APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama ekonomi di bab ketiga seputar Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa.

Yuk, mulai belajar bersama kita!
 

Perusahaan Jasa

source: www.google.com

Sebelum kita masuk pada tahap pencatatan, simak terlebih dahulu,yuk, apa itu perusahaan jasa?
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya melayani masyarakat di bidang jasa dengan memproduksi sesuatu yang tidak berwujud (jasa). Meskipun produk akhir perusahaan jasa tidak berwujud atau berupa layanan, perusahaan jasa tetap membutuhkan produk berwujud untuk mendukung kegiatan operasionalnya. 

KARAKTERISTIK PERUSAHAAN JASA

Coba deh sobat pintar simak apa saja karakteristik dari perusahan jasa ini.

  • Tidak berwujud, artinya tidak memiliki bentuk fisik yang nyata, tidak dapat dilihat atau diraba, hanya dapat dirasakan manfaatnya.
  • Berubah-ubah, maksudnya setiap jasa yang diperdagangkan tidak memiliki standarisasi. Semuanya tergantung pada selera konsumen.
  • Tidak dapat dipisahkan.
  • Tidak dapat disimpan.

CONTOH PERUSAHAAN JASA

Ini nih, sobat, contoh-contoh perusahaan jasa.

  • JNE
  • J&T
  • Logistik
  • Lion parcel
  • Tiki
  • Salon
  • Laundry
  • Tour and Travel
  • Kantor POS
  • Dll


 

Jurnal Umum

PENGERTIAN JURNAL UMUM

Nah sobat, sebenarnya apa itu jurnal umum?
Jurnal umum adalah suatu buku harian tempat mencatat semua transaksi – transaksi yang terjadi dalam perusahaan secara sistematis dan kronologis. Pencatatan dilakukan berdasarkan bukti-bukti dengan menyebutkan akun yang akan didebet dan dikredit. Prosesnya disebut menjurnal (journalizing).  Kegunaan dari jurnal umum sendiri untuk menjembatani pencatatan transaksi dari buku harian ke akun buku besar dan mengontrol keseimbangan jumlah debit dan jumlah kredit.

FUNGSI JURNAL

  1. Fungsi Mencatat, jurnal merupakan tempat mencatat setiap terjadi transaksi keuangan, baik yang bersifat internal maupun transaksi eksternal.
  2. Fungsi Historis, jurnal mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan urutan tanggal terjadinya transaksi. 
  3. Fungsi Informasi, jurnal memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan.
  4. Fungsi Analisis, jurnal berfungsi sebagai sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat disisi debit dan di sisi kredit. 
  5. Fungsi Instruksi, jurnal bersifat memerintah untuk melakukan pencatatan akuntansi berikutnya atau posting ke buku besar. Sebelum menjurnal, terlebih dahulu dilakukan analisis transaksi yang bertujuan untuk:
  • mengetahui akun apa yang dipengaruhi oleh sebuah transaksi, dan
  • mengetahui pengaruh transaksi apakah menyebabkan penambahan atau pengurangan.

Sobat, sebelum menjurnal, kita harus mengetahui transaksi apa yang berpengaruh dan melihat saldo normal dari setiap akun untuk bisa menempatkan mana akun yang di posisi debit dan kredit. Nah, coba pahami tabel aturan saldo normal di bawah ini, sobat!

Keterangan:

  • Aset sebagai akun riil dalam posisi keuangan tampak di sisi debit. Jika terjadi penambahan aset dicatat di sisi debit dan apabila terjadi pengurangan aset akan dicatat di sisi kredit. Pada akhir periode akuntansi, aset akan bersaldo debit sebagai saldo normalnya.
  • Liabilitas sebagai akun riil dalam posisi keuangan tampak di sebelah kredit. Apabila liabilitas bertambah dicatat di sisi kredit dan jika berkurang dicatat disisi debit. Pada akhir periode akuntansi, liabilitas akan bersaldo kredit sebagai saldo normalnya.
  • Ekuitas sebagai akun riil dalam posisi keuangan tampak di sebelah kredit. Apabila ekuitas bertambah dicatat di sisi kredit dan apabila berkurang dicatat disisi debit. Pada akhir periode akuntansi, ekuitas akan bersaldo kredit sebagai saldo normalnya.
  • Pendapatan sebagai akun laba rugi atau akun nominal merupakan akun pembantu modal, artinya selalu berpengaruh terhadap modal. Apabila bertambah dicatat di sisi kredit dan apabila berkurang dicatat disisi debit. Pada akhir periode akuntansi, pendapatan akan bersaldo kredit sebagai saldo normalnya.
  • Beban sebagai sebagai akun laba rugi atau akun nominal merupakan akun pembantu modal, artinya selalu berpengaruh terhadap modal. Jika beban bertambah dicatat disisi debit dan jika berkurang dicatat di sisi kredit. Pada akhir periode akuntansi, beban akan bersaldo debit sebagai saldo normalnya.

BENTUK KOLOM JURNAL UMUM

Keterangan:

  1. Tahun dan bulan transaksi
  2. Tanggal transaksi
  3. Diisi nomor bukti transaksi. Ada juga yang tidak ada kolom seperti ini
  4. Diisi akun di debit merapat ke kiri, akun di kredit menjorok ke kanan
  5. Nomor akun diisi saat pemindahaan/ posting ke buku besar
  6. Jumlah di debit
  7. Jumlah di kredit

Buku Besar

PENGERTIAN BUKU BESAR

Selanjutnya, kita akan pelajari tentang buku besar. Eitss... buku besar disini bukan bukunya besar-besar ya sobat, hehe.
Buku besar adalah kumpulan dari akun-akun sejenis yang satu sama lain saling berhubungan secara sistematis. Akun buku besar merupakan formulir tempat mencatat perubahan aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban akibat transaksi yang terjadi di dalam perusahaan.

FUNGSI ADANYA BUKU BESAR

Buku besar sendiri berfungsi untuk meringkas semua data transaksi yang sudah tertulis di jurnal umum. Serta berguna untuk menggolongkan transaksi data yang masuk maupun keluar pada tiap akun.

BENTUK-BENTUK BUKU BESAR

  • Bentuk T, merupakan format buku besar yang paling sederhana. Sesuai namanya Bentuk T terdiri atas empat bagian yaitu nama akun, nomor akun, debit (sisi kiri), dan kredit (sisi kanan). Berikut contoh buku besar bentuk T:

  • Bentuk 2 Kolom (Skontro). Dalam bentuk 2 kolom ini, antara debit dan kredit dipisah, baik keterangan maupun jumlah angkanya. Formatnya sebagai berikut:

  • Bentuk 3 Kolom (Berkolom saldo tunggal).  Pada bentuk 3 kolom, terdiri atas tanggal, keterangan, ref, kolom debit, kolom kredit, dan saldo. Formatnya sebagai berikut:

  • Bentuk 4 Kolom (Berkolom saldo ganda). Pada bentuk 4 kolom, terdiri atas tanggal, keterangan, kolom debit, kredit, dan saldo debit dan saldo kredit. Formatnya sebagai berikut:


 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Sumber data pencatatan buku besar adalah ....
 

A. Dokumen transaksi

B. Faktur pembelian

C. Neraca saldo

D. Buku harian jurnal

E. Laporan keuangan

Latihan 2

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Jurnal adalah buku untuk mencatat ....

A. Perubahan kekayaan

B. Semua peristiwa dalam perusahaan

C. Setiap transaksi keuangan dalam perusahaan

D. kegiatan-kegiatan yang dilakukan perusahaan

E. Semua harta, utang, dan modal

Latihan 3

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Dibayar beban listrik sebesar Rp500.000,00. Jurnal yang harus dibuat ialah ....
 

A. Kas (D) Rp500.000 ; Beban listrik (K) Rp500.000

B. Utang usaha (D) Rp500.000 ; Beban listrik (K) Rp500.000

C. Beban listrik (D) Rp500.000 ; Utang usaha (K) Rp500.000

D. Beban listrik (D) Rp500.000 ; Modal (K) Rp500.000

E. Beban listrik (D) Rp500.000 ; Kas (K) Rp500.000

Latihan 4

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Ny. Elva menyetor uangnya untuk mendirikan perusahaan jasa SASA LAUNDRY sebesar Rp50.000.000,00. Jurnal dari transaksi tersebut adalah ....
 

