redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Molaritas

Molaritas (M)

Molaritas suatu larutan ialah banyaknya mol zat terlarut per liter larutan.
Seperti dimisalkan beberapa gram garam dapur dilarutkan dalam 1 liter air, maka satuan konsentrasi garam dapur yang terlarut tersebut dapat dinyatakan sebagai Molaritas, dan disimbolkan dengan M (em besar).

Rumusnya:

Contoh soal:
Hitunglah molaritas dari 29 gram magnesium hidroksida (Mr 58) yang dilarutkan dalam 500 ml air!

Penyelesaian:

Sehingga molaritas dari 29 gram magnesium hidroksida dalam 500 ml air sebesar 1 M.

Fraksi Mol

Fraksi mol

Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yang semua komponen larutannya dinyatakan berdasarkan mol.

Fraksi mol adalah suatu besaran konsentrasi larutan yang menyatakan perbandingan antara jumlah mol suatu komponen dengan jumlah total seluruh komponen dalam satu larutan. Fraksi mol tidak mempunyai satuan dan dinotasikan dengan x dan Fraksi mol total selalu bernilai satu. Total fraksi mol = 1

Rumusnya:

Contoh soal:
Berapakah fraksi mol dari 12 gram urea (Mr 60) yang dilarutkan dalam 72 gram air (Mr 18) ?

Penyelesaian:

Sehingga fraksi mol dari 12 gram urea dalam 72 ml air sebesar 0,047.

 

Setelah tadi kita belajar tentang Satuan Konsentrasi, habis ini kita coba kerjain soal-soal latihan nih Sobat. Yuk kita coba kerjain!

Persen Berat atau Persen Massa

Persen Berat atau Persen Massa

Bila menyatakan persen berat, persentase yang diberikan itu merujuk ke zat terlarut. Pernyataan “5,00 g NaCl per 100,0 g larutan berair” mempunyai pengertian : Larutan yang dibuat dari 5,00 g NaCl dan melarutkannya dalam 95,0 g H2O, yaitu massa air yang cukup untuk menghasilkan 100,0 gr larutan. Larutan ini dapat dikatakan larutan “5% NaCl berdasar massa".

Satuan konsentrasi ini, yang kuantitas terlarut dan larutannya diukur berdasar massa, juga dinamakan persen massa/massa atau %(massa/massa).

Persen massa dapat didefinisikan dengan persamaan :

Contoh soal:
Hitunglah berapa persen massa pada 20 gram magnesium hidroksida yang dilarutkan dalam 140 gram air!

Penyelesaian:

Sehingga persen massa dari 20 gram magnesium hidroksida dalam 140 gram air sebesar 12,5%.

Latihan 1

Kemolalan larutan NaCL 10% massa dalam air adalah... (Mr NaCl = 58,51)

A. 1,50 m

B. 1,60 m

C. 1,70 m

D. 1,80 m

E. 1,90 m

Latihan 2

Sebuah larutan terdiri dari 3 mol zat A, 3 mol zat B, dan 4 mol zat C. Hitung fraksi mol dari zat A dan zat C dari larutan tersebut ?

A. 0,3 dan 0,2

B. 0,3 dan 0,3

C. 0,3 dan 0,4

D. 0,4 dan 0,3

E. 0,4 dan 0,4

Latihan 3

Hitung kemolalan larutan HCl 15%, (Mr HCl = 36,46)

A. 3,21 m

B. 3,69 m

C. 4,02 m

D. 4,84 m

E. 5,10 m

Molalitas

Molalitas (m)

Molalitas suatu larutan ialah banyaknya mol zat terlarut per kilogram larutan.
Seperti dimisalkan beberapa gram gula dilarutkan dalam 1 kilogram  air, maka satuan konsentrasi gula yang terlarut tersebut dapat dinyatakan sebagai Molalitas, dan disimbolkan dengan m (em kecil).

Rumusnya:

Contoh soal:
Hitunglah molalitas dari 18 gram gula (Mr 180) yang dilarutkan dalam 250 ml air!

Penyelesaian:

Sehingga molalitas dari 18 gram gula dalam 250 ml air sebesar 0,4 m.

Latihan 4

Berapa molaritas 100 mL larutan yang mengandung 4 gram urea (CH4ON2) ? (Mr urea = 60)

A. 0,333 M

B. 0,667 M

C. 1,000 M

D. 1,250 M

E. 1,667 M

Latihan 5

Berapa fraksi mol zat pelarut dalam larutan 15% HCl ? (Ar H = 1, Cl = 35,46, O = 16)

A. 0,08

B. 0,42

C. 0,50

D. 0,85

E. 0,92

Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit

Sifat koligatif larutan non elektrolit berbeda dengan Sifat koligatif larutan elektrolit, disebabkan larutan non elektrolit tidak dapat mengurai menjadi ion-ionnya. Maka Sifat koligatif larutan non elektrolit dapat dihitung dengan menghitung tekanan uap, titik didih, titik beku, dan tekanan osmosis.

