APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama



 

Konsep Indeks Harga


Pengertian INDEKS HARGA
Indeks harga adalah angka yang diharapkan dapat dipakai untuk memperlihatkan perubahan mengenai harga-harga barang, baik harga untuk satu macam barang maupun berbagai macam barang dalam waktu dan tempat yang sama atau berlainan.
Terdapat tiga kemungkinan dalam hasil perhitungan indeks harga, yaitu: 

  1. Jika indeks harga > 100 berarti harga mengalami kenaikan (terjadi inflasi). 
  2. Jika indeks harga < 100 berarti harga mengalami penurunan (terjadi deflasi). 
  3. Jika indeks harga = 100 berarti harga tetap (tidak naik dan tidak turun).


Sumber: metrojambi.com

Contoh:

Bila harga barang tahun 2019 sebesar Rp8.000,00 per kilogram, kemudian pada tahun 2020 naik menjadi Rp10.000,00 per kilogram, maka indeks harga barang tersebut pada tahun 2020 dapat dihitung sebagai berikut:
10.000/8.000x100=125
Jadi harga barang pada tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 25%.

JENIS-JENIS Indeks Harga
Indeks Harga Konsumen (IHK)
Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indeks harga yang umum digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga. Dengan kata lain, IHK adalah indeks yang mengukur perubahan-perubahan yang terjadi pada harga eceran barang dan jasa yang diminta konsumen dari waktu ke waktu. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari sejumlah barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. IHK merupakan salah satu indikator ekonomi yang memberikan informasi mengenai harga barang dan jasa yang dibayar oleh konsumen. Perhitungan IHK dilakukan untuk merekam perubahan harga beli di tingkat konsumen (purchasing cost) dari sekelompok tetap barang dan jasa (fixed basket) yang pada umumnya dikonsumsi masyarakat.

Indeks Harga Produsen (IHP)
Indeks Harga Produsen (IHP) adalah indeks harga yang menggambarkan tingkat perubahan harga di tingkat produsen. Pengguna data dapat memanfaatkan perkembangan harga produsen sebagai indikator dini harga grosir maupun harga eceran.

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa IHPB adalah harga indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri maupun yang diekspor dan komoditas yang berasal dari impor.

Indeks Harga yang diterima (It) dan dibayar petani (Ib)
Indeks harga yang diterima (It) yaitu indeks harga yang berhubungan dengan pengorbanan (harga pokok) yang telah dikorbankan dengan hasil diterima petani, atau indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani.
Sedangkan Indeks harga yang dibayar petani (Ib), yaitu indeks harga yang meliputi pembelian/biaya konsumsi dan pembelanjaan untuk biaya produksi pertaniannya atau indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani, baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian.

Indeks Harga Saham (IHS)
Indeks harga yang mengukur perubahan harga saham di pasar modal, yang terdiri dari: 

  • Indeks Harga Saham Individu (IHSI) adalah indeks harga masing-masing saham yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI). 
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks semua saham yang tercatat sebagai komponen perhitungan indeks.

Tujuan Perhitungan Indeks Harga


Dalam menyusun indeks harga perlu dirumuskan tentang apa yang akan diukur, bagaimana cara mengukur, dan untuk apa pengukuran tersebut dilakukan.

Penyusunan indeks harga dalam ekonomi bertujuan antara lain sebagai berikut.

  1. Sebagai petunjuk atau barometer dari kondisi ekonomi umum.
  2. Sebagai pedoman bagi kebijakan dan administrasi perusahaan.
  3. Indeks harga dapat dipergunakan sebagai deflator
  4. Indeks harga dapat dipakai sebagai pedoman bagi pembelian barang-barang.
  5. Indeks harga barang-barang konsumsi merupakan pedoman untuk mengatur gaji buruh atau menyesuaikan kenaikan gaji buruh pada masa inflasi.

Metode Perhitungan Indeks Harga


Indeks Harga Agregatif Sederhana (Indeks Harga Agregatif Tidak Tertimbang).

Keterangan : 

IA = Indeks harga agregatif tidak ditimbang 

Pn = harga yang dihitung angka indeksnya 

Po = harga pada tahun dasar

Perhatikan contoh di bawah!!


Jawab:

IA= 2.300/2.200x100 = 104,55Jawaban:

Jadi harga tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 4,55%

Indeks Harga Agregatif Tertimbang

Metode Laspeyres (IL)

Keterangan: 

IL = Angka Indeks Laspeyres 

Pn= Harga pada tahun yang dihitung indeksnya 

Po= Harga pada tahun dasar 

Qo= Kuantitas pada tahun dasar

Perhatikan contoh soal di bawah!


Berdasarkan data di atas, maka indeks Laspeyres (IL) dapat dihitung sebagai berikut.
 IL = 210.000/200.000 x 100 = 105,00
Sehingga dapat disimpulkan pada tahun 2021, telah terjadi kenaikan harga sebesar 5%

Metode Paasche (IP)

Indeks Paasche adalah indeks harga tertimbang dengan kuantitas barang pada tahun yang diukur (Qn) sebagai faktor penimbangnya.

 

Keterangan:

IP = Angka Indeks Paasche 

Pn = Harga tahun yang dihitung angka indeksnya 

Po = Harga pada tahun dasar 

Qn= Kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya

Perhatikan contoh soal berikut ini!!

Berdasarkan data diatas, maka indeks Paasche dapat dihitung sebagai berikut. 
IP = 242.500/240.000 x 100 = 101,04 
Berarti pada tahun 2021 terjadi kenaikan harga sebesar 1,04%.

Dari Metode Laspeyres dan Metode Paasche terdapat suatu kelemahan sebagai berikut:

  1. Angka indeks Laspeyres mempunyai kelemahan yaitu hasil penghitungan lebih besar (overestimate), karena pada umumnya harga barang cenderung naik, sehingga kuantitas barang yang diminta mengalami penurunan. Dengan demikian besarnya Qo akan lebih besar dari pada Qn.
  2. Angka indeks Paasche mempunyai kelemahan yaitu hasil penghitungan cenderung lebih rendah (underestimate), karena dengan naiknya harga akan menyebabkan permintaan turun, sehingga Qn lebih kecil dari pada Qo.

Untuk menghilangkan kelemahan tersebut dilakukan dengan cara mengintegrasikan angka indeks tersebut, yaitu dengan menggunakan metode indeks Drobisch and Bowley (ID) dan Indeks Irving Fisher (IF)

Metode Drobisch and Bowley (ID)

Berdasarkan penghitungan angka indeks Laspeyres dan Paasche, pada soal di atas dapat dihitung besarnya indeks Drobisch Bowley sebagai berikut.

Sehingga pada taun 2021 mengalami kenaikan sebesar 3,02%

Metode Irving Fisher (IF)

Penghitungan angka indeks dengan Metode Irving Fisher merupakan angka indeks yang ideal. Irving Fisher menghitung indeks kompromi dengan cara mencari rata-rata ukur dari indeks Laspeyres dan indeks Paasche.

Berdasarkan penghitungan angka indeks Laspeyres dan Paasche, maka dapat dihitung besarnya indeks Irving Fisher sebagai berikut.

 

Sehingga pada tahun 2021, terdapat kenaikan harga sebesar 3,00%

Latihan Soal 1

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Terdapat beberapa cara untuk menghitung indeks harga dan salah satunya adalah indeks harga agregatif sederhana (tak tertimbang). Rumus yang digunakan untuk menghitungnya adalah ....

A.

B.

C.

D.


 

E.

Latihan Soal 2

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Perhatikan beberapa pernyataan tentang indeks harga di bawah ini: 

  1. Angka indeks harga dapat dijadikan standar/pedoman untuk melakukan perbandingan harga dari waktu ke waktu.
  2. Angka indek harga menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi atas harga pada pasar-pasar primer.
  3. Indek harga merupakan petunjuk/indikator yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi secara umum.
  4. Indek harga pedagang besar dapat memberikan gambaran/trend dalam perdagangan di tingkat eceran.
  5. Indeks harga konsumen adalah ukuran statistik yang dapat menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi pada harga eceran barang dan jasa yang diminta oleh konsumen dari waktu ke waktu.

