APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Pengertian Kerjasama Ekonomi Internasional

Definisi Kerjasama Ekonomi Internasional

Sumber: bola.com

Setiap negara memiliki kondisi geografis dan sumber daya manusia yang berbeda beda. Karena itu, satu negara tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Inilah kemudian yang menjadi salah satu faktor pendorong bagi negara-negara untuk melakukan kerjasama ekonomi internasional. Kerjasama ekonomi internasional adalah kerjasama yang menunjukkan hubungan antarnegara dalam bidang ekonomi dengan dasar kepentingan tertentu untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan struktur kegiatan ekonomi nasional. Kerjasama ekonomi internasional sendiri merupakan bentuk hubungan yang dilakukan suatu negara dengan negara lain untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan kepentingan negara. Ada berbagai macam bentuk kerjasama internasional, di antaranya adalah kerjasama di bidang politik, sosial, pertahanan dan keamanan, kebudayaan, serta ekonomi. Kerjasama internasional yang satu ini juga tidak sama dengan perdagangan internasional. Cakupannya lebih luas karena kerjasama ini adalah kerjasama antarnegara di bidang ekonomi dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, hingga struktur kegiatan ekonomi nasional.

Tujuan Kerjasama Ekonomi Internasional

Berikut merupakan Tujuan Kerjasama Ekonomi Internasional.

  1. Memenuhi kebutuhan dalam negeri akan barang / jasa.
  2. Memperluas pasar hasil produksi barang dan jasa atau memajukan perdagangan dunia.
  3. Mendorong peningkatan produktivitas hasil produksi.
  4. Memperluas lapangan kerja.
  5. Menambah devisa Negara.
  6. Mendistribusikan manfaat sumber daya.
  7. Mengurangi ketimpangan antara Negara maju dan Negara berkembang.
  8. Mempercepat pembangunan ekonomi dunia.
  9. Meningkatkan kualitas hidup bangsa-bangsa di dunia.

Manfaat Kerjasama Ekonomi Internasional

Manfaat kerjasama ekonomi internasional, diantaranya:

  1. Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi di antara para anggota.
  2. Meliberalisasi secara progresif dan meningkatkan perdagangan barang dan jasa, serta menciptakan suatu sistem perdagangan yang transparan dan mempermudah investasi.
  3. Menggali bidang-bidang kerjasama yang baru dan mengembangkan kebijakan yang tepat dalam rangka kerjasama ekonomi di antara para anggota.
  4. Memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dari para anggota dan menjembatani kesenjangan pembangunan ekonomi di antara para anggota.
     

Latihan Soal 1

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Perhatikan pernyataan berikut!

  1. Memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.
  2. Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi.
  3. Memfasilitasi integrasi ekonomi.
  4. Menambah devisa Negara.
  5. Mendorong peningkatan produktivitas hasil produksi.

Berdasarkan pernyataan di atas, manakah yang termasuk tujuan dari kerjasama ekonomi internasional....
 

A. 1, 2 dan 3

B. 1, 3 dan 5

C. 1, 4 dan 5

D. 2, 3 dan 5

E. 3, 4 dan 5

Latihan Soal 2

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Dibawah ini yang merupakan tujuan dari cakupan ekonomi internasional yang tepat adalah….

A. Untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, hingga struktur kegiatan ekonomi nasional.

B. Untuk meningkatkan perekonomian antar daerah, pembangunan ekonomi, hingga struktur kegiatan ekonomi regional.

C. Untuk memperbaiki bentuk hubungan yang dilakukan suatu negara dengan negara lain untuk memenuhi kebutuhan suatu instansi.

D. Mensejahterakan kerjasama di bidang politik, sosial, pertahanan dan keamanan, kebudayaan, serta ekonomi.

E. Memahami kondisi geografis dan sumber daya manusia yang berbeda beda.

Latihan Soal 3

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Dibawah ini merupakan manfaat kerjasama ekonomi internasional, kecuali….

A. Menggali bidang-bidang kerjasama yang baru dan mengembangkan kebijakan yang tepat dalam rangka mencari keuntungan pribadi masing-masing anggota.

B. Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi di antara para anggota.

C. Memberikan fasilitas integrasi antar regional untuk mencapai kesenjangan perekonomian.

D. Untuk memperluas pasar hasil produksi barang dan jasa atau memajukan perdagangan dunia.

E. Untuk mengurangi ketimpangan antara Negara maju dan Negara berkembang.

Latihan Soal 4

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Perhatikan pernyataan berikut!

  1. Mendistribusikan manfaat sumber daya.
  2. Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi.
  3. Memfasilitasi integrasi ekonomi.
  4. Menambah devisa Negara.
  5. Mendorong peningkatan produktivitas hasil produksi.

