redesain-navbar Portlet

null

Blog

Tips Menjaga Kesehatan Mental Guru dan Siswa Selama Pandemi COVID-19

Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik saat corona melanda

Foto oleh Max Fischer dari Pexels

Mental health atau Kesehatan mental menjadi isu yang hangat diperbincangkan tidak hanya di masyarakat secara umum, tetapi juga di dunia pendidikan. Perubahan pola pembelajaran, kesulitan beradaptasi, tingkat penguasaan teknologi, dan ketidaksiapan menghadapi segala keterbatasan memunculkan tekanan-tekanan dan juga tantangan. Keadaan yang serta merta terjadi ini sangat mempengaruhi tidak hanya Kesehatan mental siswa dan orang tua, tetapi juga Kesehatan mental guru.

Seperti kesehatan fisik, kesehatan mental juga sangat perlu untuk dijaga dan dipelihara. Keadaan penuh tekanan yang membuat orang stres dapat menginterupsi kemampuan seseorang untuk mengarahkan perhatian, membuat perencanaan, dan mengelola emosi sehingga sulit untuk berpikir dengan jernih. Jika hal ini terjadi pada Guru Pintar dan juga pada siswa kemudian dibiarkan berlarut-larut, akan menimbulkan akibat yang fatal.

Menjaga kesehatan mental adalah kunci utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kesehatan mental yang terjaga dengan baik dapat membuat Guru Pintar dan siswa mampu menjalani aktivitas belajar dengan lebih optimal terutama saat PJJ di masa pandemi. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Apa saja itu?

Tips Menjaga Kesehatan Mental Guru

Tips Menjaga Kesehatan Mental Guru dan Siswa Selama Pandemi COVID-19
Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels

1. Self Care dan Self Love

Setiap orang, termasuk Guru Pintar, memiliki kondisi kesehatan mental yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, perawatan diri masing-masing orang juga berbeda-beda. Self care merupakan aktivitas yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa kesejahteraan diri sendiri/ well-being.

Dalam dunia psikologi, self care sering dikaitkan dengan self love. Deborah Khoshaba Psy.D dalam  Psychology Today pada tahun 2012 mengatakan self love  adalah suatu bentuk apresiasi terhadap diri sendiri yang bersifat dinamis, yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual. Self care dan self love sangat penting untuk memelihara kesehatan fisik dan juga kesehatan mental.

Contoh kegiatan self care yang dapat Guru Pintar lakukan untuk memelihara kesehatan mental dan juga kesehatan fisik antara lain:

a. Menjalani hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat, menjaga kebersihan, tidur cukup, olahraga teratur, dan jika perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

b. Melakukan Me Time. Guru Pintar pasti memiliki hobi atau kegiatan yang membuat suasana hati menjadi relax dan Bahagia. Misalnya merawat tanaman, mendengarkan musik, melakukan perawatan di salon dan lain sebagainya.

c. Jauhi lingkungan yang yang membawa pengaruh buruk. Guru Pintar hendaknya selalu menjaga pikiran untuk selalu positif. Sayangnya tidak semua orang di sekitar membawa pengaruh yang baik. Untuk itu lebih baik bagi Guru Pintar membatasi interaksi dengan toxic people semacam ini.

2. Bersikap Adil dan Disiplin

Secara profesional, Guru Pintar memiliki jam kerja tertentu. Bersikap adil dalam pekerjaan maksudnya melakukan pekerjaan secara proporsional dan sebaik-baiknya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Tapi ada kalanya dalam pekerjaan ada tugas-tugas tambahan yang diberikan kepada kita dan membutuhkan waktu lebih dalam mengerjakannya. Yang harus Guru Pintar ingat adalah harus memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk beristirahat dan melakukan self care dan self love supaya tidak terlalu Lelah secara fisik dn mental.