Pernyataan di atas yang yang benar adalah ....

A. (1), (2), dan (3)

B. (1), (3), dan (4)

C. (1), (3), dan (5)

D. (2), (3), dan (4)

E. (3), (4), dan (5)

Latihan Soal 3

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Berikut yang bukan merupakan tujuan perhitungan indeks harga adalah…..

A. Sebagai petunjuk atau barometer dari kondisi ekonomi umum.

B. Sebagai pedoman bagi kebijakan dan administrasi perusahaan.

C. Indeks harga dapat dipergunakan sebagai deflator.

D. Indeks harga dapat dipakai sebagai pedoman bagi pembelian barang-barang.

E. Sebagai pedoman pengukuran pembangunan ekonomi suatu negara.

Latihan Soal 4

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Indeks harga yang berhubungan dengan pengorbanan (harga pokok) yang telah dikorbankan dengan hasil diterima petani, atau indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani merupakan pengertian dari salah satu jenis indeks harga, yaitu….

A. Indeks harga yang dibayar petani (ib)

B. Indeks harga yang diterima (it)

C. Indeks Laspeyres (il)

D. Indeks harga Agregatif Sederhana (A)

E. Indeks Irving Fisher (IF)

Latihan Soal 3

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Bila harga barang tahun 2020 sebesar Rp8.000,00 per kilogram, kemudian pada tahun 2021 naik menjadi Rp10.000,00 per kilogram, maka indeks harga barang tersebut pada tahun 2021 sebesar….

A. 25%

B. 30%

C. 35%

D. 20%

E. 10.5%

Konsep Inflasi


PENGERTIAN INFLASI
Inflasi adalah suatu keadaan dimana tingkat harga secara umum (price level) cenderung naik. Dikatakan tingkat harga umum karena barang dan jasa yang ada di pasaran mempunyai jumlah dan jenis yang sangat banyak, dimana sebagian besar dari harga-harga tersebut meningkat sehingga berakibat terjadinya inflasi.

LAJU INFLASI
Penggolongan inflasi dapat ditinjau dari beberapa segi, diantaranya sebagai berikut. 

Dilihat dari laju kecepatannya, inflasi dibagi menjadi 3: 

  1. inflasi lunak (wild inflation), inflasi yang kecepatannya kurang dari 5% per tahun. 
  2. inflasi cepat (galloping inflation, inflasi yang kecepatannya 5% atau lebih per tahun
  3. inflasi meroket (skyrocketing inflation) atau hiperinflasi, yaitu inflasi yang kecepatannya lebih dari 10% per tahun. 

Dilihat dari parah tidaknya inflasi dibagi menjadi: 

  1. inflasi ringan, yaitu inflasi di bawah 10% per tahun (belum mengganggu kegiatan perekonomian suatu negara dan masih dapat dengan mudah untuk dikendalikan).
  2. inflasi sedang, yaitu inflasi antara 10%–30% per tahun (belum membahayakan, tetapi sudah menurunkan kesejahteraan masyarakat yang berpenghasilan tetap).
  3. inflasi berat, yaitu inflasi antara 30%–100% per tahun (sudah mengacaukan perekonomian karena orang cenderung enggan menabung dan lebih senang menyimpan barang).
  4. inflasi sangat berat atau hiperinflasi, yaitu inflasi diatas 100% per tahun (mengacaukan kegiatan perekonomian suatu Negara dan sulit untuk dikendalikan/diatasi).

Dilihat dari sumbernya, inflasi dibagi menjadi: 

  1. inflasi dari dalam negeri(domestic inflation), artinya inflasi karena penciptaan uang baru dan adanya kebijakan anggaran defisit,
  2. inflasi dari luar negeri (imported inflation), artinya inflasi terjadi karena suatu negara mengimpor barang/jasa dari negara lain yang sedang mengalami inflasi.

Sumber:Yuksinau.id

SEBAB-SEBAB TIMBULNYA INFLASI

Inflasi yang terjadi dalam suatu negara akan sangat merugikan masyarakat atau konsumen, karena keadaan harga barang dan jasa selalu mengalami kenaikan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi, akan tetapi secara garis besar timbulnya inflasi disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:

Demand Pull Inflation (Kenaikan permintaan melebihi penawaran)

Inflasi terjadi disebabkan oleh naiknya permintaan total terhadap barang dan jasa.

 

Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui bahwa: permintaan suatu barang mengalami kenaikan dari OQ ke OQ1, sehingga harga barang juga naik dari OP ke OP1 dan kurva permintaan bergeser dari DD ke D1D1.

Cost Push Inflation. (Kenaikan biaya produksi)

Inflasi terjadi karena meningkatnya biaya produksi, sehingga harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan.

Dari gambar di atas diketahui, bahwa semula harga barang setinggi OP dan jumlah barang di pasaran sebesar OQ, kemudian karena adanya kenaikan biaya produksi, maka harga barang naik menjadi OP1 dan jumlah barang yang diminta turun menjadi OQ1, sehingga kurva penawaran bergeser dari SS ke S1S1.

  1. Meningkatnya jumlah uang yang beredar dalam masyarakat (Money in circulation), artinya terdapat penambahan jumlah uang yang beredar, sehingga para produsen menaikkan harga barang.
  2. Berkurangnya jumlah barang di pasaran artinya jumlah barang yang ada di pasar atau jumlah penawaran barang mengalami penurunan, sehingga jumlahnya sedikit sedang permintaan akan barang tersebut banyak sehingga harga barang naik.
  3. Inflasi dari luar negeri (Imported Inflation) artinya inflasi karena mengimpor barang dari luar negeri, sedangkan di luar negeri terjadi inflasi (kenaikan harga barang di luar negeri, sehingga barang-barang impor mengalami kenaikan harga
  4. Inflasi dari dalam negeri (Domestic Inflation), artinya meningkatnya pengeluaran pemerintah atau terjadi defisit anggaran.

DAMPAK INFLASI
Secara garis besar dampak inflasi terhadap perekonomian antara lain sebagai berikut:

  1. Terhambatnya pertumbuhan ekonomi negara, karena berkurangnya investasi dan berkurangnya minat menabung.
  2. Masyarakat yang berpenghasilan rendah tidak dapat menjangkau harga barang karena harga barang mengalami kenaikan.
  3. Jika terdapat kebijakan untuk mengurangi inflasi, maka akan terjadi pengangguran, karena pemerintah berusaha untuk menekan harga.
  4. Masyarakat akan cenderung untuk menyimpan barang daripada menyimpan uang.
  5. Nilai mata uang turun, karena adanya kenaikan harga barang.

Inflasi juga mempengaruhi masyarakat, baik yang berpenghasilan tetap atau tidak tetap. Adapun dampak inflasi terhadap penghasilan masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Dalam masa inflasi, nilai harta tetap mengalami kenaikan harga melebihi kenaikan inflasi. Pendapatan riil penduduk berpenghasilan tidak tetap mengalami penurunan atau merosot. Dengan demikian inflasi akan memperlebar kesenjangan distribusi pendapatan di antara anggota masyarakat. 
  2. Inflasi merugikan masyarakat yang berpendapatan tetap, karena upah/gaji yang diperoleh tidak dapat mengikuti/menyesuaikan kenaikan harga, sehingga semakin berat dirasakan oleh masyarakat.
  3. Inflasi menyebabkan orang-orang enggan untuk menabung dan mendorong untuk mencari pinjaman dalam rangka menyesuaikan pendapatan. Hal ini akan menghambat perkembangan dunia usaha.

Sedangkan Pihak yang diuntungkan dan dirugikan dengan inflasi dapat dikemukakan sebagai berikut:
PIHAK YANG UNTUNG

  • Eksportir atau penjual
  • Debitur/ pihak yang berhutang
  • Spekulan/ pihak yang berani berspekulasi
  • Pihak yang berpenghasilan tinggi

PIHAK YANG RUGI

  • Importir atau pembeli
  • Kreditur/ pihak yang menghutangi
  • Berpenghasilan tetap
  • Berpenghasilan rendah/kategori miskin

Cara Menghitung dan Mengatasi Inflasi

Untuk menentukan laju inflasi dapat dirumuskan sebagai berikut:

Contoh:

Indeks harga pada bulan Juli 2021 sebesar 110 dan indeks harga pada bulan Agustus 2021 sebesar 112, maka laju inflasi pada bulan Agustus 2021 dapat dihitung sebagai berikut: 
Laju Inflasi bulan Agustus 2021= 110-112/110x100% = 1,82%

CARA MENGATASI INFLASI

Pemerintah dalam mengendalikan inflasi (kenaikan harga), menempuh beberapa cara baik melalui kebijakan moneter, kebijakan fiskal maupun kebijakan non moneter dan non fiskal, yang semuanya bertujuan untuk dapat menstabilkan keadaan perekonomian di Indonesia secara umum.

Kebijakan Moneter

Sumber:finansialku

Untuk mengurangi laju inflasi pada suatu negara, pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan moneter yaitu kebijakan pemerintah melalui Bank Sentral sebagai pemegang otoritas moneter untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam rangka mencapai kestabilan ekonomi. Kebijakan moneter dalam rangka untuk mengatasi inflasi adalah dengan mengurangi atau mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut.

Politik Diskonto
Bank sentral dapat menjalankan pengaruhnya atas jumlah uang yang beredar dengan jalan menaikkan atau menurunkan suku bunga (diskonto). Dengan menaikkan suku bunga, maka dapat mengurangi jumlah uang beredar. Sebaliknya jika suku bunga turun dapat menambah jumlah uang yang beredar.

Politik Pasar Terbuka
Dengan politik pasar terbuka bank sentral secara aktif akan membeli atau menjual surat berharga dengan tingkat suku bunga tertentu. Jika bank sentral membeli surat berharga, maka akan memberi pengaruh untuk menambah jumlah peredaran uang. Sebaliknya jika bank sentral menjualnya, maka uang banyak yang ditarik dari peredaran

Politik Cadangan Kas
Bank sentral dapat menentukan jumlah cadangan kas minimum yang harus ada di bank-bank umum, dengan tujuan agar kredit yang diberikan kepada masyarakat dapat dikendalikan, sehingga dapat memengaruhi jumlah uang beredar.

Kebijakan Kredit Selektif
Kebijakan ini dapat diambil oleh bank sentral pada saat ekonomi sedang mengalami gejala inflasi. Kebijakan ini dilakukan dengan memperketat syarat-syarat pemberian kredit kepada masyarakat atau yang sering disebut dengan syarat 5C (Character, Capacity, Collateral, Capital dan Condition).

Kebijakan Dorongan Moral 
Bank sentral dapat mempengaruhi jumlah uang beredar dengan berbagai pengumuman, pidato, dan edaran yang ditujukan kepada bank umum dan pelaku moneter lainnya. Isinya dapat berupa ajakan ataupun larangan untuk menahan atau melepaskan pinjaman dan tabungan.

Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal dilakukan pemerintah untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran negara. Kebijakan fiskal yang ditempuh untuk mengatasi inflasi diantaranya sebagai berikut.

Terdapat tiga instrumen kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah, yaitu:
Sistem Perpajakan

Sumber: seriau (google)

Dengan menaikkan tarif pajak, pemerintah bermaksud memperkuat kas pemerintah dan dapat memperbesar pengeluaran yang bersifat umum. Sebaliknya pemerintah juga bisa mengurangi tarif pajak, dimana pemerintah bermaksud memberi kesempatan perusahaan berinvestasi sekaligus meningkatkan konsumsi. 

Politik Anggaran

Sumber: Indonesia.go.id (google)

Pemerintah dapat menjalankan politik anggaran baik anggaran berimbang maupun anggaran tidak berimbang. Jika pemerintah menempuh anggaran berimbang, sisi pengeluaran dalam APBN direncanakan sama dengan sisi penerimaan. Tidak ada petunjuk dalam kondisi ekonomi seperti apa politik anggaran berimbang ditempuh oleh pemerintah. Namun bila pemerintah memilih anggaran berimbang, terdapat dua hal yang paling pokok yang ingin dicapai yaitu peningkatan disiplin dan kepastian anggaran. Sedangkan anggaran tidak berimbang dapat dibagi lagi atas anggaran defisit dan anggaran surplus. Anggaran defisit adalah anggaran yang lebih besar sisi pengeluaran dari pada sisi penerimaan, dan anggaran defisit ini dipilih jika pemerintah ingin mengejar pertumbuhan ekonomi. Anggaran surplus adalah kebalikan dari anggaran defisit dimana sisi penerimaan lebih besar dari pada sisi pengeluaran. Anggaran surplus dilakukan pemerintah untuk menekan laju inflasi di masyarakat karena kelebihan jumlah uang yang beredar

Pinjaman Pemerintah
Dalam kondisi tertentu terutama pemerintah mengutamakan mengejar tingkat pertumbuhan perekonomian maka pemerintah dapat melakukan pinjaman pemerintah dengan menjual Surat Utang Negara (SUN). Kebijakan ini diambil dengan tujuan untuk membiayai pengeluaran pemerintah dan sekaligus bisa menekan laju inflasi di masyarakat.

Kebijakan nonmoneter dan nonfiskal
Kebijakan nonmoneter dan nonfiskal artinya kebijakan untuk mengatasi inflasi dengan tidak memengaruhi jumlah uang yang beredar maupun pendapatan dan pengeluaran negara. Bentuk kebijakan tersebut diantaranya sebagai berikut:

  1. Peningkatan produksi dan peningkatan jumlah barang di pasaran.
  2. Kebijakan upah dengan menaikkan upah riil yang sudah memperhitungkan inflasi.
  3. Pengendalian dan pengawasan harga, misalnya pemerintah menetapkan kebijakan harga maksimum.

Permintaan dan Penawaran Uang

PERMINTAAN UANG

Permintaan uang adalah sejumlah uang tertentu yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk melakukan transaksi dalam perdagangan atau tujuan tertentu.

Permintaan uang datang dari empat pihak, yaitu: 

  1. pihak perseorangan/konsumen,
  2. pihak pengusaha/produsen,
  3. pihak investor/penanam modal,
  4. pihak pemerintah (dapat bertindak sebagai produsen, konsumen, dan pengatur).

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang diantaranya sebagai berikut: 

  1. Adanya keinginan untuk memegang uang atau motif memegang uang, baik motif transaksi, berjaga-jaga maupun spekulasi.
  2. Tinggi rendahnya tingkat bunga.
  3. Adanya investasi atau pengembangan usaha sehingga membutuhkan dana/uang.
  4. Tingkat harga yang berlaku di pasar. e. Ekspektasi (perkiraan/ramalan masa yang akan datang)

KURVA PERMINTAAN UANG

Berdasarkan kurva di atas, telah terjadi penurunan jumlah permintaan uang di masyarakat karena MD bergeser ke kiri.

Permintaan uang untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga sifatnya sangat berbeda dengan tujuan spekulasi. Permintaan uang untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga ditentukan oleh pendapatan masyarakat atau pendapatan nasional, sedangkan permintaan uang untuk tujuan spekulasi ditentukan oleh tingkat bunga.
Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga

Dari kurva permintaan tersebut tampak bahwa makin tinggi pendapatan, semakin besar permintaan uang untuk kedua tujuan tersebut. Sementara itu, pada saat pendapatan sebesar Ya , maka jumlah uang yang diperlukan untuk transaksi dan berjaga-jaga sebesar Ma. Tetapi bila pendapatan nasional Yb maka uang yang diperlukan sebesar Mb.

Permintaan uang untuk berspekulasi

Kurva permintaan uang untuk spekulasi menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat bunga (ia), semakin kecil permintaan uang (Mb), sebaliknya semakin rendah tingkat bunga (ib), makin besar permintaan uang (Mb). LP pada gambar tersebut menunjukkan kurva preferensi likuiditas.

KURVA PENAWARAN UANG 
Penawaran uang adalah sejumlah uang tertentu yang disediakan oleh pemerintah atau bank untuk dapat dimiliki oleh masyarakat. Penawaran uang dapat mempengaruhi tingkat harga, tingkat bunga, dan tingkat kegiatan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, kenaikan penawaran uang dalam perekonomian perlu dikendalikan. Tugas tersebut dipegang oleh bank sentral.
Penawaran uang pada umumnya berasal dari bank, dalam hal ini bank akan memberikan kredit kepada masyarakat. Oleh karena itu tingkat suku bunga (r) sangat berpengaruh dalam penawaran uang. Untuk lebih jelasnya perhatikan kurva penawaran uang berikut:

Pada saat tingkat suku bunga r0 penawaran uang pada bank umum adalah M0, dan ketika tingkat suku bunga naik menjadi r1 maka jumlah penawaran uang di bank umum menjadi M1.

Latihan Soal 1

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Perhatikan Kurva di bawah ini!

Berdasarkan kurva di atas telah terjadi kenaikan harga (inflasi) dari P ke P1 yang disebabkan oleh ....

A. cost pull inflation

B. demand pull inflation

C. pencetakan uang baru oleh pemerintah

D. perubahan selera masyarakat

E. kenaikan biaya produksi

Latihan Soal 2

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Berikut yang bukan merupakan dampak negatif dari inflasi adalah....

A. Bagi masyarakat berpenghasilan tetap inflasi akan sangat merugikan karena menurunya nilai uang

B. Menurunkan nilai ekspor karena harga barang ekspor menjadi lebih mahal di luar negeri

C. Minat orang untuk menabung semakin menurun

D. Mempersulit dalam menghitung harga pokok suatu produk

E. Menurunkan harga-harga sehingga konsumsi masyarakat bisa meningkat

Latihan Soal 3

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Berikut adalah kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan masyarakat:

  1. Menurunkan jumlah produksi
  2. Menurunkan upah pekerja
  3. Menambah pengeluaran pemerintah
  4. Kebijakan uang longgar (easy money policy) 

Kebijakan tersebut tepat untuk mengatasi ....
 

A. inflasi ringan

B. deflasi

C. inflasi sedang

D. hyperinflation

E. inflasi berat

Latihan Soal 4

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Perhatikan Kurva di bawah ini!

Berdasarkan kurva di atas diketahui bahwa MS bergeser ke MS1, maka dapat disimpulkan bahwa ....

A. Terjadi penurunan jumlah penawaran uang di masyarakat

B. Jumlah uang yang beredar tidak mengalami perubahan

C. Terjadi penambahan jumlah penawaran uang di masyarakat

D. Terjadi penurunan jumlah penawaran uang di masyarakat karena MS bergeser ke kanan

E. Terjadi penurunan jumlah penawaran uang di masyarakat karena MS bergeser ke kiri

Latihan Soal 5

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Perhatikan kurva di bawah ini!

Berdasarkan kurva di atas diketahui bahwa MD bergeser ke MD1, maka dapat disimpulkan bahwa ....

A. Terjadi penurunan jumlah permintaan uang di masyarakat.

B. Jumlah uang yang beredar tidak mengalami perubahan.

C. Terjadi penambahan jumlah permintaan uang di masyarakat.

D. Terjadi penambahan jumlah permintaan uang di masyarakat karena MD bergeser ke kanan.

E. Terjadi penambahan jumlah permintaan uang di masyarakat karena MD bergeser ke kiri.

redesain-navbar Portlet