A. Kas (D) Rp50.000.000 ; Modal Elva (K)Rp50.000.000

B. Modal Elva (D) Rp50.000.000 ; Kas (K) Rp50.000.000

C. Prive Elva (D) Rp50.000.000 ; Kas (K) Rp50.000.000

D. Investasi (D) Rp50.000.000 ; Kas (K) Rp50.000.000

E. Kas (D) Rp50.000.000 ; Prive Elva (K) Rp50.000.000

Latihan 5

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Kolom referensi (Ref) pada buku jurnal dan buku besar ketika dilakukan posting diisi dengan.... 
 

A. Nomor halaman jurnal dan nomor bukti pencatatan

B. Nomor akun buku besar yang bersangkutan dan nomor halaman buku jurnal

C. Nomor bukti pencatatan dan nomor akun buku besar yang bersangkutan

D. Nomor urut transaksi dan nomor bukti pencatatan

E. Nomor akun buku besar yang bersangkutan dan nomor urut transaksi

Neraca Saldo

Source: www.google.com

Pada pembelajaran kali ini kita akan memahami apa saja yang terdapat dalam tahap pengikhtisaran. Simak betul-betul, ya sobat.

Tahap pengikhtisaran merupakan tahap lanjut dari proses pencatatan dalam siklus akuntansi. Pengikhtisaran akuntansi bertujuan menguji kebenaran transaksi yang tercatat dalam jurnal dan akun buku besar. Proses pengikhtisaran biasanya dilakukan pada akhir periode akuntansi setelah pencatatan dan pemindahbukuan dikerjakan. Tahap pengikhtisaran siklus akuntansi dimulai dengan menyusun neraca saldo yang bersumber dari buku besar. Akun-akun dalam buku besar merupakan akun sementara, artinya akun-akun tersebut belum menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Oleh karena itu, diperlukan jurnal penyesuaian untuk menunjukkan saldo akun yang sebenarnya

PENGERTIAN NERACA SALDO

Sobat, sebelum melangkah ke materi selanjutnya, yuk, coba pahami pengertian neraca saldo dulu!
Neraca saldo merupakan daftar terperinci yang berisi saldo-saldo pada buku besar yang disusun di akhir periode akuntansi. Fungsinya untuk memastikan setiap transaksi berada pada nilai dan posisi yang benar. Sumber penyusunan neraca saldo adalah buku besar.

Nah, sekarang coba lihat sobat, tampilan kolom dari neraca saldo di bawah ini!



Keterangan: 

  1. Kolom nomor akun diisi dengan nomor kode akun.
  2. Kolom nama akun diisi dengan nama akun sesuai dengan urutan nomor akun.
  3. Kolom debit diisi dengan jumlah saldo akun yang bersaldo debit.
  4. Kolom kredit diisi dengan jumlah saldo akun yang bersaldo kredit.

LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN BUKU BESAR

Penyusunan neraca saldo didasarkan pada saldo akun yang terdapat pada buku besar sehingga penyusunan neraca saldo harus memperhatikan bentuk buku besarnya. Penyusunan neraca saldo sebagai berikut: 

  1. Menghitung saldo tiap-tiap akun buku besar.
  2. Menyusun saldo tiap-tiap akun buku besar dalam neraca saldo sesuai nomor kode akun dan tingkat likuiditas.


Sobat pintar tahu gak sih? Kalau neraca saldo sangat penting kaitannya dengan jurnal penyesuaian? Simak yuk!
Penyusunan neraca saldo biasanya dilakukan setiap akhir bulan atau pada akhir periode akuntansi. Saldo akun pada neraca saldo merupakan ringkasan dari pencatatan akuntansi dalam periode akuntansi. Apakah data pada neraca saldo dapat digunakan untuk menyusun laporan keuangan? Pada akhir periode belum semua akun dalam neraca saldo menunjukkan akun sebenarnya. Misalnya akun pendapatan dan beban belum menunjukkan jumlah pendapatan dan beban yang sebenarnya selama periode bersangkutan. Mungkin selama berjalannya waktu dalam satu periode akuntansi telah terjadi perubahan-perubahan yang belum dicatat. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan perubahan akun yang berada pada neraca saldo ini dengan membuat jurnal penyesuaian agar menunjukkan kondisi sebenarnya.

PENGERTIAN JURNAL PENYESUAIAN

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang tidak didasarkan pada aktivitas transaksi, tetapi didasarkan pada perhitungan atau keterangan tertentu seperti beban penyusutan gedung, beban sewa gedung, dan utang gaji.