Berdasarkan pernyataan di atas, manakah yang termasuk tujuan dari kerjasama ekonomi internasional….

A. 1, 2 dan 3

B. 1, 3 dan 5

C. 1, 4 dan 5

D. 2, 3 dan 5

E. 3, 4 dan 5

Latihan Soal 5

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Definisi kerjasama ekonomi internasional yang sesuai adalah….

A. Kerjasama ekonomi internasional merupakan salah satu negara yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.

B. Kerjasama ini adalah kerjasama antarnegara di bidang ekonomi dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.

C. Kerjasama ekonomi merupakan kerjasama dengan tujuan Memperluas pasar hasil produksi barang dan jasa.

D. Kerjasama ekonomi internasional adalah kerjasama yang menunjukkan hubungan antarnegara dalam bidang ekonomi.

E. Kerjasama ekonomi internasional memiliki cakupan yang luas antar regional.

Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional

Sumber:google

Kerjasama ekonomi ini terbagi ke dalam empat kategori, yaitu kerjasama ekonomi bilateral, regional, multilateral, dan antarregional.

Kerjasama ekonomi bilateral adalah kerjasama ekonomi yang melibatkan dua negara dan bersifat saling membantu. 
Contoh : Kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan Malaysia, Indonesia dengan Inggris, Indonesia dengan Amerika Indonesia dengan Australia, dan sebagainya.

Kerjasama Ekonomi Regional adalah kerjasama ekonomi diantara beberapa negara yang berada di kawasan tertentu. 
Contoh : ASEAN, UNI EROPA, EFTA, APEC, AFTA dan sebagainya

Kerjasama Ekonomi Multilateral adalah kerjasama ekonomi yang melibatkan banyak negara dan tidak terikat oleh batas region atau wilayah atau kawasan negara tertentu.
Contoh : Kerjasama antara Indonesia, Jerman, Perancis, Jepang, Inggris, Korea, China, Rusia, Singapura, dan sebagainya

Kerjasama Ekonomi Antar Regional yaitu kerjasama ekonomi diantara dua kelompok kerjasama ekonomi regional. 
Contoh : Kerjasama antara Uni Eropa dengan ASEAN

Contoh Lembaga Kerjasama Ekonomi Internasional

Sumber:google.com

Berikut ini merupakan contoh lembaga-lembaga kerjasama ekonomi internasional:

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) atau Persatuan negara negara Asia Tenggara.
ASEAN merupakan suatu kerjasama negara-negara untuk kestabilan politik, ekonomi dan sosial budaya. ASEAN didirikan tanggal 8 Agustus 1967, dengan tujuan:

  1. Mempercepat proses pertumbuhan ekonomi, sosial dan kebudayaan Asia Tenggara umumnya dan anggota pada khususnya.
  2. Mewujudkan terciptanya perdamaian dan kestabilan di kawasan Asia Tenggara.
  3. Menciptakan kerjasama yang aktif dalam bidang sosial, ekonomi dan kebudayaan.

IMF (International Monetary Fund) atau Dana Moneter Internasional.
Badan ini lahir pada tanggal 27 Desember 1945 setelah diadakan Konferensi di Bretton Woods, Amerika. Dengan maksud untuk melancarkan kembali moneter internasional yang meliputi Penetapan kurs devisa, pemeliharaan kurs devisa, membantu negara anggota dalam menghadapi kesulitan neraca pembayaran, memberi saran pencegahan inflasi dan sebagainya.

IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) atau World Bank (Bank Dunia)
IBRD atau Bank Dunia didirikan pada tanggal 27 Desember 1945 dengan tujuan untuk membantu pembiayaan usaha-usaha pembangunan dan perkembangan negara-negara anggotanya dengan memudahkan penanaman modal untuk tujuan yang produktif. Atau singkatnya IBRD bertugas untuk menangani masalah investasi internasional. 

WTO (World Trade Organisation)
Merupakan organisasi Perdagangan yang bertujuan untuk memajukan perdagangan internasional agar tercipta suasana yang dapat membatasi atau mengadakan peraturan yang bersifat menghambat kelancaran pertukaran barang-barang internasional, dan berusaha untuk meningkatkan volume perdagangan dunia dengan cara meliberalisasikan perdagangan internasional.

IFC (International Finance Corporation) atau Badan Keuangan Internasional. 
IFC didirikan pada tanggal 24 Juli 1956 bertugas memberikan pinjaman kepada pengusaha swasta dan membantu mengalihkan investasi luar negeri ke negara-negara sedang berkembang, Sedangkan tugas nya adalah memupuk perkembangan ekonomi di negara-negara anggota, terutama memberikan kredit jangka panjang kepada pengusaha swasta tanpa jaminan dan pemerintah.

