APSiswaNavbarV2

CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Strategi Sekolah dalam Merancang Masa Pengenalan Siswa Baru

MPLS dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Photo by fajar herlambang on Unsplash

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi kegiatan rutin sekolah setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) selesai. Persisnya, Direktorat SMP Kemendikbudristek menyebutkan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dilakukan selama tiga hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran, di hari sekolah dan di jam pelajaran. Namun demikian, rentang waktu MPLS bisa berbeda-beda antar sekolah, sesuai dengan ketentuan dari Dinas Pendidikan setempat.

Sebelumnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dikenal dengan Masa Orientasi Siswa (MOS). Perbedaan antara MPLS dan MOS, disebutkan oleh Dapodik.co.id, adalah pada identiknya MOS sebagai ajang untuk mengerjai adik-adik kelas yang baru, ajang unjuk gigi para siswa yang lebih senior dan lain sebagainya. Di MPLS, sebaliknya, kegiatan yang bersifat perpeloncoan dan penganiayaan terhadap siswa baru ditiadakan.

Lantas apa saja kegiatan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah tahun pelajaran baru? Untuk menjawabnya, mari pahami konsep MPLS terlebih dahulu.

 

Tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

masa pengenalan lingkungan sekolah tahun pelajaran
Photo by Mufid Majnun on Unsplash

MPLS artinya periode ketika siswa baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah yang baru. Dalam pengertian yang serupa, MPLS adalah program yang dirancang untuk memperkenalkan siswa baru dengan lingkungan sekolah yang baru dimasuki.

Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa tujuan MPLS bagi siswa baru adalah untuk membantunya beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami kebijakan dan prosedur sekolah, mengenal fasilitas-fasilitas yang tersedia, serta membangun hubungan sosial dengan siswa dan staf lainnya. Artinya MPLS bertujuan untuk membantu siswa baru merasa nyaman dan terhubung dengan lingkungan barunya.

Informasi dan dukungan yang dipelajari oleh siswa baru selama MPLS sekolah berlangsung menjadi bekal untuk perjalanan pendidikannya sampai lulus kelak. Oleh sebab itulah, konsep MPLS pada intinya berbeda dari MOS.

 

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

masa pengenalan lingkungan sekolah
Photo by Budi Gustaman on Unsplash

Telah disebutkan sebelumnya, kegiatan dan konsep MPLS menjadi perbedaan antara MPLS dan MOS. Dikutip dari laman Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Utara, sebagian tujuan MPLS bagi siswa adalah untuk:

1. Mengenali potensi melalui formulir profil siswa yang terdiri dari identitas, riwayat kesehatan, potensi/bakat, sifat/perilaku, dan profil orang tua/wali

2. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif

3. Menumbuhkan perilaku positif, jujur, mandiri, menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, disiplin, hidup bersih dan sehat

4. Membantu beradaptasi dengan aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah

5. Mengembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah lainnya.

Salah satu contoh aksi nyata penguatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah program pengenalan lingkungan sekitar. Dalam program ini, sekolah dapat mengadakan kegiatan yang melibatkan siswa baru agar mengenal lingkungan sekitar sekolah dengan, misalnya, mengunjungi tempat-tempat penting di sekitar sekolah seperti rumah sakit, perpustakaan umum, atau tempat ibadah.

Pada dasarnya, sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan MPLS yang menarik asalkan masih berada dalam koridor yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan setempat. Beberapa contoh kegiatan MPLS antara lain:

1. Orientasi Siswa Baru

Alih-alih menjadi ajang perpeloncoan dan penganiayaan terhadap siswa baru, kegiatan orientasi siswa baru dapat berupa sesi pengenalan kebudayaan sekolah, nilai-nilai sekolah, kebijakan yang berlaku, tata tertib, prosedur administratif, dan aturan-aturan yang harus diikuti selama berada di sekolah. Siswa baru perlu mendapatkan pemahaman mengenai kode berpakaian, absensi, penggunaan teknologi, dan disiplin sekolah.