Macam-macam sifat koligatif larutan non elektrolit adalah sebagai berikut:

Penurunan tekanan uap

Semakin banyak zat terlarut maka menjadikan tekanan uap larutan lebih kecil dari tekanan uap larutan murni atau dengan kata lain penambahan zat terlarut akan menghambat proses penguapan (tekanan uap turun).

Penurunan tekanan uap tersebut dirumuskan dengan:

Kenaikan titik didih

Semakin banyak zat terlarut maka menjadikan titik didih larutan lebih besar dari titik didih larutan murni atau dengan kata lain penambahan zat terlarut akan menghambat proses mendidih (titik didih naik).

Dimisalkan titik didih air adalah 100oC, maka ketika ditambahkan zat terlarut titik didihnya akan lebih besar dari 100oC (naik).

Kenaikan titik didih dirumuskan dengan:

Penurunan titik beku

Semakin banyak zat terlarut maka menjadikan titik beku larutan lebih rendah dari titik beku larutan murni atau dengan kata lain penambahan zat terlarut akan menghambat proses pembekuan (titik beku turun).

Dimisalkan titik beku air adalah 0oC, maka ketika ditambahkan zat terlarut titik bekunya akan lebih rendah dari 0oC (turun).

Penurunan titik beku dirumuskan dengan:

Tekanan osmotik

Osmosis merupakan fenomena ketika terdapat 2 larutan yang berbeda konsentrasi dipisahkan oleh membran semipermeabel yang kemudian terjadi perpindahan pelarut dari larutan yang lebih encer menuju larutan yang lebih pekat.

Tekanan osmotik pada larutan dirumuskan dengan:

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Berbeda dengan sifat koligatif larutan nonelektrolit, larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang nilainya lebih besar dari hasil perhitungan dengan persamaan untuk sifat koligatif larutan nonelektrolit yang sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan larutan elektrolit dapat terurai menjadi ion-ionnya sehingga mempengaruhi nilai dari sifat koligatif.

Perbandingan antara sifat koligatif larutan elektrolit yang terlihat dan hasil perhitungan dengan persamaan untuk sifat koligatif larutan nonelektrolit, menurut Van’t Hoff besarnya selalu tetap dan diberi simbol i (i = tetapan atau faktor Van’t Hoff ). Dengan demikian dapat dituliskan:

Macam-macam sifat koligatif larutan elektrolit adalah sebagai berikut:

Penurunan tekanan uap jenuh


Kenaikan titik didih


Penurunan titik beku


Tekanan osmotik


Latihan 1

Sebanyak 12,2 gram asam benzoat (Mr = 122) dilarutkan dalam 244 gram etanol. Tentukan kenaikan titik didih etanol jika tetapan kenaikan titik didih etanol adalah 1,22 oC/m

A. 0,5 oC

B. 0,6oC

C. 0,7oC

D. 0,8oC

E. 0,9oC

Latihan 2

Asam benzoat dengan Mr = 122 sebanyak 15,25 g dilarutkan ke dalam 122 gram zat X menyebabkan kenaikan titik didih sebesar 1,25 oC. Besarnya tetapan kenaikan titik didih zat X tersebut adalah….

A. 2,24

B. 1,83

C. 1,55

D. 1,22

E. 1,71

Pengertian Sifat Koligatif

Dalam larutan sendiri terdapat 2 komponen utama pembentuk larutan, yaitu zat terlarut dan zat pelarut (biasanya air). Hubungannya dengan sifat koligatif adalah banyaknya jumlah mol zat terlarut dalam larutan tersebut.

Sifat koligatif bergantung pada jumlah zat yang terlarut pada larutan. Sifat koligatif terdiri atas penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik.

Menurut hukum sifat koligatif, selisih tekanan uap, titik beku, dan titik didih suatu larutan dengan tekanan uap, titik beku, dan titik didih pelarut murninya, berbanding langsung dengan konsentrasi zat terlarut. Larutan yang bisa memenuhi hukum sifat koligatif ini disebut larutan ideal. Kebanyakan larutan mendekati ideal hanya jika sangat encer.

Meskipun sifat koligatif melibatkan larutan, sifat koligatif tidak bergantung pada interaksi antara molekul pelarut dan zat terlarut, tetapi bergantung pada jumlah zat terlarut yang larut pada suatu larutan.

Latihan 3

Tekanan osmotik dari 500 ml larutan yang mengandung 6,84 gram gula (Mr 342) pada suhu 27oC dengan R = 0,082 L atm/mol.K adalah (dalam atm) .....