Supaya dapat bersikap adil, maka sangat penting bagi Guru Pintar untuk disiplin. Buatlah jadwal-jadwal kegiatan harian dan patuhi jadwal yang dibuat. Dengan pengaturan waktu yang baik, Guru Pintar dapat hidup lebih teratur dan terarah. Hal ini tentu saja sangat baik dalam menjaga kesehatan mental selama masa pandemi dan juga di luar pandemi.

Tips Menjaga Kesehatan Siswa


Foto oleh Pragyan Bezbaruah dari Pexels

Ketika PJJ di masa pandemi, siswa lebih banyak berada di rumah dan berinteraksi dengan keluarga. Meskipun demikian, Guru Pintar memiliki peran dalam menjaga perkembangan mental anak selama belajar dari rumah. Bagaimana caranya?

1. Selalu berkomunikasi dengan orangtua

Orang tua adalah partner Guru Pintar dalam melakukan pembelajaran. Dalam usaha menjaga kesehatan mental siswa, Guru Pintar harus melakukan komunikasi intens terkait keadaan anak. Apakah anak mengalami kesulitan belajar, bagaimana kebiasaan anak di rumah, dan perubahan-perubahan anak selama PJJ perlu Guru Pintar ketahui supaya segera dapat dicarikan solusi.

Selain itu, Guru Pintar dapat juga berperan dalam memberikan informasi yang bermanfaat tentang bagaimana menjaga kesehatan, menjaga imunitas melalui kebiasaan hidup sehat yang diterapkan  dalam keluarga.

2. Teacher-Student Talk

Dalam masa seperti ini jarak menjadi masalah yang besar. Jarak yang membentang antara Guru Pintar dan siswa dapat membuat komunikasi kurang maksimal. Ada kalanya siswa merasa tidak terhubung dengan gurunya atau tidak ada bonding antara guru dan siswa. Hal ini tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada siswa dan juga guru yang dapat mengganggu kesehatan mental siswa.

Guru Pintar dapat menjadwalkan untuk melakukan teacher and student talk. Beri waktu siswa bercerita, mengungkapkan kegemaran atau kesulitannya secara informal di luar pembelajaran kelas. Dengan demikian, selain membangun bonding yang kuat, juga dapat membantu memelihara kondisi psikologis siswa dalam menghadapi tantangan di masa pandemi covid 19 ini.

3. Menciptakan sistem pembelajaran yang ramah anak dan bermakna

Pembelajaran yang ramah anak dan bermakna adalah pembelajaran yang berpusat pada anak tanpa mengabaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Keluhan yang sering muncul saat PJJ berlangsung adalah rasa bosan dan tumpukan tugas yang sangat banyak. Hal ini dapat memicu meningkatnya stress pada anak.

Oleh karena itu, Guru Pintar harus merancang sistem pembelajaran yang menyenangkan untuk mengurangi rasa bosan. Ajak anak berinteraksi, menggerakkan badan, buat kegiatan dan media pembelajaran yang bervariasi, atau melibatkan teknologi yang disukai siswa supaya mereka tetap merasa senang dan bersemangat dalam belajar.

Supaya tugas tidak menumpuk banyak, Guru Pintar dapat menyiasati dengan memberi pilihan cara menyelesaikan tugas berdasarkan hobi siswa. Dengan demikian mereka tidak akan merasa terbebani saat mengerjakan tugas. Hal lain yang dapat Guru Pintar lakukan untuk membuat tugas tidak menjadi tekanan bagi siswa adalah membuat variasi bentuk tugas. Misalnya menggunakan kuis interaktif, proyek, dan lain sebagainya.

4. Berkonsultasi dengan psikolog jika diperlukan

Saat Guru Pintar melihat gejala-gejala yang sekiranya membutuhkan penangan khusus, segera berkomunikasi dengan orangtua untuk berkonsultasi dengan psikolog. Dengan demikian tidak akan terjadi hal-hal yang mengancam perkembangan mental anak.

Pada masa seperti sekarang ini, menjaga kesehatan fisik saja tidak cukup. Menjaga kesehatan mental dan selalu gembira juga penting untuk membentengi diri dari bahaya corona.

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet