redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Alat Reproduksi Pria

Sobat Pintar, alat kelamin atau alat reproduksi pada pria memiliki dua fungsi yaitu untuk menghasilkan sel-sel kelamin dan menyalurkan sel-sel kelamin tersebut ke saluran kelamin wanita.

Alat reproduksi pria dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu alat kelamin bagian dalam dan alat kelamin bagian luar.

  • Alat kelamin bagian dalam terdiri atas testis, saluran reproduksi, dan kelenjar-kelenjar kelamin
  • Alat kelamin bagian luar hanya terdiri dari satu bagian, yaitu penis.

Struktur alat reproduksi pria (a) tampak depan (b) tampak samping

Alat Reproduksi

1) Testis

Testis atau yang lazim dikenal dengan sebutan buah zakar merupakan suatu alat dengan fungsi ganda, selain sebagai penghasil sel kelamin jantan (spermatozoa) juga merupakan organ hormon endokrin. Hormon yang dihasilkan testis adalah hormon testosteron, yaitu hormon kelamin jantan yang utama.

Hormon testosteron bertanggung jawab memperlihatkan ciri-ciri kelamin sekunder pada pria. Ciri-ciri kelamin sekunder, tersebut antara lain adanya janggut, suara membesar, dan bentuk badan yang akan tampak pada saat seorang pria yang mencapai masa pubertas (masa kematangan seksual).

2) Saluran reproduksi

Saluran reproduksi pada pria terdiri dari:

  • duktus epididimis
  • duktus deferens (saluran sperma)
  • vesikula seminalis (kantong sperma)
  • duktus ejakulatorius (saluran pemancaran).

Saluran-saluran tersebut saling berhubungan satu sama lain membentuk satu kesatuan saluran reproduksi.

Duktus epididimis berjumlah sepasang terdapat bersama-sama testis di dalam skrotum yang merupakan tempat terjadinya proses pematangan sperma. Saluran ini terletak di sebelah belakang atas dari testis dan tampak berkelok- kelok.

3) Kelenjar kelamin

Saluran-saluran kelamin dilengkapi oleh tiga macam kelenjar kelamin yang fungsinya menghasilkan sekret. Kelenjar-kelenjar yang melengkapi saluran kelamin itu terdiri atas vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretral yang lebih dikenal sebagai kelenjar cowper. Ketiga kelenjar tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda.

 

Alat Kelamin Luar

Alat kelamin luar hanya terdiri dari satu bagian saja, yaitu dikenal dengan nama penis.

Penis berfungsi sebagai alat kopulasi atau organ persetubuhan, yaitu organ atau alat untuk memasukkan cairan semen ke dalam alat kelamin wanita.

Di dalam penis terdapat uretra yang merupakan muara bagi saluran kencing dan saluran kelamin. Di samping itu, di dalam penis juga terdapat korpus kavernosum atau badan rongga, yaitu dua korpus kavernosum penis di sisi uretra dan satu korpus kavernosum penis di bawah uretra. Apabila terjadi rangsangan rongga ini akan terisi darah, sehingga dapat menyebabkan penis membesar dan memanjang serta menegang yang dikenal sebagai proses ereksi.

Selain itu, pada penis terdapat bagian yang disebut kepala penis (glans penis). Bagian ini merupakan ujung penis tempat terdapatnya lubang uretra (orifisium uretra) dan ujung-ujung saraf perasa. Pada kepala penis terdapat kulit penutup yang dapat melipat disebut kulup (preputium).

Alat Reproduksi Wanita

Sobat Pintar, seperti halnya alat reproduksi pada pria, alat reproduksi pada wanita juga terbagi menjadi alat reproduksi bagian dalam dan bagian luar.

Struktur alat reproduksi wanita

Alat Reproduksi Bagian Dalam

Alat reproduksi bagian dalam wanita terdiri atas ovarium (indung telur), tuba fallopi atau oviduk (saluran telur), dan vagina (saluran kelamin).

1) Ovarium

Ovarium berjumlah sepasang yang terdapat di rongga perut, yaitu tepatnya di sebelah kiri dan kanan daerah pinggang. Fungsi ovarium ini untuk menghasilkan sel telur atau ovum dan hormon-hormon kelamin wanita, seperti progesteron dan estrogen.

Ovarium dilindungi oleh suatu kapsul pelindung yang mengandung folikel-folikel. Setiap folikel berisi sebuah sel telur yang diselubungi satu atau

2) Tuba Fallopi

Tuba fallopi yang lazim disebut sebagai oviduk berjumlah sepasang. Tuba fallopi ini merupakan suatu saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim (uterus).

Tuba fallopi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu ismus yang merupakan bagian tuba fallopi yang terletak dekat uterus atau rahim, ampula, yaitu daerah yang berbentuk lengkungan yang terletak di atas ovarium, dan infundibulum, yaitu daerah pangkal tuba fallopi yang berbentuk corong (fimbria).

3) Uterus

Uterus lazim disebut rahim, pada manusia hanya terdiri dari satu ruang yang disebut simpleks. Uterus ini berbentuk seperti buah pear dan berotot cukup tebal. Pada wanita-wanita yang belum pernah melahirkan, ukuran panjang rahimnya adalah 7 cm dengan lebar antara 4 cm sampai 5 cm.

Pada rahim bagian bawah bentuknya mengecil dan dinamakan serviks uterus, sedangkan bagian yang lebih besar disebut badan rahim atau korpus uterus. Rahim pada manusia dan mamalia tersusun atas tiga lapisan, yaitu perimetrium, miometrium, dan endometrium.

Pada lapisan endometrium dihasilkan banyak lendir, serta terdapat banyak pembuluh darah. Lapisan endometrium ini mengalami proses penebalan dan akan mengelupas setiap bulannya apabila tidak terdapat zigot yang terimplan (tertanam). Uterus ini merupakan tempat untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

4) Vagina

Vagina merupakan bagian dalam kelamin wanita yang berbentuk seperti tabung dilapisi dengan otot yang arahnya membujur ke arah bagian belakang dan atas. Bagian dinding vagina lebih tipis dibandingkan dengan dinding rahim dan terdapat banyak lipatan-lipatan.

Lipatan-lipatan pada dinding vagina berguna untuk mempermudah jalannya proses kelahiran bayi. Di samping itu, pada vagina juga terdapat lendir yang dikeluarkan oleh dinding vagina dan sepasang kelenjar yang dikenal sebagai kelenjar bartholin. Vagina ini merupakan organ persetubuhan (kopulasi) pada wanita.

 

Alat Reproduksi Bagian Luar

Alat reproduksi bagian luar pada wanita disebut vulva, terdiri atas labia mayora, mons pubis, labia minora, organ klitoris, orifisium uretra, dan hymen (selaput dara).

  • Labia mayora adalah bibir bagian luar dari vagina yang tebal dan berlapiskan lemak
  • Mons pubis merupakan bagian tempat bertemunya dua bibir vagina dengan bagian atas yang terlihat membukit.
  • Labia minora atau bibir kecil, yaitu sepasang lipatan kulit pada vagina yang halus dan tipis serta tidak mengandung lapisan lemak.
  • Organ klitoris, merupakan bagian vagina yang berbentuk tonjolan kecil yang sering kali disebut kelentit
  • Orifisium uretra adalah muara saluran kencing yang letaknya tepat di bawah organ klitoris. Di bagian bawah saluran kencing yang mengelilingi tempat masuk ke vagina, terdapat himen yang dikenal dengan nama selaput dara.

Sobat Pintar, untuk lebih paham bisa melanjutkan membaca di bab berikutnya ya....

Hormon Reproduksi

Sobat Pintar, meskipun jenis kelamin suatu organisme sudah dapat ditentukan pada saat fertilisasi, namun alat-alat reproduksi baru terbentuk setelah mencapai usia dua bulan dari proses kehamilan.

Proses pematangan fungsi alat-alat kelamin baru terjadi pada masa yang dikenal sebagai masa pubertas.

Masa pubertas, yaitu masa suatu gonad (kelenjar kelamin) mulai dapat menghasilkan sel-sel kelamin matang atau gamet, yang Anda kenal sebagai spermatozoa pada pria dan ovum pada wanita. Pria mengalami masa pubertas pada usia 14 - 16 tahun, sedangkan wanita mengalami masa pubertas lebih awal, yaitu pada usia 11 - 14 tahun.

Tanda-tanda pubertas tersebut ternyata sangat dipengaruhi oleh hormon-hormon kelamin tertentu. Hormon-hormon kelamin yang berperan terhadap perkembangan organ-organ kelamin, yaitu FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH (Luteinizing Hormone), testosteron, estrogen, progesteron, oksitosin, relaksin, dan laktogen (prolaktin).

Sobat Pintar masing-masing hormon tersebut memiliki pengaruh yang berbeda-beda, untuk lebih jelasnya berikut ini akan diuraikan lebih rinci.

  1. FSH (Follicle Stimulating Hormone), yaitu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. Hormon FSH ini berfungsi dalam proses pembentukan dan pematangan spermatozoa yang dikenal sebagai spermatogenesis dan ovum yang dikenal sebagai oogenesis. Di samping itu, FSH juga merangsang produksi hormon testosteron pada pria dan estrogen pada wanita.
  2. LH (Luteinizing Hormone). Hormon ini juga dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. Hormon ini dapat merangsang proses pembentukan badan kuning atau korpus luteum di dalam ovarium, setelah terjadi proses ovulasi (pelepasan sel telur).
  3. Testosteron, yaitu hormon yang dihasilkan testis dan berperan dalam spermatogenesis dan penampakan ciri-ciri kelamin sekunder pada pria.
  4. Estrogen, Hormon ini dihasilkan oleh folikel graaf di dalam ovarium. Hormon ini berperan dalam oogenesis dan penampakan ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita. Di samping itu, hormon ini juga berperan untuk merangsang produksi LH dan menghambat produksi FSH.
  5. Progesteron, Hormon ini dihasilkan oleh badan kuning atau korpus luteum di dalam ovarium. Berperan dalam proses pembentukan lapisan endometrium pada dinding rahim untuk menerima ovum yang telah dibuahi. Pada saat terjadi kehamilan, progesteron bersama-sama dengan hormon estrogen menjaga agar endometrium tetap mengalami pertumbuhan, membentuk plasenta, menahan agar otot uterus tidak berkontraksi, dan merangsang kelenjar susu memproduksi ASI.
  6. Oksitosin, Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis. Peranannya, yaitu pada proses kelahiran, untuk merangsang kontraksi awal dari otot uterus.
  7. Relaksin, Hormon ini dihasilkan oleh plasenta, berperan untuk merangsang relaksasi ligamen pelvis pada proses kelahiran.
  8. Laktogen, dihasilkan oleh kelenjar hipofisis yang bersama-sama dengan progesteron merangsang pembentukan air susu.

Apakah sobat pintar sudah paham perbedaanya?

Latihan 1

Alat kelamin dalam wanita terdiri dari beberapa bagian, salah satunya adalah ovarium. Berikut ini merupakan fungsi dan ovarium adalah...

A. Menghasilkan ovum

B. Tempat terjadinya ovulasi

C. Menangkap sel telur saat ovulasi

D. Tempat terjadinya pembuahan

E. Merangsang sekresi FSH dan LH

Latihan 2

Berikut ini data alat reproduksi wanita :

  1. Vulva
  2. Infundibulum
  3. Vagina
  4. Uterus
  5. Ovarium
  6. Tuba fallopi

Berdasarkan data tersebut, maka urutan jalannya sel telur sampai pembuahan dan embrio yaitu....

A. 5-2-6-4

B. 2-1-3-4

C. 1-3-4-5

D. 2-4-5-6

E. 3-4-6-2

Latihan 3

Oogenesis berbeda dengan spermatogenesis dalam hal....

A. Jumlah gamet yang dihasilkan

B. Tipe pembelahan selnya

C. Fase-fase pembelahan selnya

D. Jumlah kromosomnya

E. Perangkat kromosomnya

Latihan 4

Di dalam sepanjang tuba falopi terdapat banyak silia yang selalu bergetar, silia tersebut berfungsi untuk....

A. mempermudah perjalanan zigot

B. mempermudah perjalanan sperma

C. mempermudah perjalanan ovum

D. mempermudah proses fertilisasi

E. mempermudah pergerakan janin

Latihan 5

Pernyataan-pernyataan berikut ini mengenai sistem reproduksi pada perempuan.

  1. estrogen dan progesteron sangat penting agar ovulasi terjadi
  2. estrogen cenderung menghambat produksi FSH oleh kelenjar pituitari anterior
  3. fertilisasi ovum oleh spermatozoa biasanya terjadi di uterus
  4. hormon LH sangat besar peranannya dalam produksi progesteron
  5. jumlah estrogen dan progesteron selalu berfluktuasi di dalam darah

Dari pernyataan di atas yang benar adalah….

A. 1, 2, 3

B. 2, 3, 4

C. 1, 3, 4

D. 1, 2, 5

E. 3, 4, 5

Siklus Menstruasi

Sobat Pintar pasti tidak asing dengan istilah menstruasi, yuk kita kenalan lebih dalam lagi tentang definisi menstruasi....

Menstruasi, yaitu proses meleburnya ovum yang gagal dibuahi bersama dengan lapisan dinding uterus berlangsung secara periodik. Pada saat terjadi menstruasi, pada wanita sering kali dihasilkan darah yang disertai jaringan-jaringan kecil tetapi bukan darah.

Siklus pada saat menstruasi terjadi membutuhkan waktu sekitar 28 hari sampai satu bulan, itulah sebabnya siklus ini diberi nama mens yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya satu bulan.

Terdapat sedikit perbedaan antara siklus menstruasi dan siklus estrus. Siklus estrus, yaitu suatu perilaku seksual yang bersifat agresif dari hewan betina yang terjadi pada saat berlangsungnya ovulasi. Peristiwa siklus reproduksi ini diperlihatkan oleh sekelompok hewan mamalia selain manusia dan primata.

Perbedaan yang mencolok antara siklus estrus dan menstruasi ini, terlihat ketika ovum tidak dibuahi.

  • Pada siklus menstruasi jika tidak terjadi pembuahan maka endometrium akan meluruh dan dikeluarkan melalui saluran kelamin (genital).
  • Pada siklus estrus tidak dikeluarkan karena endometrium diserap kembali oleh uterus. Demikian pula jika kita lihat waktu yang dibutuhkan, kedua siklus tersebut berbeda.

Pada siklus menstruasi dibutuhkan waktu rata-rata sekitar 28 hari, sedangkan siklus estrus rata-rata hanya membutuhkan waktu 5 hari sekali, pada tikus dan kelinci, anjing dan beruang satu tahun sekali sedangkan gajah beberapa kali dalam setahun.

Siklus menstruasi terjadi dalam tiga fase:

  • fase proliferasi (perbanyakan)
  • fase sekresi, dan
  • fase aliran menstruasi. 

Sobat Pintar Ketiga fase tersebut sangat dipengaruhi oleh beberapa hormon seperti diperlihatkan skema berikut.

Sobat Pintar berikut skema siklus menstruasi dan hormon-hormon yang memengaruhinya.

Fase Menstruasi

Setelah Sobat Pintar memahami definisi menstuasi, yuk kita pelajari tahapan dan fase menstruasi....

Fase Proliferasi

Proliferasi dikendalikan oleh hormon estrogen. Fase ini mulai terjadi pada hari kelima hingga hari keempat belas dari siklus menstruasi.

Setelah haid terjadi bagian hipofisis anterior akan mensekresikan Follicle Stimulating Hormone (FSH).

FSH memengaruhi proses pertumbuhan dan pemasakan ovum dan folikel graaf memacu pembentukan hormon estrogen. Hormon estrogen kemudian memengaruhi uterus untuk membangun endometrium sehingga rahim mengalami penebalan hingga 5 - 7 cm.

Dengan dihasilkannya estrogen, pengeluaran FSH akan dihambat, sedangkan LH dirangsang untuk diproduksi. Dengan pecahnya folikel graaf, ovum akan dilepaskan keluar dan terjadilah ovulasi. Proses ini terjadi pada hari ke-14 setelah siklus menstruasi.

Fase Sekresi

Sobat Pintar, fase sekresi sering kali disebut fase progesteronik karena dipengaruhi oleh hormon progesteron.

Fase sekresi berlangsung pada hari ke-14 sampai ke-28.

Pada fase ini folikel graaf yang pecah pada saat terjadi ovulasi berubah menjadi korpus rubrum. Dengan adanya LH yang memengaruhi, korpus rubrum berubah menjadi korpus luteum atau disebut juga badan kuning. Korpus luteum ini selanjutnya menghasilkan hormon progesteron.

Sewaktu berlangsungnya fase sekresi, endometrium mengalami penebalan, arteri- arteri mengalami pembesaran, dan tumbuhnya kelenjar endometrium. Jika tidak terjadi kehamilan, korpus luteum akan mengalami degenerasi yang menyebabkan berkurangnya kadar hormon progesteron dan estrogen atau bahkan tidak ada sama sekali.

Fase Menstruasi

Sobat Pintar, fase menstruasi dimulai dari saat luruhnya endometrium yang ditandai dengan keluarnya darah dan berakhir pada hari keempat sampai keenam.

Pada fase menstruasi  hormon estrogen dan progesteron sudah tidak dihasilkan lagi. Dengan tidak diproduksinya estrogen dan progesteron maka akan terjadi degenerasi endometrium. Darah haid yang mengandung mukus dan sel-sel epitel, kemudian dikeluarkan dari rongga uterus menuju vagina.

Latihan 2

Hormon yang memacu aktivitas penebalan dinding rahim adalah....

A. Prolaktin

B. FSH

C. LH

D. Estrogen

E. Progesteron

Latihan 3

Selama proses kehamilan akan bekerja beberapa hormone dengan berbagai fungsi yang berbeda. Hormon yang berfungsi merangsang kelenjar susu untuk berkembang adalah....

A. LH dan FSH

B. Prolaktin

C. Esterogen

D. Oksitosin

E. HCG

Latihan 1

Pembuahan paling tepat terjadi pada saat....

A. folikel matang

B. kadar estrogen tinggi

C. pembentukan progesteron

D. pembentukan FSH

E. terbentuknya folikel

Latihan 4

Peristiwa pelepasan ovum dari ovarium disebut ....

A. menstruasi

B. fertilisasi

C. ovipar

D. ovulasi

E. hiperovulasi

Latihan 5

Pernyataan di bawah ini berkaitan dengan masa reproduksi pada perempuan, kecuali….

A. menstruasi terjadi karena tidak terjadi peristiwa pembuahan

B. kadar progesteron tinggi pada rahim menghambat menstruasi

C. perempuan hamil memiliki payudara tampak lebih mengembang karena pengaruh progesteron dan estrogen

D. kadar progesteron menurun, menstruasi terjadi kembali

E. pada saat hamil menstruasi terjadi secara tidak teratur

AIDS

Sobat Pintar tentu pernah mendengar mengenai penyakit AIDS yang sering dibicarakan orang.

AIDS merupakan kepanjangan dari Acquired Immune Deficiency Syndrom yang artinya penurunan sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh jenis virus yang diberi nama HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Struktur HIV memiliki dua molekul RNA di dalam intinya. Virus ini awalnya berasal dari virus kera di Afrika yang telah mengalami mutasi. Meskipun penyakit yang ditimbulkan oleh virus HIV ini sangat berbahaya dan mematikan, tetapi dalam proses penularannya tidak semudah penularan virus jenis yang lainnya.

Virus HIV tidak menular melalui kontaminasi biasa, seperti berjabat tangan, berpelukan, melalui batuk, bersin, peralatan mandi, dan makanan. Melainkan harus dengan media berupa cairan tubuh melalui luka di kulit atau selaput lendir, dengan kata lain harus melalui penetrasi cairan tubuh dari penderita ke orang yang tertular.

Proses penularan penyakit AIDS dapat melalui:

  • hubungan seksual
  • penggunaan jarum suntik bekas penderita
  • melalui transfusi darah.

Indikasi awal dari penyakit ini, yaitu penderita akan mengalami pembesaran organ limfa. Penyakit-penyakit yang umum diderita oleh orang yang mengidap penyakit AIDS, yaitu pneumonia, kanker, diare, penurunan berat badan, dan gagal jantung.

Virus HIV banyak terkonsentrasi di dalam darah penderita dan cairan mani.

Gonorrhoea

Sobat Pintar, penyakit sabun atau gonorrhoea merupakan penyakit kelamin yang cukup berbahaya.

Fakta tentang Penyakit gonorrhoea:

  • Disebabkan oleh bakteri bundar dari jenis Gonococcus.
  • Penyakit ini ditularkan melalui hubungan kelamin.
  • Memiliki riwayat penyakit kelamin.
  • Memiliki riwayat radang panggul atau pelvic inflammantory disease (PID)
  • Selain dari hubungan kelamin, seseorang dapat tertular penyakit ini oleh karena memegang celana, handuk, atau benda lain bekas penderita.
  • Menggunakan KB dalam rahim (intrauterine device atau IUD)
  • Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita penyakit ini dapat juga tertular.

Penyakit ini menyebabkan sempitnya saluran kandung kencing atau saluran tempat keluarnya spermatozoa. Saluran kandung kencing yang menjadi sempit dapat menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan ketika buang air kecil dan dapat menyebabkan penyakit yang cukup parah pada kandung kencing, ginjal, atau bahkan keduanya.

Gejala yang dapat dirasakan pada penderita penyakit ini yaitu:

  • keluarnya sekret vagina berbentuk nanah dan memiliki aroma yang tidak sedap
  • terasa nyeri saat berkemih
  • terjadi pendarahan diantara dua siklus haid
  • nyeri saat berhubungan seksual
  • nyeri pada perut atau panggul bagian bawah

Apabila tidak segera diobati, akibat dari tersumbatnya saluran pengeluaran sperma, dapat menyebabkan mandul pada penderitanya. Radang pada buah zakar merupakan penyakit yang amat menyakitkan. Di samping itu, apabila bakteri gonococcus ini menginfeksi mata dapat menyebabkan radang yang akut, sehingga mata mengeluarkan nanah dan penderitanya dapat mengalami kebutaan.

Apabila seseorang terkena penyakit ini, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter, karena sangat sulit untuk diobati sendiri. Biasanya dokter memberikan suntikan antibiotika penicilin. Dengan beberapa suntikan penicilin, umumnya penderita dapat disembuhkan.

Sifilis

Sobat Pintar, sifilis termasuk penyakit kelamin cukup berbahaya.

Penyakit sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini dapat tertular dari seorang ibu penderita kepada anaknya yang masih dalam kandungan.

Penularan penyakit ini disebabkan oleh hubungan kelamin yang tidak sehat. Penyakit ini baru terlihat pengaruhnya pada seseorang yang tertular setelah 30 hari penularan. Penyakit ini jarang sekali tertular melalui benda-benda bekas penderita.

Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik. Namun demikian, seseorang yang menderita penyakit ini sebaiknya ditangani oleh dokter, tidak mengobati sendiri.

Sobat Pintar bagaimana untuk semua materi tentang sistem reproduksi apakah sudah paham?

Latihan 1

Bakteri Treponema palidum di alam tubuh pria dapat menyebabkan munculnya penyakit…

A. sifilis

B. impotensi

C. herpes simplex

D. AIDS

E. gonorea

Latihan 2

Kelainan atau penyakit yang berkaitan dengan reproduksi dan tidak dapat ditularkan melalui hubungan seksual adalah....

A. Impotensi

B. Sifilis

C. Gonorea

D. Herpes Genital

E. HIV

Latihan 3

Pernyataan berikut adalah usaha untuk mencegah penularan virus HIV, kecuali . . . .

A. menggunakan jarum suntik yang steril dan sekali pakai

B. peralatan operasi harus steril

C. tidak perlu melakukan donor darah

D. memeriksa darah sebelum melakukan transfusi darah

E. tidak melakukan seks bebas

Latihan 4

Gangguan pada endometrium yang dapat menyebabkan penderita mengalami nyeri perut, pinggang terasa sakit, dan nyeri pada masa menstruasi adalah....

A. Amenore Primer

B. Amenore sekunder

C. Endometriosis

D. Kanker serviks

E. Kanker rahim

Latihan 5

Kelainan hipogonadisme dapat diatasi dengan....

A. Implantasi gonad

B. Operasi kelenjar prostat

C. Sirkumsisi

D. Terapi hormon

E. Tubektomi

Peta Belajar Bersama

Hai Sobat, sebelum masik ke materi tentang reproduksi, yuk simak peta belajar bersama berikut!

redesain-navbar Portlet