TUJUAN JURNAL PENYESUAIAN

  • Membuat setiap akun riil (akun aset, liabilitas, dan ekuitas) menunjukkan jumlah sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
  • Membuat setiap akun nominal (pendapatan dan beban) menunjukkan jumlah pendapatan dan beban yang betul terjadi pada akhir periode akuntansi.

AKUN-AKUN YANG MEMERLUKAN JURNAL PENYESUAIAN

  • Perlengkapan adalah barang yang digunakan perusahaan untuk kegiatan operasional yang habis dipakai kurang dari satu tahun (dalam satu periode akuntansi). Perlengkapan yang sudah terpakai akan menjadi beban pada akhir periode akuntansi. 

Perhatikan contoh berikut! 

Pada tanggal 4 Mei 2020 LIA LAUNDRY membeli perlengkapan sebesar Rp900.000,00 secara tunai. Pada tanggal 31 Desember 2020 perlengkapan yang tersisa sebesar Rp100.000,00. Artinya, perlengkapan yang habis dipakai dalam satu periode akuntansi sebesar Rp900.000,00 – Rp100.000,00 = Rp800.000,00. Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai berikut. 

Beban perlengkapan (D)     Rp800.000,00 

Perlengkapan (K)                Rp800.000,00

  • Penyusutan Aset Tetap adalah aset berwujud yang siap digunakan dalam operasional perusahaan dan digunakan lebih dari satu tahun. Contoh aset tetap adalah peralatan usaha, kendaraan, mesin, dan gedung. Aset tetap mengalami penyusutan atau berkurangnya kemampuan untuk memberikan manfaat ekonomi secara berangsur-angsur. 

Perhatikan contoh berikut! 

Pada tanggal 2 Mei 2020 pada neraca saldo LIA LAUNDRY terdapat akun peralatan usaha sebesar Rp12.000.000,00. Perusahaan menetapkan penyusutan peralatan sebesar 10% per tahun. Jadi, penyusutan peralatan sebesar 8/12 x 10% x Rp12.000.000,00 = Rp800.000,00. Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai berikut. 

Beban penyusutan peralatan (D)            Rp800.000,00

         Akumulasi penyusutan peralatan (K)      Rp800.000,00

  • Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada awalnya dianggap sebagai harta (aset), tetapi menjadi beban pada kemudian hari. Beban ini merupakan harta perusahaan yang pada masa depan akan memberikan manfaat. Contoh akun beban dibayar di muka adalah sewa dibayar dimuka, asuransi dibayar di muka, iklan dibayar di muka, dan bunga dibayar di muka. Pencatatan jurnal penyesuaian akun beban dibayar di muka dapat dilakukan dalam dua cara yaitu:
    Dicatat sebagai harta (Pendekatan Posisi Keuangan)
    Berikut ini merupakan contoh transaksi pembayaran sewa dibayar di muka. Pada tanggal 1 Maret 2020, LIA Laundry membayar sewa tempat usaha sebesar Rp6.000.000,00 untuk masa satu tahun. Pada saat transaksi pembayaran sewa, pencatatan pada jurnal umum dilakukan dengan cara mendebit akun sewa dibayar di muka dan mengkredit akun kas. Pencatatan jurnal umum pada tanggal 1 Maret 2020 sebagai berikut: 
    Sewa dibayar di muka (D)     Rp6.000.000,00
    Kas  (K)                                  Rp6.000.000,00

