redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Definisi Polimer

Suatu polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik.
Contoh terkenal dari polimer adalah plastik dan DNA.

Kata polimer berasal dari bahasa Yunani, yaitu poly dan meros. Poly berarti banyak dan meros berarti unit suatu bagian. Jadi polimer adalah makromolekul (molekul raksasa) yang tersusun dari monomer yang merupakan molekul yang kecil dan sederhana.


Polimer didefinisikan sebagai substansi yang terdiri dari molekul-molekul yang menyertakan rangkaian satu atau lebih dari satu unit monomer.

Penggolongan Polimer

Polimer dapat dibedakan menjadi beberapa golongan, yaitu:

Berdasarkan Asalnya

  • Polimer alam adalah polimer yang terbentuk secara alami di dalam tubuh makhluk hidup.
    Contoh: karbohidrat, protein, DNA, karet alam.
  • Polimer sintetis adalah polimer yang tidak terdapat di alam, tetapi disintesis dari monomer-monomernya dalam reaktor.
    Contoh: plastik, karet sintetis, serat sintetis.

Berdasarkan Jenis Monomernya

  • Homopolimer adalah polimer yang tersusun dari monomer-monomer yang sama atau sejenis.
    Contoh: PVC, protein, karet alam, polivinil asetat (PVA), polistirena, amilum, selulosa, dan teflon.
  • Kopolimer adalah polimer yang tersusun dari monomer-monomer yang berlainan jenis.
    Contoh: nilon 6,6, bakelit, kevlar, dakron, PET.

Berdasarkan Sifat terhadap Pemanasan atau Sifat Kekenyalannya

  • Termoplastik adalah polimer yang bersifat kenyal atau liat jika dipanaskan dan dapat dibentuk menurut pola yang diinginkan. Setelah dingin, polimer menjadi keras dan kehilangan sifat kekenyalannya.
    Contoh: polietilena, PVC, seluloid, polistirena, polipropilena, asetal, vinil, nilon dan Perspex.
  • Termosetting adalah polimer yang bersifat kenyal saat dipanaskan, tetapi setelah dingin tidak dapat dilunakkan kembali. Jika pecah, polimer tersebut tidak dapat disambungkan kembali dengan pemanasan.
    Contoh: bakelit, uretana, epoksi, polyester, dan formika.

Sifat Fisik Polimer

Sifat fisik polimer dipengaruhi beberapa faktor sebagai berikut:

  1. Panjang rata-rata rantai polimer
    Kekuatan dan titik leleh naik dengan bertambah panjangnya rantai polimer.
  2. Gaya antarmolekul
    Jika gaya antar molekul pada rantai polimer besar maka polimer akan menjadi kuat dan sukar meleleh.
  3. Percabangan
    Rantai polimer yang bercabang banyak memiliki daya tegang rendah dan mudah meleleh.
  4. Ikatan silang antar rantai polimer
    Ikatan silang antar rantai polimer menyebabkan terjadinya jaringan yang kaku dan membentuk bahan yang keras. Jika ikatan silang semakin banyak maka polimer semakin kaku dan mudah patah.
  5. Sifat kristalinitas rantai polimer
    Polimer berstruktur tidak teratur memiliki kristalinitas rendah dan bersifat amorf (tidak keras). Sedangkan polimer dengan struktur teratur mempunyai kristalinitas tinggi sehingga lebih kuat dan lebih tahan terhadap bahan-bahan kimia dan enzim.

Reaksi-reaksi Pembentukan Polimer

Polimer terbentuk akibat adanya suatu reaksi polimerisasi
Reaksi polimerisasi yaitu reaksi penggabungan sejumlah monomer menjadi polimer. Polimerisasi dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.

Polimerisasi adisi
adalah reaksi pembentukan polimer dari monomer-monomer yang berikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Polimerisasi adisi dibedakan menjadi dua sebagai berikut:

  1. Polimerisasi adisi alami
    Polimerisasi adisi alami misalnya pembentukan karet alam atau poliisoprena. Monomernya berupa isoprene atau senyawa 2-metil-1,3-butadiena.
  2. Polimerisasi adisi sintesis
    Contoh : pembentukan PVC, polipropena, Teflon, polifenil etena atau polistirena, dan polietilena.

Contoh adisi homopolimer:

  • Polietena/polietilena (PE)
    Monomer: etena/etilena.
  • Polivinilklorida (PVC)
    Monomer: vinilklorida (1-kloroetena).
  • Poliisoprena (karet alam)
    Monomer: isoprena (2-metil-1,3-butadiena).
  • Neoprena/polikloroprena
    Monomer: neoprena (2-kloro-1,3-butadiena).
  • Teflon/politetrafluoroetena
    Monomer: 1,1,2,2-tetrafluoroetena.
  • Orlon/poliakrilonitril
    Monomer: akrilonitril.
  • Flexiglass/polimetilmetakrilat (PMMA)
    Monomer: metilmetakrilat.

Contoh adisi kopolimer:

  • Karet stirena butadiena (SBR)
    Monomer: 1,3-butadiena dan stirena.

 

Polimerisasi kondensasi
yaitu reaksi yang terjadi jika dua atau lebih monomer sejenis atau berbeda jenis bergabung membentuk molekul besar sambil melepaskan molekul-molekul kecil seperti H2O, NH3, dan HCl. Polimerisasi kondensasi dibagi menjadi dua sebagai berikut:

  1. Polimerisasi kondensasi alami
    Contoh : pembentukan selulosa, amilum dan protein.
  2. Polimerisasi kondensasi sintesis
    Contoh : pembentukan nilon, tetoron, bakelit, dan urea-metanal.

Contoh kondensasi homopolimer:

  • Polisakarida/karbohidrat (amilum/selulosa/glikogen)
    Monomer: glukosa.
  • Protein/polipeptida
    Monomer: asam amino.

Contoh kondensasi kopolimer:

  • Nilon 6,6
    Monomer: asam adipat (asam 1,6- heksandioat) dan heksametilendiamin.
  • Bakelit
    Monomer: fenol dan formaldehida (metanal).
  • Kevlar
    Monomer: asam tereftalat dan fenilendiamin (1,4-diaminobenzena).
  • Dakron/terilen
    Monomer: dimetil tereftalat dan etilen glikol.

Polimer dalam Kehidupan Sehari-hari

Polimer dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  1. Biomolekul
  2. Karet alam dan sintetis
  3. Plastik, serat sintetis dan lain-lain

Latihan 2

Jawablah soal berikut ini!

Berikut tabel data polimer dan monomer pembentuknya

Pasangan polimer yang terbentuk melalui proses adisi adalah...

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 2 dan 3

D. 2 dan 5

E. 4 dan 5

Latihan 1

Jawablah soal berikut ini!

Berikut ini yang merupakan pasangan polimer sintetik adalah…

A. PVC dan Protein

B. PVC dan nilon

C. Karet dan amilum

D. poliester dan isoprena

E. Isoprena dan polistirena

Latihan 3

Berikut ini yang termasuk polimer alam adalah....

A. Nilon

B. Teflon

C. Pati

D. Plastik

E. Stirena

Latihan 4

Contoh polimer kondensasi adalah....

A. Polivinil klorida

B. Poliester

C. Teflon

D. Polistirena

E. Polietena

Latihan 5

Berikut merupakan pernyataan yang tidak tepat mengenai polimer kondensasi ialah....

A. Bakelit adalah polimer dari fenol dengan formaldehida

B. Urea formaldehida adalah polimer dari urea dengan formaldehid

C. Nilon 6.6 adalah dari heksanadiol diklorida dengan 1,6 diamino heksana

D. Dakron adalah poliester yang berasal dari dimetil tereftalat dengan etilen glikol

E. Polistirena adalah polimer dari stirena

Pengertian Karbohidrat

Karbohidrat adalah senyawa organik yang terdiri dari karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O). Karbohidrat merupakan komponen dalam makanan yang merupakan sumber energi utama bagi organisme hidup. Karbohidrat berasal dari makanan kemudian dalam tubuh mengalami perubahan atau metabolisme yang hasilnya adalah glukosa yang terdapat dalam darah.

Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada proses fotosintesis, tumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.

Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil.

Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Banyak karbohidrat merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang, disebut polisakarida, misalnya pati, kitin, dan selulosa.

Selain monosakarida dan polisakarida, terdapat pula disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida).

Pembagian dan Sifat karbohidrat

Reaksi hidrolisis
Berdasarkan reaksi hidrolisis, karbohidrat terbagi menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida.

monosakarida + H2O --> (tidak bereaksi)
disakarida + H2O --> monosakarida
polisakarida + H2O --> maltosa + glukosa

Karbohidrat terdiri atas:

  • Monosakarida (C6H12O6), adalah monomer dari disakarida dan polisakarida.
    Contoh: glukosa, fruktosa, galaktosa.
  • Disakarida (C12H22O11), adalah dimer dari monosakarida (rangkaian 2 monosakarida). Monosakarida membentuk disakarida dengan melepas satu molekul air dari dua gugus hidroksi membentuk ikatan glikosida.
    Contoh: sukrosa, laktosa dan maltosa.
  • Polisakarida (-C6H10O5-)n, adalah polimer dari monosakarida. Polisakarida terbentuk melalui reaksi polimerisasi kondensasi dengan membentuk ikatan glikosida.
    Contoh: amilum, selulosa dan glikogen.

Rasa
Karbohidrat secara umum memiliki rasa manis, dengan fruktosa yang paling manis dan polisakarida yang paling tidak manis.
Tingkat kemanisan:
fruktosa > glukosa > galaktosa
sukrosa > maltosa > laktosa

Kelarutan
Karbohidrat larut dalam pelarut polar (air), dan kurang larut dalam pelarut non-polar. Monosakarida dan disakarida larut dalam air sedangkan polisakarida kurang larut dalam air.

Uji Karbohidrat

Uji pengenalan karbohidrat terdiri dari:

  1. Uji Molisch
    Dilakukan dengan menambahkan alfa naftol dan H2SO4 pekat.
    Uji Molisch bereaksi positif dengan seluruh jenis karbohidrat.
    (+) Terbentuk bidang batas warna merah ungu.
    (–) Tidak terbentuk bidang batas warna merah-ungu.
  2. Reaksi dengan oksidator (oksidasi)
    Dilakukan menggunakan pereaksi Tollens dan Fehling/Benedict lalu dipanaskan.
    Reaksi ini bereaksi positif terhadap gula pereduksi dan bereaksi negatif terhadap gula bukan pereduksi.
    Pereaksi Tollens
    (+) Terbentuk cermin perak (Ag).
    (–) Tidak terbentuk cermin perak (Ag).

    Pereaksi Fehling/Benedict
    (+) Terbentuk endapan merah bata (Cu2O).
    (–) Warna campuran tetap biru.
  3. Uji iodin
    Dilakukan menggunakan larutan I2 berwarna kecoklatan.
    Uji iodin bereaksi positif dengan amilum, bereaksi negatif dengan selulosa dan glikogen.
    (+) Warna biru tua.
    (–) Warna tetap kecoklatan.

Latihan 1

Di bawah ini merupakan fungsi karbohidrat dalam tubuh, kecuali...

A. Sebagai cadangan makanan dalam tubuh manusia

B. Sumber energi

C. Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil energi

D. Membantu metabolisme lemak dan protein dengan demikian dapat mencegah terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.

E. Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi

Latihan 2

Suatu monosakarida yang terkandung buah-buahan adalah....

A. Maltosa

B. Sukrosa

C. Laktosa

D. Aldosa

E. Fruktosa

Latihan 3

Penggolongan karbohidrat yang didasarkan atas monomernya dikenal sebagai monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Yang termasuk disakarida adalah....

A. Glikogen

B. Glukosa

C. Galaktosa

D. Fruktosa

E. Maltosa

Latihan 4

Apa saja makanan yang termasuk Karbohidrat....

A. Nasi, bayam, jagung

B. Kangkung, nasi, roti

C. Nasi, jagung, sagu

D. Puur, pelet, beras

E. Kangkung dan sagu

Latihan 5

Jawablah soal berikut ini!

Suatu larutan iod diteteskan pada karbohidrat, ternyata berwarna biru gelap, karbohidrat tersebut adalah....

A. Selulosa

B. Amilum

C. Glikogen

D. Galaktosa

E. Maltosa

Pengertian Protein

Protein merupakan makromolekul yang menyusun lebih dari separuh bagian dari sel. Protein merupakan senyawa kompleks yang dihasilkan dari polimerisasi asam-asam amino yang terkait satu sama lain melalui ikatan peptida. Terdiri dari C, H, O, N, juga S, P, dan logam dalam jumlah kecil.

Asam amino adalah suatu turunan hidrokarbon yang mengandung satu gugus karboksil dan satu gugus amina.

Protein memainkan peranan penting dalam sistem kehidupan, digunakan untuk dukungan struktural (pertumbuhan), penyimpanan, transport substansi lain, pergerakan dan pertahanan melawan substansi lain.

Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem imun sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara.

Latihan 1

Di bawah ini merupakan klasifikasi protein, kecuali...

A. Protein struktural yang tak larut

B. Protein serat

C. Protein telur

D. Protein globular

E. Protein hormon

Latihan 2

Zat yang digunakan untuk penyokong pertumbuhan tubuh manusia adalah....

A. Lemak

B. Protein

C. Glikogen

D. Vitamin

E. Mineral

Klasifikasi Protein

Berdasarkan kebutuhan di dalam tubuh, protein terbagi menjadi:

  1. Asam amino esensial, asam amino penting karena tidak dihasilkan tubuh dan hanya didapat dari makanan.
    Contoh: histidin, arginin, valin, leusin, isoleusin, treonin, triptofan, leusin, metionin, fenilalanin.
  2. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat dibuat oleh tubuh sendiri.
    Contoh: alanin, asam aspartat, asam glutamat, sistein, glutamin, glisin, tirosin.

Berdasarkan bentuknya, protein terbagi menjadi:

  1. Globular, berbentuk bulat padat.
    Contoh: enzim, protein transpor.
  2. Filamen, berbentuk serabut.
    Contoh: keratin, kolagen.

Berdasarkan fungsi biologisnya, protein terbagi menjadi:

  1. Enzim (biokatalisator)
    Contoh: amilase, lipase, tripsin.
  2. Hormon (pengatur)
    Contoh: FSH, LH, adrenalin, noradrenalin.
  3. Antibodi (sistem imun)
    Contoh: trombin, fibrinogen, immunoglobulin.
  4. Protein transpor (transpor molekul)
    Contoh: hemoglobin, protein membran.
  5. Protein kontraktil (alat gerak)
    Contoh: aktin, miosin, mikrotubulus.
  6. Protein struktur (pelindung)
    Contoh: kolagen, keratin.
  7. Protein nutrien (cadangan makanan)
    Contoh: albumin, kasein.

Berdasarkan komposisinya, protein terbagi menjadi:

  1. Protein tunggal, protein yang hanya tersusun atas monomer asam amino.
    Contoh: protein pada umumnya.
  2. Protein majemuk, protein yang tersusun atas monomer asam amino dan zat lain.
    Contoh: glikoprotein (+karbohidrat), lipoprotein (+lemak), fosfoprotein (+fosfat), hemoprotein (+besi).

Sifat dan Pembentukan Protein

Asam amino adalah biomolekul yang bersifat:

  1. Amfoter, karena memiliki gugus asam (karboksil) dan gugus basa (amina).
  2. Optis aktif, karena memiliki atom C kiral. Semua jenis asam amino bersifat optis aktif, kecuali glisin.
  3. Dapat mengalami denaturasi, yaitu rusaknya struktur dan fungsi biologis protein akibat suhu tinggi. Denaturasi protein bersifat irreversibel, dan mengakibatkan koagulasi.

 

Pembentukan protein
Protein terbentuk melalui reaksi polimerisasi kondensasi membentuk ikatan peptida.
Ikatan peptida adalah ikatan antara gugus amina dengan gugus karboksil antar asam amino.

Uji Protein

Uji pengenalan protein terdiri dari:

  1. Uji Ninhidrin
    Dilakukan menggunakan larutan ninhidrin tidak berwarna. Uji ninhidrin bereaksi positif dengan senyawa yang mengandung asam amino.
    (+) Warna ungu.
    (–) Tidak berubah warna.
  2. Uji Biuret
    Dilakukan dengan menambahkan NaOH dan CuSO4. Uji biuret bereaksi positif dengan senyawa yang mengandung ikatan peptida.
    (+) Warna ungu.
    (–) Warna biru.
  3. Uji Xantoproteat
    Dilakukan dengan menambahkan HNO3 pekat lalu dipanaskan, lalu didinginkan dan ditambahkan NaOH. Uji biuret bereaksi positif dengan senyawa yang mengandung cincin benzena.
    (+) Warna jingga.
    (–) Warna kuning.
  4. Uji Millon
    Dilakukan dengan menambahkan pereaksi Millon yang mengandung Hg(NO3)2 dan HNO2. Uji Millon bereaksi positif dengan senyawa yang mengandung cincin benzena.
    (+) Terbentuk endapan merah.
    (–) Tidak terbentuk endapan merah.
  5. Uji timbal asetat
    Dilakukan dengan menambahkan NaOH lalu dipanaskan, lalu didinginkan dan ditambahkan CH3COOH.
    Setelah itu, zat dipanaskan dan ditutup dengan kertas timbal asetat yang telah dicelupkan ke dalam larutan Pb(CH3COOH)2. Uji timbal asetat bereaksi positif dengan senyawa yang mengandung sulfur/belerang.
    (+) Akan terjadi warna biru tua.
    (–) Warna tetap kecoklatan.

Latihan 3

Secara umum sifat asam amino adalah....

A. Asam

B. Netral

C. Basa

D. Sedikit asam

E. Amfoter

Latihan 4

Protein adalah suatu makromolekul yang komponen utamanya adalah....

A. Lipid

B. Hidrokarbon

C. Karbohidrat

D. Asam amino

E. Asam nukleat

Latihan 5

Jawablah soal berikut ini!

Pereaksi berikut yang paling tepat untuk menunjukan adanya protein adalah....

A. Uji molisch

B. Uji seliwanoff

C. Uji benedict

D. Uji barfoed

E. Uji biuret

Pengertian Lemak

Lemak/lipid adalah biomolekul turunan hidrokarbon yang mengandung satu gugus ester.

Lemak adalah ester gliserida dengan atom C > 10 yang terbentuk dari reaksi esterifikasi antara asam lemak dan gliserol.

Secara umum di dalam tubuh lemak berperan dalam metabolisme sebagai sumber cadangan makanan pengganti karbohidrat. Selain itu, lemak dalam bentuk minyak digunakan sebagai komponen pengolah makanan untuk digoreng. Dan juga terdapat lemak nabati dan lemak hewani sebagai salah satu komponen margarin dan susu.

Dalam sisterm kehidupan, lemak memiliki peran antara lain:

  1. Sebagai sumber energi, lemak memberikan energi sekitar 2 kali lebih besar dibandingkan protein dan karbohidrat
  2. Insulasi termal/atau panas, mamalia mempunyai lapisan lemak di bawah kulitnya yang berfungsi sebagai insulasi termal.
    Contohnya pada ikan paus dan anjing laut yang hidup di laut dingin.
  3. Sebagai pelindung organ tubuh. Beberapa organ penting yang bersifat lembut, seperti ginjal dilindungi oleh lapisan lemak
  4. Sebagai sumber vitamin (makanan). Vitamin A, D dan E hanya larut dalam lemak.

