APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Pengertian, Manfaat, Faktor Pendukung dan Penghambat Perdagangan Internasional

Pengertian Perdagangan Internasional
Perdagangan Internasional adalah kegiatan transaksi jual-beli barang dan jasa antarnegara (internasional). Perdagangan internasional dapat diartikan sebagai perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP.

Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun, dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

Agar mendapat keuntungan, setiap negara membahas dan menyiasati model perdagangan internasional seperti apa yang dapat saling menguntungkan. Terdapat 2 teori tentang perdagangan internasional, yaitu teori keunggulan mutlak dan teori keunggulan komparatif.

Teori Perdagangan Internasional

Teori Perdagangan Internasional
Teori perdagangan internasional adalah teori yang menjelaskan tentang arah dan komposisi terhadap perdagangan antar negara serta bagaimana efeknya tersebut terhadap perekonomian suatu negara.

Teori dari Kaum Merkantilis
Merkantilisme adalah suatu sistem kebijaksanaan ekonomi yang dianut di daratan Eropa sekitar abad keenam belas dan tujuh belas. Dipelopori oleh Colbert, Thomas Mun, Sir Josiah Child, dan lain-lain. Inti pokok aliran Merkantilisme adalah menginginkan peranan Pemerintah yang seluas-luasnya dalam bidang perekonomian supaya terdapat surplus ekspor di atas impor pada perdagangan luar negeri sehingga dapat terus memupuk cadangan logam mulia. Jadi sumber kemakmuran terletak pada banyaknya persediaan logam mulia serta dicapainya ekspor surplus atas nilai impor Realisasinya dengan cara:

  1. Mendorong meningkatkan ekspor
  2. Membatasi Impor
  3. Memperluas daerah koloni/jajahan guna mendapatkan logam mulia atau bahan mentah yang murah
  4. Memperoleh monopoli dalam perdagangan

Teori dari Kaum Klasik
Teori klasik diperdagangkan dua barang dan yang berdagang dua negara.

  1. ongkos produksi dianggap tetap.
  2. ongkos transportasi diabaikan.
  3. tidak ada perubahan teknologi.
  4. teori nilai berdasarkan tenaga kerja.
  5. faktor produksi bebas bergerak di dalam negeri tetapi tidak dapat melampaui batas negara
  6. adanya persaingan di pasar barang dan pasar faktor produksi.
  7. distribusi pendapatan tetap.

Teori klasik dikemukakan oleh Adam Smith dan David Ricardo

Teori Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage)
Dikemukakan oleh Adam Smith dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nations. Keunggulan mutlak merupakan keuntungan yang diperoleh suatu negara dari hasil melakukan spesialisasi. Keunggulan mutlak dalam produksi barang terjadi karena biaya yang diperlukan untuk menghasilkannya secara mutlak lebih murah dibandingkan negara lain. 
Sudah paham belum? Kalau masih dirasa kurang paham, coba lihat tabel di bawah ini deh!!

Contoh 1:

(produksi seorang pekerja dalam satu tahun)

Dari tabel di atas terlihat bahwa: 
Seorang pekerja di Vietnam dapat menghasilkan beras lebih banyak daripada seorang pekerja di Indonesia. Seorang pekerja di Indonesia dapat menghasilkan tekstil lebih banyak daripada seorang pekerja di Vietnam. Sehingga, Vietnam secara mutlak lebih efesien dalam produksi beras, sedangkan Indonesia secara mutlak lebih efisien dalam produksi tekstil.
Kesimpulannya: 
Vietnam akan mengekspor beras ke Indonesia dan mengimpor tekstil dari Indonesia, Indonesia akan mengekspor tekstil ke Vietnam dan mengimpor beras dari Vietnam.

Contoh 2:

Kesimpulannya:
India secara mutlak lebih efisien dalam produksi kain, sedangkan Belanda secara mutlak lebih efisien dalam produksi sepatu. Sehingga India akan mengekspor kain ke Belanda dan Belanda akan mengekspor sepatu ke India.
Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage)

Ada kalanya sebuah negara memiliki keunggulan mutlak dalam menghasilkan semua jenis barang yang diperdagangkan, namun selalu ada potensi keunggulan yang dapat diperoleh dalam perdagangan internasional selama biaya relatif untuk memproduksi barang antara sebuah negara dengan negara lain berbeda.
Coba sobat perhatikan contoh dari teori keunggulan komparatif:

Contoh: 

Dari tabel di atas, Indonesia memiliki keunggulan mutlak dalam hal produksi sepatu maupun pakaian, tetapi keuntungan tertingginya pada produksi pakaian. Sementara Kanada memiliki kelemahan mutlak untuk kedua barang tersebut, tetapi kelemahan terkecilnya pada produksi sepatu.
Bagaimanapun kedua negara tersebut masih dapat melakukan perdagangan yang saling menguntungkan dengan pertimbangan sebagai berikut:

  • Di Indonesia 1 potong pakaian = 0,5 pasang sepatu
  • Di Kanada 1 potong pakaian = 1,25 pasang sepatu

Jika kedua negara itu berdagang, maka Indonesia akan mendapatkan keuntungan = 0.75 pasang sepatu.

  • Di Kanada 1 pasang sepatu = 0,8 potong pakaian.
  • Di Indonesia 1 pasang sepatu = 2 potong pakaian.

Jika kedua negara berdagang, maka Kanada akan mendapatkan keuntungan 1,2 potong pakaian.
Kesimpulannya: 

Sebaiknya Indonesia mengekspor pakaian ke Kanada dan mengimpor sepatu dari Kanada, sebaliknya Kanada mengekspor sepatu ke Indonesia dan mengimpor pakaian dari Indonesia. Dengan demikian kedua negara dapat mengoptimalkan keuntungan.

Faktor Pendorong dan Penghambat Perdagangan Internasional
Faktor Pendorong Perdagangan Internasional
Ada beberapa hal yang mendorong negara untuk melakukan perdagangan dengan negara lain:

Kebutuhan Negara dan Masyarakat
Pada dasarnya setiap negara tidak mampu memproduksi semua kebutuhan negara dan masyarakatnya, maka perdagangan Internasional akan mempermudah negara meraih barang atau jasa yang dibutuhkan.

Perbedaan Sumber Daya Alam
Letak geografis setiap negara berbeda-beda, inilah yang mempengaruhi kekayaan SDA (Sumber Daya Alam) sebuah negara serta membuat negara dan lainnya akan berbeda. Padahal SDA merupakan sumber utama sebuah negara, maka setiap negara memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 
Contohnya Indonesia terkenal dengan hasil bumi berlimpah seperti kopi, lada, lada, cengkeh, teh dan banyak lagi hasil bumi lainnya. Berbeda dengan Australia yang terkenal sebagai penghasil hewan ternak seperti sapi. Nah, hal ini menjadi pendorong perdagangan Internasional antara Indonesia yang membutuhkan daging dan Australia membutuhkan hasil bumi. 

Meningkatkan Kualitas Sumber Daya
Ketika persaingan kualitas di pasar bersaing, maka SDM (Sumber Daya Manusia) juga harus ikut ditingkatkan agar dapat bersaing untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing sehingga tidak kalah dari berbagai kompetitornya. Jadi upaya untuk meningkat kualitas SDM untuk menjadi lebih baik juga menjadi sebuah faktor pendorong dalam perdagangan Internasional, sehingga penduduk lokal bisa berkompetisi dengan layak dan fair.

Meningkatkan Pendapatan Negara
Perdagangan Internasional bisa meningkatkan income sebuah negara, maka banyak negara membuat kebijakan-kebijakan nasional dalam hal mempermudah proses ekspor maupun impor barang. Dimana setiap transaksi ekspor atau impor, negara juga akan menerima pendapatannya berupa pajak barang dan pendapatan. Selain itu, negara juga bisa ekspor barang hasil dari perusahaan BUMN.

Perluasan Target Pasar
Bagi sebagian produsen sulit untuk berkembang karena takut kelebihan jumlah produksi apabila melakukan produksi dalam skala besar. Sementara sebagian produsen lainnya, justru sengaja melakukan produksi secara besar besaran agar barang menumpuk. Sehingga kelebihan dalam jumlah produksi (excess production/over supply) dapat diarahkan ke pasar luar negeri. Dengan demikian itulah hal yang menjadi pendorong perdagangan Internasional sebuah negara agar dapat memaksimalkan potensi industri dalam negeri.

Perbedaan Iklim
Iklim akan mempengaruhi kekayaan SDA sebuah negara, perbedaan ini membuat sebuah negara tidak bisa memproduksi semua kebutuhan mereka sendiri. Oleh sebab itu, import barang merupakan solusi cepat dalam menyelesaikan masalah keterbatasan kebutuhan. Contoh Indonesia sebagai produsen tempe terbesar di dunia, sebab mayoritas masyarakatnya suka mengkonsumsi tempe. Namun, iklim di Indonesia kurang bersahabat dengan kedelai, sehingga kedelainya memiliki kualitas kurang baik. Jadi, untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kualitas tempe Indonesia, mereka harus mengimpor kedelai dari negara dengan kualitas kacang kedelai yang terbaik tentunya.

Perbedaan Selera
Selera dari masyarakat bisa menjadi salah satu faktor pendorong perdagangan Internasional. Contohnya ada negara A dengan penghasil buah dan sayur, negara B penghasil daging sapi. Masyarakat di negara A lebih suka mengkonsumsi daging sapi, sementara masyarakat negara B lebih suka buah dan sayuran. 
Kondisi tersebut akan menjadi pendorong perdagangan Internasional untuk memenuhi selera masyarakatnya. Hal ini akan memberi keuntungan besar bagi kedua negara, sebab bahan makanan dikonsumsi secara keseluruhan.

Transportasi Antar Negara
Dengan adanya perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih dapat membuat alat transportasi yang mampu mencakup semua negara. Kehadiran dari transportasi ini membuat kegiatan perdagangan Internasional menjadi lebih mudah. Baik itu dimulai dari transportasi darat (kereta api, trucking,dll), udara (pesawat terbang), dan laut (kapal), dengan jangka waktu ekspor dan impor barang yang relatif lebih cepat. Transportasi inilah juga sebagai faktor pertukaran informasi, teknologi, dan menjadi faktor pendorong perdagangan Internasional yang sangat penting.

Mencari Dukungan Luar Negeri
Mencari dukungan luar negeri ternyata merupakan hal yang dapat mendorong negara untuk melakukan perdagangan Internasional dengan lebih luas dan lebih cepat. Dengan adanya dukungan dari berbagai negara, maka kesempatan dalam berpartisipasi dalam dunia global juga akan semakin besar. Oleh karena itu, sehingga negara tersebut akan mendapat dukungan dari negara lain saat membutuhkannya, terutama untuk negara yang sering mengalami sengketa. Jika memiliki banyak mitra dagang, semakin banyak dukungan luar negeri kepada suatu negara tersebut.

Faktor Penghambat Perdagangan Internasional

Keamanan Suatu Negara
Keamanan merupakan faktor penting dalam kesuksesan perdagangan Internasional, sebab keamanan sangat berpengaruh saat menjalin kerja sama dengan negara lain. Bilamana negara tidak aman, maka orang akan merasa takut untuk melakukan transaksi. Faktor keamanan mendapat perhatian khusus, karena akan berpengaruh pada keselamatan dari produk dan diri sendiri. Oleh karena itu, pedagang hanya memiliki negara yang kondusif dari segi ekonomi, politik dan tidak ada konflik.

Kebijakan Perdagangan Internasional dari Pemerintah
Setiap negara memiliki kebijakan perekonomian tersendiri, tetapi kebijakan itu seringkali menjadi penghambat perdagangan Internasional. Kebijakan seperti pembatasan jumlah impor, biaya eksport import terbilang sangat besar, dan proses birokrasi memakan banyak waktu. Kebijakan seperti itu membuat pelaku usaha berpikir panjang untuk melakukan perdagangan dengan negara tersebut. Meskipun setiap kebijakan memiliki kelebihan dan kekurangan, bila hasil dari kebijakan tersebut menjadi penghambat perdagangan Internasional investor akan mencari negara lain yang lebih bersahabat.

Rendahnya Sumber Daya Alam
Salah satu pendorong terjadinya perdagangan Internasional adalah sumber daya alam setiap negara berbeda-beda, sehingga untuk memenuhi kebutuhan negara harus mengimpor dari negara lain. Jadi negara yang memiliki ragam SDA unggulan dengan jumlah tidak terbatas, bisa memiliki peran besar dalam perdagangan Internasional.
Sementara negara dengan SDA sedikit tidak akan bisa berbicara besar dalam perdagangan Internasional. Oleh karena itu, sumber daya alam sebuah negara akan menjadi penghambat perdagangan Internasional dari suatu negara

Pembatasan Impor dan Penetapan Tarif
Pada umumnya negara akan lebih menekan ekspor lebih besar dibandingkan dengan impor, sebab menjadi kemampuan produk dari sebuah negara di dunia Internasional. Ekspor akan membantu pertumbuhan ekonomi negara dengan menymbang devisa, sehangga banyak negara membuat tarif besar untuk produk import. Jadi, masyarakat akan lebih produk lokal dibanding dengan produk impor yang harganya tentu lebih besar. Hal ini menjadi penghambat perdagangan Internasional, khususnya para importir harus mengeluarkan biaya besar agar produknya bisa masuk ke negara tersebut.

Peraturan politik Ati-Dumping
Penerapan aturan politik anti-dumping dengan tujuan melindungi produk dan pengusaha lokal dari produk impor, terutama bila produk memiliki harga lebih murah dari produk lokal. Jadi negara memberi harga tinggi untuk bea produk import, seperti yang dilakukan oleh Indonesia terhadap produk China dari global market atau pasar bebas.

Mata Uang Berbeda antar Negara
Perbedaan mata uang dalam transaksi bisa menjadi penghambat perdagangan Internasional, sebab nilai tukar uang harus dikonversikan kepada mata uang negara yang berkaitan. Bilamana pihak pengimpor barang memiliki nilai tukar mata uang lebih rendah, maka biaya yang akan dikeluarkan lebih besar, sehingga akan terus menjadi penghambat selama belum ada mata uang yang ditetapkan.

Kurs Mata Uang Tidak Stabil
Setiap negara memiliki mata uang berbeda-beda dengan nilai tukar berbeda, selisih nilai tukar mata uang itulah yang dimaksud kurs mata uang. Jadi kondisi kurs tidak stabil akan membuat importer dan eksportir mengalami kesulitan dalam menentukan harga, sehingga berdampak pada permintaan dan penawaran. Hal ini membuat pengusaha enggan melakukan eksport import dengan kondisi kurs tidak stabil.

Proses Pembayaran Sulit dengan Resiko Besar
Ketika terjadi transaksi perdagangan internasional, tentu tidak dengan jumlah sedikit dan pembayarannya dengan angka besar. Bila harus melakukan pembayaran secara tunai akan merepotkan dan memiliki resiko sangat besar, sehingga mereka akan menggunakan L/C, Kliring Internasional atau Telegraphic Transfer. Jenis pembayaran ini membutuhkan waktu proses pencairan dan menjadi penghambat perdagangan Internasional.

Organisasi Regional
Organisasi regional seperti ASEAN untuk wadah Asia Tenggara dalam bidang politik, pendidikan, sosial, budaya, dan ekonomi. Jadi wadah ini akan berusaha memberi keuntungan besar kepada anggotanya. Sedangkan untuk negara di luar anggota akan mengalami kesulitan dalam eksport import barang. Hal ini disebabkan, negara di luar anggota tidak memiliki kesepahaman untuk saling menguntungkan.

Peperangan
Kondisi keamanan negara bisa menjadi penghambat perdagangan Internasional termasuk peperangan antara negara satu dengan negara lainnya. Apabila negara-negara yang bersengketa tersebut menjalin kerja sama dengan suatu negara misalnya Indonesia, maka bisa memberi dampak buruk juga bagi Indonesia tentunya.


Manfaat Perdagangan Internasional
Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut:

Menjalin Persahabatan Antar Negara
Dengan adanya perdagangan dapat mempererat hubungan satu negara dengan negara lain karena antar negara tersebut saling membutuhkan.
Memperoleh Barang yang tidak dapat di Produksi Negeri Sendiri
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. Faktor-faktor tersebut di antaranya: Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.

Memperoleh Keuntungan dari Spesialisasi
Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi adakalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.

Memperluas Pasar dan Menambah keuntungan
Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.

Transfer Teknologi Modern
Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efisien dan cara-cara manajemen yang lebih modern.

Keuntungan dan Kerugian Perdagangan Internasional
Keuntungan Perdagangan Internasional

  • Penghematan biaya produksi
  • Memenuhi kebutuhan di dalam negeri
  • Kerjasama antar negara
  • Meningkatkan sumber penerimaan negara
  • Memperluas lapangan pekerjaan

Kerugian Perdagangan Internasional

  • Ketidakmampuan beradaptasi di pasar global menyebabkan perekonomian negara terpuruk
  • Produksi dalam negeri yang tidak mampu bersaing dengan barang impor akan ditinggalkan konsumen

Jenis-Jenis Perdagangan Internasional
Ekspor
Ekspor adalah kegiatan menjual barang ke luar negeri. Contohnya, ketika Indonesia melakukan ekspor pakaian ke Amerika Serikat. Itu artinya Indonesia menjadi negara yang melakukan penjualan pakaian. Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam melakukan ekspor: 

  • Ekspor Biasa
  • Ekspor Tanpa L/C

Apa sih beda keduanya? Perbedaannya terletak di penggunaan letter of credit sebagai alat pembayaran. Ekspor biasa adalah penjualan ke luar negeri dengan segala ketentuan yang berlaku, yang kemudian ditujukan ke pembeli menggunakan L/C. Sementara Ekspor Tanpa L/C bisa terjadi jika mendapat izin khusus dari departemen perdagangan.

Impor
Impor adalah kegiatan membeli barang dari luar negeri. Impor ini kebalikan dari ekspor. Artinya, jika Amerika Serikat membeli kelapa sawit dari Indonesia, dapat dikatakan bahwa Amerika Serikat melakukan impor kelapa sawit.

Barter
Barter merupakan transaksi dengan saling menukarkan barang satu sama lain. Barter dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan nilai suatu barang, untuk kemudian dibayar kembali/ dengan barang yang memiliki nilai yang sesuai dan disepakati.

Konsiyiasi 
Sobat pernah tidak melihat ada ibu-ibu yang menitipkan kue untuk dijual di warung? Atau dalam skala lain, brand yang menitipkan bajunya untuk dijual di toko-toko. Nah, transaksi dengan sistem “menitipkan barang” disebut dengan konsinyasi. Dalam lingkup internasional, barang-barang yang mau dijual “dititipkan” di pasar internasional dulu menunggu adanya pembeli. Penjualannya dapat dilakukan melalui pasar bebas atau bursa dagang dengan cara dilelang.

Package Deal
Merupakan kegiatan perdagangan internasional yang berguna untuk memperluas pasar suatu produk. Sistem ini dilakukan dengan cara membuat perjanjian dagang (trade agreement) dengan suatu negara. Isi perjanjian tersebut berupa ketetapan jumlah barang yang akan diekspor ke negara lain atau diimpor ke negara tertentu.

Border Crossing
Border Crossing adalah perdagangan yang terjadi di negara yang saling berbatasan dan berdasarkan perjanjian tertentu. Tujuan perdagangan ini adalah untuk memudahkan penduduk yang berada di negara perbatasan agar lebih mudah dalam berbelanja. 

Kurs Valas pada Perdagangan Internasional

Pasar Valuta Asing menyediakan pasar sarana fisik maupun dalam pasar kelembagaan untuk melakukan perdagangan mata uang asing, menentukan nilai tukar mata uang asing, dan menerapkan manajemen mata uang asing. Kurs Valuta Asing adalah perbandingan nilai mata uang asing yang dinyatakan dengan nilai mata uang dalam negeri.
Ada  2 macam kurs:

  • Kurs Jual: Harga saat bank menjual valas, digunakan pada saat menukar dari mata uang dalam negeri menjadi mata uang asing (valas) dengan cara dibagi.
  • Kurs Beli: Harga saat bank membeli valas, digunakan pada saat menukar dari mata uang asing (valas) menjadi mata uang dalam negeri dengan cara dikalikan.

Contoh Kurs:
        Kurs Jual US $1= Rp10.373,77
        Kurs Beli US $1= Rp10.263,45
        (sumber: www.bi.go.id per 31 Desember 2021)

Contoh 1: 
Untuk menghitung nilai tukar asing, baik penggunaan kurs jual maupun kurs beli dipandang dari sisi bank atau pedagang valas.
Mr. Iqbal seorang turis dari Amerika datang ke Indonesia untuk berlibur dengan membawa uang sebanyak US $8.000 . Hari ini ia datang ke BNI untuk menukarkan uangnya dengan Rupiah. Pada saat itu nilai kurs yang berlaku adalah: Kurs jual : US$ 1 = Rp14.550,00 Kurs beli : US$ 1 = Rp14.500,00 Berapa rupiah yang diterima Mr. Iqbal dari BNI?
Jawab :
Mr. Smith menukarkan dolar dengan rupiah. Dalam kejadian ini berarti Mr. Smith menjual dolar dan BNI membelinya. Maka yang dimasukkan dalam perhitungan adalah kurs beli. Rupiah yang diperoleh Mr. Iqbal = $8.000 x Rp14.500,00 = Rp116.000.000,00 Jadi Mr. Iqbal menerima Rp116.000.000,00

PENENTUAN KURS VALAS
Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate)
Dapat terjadi karena dua hal:

  1. Kurs Devisa Tetap Standar Emas: Dengan mengaitkan nilai suatu mata uang dengan emas.
  2. Kurs Devisa Tetap Standar Kertas: Pemerintah menetapkan nilai tukar mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain dan berusaha mempertahankannya dengan berbagai macam kebijaksanaan.

Kurs Bebas (Floating Exchange Rate)
Terjadi bila perbandingan nilai mata uang sebuah negara dengan mata uang lain dibiarkan untuk ditentukan secara bebas oleh tarik menarik kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem kurs bebas sering disebut dengan Kurs Devisa Mengambang.

Kurs Mengambang Terkendali (Managed Floating Rate)
Kurs bebas seperti yang telah disebutkan di atas sering menimbulkan ketidaktentuan kurs valas, sehingga negara diharapkan dapat menerapkan pengendalian/penstabilan kurs pada batas yang wajar. Pada dasarnya dalam sistem mengambang terkendali, nilai tukar ditentukan kekuatan pasar, sehingga bebas bergerak naik maupun turun. Namun supaya tidak terjadi gejolak yang terlalu dahsyat, yang kriterianya ditentukan Bank Sentral, Pemerintah dapat campur tangan sampai batas-batas tertentu.
Bentuk-bentuk intervensi Pemerintah dalam kurs valuta asing dapat berupa:

  1. Clean Floating (Mengambang Bersih): terjadi jika campur tangan Pemerintah tidak langsung, yaitu dengan pengaturan tingkat bunga.
  2. Dirty Floating (Mengambang Kotor): terjadi jika campur tangan Pemerintah secara langsung, yaitu dengan menjual atau membeli valas.

Beberapa faktor yang berpengaruh pada perubahan kurs valuta asing, yaitu:

  1. Permintaan dan penawaran valas.
  2. Perubahan harga barang ekspor.
  3. Inflasi.
  4. Perubahan Peraturan Pemerintah.
  5. Perkembangan perekonomian.
  6. Pergeseran selera masyarakat ke barang impor.

Latihan Soal 1

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Faktor yang dapat menghambat perdagangan internasional adalah ....

A. Perbedaan bahasa

B. Perbedaan sumber daya alam

C. Perbedaan kemampuan SDM

D. Keinginan memperoleh devisa

E. Negara tidak mampu memproduksi semua barang

Latihan Soal 2

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Yang dimaksud dengan keunggulan mutlak adalah ....

A. keinginan negara untuk menghasilkan barang tertentu yang sangat dibutuhkan oleh warga masyarakatnya

B. kemampuan suatu negara untuk menghasilkan jenis barang tertentu dengan biaya yang lebih murah daripada negara lain karena perbedaan efisiensi

C. kemampuan suatu negara untuk menghasilkan jenis barang lain dengan biaya yang lebih murah daripada negara lain karena perbedaan efisiensi

D. keinginan negara untuk menghasilkan barang tertentu yang biayanya lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh negara lain

E. keinginan negara untuk menghasilkan barang lain yang biayanya lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh negara lain

Latihan Soal 3

 Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Berikut ini disajikan contoh produktivitas seorang pekerja di Malaysia dan Indonesia dalam memproduksi tekstil dan beras.

Tabel di atas menunjukkan bahwa ....

A. keinginan negara untuk menghasilkan barang tertentu yang sangat dibutuhkan oleh warga masyarakatnya

B. kemampuan suatu negara untuk menghasilkan jenis barang tertentu dengan biaya yang lebih murah daripada negara lain karena perbedaan efisiensi

C. kemampuan suatu negara untuk menghasilkan jenis barang lain dengan biaya yang lebih murah daripada negara lain karena perbedaan efisiensi

D. keinginan negara untuk menghasilkan barang tertentu yang biayanya lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh negara lain

E. keinginan negara untuk menghasilkan barang lain yang biayanya lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh negara lain

Latihan Soal 4

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Tujuan ekonomi dari perdagangan internasional suatu negara antara lain berikut ini kecuali untuk ....

A. meningkatkan lapangan kerja

B. menjaga stabilitas kurs valuta asing

C. meningkatkan investasi dalam negeri

D. meningkatkan ketahanan dari ancaman luar negeri

E. menjaga stabilitas harga barang-barang di dalam negeri

Latihan Soal 5

Sebelum berangkat ke Amerika, Aqil menukar uangnya sebesar Rp36.000.000,00 dengan dolar Amerika, kurs saat itu: Kurs beli 1 US $ = Rp 14.100,00; Kurs jual 1 US $ = Rp 14.400,00. Di Amerika Aqil membelanjakan uangnya sebesar 2.000 US$. Sekembalinya di Indonesia, Aqil menukar kembali sisa dolarnya ke rupiah, saat itu Kurs beli 1 US $ = Rp14.300,00 dan Kurs jual 1 US $ = Rp14.600,00; maka sisa uang Aqil sebesar ....

Konsep Perdagangan Internasional

Kebijakan Perdagangan Internasional 
Pernahkah Sobat membeli barang lewat online shop? Kadang-kadang online shop tersebut menjual barang-barang yang diproduksi di luar negeri, lho. Oleh karena itu, mereka harus membeli barang-barangnya terlebih dahulu, baru kemudian dikirim deh ke rumah kalian sesuai pesanan. Nah, proses tersebut sebenarnya sudah termasuk ke dalam kegiatan perdagangan internasional. Perdagangan internasional ini sendiri memiliki beberapa kebijakan, yaitu kebijakan di bidang ekspor dan impor. 

Yuk, kita pelajari kebijakannya satu persatu! 
Kebijakan Perdagangan Internasional adalah kebijakan yang dilakukan suatu negara yang berupa tindakan ataupun peraturan yang mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung terhadap struktur, komposisi dan arah perdagangan internasional dari ke negara tersebut serta rangkaian tindakan yang akan diambil untuk mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan internasional guna melindungi kepentingan nasional. Setiap negara mempunyai kebijakan-kebijakan tersendiri untuk melindungi perekonomian dalam negeri mereka dari dampak negatif persaingan yang ditimbulkan dalam perdagangan internasional. Perdagangan internasional memungkinkan masuknya barang-barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri.

Kebijakan perdagangan internasional tersebut dapat berupa:
Kebijakan Perdagangan Bebas
Pemerintah memberikan kebebasan pada kegiatan ekspor dan impor dengan tidak dihalangi oleh berbagai Peraturan Pemerintah. Kebebasan perdagangan seperti ini akan menimbulkan persaingan antar negara, sehingga tiap-tiap negara berusaha meningkatkan efisiensi produksi agar mampu memenangkan persaingan. 

Kebijakan Perdagangan Proteksi
Proteksi merupakan bentuk campur tangan Pemerintah untuk melindungi suatu sektor ekonomi atau industri di dalam negeri terhadap persaingan luar negeri. Politik Proteksi adalah kebijakan pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri yang sedang tumbuh (infant industry) dan persaingan persaingan barang-barang impor. Diharapkan dengan adanya politik proteksi tujuan untuk meningkatkan daya saing produk dapat terwujud. 

Alasan munculnya proteksi:

  1. Perdagangan bebas dianggap hanya menguntungkan negara-negara maju saja.
  2. Untuk melindungi industri dalam negeri. 
  3. Melindungi kesempatan kerja di dalam negeri

Tujuan Kebijakan Proteksi:

  1. Memaksimalkan produksi dalam negeri
  2. Memperluas lapangan kerja
  3. Memelihara tradisi nasional
  4. Menghindari resiko yang mungkin timbul jika hanya menggantungkan diri pada satu komoditi andalan
  5. Menjaga stabilitas nasional, yang dikhawatirkan akan terganggu jika bergantung pada negara lain.

Bentuk Kebijakan Proteksi dapat dilakukan melalui:
Tarif dan Bea Masuk
Tarif adalah suatu pembebanan atas barang-barang yang melintasi daerah pabean (custom area). Dan barang-barang yang masuk ke wilayah negara dikenakan bea masuk. Dengan pengenaan bea masuk yang besar atas barang-barang dan luar negeri, mempunyai maksud untuk proteksi atas industri dalam negeri dan untuk memperoleh pendapatan negara. Bentuk umum kebijakan tarif adalah penetapan pajak impor dengan persentase tertentu dari harga barang yang diimpor tersebut. Akibat dan pengenaan tarif, sebagai berikut: 

  • Harga barang naik,
  • Produksi dalam negeri meningkat,
  • Jumlah barang di pasar turun,
  • Impor barang turun

Ada tiga macam penentuan Tarif, atau bea masuk, yaitu:

  1. Bea ekspor (export duties) adalah pajak / bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju negara lain (diluar custom area)
  2. Bea transito (transit duties) adalah pajak / bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui batas wilayah suatu negara dengan tujuan akhir barang tersebut negara lain
  3. Bea impor (import duties) adalah pajak / bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang masuk dalam suatu negara (tom area)

Pelarangan Bea Impor
Pelarangan impor adalah kebijakan pemerintah untuk melarang masuknya barang-barang dari luar negeri, dengan tujuan untuk melindungi produksi dalam negeri dan meningkatkan produksi dalam negeri. Akibat Kebijakan pelarangan impor sebagai berikut: Harga barang naik, Produksi dalam negeri meningkat, dan Jumlah barang di pasar turun.

Kuota
Kuota adalah kebijakan pemerintah untuk membatasi barang-barang yang masuk dari luar negeri. Akibat kuota sebagai berikut: Harga barang naik, Produksi dalam negeri meningkat, Jumlah barang di pasar turun, dan Impor barang turun.

Subsidi
Subsidi adalah kebijakan pemerintah untuk membantu menutupi sebagian biaya produksi per unit barang produksi dalam negeri. Sehingga produsen dalam negeri dapat menjual barangnya yang lebih murah dan bisa bersaing dengan barang impor. Dampak kebijakan subsidi sebagai berikut: Harga barang di pasar tetap, Produksi dalam negeri meningkat, Jumlah barang di pasar tetap dan Impor barang turun.

Dumping
Dumping adalah kebijakan pemerintah untuk mengadakan diskriminasi harga, yakni produsen menjual barang di luar negeri lebih murah dan pada di dalam negeri. Syarat yang harus dipenuhi dalam kebijakan dumping yaitu:

  1. Kekuatan monopoli di dalam negeri lebih besar dan pada luar negeri, sehingga kurva permintaan di dalam negeri lebih in elastis dibanding kurva permintaan di luar negeri.
  2. Terdapat hambatan yang cukup kuat sehingga konsumen dalam negeri tidak dapat membeli barang dan luar negeri.

Neraca Pembayaran

Neraca Pembayaran (Balance of Payment)
Neraca Pembayaran adalah suatu daftar yang disusun secara sistematis yang dipergunakan untuk membukukan semua transaksi ekonomi yang dilakukan penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain dalam waktu satu tahun.

Susunan Neraca Pembayaran

Neraca Perdagangan
Neraca Perdagangan (Balance of Trade) adalah neraca yang khusus mencatat mengenai ekspor dan impor barang dagangan (komoditas) serta selisih antara nilai ekspor dan nilai impor barang. Neraca perdagangan Indonesia umumnya mengalami surplus, yang berarti nilai ekspor lebih besar dari nilai impor. Dalam neraca perdagangan akan dapat mempengaruhi kurs valuta asing, yaitu:

  1. Neraca Perdagangan aktif/surplus, menunjukkan nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor, sehingga kurs valuta asing mengalami penurunan atau mata uang dalam negeri mengalami apresiasi
  2. Neraca Perdagangan pasif/defisit, menunjukkan nilai ekspor lebih kecil daripada nilai impor, sehingga kurs valuta asing mengalami kenaikan atau mata uang dalam negeri mengalami depresiasi

Neraca Jasa
Neraca yang menunjukkan jasa-jasa yang diselenggarakan suatu negara untuk negara lain, serta yang diterimanya dari luar negeri. Yang termasuk kategori jasa adalah perbankan, pariwisata, asuransi, pengangkutan, dan lain-lain.

Neraca Hasil-Hasil Modal
Neraca yang mencatat semua pembayaran dan penerimaan bunga, deviden, upah tenaga kerja asing, serta hadiah-hadiah (grants). 
Bagian 1 sampai dengan 3 ini secara bersama-sama disebut Current Account (Neraca Transaksi Berjalan), dimana setiap waktu setiap saat selalu ada transaksi, tidak pernah berhenti.

Neraca Lalu-Lintas Modal
Neraca yang mencatat transaksi yang berkaitan dengan setiap kredit yang diterima dari luar negeri atau diberikan ke luar negeri, jual beli efek dan PMA. 
Bagian 4 ini disebut Capital Account. 
Bagian 1 sampai dengan 4 disebut Neraca Keseluruhan.

Neraca Lalu-Lintas Moneter
Neraca yang memperlihatkan perkembangan cadangan devisa suatu negara.

Cara dan Alat Pembayaran Internasional

Cara dan Alat Pembayaran Internasional
Cara Pembayaran Internasional

Kompensasi Pribadi
Kompensasi pribadi adalah cara pembayaran dengan mengalihkan penyelesaian utang piutang pada seorang penduduk dalam sebuah negara di mana penduduk tersebut tinggal. Cara seperti ini tidak lagi banyak digunakan karena sulitnya mencari mitra yang memungkinkan dilakukan kompensasi pribadi.

Pembayaran Tunai
Biasanya dilakukan jika eksportir belum benar-benar yakin atas kondisi importir dengan baik. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan:
uang tunai
cek

Telegraphic Transfer (TT)
Bankers Sight Draft (Wesel Bank Atas Unjuk)

Rekening Terbuka
Rekening terbuka adalah cara pembayaran dimana eksportir telah mengirimkan barang kepada importir tanpa disertai surat tagihan dan dokumen-dokumen. Pembayaran dilaksanakan setelah beberapa waktu atau tergantung pada kesepakatan. Pada kasus ini biasanya eksportir sudah mengenal importir dengan baik.

Surat Wesel Dagang
Surat wesel dagang adalah surat perintah pembayaran yang dibuat oleh eksportir atas importir berisi sejumlah harga barang yang harus dibayar beserta ongkos kirimnya pada saat tertentu kepada pihak tertentu yang ditunjuk.

Letter of Credit (L/C)
L/C adalah surat yang dikeluarkan Bank atas permintaan importir, dimana Bank telah menyetujuinya dan membayar wesel yang ditarik eksportir atas importir. Jenis-jenis L/C adalah:

  1. L/C Biasa, dimana importir langsung membayar sesuai harga barang yang akan diimpor kepada eksportir di luar negeri melalui bank tertentu.
  2. Merchant L/C, dimana importir dapat menerima barang terlebih dahulu, pembayaran sebagian dilakukan saat membuka L/C, kekurangannya dibayar kemudian.
  3. Red Clause L/C, adalah L/C yang mencantumkan perintah kepada bank untuk melaksanakan pembayaran sebagian dari jumlah L/C kepada eksportir sebelum mengirimkan barangnya.
  4. Industrial L/C, digunakan untuk mengimpor barang industri secara cepat demi peningkatan industri dalam negeri.
  5. Usance L/C artinya L/C yang pembayarannya baru dilakukan dengan tenggang waktu tertentu, misalnya 1 bulan dari pengapalan barang atau 1 bulan setelah penunjukan dokumen

Alat Pembayaran Internasional
Devisa adalah alat yang dapat digunakan untuk pembayaran dalam lingkup internasional. Devisa dapat berupa valuta asing yaitu sejumlah mata uang asing yang sudah diakui secara internasional. contohnya Dollar (Amerika), Yen (Jepang), Euro (Eropa), Poundsterling (Inggris), Franc (Swiss), dan Deutsche Mark (Jerman). Tidak hanya berupa valuta asing, devisa juga dapat berupa emas atau surat berharga yang dapat digunakan sebagai pembayaran internasional. Meskipun tercatat sebagai mata uang asing, tidak semua mata uang asing dapat disebut sebagai devisa. Yang dapat dikatakan sebagai devisa adalah mata uang yang telah tercatat secara resmi di Bank Sentral, seperti beberapa mata uang yang telah disebutkan di atas.
Valuta asing atau devisa dapat diperoleh dengan dua sumber, yaitu:

  1. Devisa umum adalah devisa yang diperoleh dari hasil ekspor barang atau dari penjualan jasa, dan transfer. Tingkat kurs devisa umum ditentukan oleh penawaran dan permintaan valuta asing di pasar valuta asing. Hal-hal yang termasuk dalam devisa umum diantaranya: Ekspor barang, Penyelenggaraan jasa, Wisatawan asing yang datang ke dalam negeri, Hadiah (grant) dan bantuan luar negeri, dan Kiriman uang dari luar negeri
  2. Devisa kredit adalah devisa yang berasal dari kredit atau pinjaman luar negeri. Tingkat kurs devisa kredit ditentukan oleh Pemerintah, yang bertindak sebagai debitur, bukan oleh permintaan dan penawaran valuta asing di pasar valuta asing. Hal-hal yang termasuk dalam devisa umum diantaranya: Pinjaman dari luar negeri, Penerimaan bunga dan dividen dari luar negeri, Penerimaan emas dari luar negeri dan Penanaman modal asing (PMA).

Terjadinya permintaan dan penawaran valuta asing berasal dari:


 

Latihan Soal 1

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Keadaan neraca perdagangan suatu negara ....

A. mencerminkan kekayaan devisa

B. mencerminkan produktivitas suatu Negara

C. mencerminkan kemakmuran suatu Negara

D. dikatakan surplus jika impor lebih tinggi dari ekspor

E. dikatakan defisit jika impor lebih tinggi dari ekspor

Latihan Soal 2

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Dalam neraca pembayaran internasional, pinjaman luar negeri dicatat di dalam ....

A. neraca jasa

B. neraca khusus

C. neraca modal

D. neraca transaksi berjalan

E. neraca perdagangan

Latihan Soal 3

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Di bawah ini komponen–komponen dalam neraca pembayaran: 
(1) Indonesia memperoleh bantuan pinjaman dari World Bank 
(2) Indonesia memperoleh hasil pariwisata dari wisatawan asing 
(3) Indonesia mengekspor barang ke AS 
(4) Orang Malaysia membeli saham ke BEJ 
(5) Indonesia membayar transportasi ke negara lain 
Dari komponen-komponen dalam neraca pembayaran yang tergolong transaksi jasa adalah ....

A. (1) dan (2)

B. (1) dan (4)

C. (2) dan (4)

D. (2) dan (5)

E. (4) dan (5)

Latihan Soal 4

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Kebijaksanaan pemerintah untuk membatasi jumlah barang yang diimpor adalah kebijaksanaan ....

A. Kuota

B.

Tarif

C. Dumping

D. Proteksi

E. Fiskal

Latihan Soal 5

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini. 
(1) Indonesia mengimpor barang elektronik dari Jepang 
(2) Malaysia mengekspor makanan kering ke Indonesia 
(3) Ibu bayu berwisata ke Singapura bersama keluarga 
(4) Mr. John seorang warga Amerika menabung di BRI 
(5) Amerika Serikat membatasi impor kan dari Indonesia 

Dari pernyataan tersebut yang merupakan neraca perdagangan ditunjukkan nomor .... 

A. (1), (2), dan (5)

B. (1), (2), dan (5)

C. (2), (3), dan (4)

D. (2), (3), dan (5)

E. (3), (4), dan (5)

redesain-navbar Portlet