    Penyusunan jurnal penyesuaian atas transaksi tersebut dilakukan dengan cara mendebit akun beban sewa dan mengkredit akun sewa dibayar di muka. Sewa yang telah menjadi beban hingga tanggal 31 Desember 2020 adalah 10 bulan (1 Maret – 31 Desember 2020). Jumlah beban sewa sebesar 10/12 x Rp6.000.000,00 = Rp5.000.000,00. Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai berikut. Beban sewa Rp5.000.000,00 Sewa dibayar di muka Rp5.000.000,00
    Dicatat sebagai beban (Pendekatan Laba Rugi). 
    Jika transaksi di atas dicatat sebagai beban, transaksi dicatat pada jurnal umum dengan mendebit akun beban sewa dan mengkredit akun kas. Pencatatan jurnal umum pada tanggal 1 Maret 2020 sebagai berikut: Beban sewa Rp6.000.000,00 Kas Rp6.000.000,00 Untuk membuat jurnal penyesuaian, terlebih dahulu harus menentukan bagian sewa yang masih harus menjadi sewa dibayar dimuka pada akhir periode akuntansi (Januari – Februari 2020 = 2 bulan) yaitu 2/12 x Rp6.000.000,00 = Rp1.000.000,00. Penyusunan jurnal penyesuaian atas transaksi tersebut dilakukan dengan mendebit sewa dibayar di muka dan mengkredit beban sewa. Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai berikut. 
    Sewa dibayar di muka (D)     Rp1.000.000,00
    Beban sewa (K)             Rp1.000.000,00.
  • Pendapatan Diterima Di Muka merupakan transaksi yang dicatat sebagai utang, tetapi akan menjadi pendapatan pada kemudian hari. Pendapatan ini muncul karena perusahaan telah menerima pembayaran atas suatu pekerjaan, tetapi belum menyelesaikan pekerjaan tersebut. Contoh pendapatan diterima dimuka adalah sewa diterima dimuka, asuransi diterima di muka, dan bunga diterima di muka. Penyesuaian akun pendapatan diterima di muka bisa dilakukan dengan dua cara sebagai berikut:
    Dicatat sebagai utang (Pendekatan Posisi Keuangan). Berikut merupakan contoh transaksi penerimaan sewa diterima di muka. Pada tanggal 1 April 2020 CV Jasa Kios menerima pendapatan sewa atas kios untuk masa satu tahun senilai Rp7.500.000,00. Jika dicatat sebagai utang, transaksi dicatat pada jurnal umum dengan mendebit akun kas dan mengkredit akun sewa diterima di muka. Pencatatan jurnal umum pada tanggal 1 April 2020 sebagai berikut: 
    Kas (D)                                   Rp7.500.000,00 
    Sewa diterima di muka (K)   Rp. 7500.000,00

    Penyusunan jurnal penyesuaian atas transaksi tersebut dilakukan dengan cara mendebit akun sewa diterima di muka dan mengkredit akun pendapatan sewa. Bagian sewa yang telah menjadi pendapatan adalah 9 bulan (1 April – 31 Desember 2020) sebesar 9/12 x Rp7.500.000,00 = Rp5.625.000,00. Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai berikut. 
    Sewa diterima di muka (D)         Rp5.625.000,00 
    Pendapatan sewa (K)                  Rp5.625.000,00

    Dicatat sebagai pendapatan (Pendekatan Laba Rugi). Jika transaksi di atas dicatat sebagai pendapatan, transaksi dicatat pada jurnal umum dengan mendebit akun kas dan mengkredit akun pendapatan sewa. Pencatatan jurnal umum pada tanggal 1 April 2020 sebagai berikut: Kas Rp7.500.000,00 Pendapatan sewa Rp7.500.000,00 Untuk membuat jurnal penyesuaian, terlebih dahulu harus menentukan bagian pendapatan yang masih menjadi sewa diterima dimuka pada akhir periode akuntansi 31 Desember 2020, yaitu Januari – Maret 2021 = 3 bulan, sebesar 3/12 x Rp7.500.000,00 = Rp1.875.000,00. Penyusunan jurnal penyesuaian atas transaksi tersebut dilakukan dengan mendebit akun pendapatan sewa dan mengkredit akun sewa diterima di muka. Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai berikut. 
    Pendapatan sewa (D)              Rp1.875.000,00 
    Sewa diterima di muka (K)     Rp1.875.000,00
  • Pendapatan Yang Masih Harus Diterima (Piutang Pendapatan) adalah pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan, tetapi belum diterima pembayarannya hingga akhir periode akuntansi. Meskipun belum menerima uang, pada akhir periode perusahaan akan mencatat pendapatan tersebut sebagai penghasilan karena perusahaan telah memberikan jasanya. Piutang bunga dan piutang sewa merupakan contoh pendapatan yang harus diterima. Misalnya pada tanggal 13 Desember 2020 persewaan truk menyewakan truk untuk angkut barang selama satu minggu senilai Rp2.500.000,00. Akan tetapi, hingga pada tanggal 31 Desember 2020 perusahaan tersebut belum menerima pelunasan. Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai berikut. 
    Piutang sewa (D)                  Rp2.500.000,00 
    Pendapatan sewa (K)            Rp2.500.000,00
  • Piutang Tidak Tertagih adalah resiko akibat tidak tertagihnya piutang perusahaan karena pelanggan tidak melakukan pembayaran. Transaksi piutang tidak tertagih diperlakukan sebagai beban. Misalnya LIA laundry menetapkan 5% sebagai piutang tidak tertagih atas piutang usaha sebesar Rp9.000.000,00. Perhitungan piutang tidak tertagih adalah 5% x Rp9.000.000,00 = Rp450.000,00. Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai berikut. 
    Beban kerugian piutang  (D)                 Rp450.000,00 
    Cadangan kerugian piutang (K)            Rp450.000,00


     

Kertas Kerja/ Neraca Lajur

PENGERTIAN KERTAS KERJA

Hi, sobat, yuk cari tahu apa itu kertas kerja?
Kertas kerja atau neraca lajur adalah selembar kertas berkolom-kolom yang dipergunakan untuk membantu menggabungkan seluruh data akuntansi pada akhir periode akuntansi. Kertas kerja berfungsi sebagai alat bantu dalam menyusun laporan keuangan.

TUJUAN KERTAS KERJA

  1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan.
  2. Menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum menyusun laporan keuangan yang formal.
  3. Mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian

BENTUK DAN CONTOH KERTAS KERJA

Ini dia sobat, contoh pencatatan kertas kerja/neraca lajur.


 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Golongan akun yang dicatat dalam neraca saldo adalah ....

A. Akun riil

B. Akun nominal

C. Akun riil dan nominal

D. Akun riil dan nominal yang bersaldo debit

E. Akun riil dan nominal yang mempunyai saldo

Latihan 2

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Jurnal penyesuaian untuk menyesuaikan beban gaji yang belum dibayar sebesar Rp2.700.000,00 pada akhir periode adalah ....

A. Utang gaji Rp2.700.000,00 Beban gaji Rp2.700.000,00

B. Beban gaji Rp2.700.000,00 Ikhtisar laba rugi Rp2.700.000,00

C. Modal Rp2.700.000,00 Beban gaji Rp2.700.000,00

D. Beban gaji Rp2.700.000,00 Kas Rp2.700.000,00

E. Beban gaji Rp2.700.000,00 Utang gaji Rp2.700.000,00

Latihan 3

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Pada tanggal 1 Juni 2019 persewaan mobil CEPAT menerima pendapatan jasa untuk masa satu tahun sebesar Rp30.000.000,00. Jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2019 apabila dicatat sebagai pendapatan adalah ....
 

A. Pendapatan sewa (D) Rp17.500.000,00 ; Sewa diterima di muka (K) Rp17.500.000,00

B. Sewa diterima di muka (D) Rp17.500.000,00 ; Pendapatan sewa (K) Rp17.500.000,00

C. Pendapatan sewa (D) Rp12.500.000,00 ; Sewa diterima di muka (K) Rp12.500.000,00

D. Sewa diterima di muka (D) Rp12.500.000,00 ; Pendapatan sewa (K) Rp12.500.000,00

E. Pendapatan sewa (D) Rp30.000.000,00 ; Sewa diterima di muka (K) Rp30.000.000,00

Latihan 4

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Sumber pencatatan neraca saldo ialah ....

A. Jurnal

B. bukti transaksi

C. data penyesuaian

D. saldo akun buku besar

E. penjumlahan buku besar

Latihan 5

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Saldo akun iklan dibayar dimuka sebesar Rp900.000, jumlah sebesar itu dibayarkan kepada stasiun radio swasta untuk 10 kali siaran. Sampai akhir periode baru disiarkan 6 kali, maka jurnal penyesuaiannya adalah ....
 

A. Iklan dibayar di muka (D) Rp360.000,00 ; Beban iklan (K) Rp360.000,00

B. Iklan dibayar di muka (D) Rp540.000,00 ; Beban iklan (K) Rp540.000,00

C. Beban iklan (D) Rp540.000,00 ; Iklan dibayar di muka (K) Rp540.000,00

D. Beban iklan (D) Rp360.000,00 ; Iklan dibayar di muka (K) Rp360.000,00

E. Iklan dibayar di muka (D) Rp900.000,00 ; Beban iklan (K) Rp900.000,00

Laporan Laba Rugi


Source: www.google.com

PENGERTIAN LAPORAN LABA RUGI

Sobat pintar tahu gak sih apa itu laporan laba rugi?
Laporan laba rugi merupakan laporan yang disusun secara sistematis tentang kinerja sebuah perusahaan berupa informasi pendapatan yang diperoleh dan beban yang dikeluarkan perusahaan selama satu periode akuntansi. Dengan membandingkan jumlah pendapatan dan jumlah beban, dapat diketahui sebuah perusahaan mengalami laba atau rugi.

KOMPONEN LABA RUGI

Laporan laba rugi terdapat pendapatan dan beban selama satu periode akuntansi.

  1. Pendapatan (Revenue), terdiri atas pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha. Pendapatan usaha adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan utama perusahaan. Pendapatan di luar usaha merupakan pendapatan yang berasal dari kegiatan di luar usaha utama, misalnya bunga bank dan dividen. 
  2. Beban (Expense), merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam rangka memperoleh hasil ekonomis.

CONTOH LAPORAN LABA RUGI

  • Single step

  • Multiple step


 

Laporan Perubahan Ekuitas

Source: https://sarjanaekonomi.co.id/laporan-perubahan-modal/

PENGERTIAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Laporan Perubahan Ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas suatu perusahaan selama satu periode akuntansi. Komponen Laporan Perubahan Ekuitas meliputi Modal awal, Investasi tambahan, Laba atau rugi bersih, Prive, dan Modal akhir.

CONTOH LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Berikut contoh yang ada di laporan perubahan ekuitas nih, sobat.


 

 

Laporan Posisi Keuangan

Source: www.google.com

PENGERTIAN LAPORAN POSISI KEUANGAN

Yang terakhir nih sobat, apa itu laporan posisi keuangan?
Laporan posisi keuangan adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan, yakni laporan besarnya aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada tanggal tertentu (akhir periode akuntansi).

CONTOH LAPORAN POSISI KEUANGAN

Yuk pahami bagaimana pencatatan laporan posisi keuangan di bawah ini, sobat!


 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Jika dalam periode yang sama total aset meningkat Rp32.000.000,00 dan total liabilitas meningkat Rp12.000.000,00. Jumlah ekuitas pemilik dalam periode tersebut adalah ....

A. naik Rp32.000.000,00

B. naik Rp8.000.000,00

C. turun Rp8.000.000,00

D. naik Rp20.000.000,00

E. naik Rp12.000.000,00

Latihan 2

Jawablah pertanyaan berikut  ini!
Dalam suatu laporan keuangan awal bulan diketahui data sebagai berikut: 
Aset lancar     Rp5.255.000,00 
Aset tetap     Rp57.500.000,00 
Ekuitas     Rp55.500.000,00 
Maka besarnya liabilitas adalah .... 

A. Rp2.500.000,00

B. Rp2.000.000,00

C. Rp5.255.000,00

D. Rp7.255.000,00

E. Rp55.500.000,00

Latihan 3

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Unsur-unsur laporan keuangan yang berkaitan langsung dengan pengukuran kinerja keuangan perusahaan adalah ....

A. Aset dan Penghasilan

B. Pendapatan dan Beban

C. Liabilitas dan Beban

D. Aset, Liabilitas, dan Ekuitas

E. Penghasilan, Beban, dan Ekuitas

Latihan 4

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Pendapatan perusahaan Rp20.000.000,00 Beban usaha Rp7.000.000,00. Prive Rp3.000.000,00 jika ekuitas awal Rp55.000.000,00 maka ekuitas akhir adalah .... 

A. Rp79.000.000,00

B. Rp65.000.000,00

C. Rp55.000.000,00

D. Rp50.000.000,00

E. Rp45.000.000,00

Latihan 5

Jawablah pertanyaan berikut  ini!

Pada kolom laba rugi di dalam kertas kerja menunjukkan saldo (D) Rp15.000.000,00 dan saldo (K) Rp20.000.000,00. Dari data tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mengalami ....

A. Rugi Rp35.000.000,00

B. Laba Rp35.000.000,00

C. Rugi Rp5.000.000,00

D. Laba Rp5.000.000,00

E. Rugi Rp10.000.000,00

redesain-navbar Portlet