 

Reaksi-reaksi Lemak

Reaksi-reaksi pada lemak:

  1. Reaksi pembentukan-hidrolisis lemak
    Merupakan dua reaksi yang berkebalikan.
    Reaksi pembentukan lemak (esterifikasi)
    Asam Lemak + Gliserol --> Lemak + Air
    Reaksi hidrolisis lemak
    Lemak + Air --> Asam Lemak + Gliserol

    Contoh: Pembuatan gliseril tripalmitin
  2. Reaksi saponifikasi/penyabunan
    Lemak + Basa Kuat --> Garam Lemak (Sabun) + Gliserol

    Jenis-jenis sabun:
    Sabun batang, adalah sabun yang terbentuk dari NaOH.
    Sabun cair, adalah sabun yang terbentuk dari KOH.
    Contoh reaksi:
  3. Reaksi hidrogenasi
    Adalah reaksi penjenuhan lemak yang mengubah wujud lemak menjadi padat (menggunakan katalis Pt/Ni).
    Lemak Tak Jenuh + H2 --> Lemak Jenuh
    Contoh:

Macam-macam dan Sifat Lemak

Macam-macam asam lemak:

  1. Asam lemak jenuh, adalah asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap C.
  2. Asam lemak tidak jenuh, adalah asam lemak yang mengandung ikatan rangkap C.

Berdasarkan struktur kimia, lemak terbagi menjadi:

  1. Lemak sederhana/trigliserida, tersusun atas asam lemak sejenis.
    Contoh: gliseril tripalmitat, gliseril tristearat.
  2. Lemak majemuk/campuran, tersusun atas asam lemak beda jenis.
    Contoh: gliseril linolenopalmitostearat.

 

Sifat-sifat lemak:

  1. Tidak larut dalam pelarut polar, namun larut dalam pelarut non-polar.
  2. Bersifat hidrofob (tidak suka air).
  3. Dalam suhu ruangan, lemak berwujud padat sedangkan minyak berwujur cair.

Latihan 1

Hidrolisis suatu lemak dalam air akan menghasilkan senyawa ....

A. gliserol

B. gliserol dan asam amino

C. gliserol dan asam lemak

D. asam lemak dan asam amino

E. asam dan garam

Latihan 2

Fungsi lemak yang kurang tepat adalah ....

A. sumber cadangan energi

B. insulinasi termal

C. pelindung organ tubuh

D. pelarut vitamin tertentu

E. pembentukan hormon

Uji Lemak

Uji pengenalan lemak antara lain:

  1. Uji kertas buram
    Dilakukan dengan meletakkan zat ke atas kertas buram. Uji kertas buram bereaksi positif dengan seluruh jenis lemak.
    (+) Kertas menjadi transparan.
    (–) Kertas tidak transparan.
  2. Uji Sudan III
    Dilakukan dengan meneteskan pereaksi Sudan III berwarna merah. Uji Sudan III bereaksi positif dengan seluruh jenis lemak.
    (+) Warna coklat.
    (–) Tidak berubah warna.

Latihan 3

Pada suhu ruangan lemak berbentuk....

A. Padatan

B. Gas

C. Cair

D. Mengendap sebagian menguap

E. Mengembun

Latihan 4

Asam lemak yang mempunyai ikatan antara atom C-nya merupakan ikatan tunggal (-C-C-) adalah....

A. Asam lemak jenuh

B. Asam lemak tidak jenuh

C. Asam lemak

D. Asam lemak berkelanjutan

E. Asam lemak tunggal

Latihan 5

Reaksi antara lemak dengan basa merupakan reaksi....

A. Halogenasi

B. Hidrogenasi

C. Adisi

D. Saponifikasi

E. Esterifikasi

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Kimia di bab keenam.

Yuk, mulai belajar bersama!

redesain-navbar Portlet