Kegiatan orientasi berikutnya bisa berupa informasi mengenai jalur komunikasi dengan guru dan staf sekolah. Sesi pengenalan guru dan staf sekolah juga bisa secara khusus diadakan agar siswa baru mendapatkan kesempatan untuk berkenalan dengan para gurunya. Misalnya, alokasikan waktu khusus bagi guru-guru untuk memperkenalkan diri, memberikan informasi tentang mata pelajaran yang diajarkan, serta menjelaskan harapan dan tata tertib di kelasnya masing-masing.

Kegiatan orientasi lainnya bisa berupa tur keliling sekolah. Siswa baru diajak untuk mengunjungi dan mengenal berbagai fasilitas di dalam sekolah, seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, aula, dan area olahraga. Tur ini membantu siswa baru menjadi akrab dengan lingkungan fisik sekolah.

2. Kegiatan Orientasi Kelas

Di samping kegiatan orientasi sekolah, tiap-tiap kelas juga bisa mengadakan kegiatan orientasinya selama beberapa jam. Misalnya, siswa baru ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil dan mengikuti kegiatan orientasi yang dipandu oleh guru kelas. Kegiatan orientasi kelas bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru satu sama lain, membangun keakraban, dan mendorong interaksi dalam lingkungan kelas.

3. Mentoring oleh Kakak Kelas

Kakak kelas atau siswa yang lebih senior berperan sebagai mentor bagi siswa baru selama MPLS. Para siswa senior dapat memberikan panduan, saran, dan dukungan kepada siswa baru dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal teman sekelas, dan mengatasi tantangan di masa-masa awal masuk sekolah. Mentoring dapat berlangsung selama beberapa minggu setelah dimulainya tahun ajaran baru.

4. Pembekalan Akademik

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah juga bisa memuat pembekalan akademik. Kegiatan ini berupa sesi pengenalan kurikulum, metode pembelajaran, sistem penilaian, dan ekspektasi akademik. Siswa baru diberikan informasi mengenai mapel-mapel yang akan dipelajari, tugas-tugas yang akan didapatkan, dan sumber daya akademik yang tersedia seperti perpustakaan atau laboratorium. Siswa baru juga bisa mendapatkan nasihat mengenai pilihan mata pelajaran dan jalur akademik yang tersedia.

5. Kegiatan Sosial

MPLS dapat mencakup kegiatan ekstrakurikuler, permainan-permainan terutama yang bersifat ice breaker, latihan kerjasama kelompok, kegiatan kesenian, atau kegiatan kreatif lainnya yang dapat membantu siswa baru berinteraksi satu sama lain. Kegiatan-kegiatan seperti ini bertujuan untuk memperkuat ikatan sosial antar siswa baru, menghilangkan rasa canggung, dan membantu siswa baru membangun komunitas yang inklusif di lingkungan sekolah.

6. Pelatihan Soft Skills

Salah satu kegiatan MPLS yang menarik adalah pelatihan soft skills seperti cara komunikasi, sikap dan nilai-nilai kepemimpinan, cara bekerjasama tim, serta cara memecahkan masalah yang efektif dan efisien. Kegiatan MPLS ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa baru yang akan berguna dalam interaksi sehari-hari dan pembelajaran di sekolah.

Dengan adanya perubahan konsep MPLS, semestinya sudah tidak ada lagi ajang unjuk gigi yang tak berfaedah. Alih-alih sibuk di pagi hari menyiapkan barang apa saja yang harus di bawa saat MPLS, alangkah baiknya bila siswa baru dan orang tua, termasuk juga kakak kelas dan guru, sama-sama menyiapkan dan terlibat dalam kegiatan MPLS yang bermanfaat dalam jangka panjang.

 

 

 

 

Sumber:

ditsmp.kemdikbud.go.id

www.dapodik.co.id

bpmpkaltara.kemdikbud.go.id

10

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog