redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Hai Sobat Pintar, 

Yuk Simak Peta Belajar di BAB Pendapatan Nasional!!


 

Pengertian Pendapatan Nasional



Sumber: SarjanaEkonomi

Pengertian Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional secara sederhana dapat diartikan sebagai jumlah pendapatan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu (biasanya satu tahun). Pendapatan nasional juga menggambarkan tingkat produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu, pendapatan nasional mempunyai peran penting dalam menggambarkan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai serta perubahan dan pertumbuhannya dari tahun ke tahun. Kegiatan perekonomian negara dalam menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Aktivitas tersebut melibatkan individu, keseluruhan masyarakat baik pemerintah, swasta, dan rumah tangga. Setiap negara akan mengumpulkan berbagai informasi mengenai kegiatan ekonominya agar secara terus-menerus dapat diperhatikan perubahan tingkatan pada kegiatan ekonomi yang berlaku.

Berikut merupakan manfaat dari mepelajari Pendapatan Nasional:

  1. Mengetahui dan menganalisis struktur ekonomi suatu negara apakah struktur ekonomi industri, agraris, atau jasa.
  2. Membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu karena pendapatan nasional dicatat setiap tahun.
  3. Membandingkan perekonomian antarnegara di dunia.
  4. Pedoman bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi nasional.

Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto (GDP/PDB)

Pengertian Produk Domestik Bruto

Produk Domestik Bruto merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. GDP dianggap bersifat bruto/kotor. Dengan demikian, pendapatan yang diperoleh dari produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara yang berada di luar negeri tidak turut diperhitungkan. 

Beberapa manfaat perhitungan PDB adalah sebagai berikut: 

  1. Mengukur laju pertumbuhan ekonomi nasional 
  2. Pembanding kemajuan ekonomi antar-negara 
  3. Pertimbangan kebijakan pemerintah 
  4. Mengetahui struktur ekonomi suatu negara 
  5. Mengetahui indikator kualitas hidup masyarakat suatu negara
     

Gross National Product/Produk Nasional Bruto (GNP/PNB)


Pengertian Produk Nasional Bruto

Produk Nasional Bruto merupakan jumlah seluruh produk barang dan jasa suatu negara dalam satu tahun, meliputi barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara (nasional) baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan asing yang berada di dalam negeri tidak diperhitungkan. Ada dua aliran pembayaran penggunaan jasa faktor produksi.
Jika PDB lebih besar daripada PNB maka menunjukkan bahwa investasi negara asing di dalam negeri lebih besar daripada investasi negara tersebut di negara lain. Sedangkan sebaliknya jika PDB lebih kecil daripada PNB maka menunjukkan bahwa investasi negara tersebut di luar negeri lebih besar daripada investasi negara lain di dalam negeri.

Dengan demikian dapat dirumuskan:


 

NNP, NNI, PI, DI

1. Produk Nasional Neto atau Net National Product (NNP)

Produk Nasional Neto adalah nilai pasar barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu tahun. Untuk menghitung NNP adalah Produk Nasional Bruto (PNB) dikurangi dengan penyusutan (depreciation). Penyusutan di sini artinya penyusutan barang-barang yang digunakan dalam proses produksi atau barang modal.
Nah, berikut ini merupakan salah satu cara untuk mencari nilai NNP:


 

2. Pendapatan Nasional Bersih atau Net National Income (NNI)
Pendapatan Nasional Bersih Dapat dilihat dari dua sisi:

  • Dari sisi pendapatan, yaitu pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
  • Dari sisi produksi, yaitu sejumlah nilai bersih barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara. Untuk mengetahui besarnya NNI yaitu NNP dikurangi dengan pajak tidak langsung. 

Rumus untuk mencari Pendapatan Nasional bersih sebagai berikut:

 

3. Pendapatan Perorangan/Personal Income

Pendapatan perseorangan adalah seluruh pendapatan yang benar-benar diterima oleh masyarakat. Jenis pendapatan yang tidak termasuk dalam pendapatan nasional, merupakan pendapatan pribadi. Berikut ini pendapatan yang tergolong dalam pendapatan nasional tetapi tidak termasuk sebagai pendapatan pribadi yaitu:

  • Keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan,
  • Pajak yang dikenakan pemerintah atas keuntungan perusahaan,
  • Kontribusi yang dilakukan oleh perusahaan.

Rumus untuk mencari PI sebagai berikut:


 

4. Pendapatan Bebas atau Disposable Income (DI)
Pendapatan bebas terjadi apabila pendapatan pribadi dikurangi dengan pajak yang harus dibayar oleh para penerima pendapatan, nilai yang tersisa dinamakan pendapatan disposabel. Pada hakikatnya pendapatan disposabel adalah pendapatan yang dapat digunakan oleh penerimanya, yaitu semua rumah tangga yang ada dalam perekonomian, untuk membeli barang-barang dan jasa yang mereka inginkan.
Sedangkan untuk mengetahui penghitungan pendapatan bebas bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

 

Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun disebut ....

A. Pendapatan masyarakat

B. Pendapatan per kapita

C. Produk nasional

D. Pendapatan neto

E. Pendapatan perorangan

Latihan Soal 2

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Jika suatu negara memiliki PNB lebih kecil daripada PDB, negara tersebut memiliki ciri-ciri ….

A. Nilai impor lebih kecil daripada nilai ekspor sehingga mengalami defisit neraca perdagangan.

B. Nilai produksi orang asing lebih kecil daripada penduduk di dalam negeri.

C. Banyak sektor informal yang nilai produksinya tidak tercatat dalam PDB.

D. Investasi asing di dalam lebih besar daripada investasi negara tersebut di luar negeri.

E. Pendapatan tenaga kerja dalam negeri lebih besar daripada pendapatan tenaga kerja asing.

Latihan Soal 3

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Negara Indomakmur memiliki pendapatan neto faktor produksi yang bernilai negatif. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ….

A. Negara Indomakmur menggunakan lebih banyak faktor produksi dari luar negeri daripada mengirimkan faktor produksi ke luar negeri

B. Kebutuhan masyarakat di negara Indomakmur bergantung pada barang dari luar negeri

C. Nilai produk domestik bruto negara Indomakmur sama dengan nilai produk nasional bruto

D. Nilai produk nasional bruto negara Indomakmur lebih tinggi daripada nilai produk domestik bruto

E. Jumlah faktor produksi yang masuk ke negara Indomakmur lebih kecil daripada jumlah faktor produksi yang ke luar dari negara tersebut

Latihan Soal 4

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan merupakan salah satu pengertian dari ….

A. Gross Domestic Bruto

B. Gross National Product

C. Net National Income

D. Disposable Income

E. Transfer Payment

Latihan Soal 5

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Perhatikan Pernyataan di bawah!

  1. Mengetahui dan menganalisis struktur ekonomi suatu negara apakah struktur ekonomi industri, agraris, atau jasa.
  2. Membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu karena pendapatan nasional dicatat setiap tahun.
  3. Mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan distribusi pembangunan ekonomi dunia.
  4. Membandingkan perekonomian antarnegara di dunia.
  5. Pedoman bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi nasional.

Berdasarkan pernyataan di atas, manakah yang tidak termasuk manfaat Pendapatan Nasional….

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

E. 5

Perhitungan Pendapatan Nasional


Pendekatan Produksi
Dengan menjumlahkan nilai produksi tiap-tiap sektor ekonomi atau dengan menjumlahkan secara keseluruhan nilai tambah (value added) dari semua kegiatan ekonomi yang dihasilkan perusahaan. BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2014 melakukan penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi yang terdiri atas 17 sektor ekonomi. Untuk menghindari penghitungan ganda, dalam menghitung PDB dengan metode produksi yang dijumlahkan adalah nilai tambah tiap-tiap sektor. Nilai tambah adalah sumbangan perusahaan terhadap produksi nasional. Penghitungan nilai tambah adalah biaya atau harga bahan baku output dikurangkan dari harga produk perusahaan atau input.
Nah, coba simak rumus di bawah ini:

Keterangan:
P=Tingkat Harga
Q=Jumlah Produk
 


Sumber: stiepasim.ac.id

Pendekatan Pendapatan
Berdasarkan metode pendekatan pendapatan, besarnya pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor-faktor produksi yang digunakan dalam menghasilkan barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara selama satu tahun. Pendapatan dari faktor produksi meliputi upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal, dan laba.
Pendekatan pendapatan ini dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan:
Y=Yearly Income/Pendapatan nasional
r= rent/sewa (balas jasa atas faktor produksi tanah)
w: wages/ upah (balas jasa atas faktor produksi tenaga kerja)
i: interest/ bunga (balas jasa atas produksi modal)
p: profit/ Laba (balas jasa atas faktor produksi kewirausahaan

Contoh Soal 1:

Diketahui data berikut dalam hitungan miliar rupiah!
Sewa Tanah (30.000)
Bunga Modal (40.000)
Upah/Gaji (250.000)
Laba Usaha (50.000) 

Maka besarnya pendapatan nasional jika dihitung dengan metode pendekatan pendapatan adalah….

Jawab:

Y= r+w+i+p
Y=30.000+250.000+40.000+50.000
Y=370.000
Jadi, pendapatan Nasionalnya adalah sebesar 370.000 miliar rupiah

Contoh Soal 2:

Jawab:

Y= r+w+i+p
Y=1.000.000,00+500.000,00+200.00,00+10.000,00
Y=1.710.000,00
Jadi, pendapatan Nasionalnya adalah sebesar Rp1.710.000,00

Pendekatan Pengeluaran
Dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh para penerima pendapatan seperti rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, rumah tangga negara, dan masyarakat luar negeri.

Yuk sobat, catat rumusnya:

Keterangan:
C=Konsumsi/Pengeluaran Masyarakat
I=Investment/Pengeluaran Pengusaha
G=Government/Pengeluaran Pemerintah
x= Ekspor
m=Impor

Contoh Soal :
Diketahui data sebagai berikut!


Konsumsi Rp253.712
Investasi Rp75.500
Konsumsi Pemerintah Rp25.147
Bunga Rp27.710
Ekspor Rp120.021
Impor Rp23.575
Laba Pengusaha Rp2.741

Besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran yaitu…..

Jawab:

Y=C+I=G+(x-m)
Y=Rp 253.712+Rp75.400+Rp25.147+(Rp120.021-Rp23.575)
Y=Rp450.805
Jadi pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran sebesar Rp450.805.

Pendapatan Per Kapita

Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita menunjukkan kemampuan yang nyata dari suatu bangsa dalam menghasilkan barang dan jasa dan kenikmatan yang diperoleh setiap penduduk. Hasil penghitungan pendapatan per kapita sebenarnya tidak dapat secara langsung digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara. Hal ini disebabkan pendapatan perkapita kurang memperhatikan aspek distribusi pendapatan. 

Contoh :

Dua negara mempunyai pendapatan nasional yang sama besarnya, namun belum tentu kesejahteraan penduduk negara-negara tersebut sama. Misalkan pada tahun tertentu diketahui bahwa pendapatan nasional negara A dan pendapatan nasional negara B sama, yaitu Rp200 juta. Jumlah penduduk negara A adalah 200 jiwa sedangkan jumlah penduduk negara B adalah 400 jiwa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa pendapatan rata-rata penduduk negara A adalah Rp200 juta dibagi 200 maka hasilnya Rp1.000.000,00 sedangkan pendapatan rata-rata penduduk B adalah Rp200 juta dibagi 400 adalah Rp500.000,00.

Secara matematis, pendapatan per kapita dapat dirumuskan sebagai berikut:


 

Nah ini dia sobat yang perlu diketahui,

menurut Kriteria Bank Dunia yang menjadi patokan adalah 40% penduduk termiskin kriterianya sebagai berikut:

  • Jika 40% penduduk termiskin menikmati < 12% pendapatan nasional maka ketimpangan tinggi. 
  • Jika 40% penduduk termiskin menikmati 12% - 17% pendapatan nasional, maka ketimpangan sedang. 
  • Jika 40% penduduk termiskin menikmati > 17% pendapatan nasional, maka ketimpangan rendah.

Sedangkan ada beberapa manfaat dari penghitungan pendapatan per kapita yang meliputi:

  1. Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat suatu negara dari tahun ke tahun.
  2. Untuk mengetahui tingkat produktivitas suatu negara.
  3. Pedoman pengambilan kebijakan dalam bidang ekonomi.

Distribusi Pendapatan Nasional

Rasio Indek Gini biasa disebut Koefisien Gini
Koefisien gini adalah ukuran ketimpangan atau ketidakmerataan pendapatan suatu negara. Angka koefisien gini berkisar antara 0-1. Semakin kecil koefisien gini, semakin merata distribusi pendapatannya. Semakin besar koefisien gini atau mendekati 1, semakin tidak merata pendapatannya.

Berikut ini merupakan ketimpangan pendapatan berdasarkan besarnya koefisien gini yaitu:

Kriteria Bank Dunia dalam menghitung persentase distribusi pendapatan, menurut Kriteria Bank Dunia yang menjadi patokan adalah 40% penduduk termiskin kriterianya sebagai berikut. 

  1. Jika 40% penduduk termiskin menikmati < 12% pendapatan nasional maka ketimpangan tinggi.
  2. Jika 40% penduduk termiskin menikmati 12% - 17% pendapatan nasional, maka ketimpangan sedang. 
  3. Jika 40% penduduk termiskin menikmati > 17% pendapatan nasional, maka ketimpangan rendah.
     

Latihan Soal 1

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Pendapatan nasional diperoleh dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi di suatu negara selama satu tahun dan dinyatakan dengan uang, merupakan ciri pendapatan nasional dengan pendekatan .... 

A. Produksi

B. Pendapatan

C. Pengeluaran

D. Distribusi

E. Koefisien gini

Latihan Soal 2

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Jika suatu negara terdapat kelompok 40% penduduk termiskin menerima pendapatan lebih dari 17% pendapatan nasional, sesuai kriteria Bank Dunia negara tersebut berada pada tingkat ketimpangan distribusi pendapatan ....

A. Sangat tinggi

B. Sangat rendah

C. Menengah

D. Tinggi

E. Rendah

Latihan Soal 3

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Dengan menggunakan pendekatan pendapatan, besarnya pendapatan nasional suatu negara akan sama dengan ....

A. Jumlah produksi barang dan jasa

B. C + I + G + X – M

C. Penjumlahan sewa, bunga, upah, dan laba

D. Jumlah produksi ditambah dengan upah pengusaha

E. Jumlah investasi yang dilakukan masyarakat, produsen, dan konsumen

Latihan Soal 4

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Ukuran ketimpangan atau ketidakmerataan pendapatan suatu negara merupakan salah satu pengertian dari….

A. Koefisien Gini

B. Indeks Ratio

C. Pendapatan Nasional

D. Disposable Income

E. Nilai Tambah

Latihan Soal 5

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Negara Kuratama pada tahun 2019 memperoleh GNP sebesar Rp400 triliun, penduduk negara tersebut pada tahun yang sama sebesar 80 juta jiwa. Pendapatan per kapita negara Kuratama adalah ....

A. Rp5.000.000,00

B. Rp500.000,00

C. Rp50.000,00

D. Rp5.000,00

E. Rp500,00

redesain-navbar Portlet