asesmen dan UN? Ayo cari tahu, Sobat!

 

Ujian Kelulusan Sekolah yang Terus Berubah dari Masa ke Masa

Sebelum lulus dari SD, SMP, dan SMA, kita akan menghadapi ujian kelulusan. Nama ujiannya sendiri terus mengalami perubahan, Sobat. Ada Ujian Penghabisan (1950-1960an), Ujian Negara (1965-1972), Ujian Sekolah (1972-1979), Ebtanas (1980-2000), Ujian Akhir Nasional (2001-2004), Ujian Nasional (2005-2013-an), dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (2014-2020)

Masing-masing ujian di atas berbeda. Kita ambil contoh Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Ujian Nasional (UN). Salah satu perbedaan UAN dan UN yang paling mencolok adalah standar kelulusan untuk SMA dan SMK. Pada UN 2010, khususnya, nilai mata pelajaran praktik kejuruan harus mencapai angka minimal 7,00.

 

Mengenal Asesmen, Perubahan Terbaru dalam Kelulusan Sekolah

Let's get back to 2021. UN tak ada lagi, dan akan digantikan oleh Asesmen Nasional (AN). Tapi apa itu asesmen? Apakah ini semacam ujian seperti UN, tapi beda nama saja?

Asesmen adalah proses penilaian, pengumpulan informasi dan data secara komprehensif. Sedangkan Asesmen Nasional adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah. Singkatnya, Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah.

Mengacu pada Mendikbud, perbedaan assesment nasional dengan UN adalah bahwa Asesmen Nasional tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu. Melainkan, yang dievaluasi pada assessment adalah pemetaan input, proses, dan hasil sistem pendidikan.

 

Dampak Asesmen Nasional bagi Kita Sebagai Siswa

Trus, gimana nih, dampak Asesmen Nasional buat kita? Akan seperti apa perbedaan asesmen dan UN nanti? Tenang, Sobat. Buat kita, assessment artinya:

- tidak menentukan kelulusan

- tidak diberikan di akhir jenjang

- hasilnya tidak memuat nilai secara individu.

Menurut penjelasan Kemendikbud, pelaksanaan Asesmen Nasional nanti tidak akan melibatkan seluruh siswa. Pada setiap SMP/ MTs dan SMA/ MA/ SMK, akan dipilih maksimal 45 siswa sebagai responden. Inilah yang nantinya akan menjadi perbedaan assesment nasional dengan UN. As we know it, UN wajib diikuti oleh seluruh siswa di akhir jenjang.

 

Persiapan Mengikuti Asesmen Nasional

What if you'll be one of the 45 selected students? Don't sweat, Sobat Pintar.

Ada tiga komponen atau instrumen Asesmen Nasional. Ketiga komponen asesmen adalah:

1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif

2. Survei Karakter yang mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar non-kognitif

3. Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Siswa yang terpilih sebagai responden nantinya akan mengikuti ketiga instrumen asesmen di atas. Pada instrumen AKM, misalnya, diperkirakan akan ada lima bentuk soal – again, ini menjadi perbedaan assesment nasional dengan UN yang mencolok. Lima bentuk soal AKM yaitu:

1. Pilihan ganda: kita memilih satu jawaban benar pada setiap soal

2. Pilihan ganda kompleks: kita memilih lebih dari satu jawaban benar pada satu soal

3. Menjodohkan: kita menjawab dengan menarik garis antara pertanyan dan jawaban yang merupakan pasangan

4. Isian Singkat: kita menjawab soal dengan bilangan atau kata

5. Uraian: kita menjawab soal dengan kalimat penjelas.

AKM berbasis komputer dan bersifat adaptif. Jika kita menjawab satu soal dengan benar, soal berikutnya akan lebih kompleks. Jika jawaban kita salah, soal berikutnya akan lebih sederhana. Apakah ini akan lebih menarik daripada kalau kita menghadapi Ujian Nasional 2021, Sobat?

 

Pelaksanaan Asesmen Nasional

Jika nantinya terpilih menjadi bagian dari 45 siswa responden, Sobat Pintar akan menghadapi dua tes dan survei. Dua tes dalam asesmen adalah tes literasi membaca dan numerasi. Sedangkan dua survei dalam asesmen adalah survei karakter dan lingkungan belajar.

Satu lagi perbedaan asesmen dan UN adalah pada jadwal pelaksanaannya. Seluruh tes dan survei di atas akan dikerjakan dalam dua hari. Jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional pada jenjang SMP/ MTs/ sederajat dan SMA/ MA/ SMK/ sederajat yaitu:

- Hari ke-1: tes literasi 90 menit dan survei karakter 30 menit

- Hari ke-2: tes numerasi 90 menit dan survei lingkungan belajar 30 menit.

Obviously, perbedaan assesment nasional dengan UN adalah pada materi tes. Dari laman Kemendikbud, materi literasi berarti kita harus menemukan informasi, memahami, mengevaluasi, dan merefleksi teks fiksi. Sedangkan materi numerasi mencakup bilangan, geometri dan pengukuran, aljabar, data, dan ketidakpastian.

Perbedaan asesmen dan UN yang lain adalah pada jumlah soal. Misalnya, Asesmen Nasional pada level V (kelas 9 dan 10) terdiri dari numerasi 62 soal, literasi teks fiksi 28 soal, dan literasi teks informasi 40 soal. Sedangkan pada level VI (kelas 11 dan 12), literasi teks fiksi berjumlah 11 soal dan literasi teks informasi berjumlah 39 soal.

All in all, one question that remains is if you'll take the tests. Once again, peserta assessment adalah 45 siswa yang akan dipilih oleh sekolah. Will you be one of them, Sobat?

640

More Blog Entries

thumbnail
thumbnail
1 Comment
text
00

CssBlog

metablog-web Portlet