IDA (International Development Association) atau Perhimpunan Pembangunan Internasional. 
IDA didirikan tahun 1960 di Washington DC, Amerika Serikat, dengan tujuan untuk mendorong kemajuan ekonomi negara-negara yang sedang berkembang dan memberi pinjaman dengan syarat pinjaman yang ringan.

UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development) atau Konferensi PEB tentang perdagangan dan Pembangunan. 
UNCTAD didirikan dengan maksud untuk mengusahakan kemajuan perdagangan dunia dan mengatur komoditi, hasil industri, pengalihan teknologi, perkapalan dan lain-lain. Dan untuk menyalurkan serta melancarkan perundingan internasional mengenai ekspor impor antara negara industri dengan negara yang sedang berkembang, yang sering disebut Dialog Utara Selatan.

ILO (International Labour Organisation) atau Organisasi Buruh Sedunia. 
ILO didirikan dengan tujuan untuk menciptakan perdamaian melalui keadilan sosial, perbaikan nasib buruh, stabilitas ekonomi sosial dan menyusun hukum perburuhan.

UNDP (United Nations Development Program) atau Program Pengembangan PBB. 
UNDP merupakan suatu badan yang memberikan sumbangan untuk membiayai survey jalan di Indonesia, dan menangani program pengalihan teknologi.

UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) atau Organisasi pengembangan Industri PBB. 
UNIDO didirikan dengan tujuan untuk pengembangan industri seperti pembukaan lapangan baru dibidang industri, perbaikan sistem industri yang masih ada dan lain-lain.

APO (Asian Productivity Organization) 
Didirikan pada tahun 1961 dengan maksud :

  1. Untuk meningkatkan peranan produktifitas dan pengembangan ekonomi.
  2. Untuk meningkatkan usaha-usaha di bidang kegiatan tertentu khususnya pertanian dan perindustrian.

ADB (Asian Development Bank) atau Bank Pembangunan Asia.
Tujuan didirikannya ADB adalah meminjamkan dana dan memberikan bantuan teknik kepada negara-negara yang sedang berkembang.

OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) atau Organisasi negara-negara Pengekspor Minyak. 
OPEC didirikan pada tahun 1960, dengan tujuan :

  1. menghimpun negara-negara penghasil dan pengekspor minyak
  2. menjaga kestabilan harga minyak
  3. menghindarkan persaingan antara negara penghasil minyak
  4. berusaha untuk memenuhi kebutuhan minyak di seluruh dunia

APEC (Asian Pacific Economic Cooperation)
APEC didirikan pada bulan November 1989 yang merupakan gabungan negara-negara Asia Pasifik / Selatan (negara sedang berkembang) dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan keadaan ekonomi negara anggotanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka kerjasama APEC dewasa ini mencakup 3 program kegiatan utama, yaitu :

  1. Program yang berkaitan dengan upaya liberalisasi perdagangan (Trade Liberalizatin)
  2. Program yang memberikan perhatian terhadap upaya untuk memperlancar kegiatan perdagangan dan investasi (Trade and Investment Facilitation Program)
  3. Program kerjasama pembangunan (Development Cooperation Program) diantaranya termasuk program bantuan teknik.

AFTA (Asean Free Trade Area) atau Kawasan Perdagangan Bebas Asia Tenggara.

AFTA merupakan organisasi perdagangan bebas ASEAN dengan maksud untuk mengantisipasi dalam menghadapi era perdagangan bebas dunia.
NAFTA (North Americn Free Trade Agreement) atau Persetujuan Perdagangan Bebas Amerika Utara.
Badan ini didirikan untuk memajukan dan meningkatkan perdagangan di kawasan Amerika Utara. Perjanjian perdagangan bebas tersebut dilakukan dengan cara menghilangkan atau mengurangi hambatan-hambatan di bidang perdagangan, baik dalam bentuk hambatan tarif maupun nontarif. 

WTO (World Trade Organization) 
WTO sama dengan GATT (General Agreement on Tariff and Trade) atau sering disebut juga Putaran Uruguay. GATT merupakan organisasi perdagangan dunia, didirikan tahun 1947 dan bermarkas di Havana, yang kemudian diganti WTO sejak tahun 1995. Tujuannya:
menghapus rintangan terutama masalah tarif dan bea masuk yang dapat menghambat perdagangan internasional.
menyelesaikan sengketa dagang yang terjadi diantara negara anggota.

G7 (Group of Seven)/G20 (Group of Twenty) 
G7 merupakan gagasan Presiden Prancis dan Kanselir Jerman pada tahun 1970. G7 adalah 7 negara maju (industri) yang memberikan bantuan kredit kepada negara berkembang. Anggota G7 merupakan kreditur bagi negara Selatan (berkembang). Anggota G7 adalah Amerika Serikat, Kanada, Jepang,

Perancis, Jerman, Italia, dan Inggris. 
Pada tahun 2009 anggotanya bertambah, sehingga namanya berubah menjadi G, yakni Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Inggris, Jerman, Italia, China, Rusia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Brazil, Argentina, Turki, Afrika Selatan, Arab Saudi, India, Indonesia, Australia dan EU27.

IDB (Islamic Development Bank) atau Bank Pembangunan Islam. 
IDB didirikan tanggal 23 April 1975, dengan tugas utama untuk membantu negara-negara anggota, yaitu negara-negara Islam dalam meningkatkan pembangunan dibidang ekonomi dan sosial. Iuran dan setoran anggota IDB dinyatakan dalam satuan ID (Islamic Dinar).

ASEM (Asia Europe Meeting) 
ASEM merupakan forum kerjasama negara Asia dan Eropa untuk memelihara perdamaian secara global, stabilitas dan kemakmuran yang bertujuan untuk memajukan kegiatan perdagangan dan investasi lebih besar antara dua kawasan melihat liberalisasi perdagangan dan investasi serta fasilitasi di antara negara anggota. Kerjasama ASEM ini berdiri tahun 1996, oleh 25 negara.

Kelebihan dan Kelemahan Lembaga Kerjasama Ekonomi Internasional

Setiap kerjasama yang dilakukan pasti memiliki dampak. Baik dampak positif berupa keuntungan maupun dampak negatif berupa kerugian yang bisa diterima oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kerjasama tersebut. Begitu juga dengan kerjasama antar negara yang dilakukan oleh Indonesia dengan negara-negara lain.  Berikut beberapa keuntungan dan kerugian kerjasama antar negara tersebut adalah:

Kelebihan:

  1. Pemenuhan Kebutuhan dalam Negeri
  2. Memperluas Pasar Internasional
  3. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kekurangan:

  1. Pasar Domestik Dikuasai Produk Asing
  2. Munculnya Ketergantungan terhadap Barang Impor
  3. Banyak Imigran Gelap
  4. Produksi Produk Lokal terganggu

Latihan Soal 1

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan hal yang berbeda dengan Masyarakat Ekonomi Eropa (European Economic Community/ EEC) karena lebih menjamin penyerahan keputusan kepada setiap negara anggota. Bentuk kerjasama organisasi di atas adalah….

A. Bilateral

B. Multilateral

C. Regional

D. Antarregional

E. Multiregional

Latihan Soal 2

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan, perjanjian pasar bebas alias free trade agreement (FTA) bukan suatu hal yang perlu dikhawatirkan. Menurut wacana di atas, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena….

A. Produk luar negeri akan menggeser produk dalam negeri.

B. Para pekerja Indonesia akan kalah saing dengan pekerja asing.

C. Negara Indonesia akan selalu menjadi sasaran empuk target pasar dari berbagai produk Negara-negara dunia.

D. Pasar bebas merupakan peluang untuk memperluas pasar.

E. Narkoba bebas keluar masuk Negara Indonesia.

Latihan Soal 3

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Berikut ini adalah dampak positif dan negatif masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA):

  1. hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada.
  2. eksploitasi yang dilakukan perusahaan asing dapat merusak ekosistem di Indonesia
  3. banyaknya barang impor yang akan mengalir dalam jumlah banyak ke Indonesia yang akan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk-produk luar negri yang jauh lebih berkualitas.
  4. Tersedianya lapangan kerja yang banyak. 

Yang merupakan dampak negatif adanya MEA adalah….

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 1 dan 4

D. 2 dan 3

E. 3 dan 4

Latihan Soal 4

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Uni Eropa dan Jepang sedang menegosiasikan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) yang bisa meningkatkan ukuran ekonomi Uni Eropa sebesar 0,6 persen menjadi 0,8 persen dari PDB Uni Eropa. Yang tidak termasuk dalam perjanjian di atas adalah….

A. Amerika Serikat dengan Singapura

B. Jakarta dan Bali

C. Japan dengan Singapura

D. ASEAN Free Trade Area (AFTA)

E. North American Free Trade Area (NAFTA)

Latihan Soal 5

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M. Fachir, mengatakan, Indonesia mendukung implementasi Strategi Pendidikan APEC (APEC Education Strategy) guna mendukung upaya mengatasi tingginya angka pengangguran. Organisasi yang disebutkan di atas adalah…

A. kerja sama antara anggota anggota PBB dalam menangani permasalahan anak-anak.

B. organisasi internasional yang bergerak dalam bidang perburuhan.

C. organisasi kerjasama ekonomi regional pada kawasan Asia Pasifik.

D. organisasi negara pengekspor minyak.

E. kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara di kawasan Eropa.

redesain-navbar Portlet