A. 4,92

B. 2,46

C. 98,4

D. 0,984

E. 9,84

Latihan 4

Diantara sifat berikut yang tidak termasuk sifat koligatif larutan adalah....

A. penurunan titik beku

B. kenaikkan titik didih

C. penurunan tekanan osmotik

D. penurunan tekanan uap jenuh

E. tekanan osmotik

Latihan 5

22,2 gram CaCl2 (Mr = 111) dilarutkan dalam 250 gram air (Kb = 0,92)(Kf = 1,86), maka titik beku larutan tersebut adalah.....

A. -4,464oC

B. 4,464oC

C. 0,372oC

D. -0,372oC

E. -0,21oC

Penurunan Tekanan Uap

Sobat, coba deh kalian perhatikan gambar di bawah ini, kok bisa ya orang bisa mengapung di atas air ?
Fenomena di bawah ini terjadi di laut mati Sobat.

Molekul–molekul zat cair yang meninggalkan permukaan menyebabkan adanya tekanan uap zat cair. Semakin mudah molekul–molekul zat cair berubah menjadi uap, makin tinggi pula tekanan uap zat cair.

Apabila tekanan zat cair tersebut dilarutkan oleh zat terlarut yang tidak menguap, maka partikel–partikel zat terlarut ini akan mengurangi penguapan molekul–molekul zat cair.

Laut mati adalah contoh dari terjadinya penurunan tekanan uap pelarut oleh zat terlarut yang tidak mudah menguap. Air berkadar garam sangat tinggi ini terletak di daerah gurun yang sangat panas dan kering, serta tidak berhubungan dengan laut bebas, sehingga konsentrasi zat terlarutnya semakin tinggi.

Pada saat berenang di laut mati, kita tidak akan tenggelam karena konsentrasi zat terlarutnya yang sangat tinggi. Hal ini tentu saja, dapat dimanfaatkan sebagai sarana hiburan atau rekreasi bagi manusia. Penerapan prinsip yang sama dengan laut mati dapat kita temui di beberapa tempat wisata di Indonesia yang berupa kolam apung.

Penurunan Titik Beku

Coba deh, Sobat kalian perhatikan gambar di bawah ini, hmmmm seger banget ya ? Apa lagi kalau siang-siang dan lagi haus. Ternyata ada hubungannya loh sama penurunan titik beku.

Adanya zat terlarut dalam larutan akan mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik beku pelarutnya.

Cairan pendingin adalah larutan berair yang memiliki titik beku jauh di bawah 0oC. Cairan pendingin digunakan pada pabrik es, juga digunakan untuk membuat es putar. Cairan pendingin dibuat dengan melarutkan berbagai jenis garam ke dalam air.

Pada pembuatan es putar cairan pendingin dibuat dengan mencampurkan garam dapur dengan kepingan es batu dalam sebuah bejana berlapis kayu. Pada pencampuran itu, es batu akan mencair sedangkan suhu campuran turun.

Sementara itu, campuran bahan pembuat es putar dimasukkan dalam bejana lain yang terbuat dari bahan stainless steel. Bejana ini kemudian dimasukkan ke dalam cairan pendingin, sambil terus-menerus diaduk sehingga campuran membeku.

Contoh penerapan penurunan titik beku yang lain adalah:

  • Antibeku pada radiator mobil
  • Antibeku untuk mencairkan salju di jalan
  • Penggunaan es batu untuk tetap membuat ikan segar

Kenaikan Titik Didih

Didunia industri, kenaikan titik didih sangat penting dipelajari dan dipahami karena pada suatu proses bahan industri perlu diketahui kenaikan titik didihnya.

Distilasi

Dalam proses distilasi kita harus mengetahui titik didih tiap senyawa yang dicampur agar waktu yang diperlukan, kecepatan menguap pada campuran tersebut dapat diketahui. Kenaikan titik didih juga digunakan untuk mengklasifikasikan bahan bakar yang digunakan sehari-hari.

Air mendidih

Titik didih zat cair adalah suhu tetap pada saat zat cair mendidih. Pada suhu ini, tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara di sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya penguapan di seluruh bagian zat cair. Titik didih zat cair diukur pada tekanan 1 atmosfer.

Dari hasil penelitian, ternyata titik didih larutan selalu lebih tinggi dari titik didih pelarut murninya. Hal ini disebabkan adanya partikel-partikel zat terlarut dalam suatu larutan menghalangi peristiwa penguapan partikel-partikel pelarut.

Oleh karena itu, penguapan partikel-partikel pelarut membutuhkan energi yang lebih besar. Perbedaan titik didih larutan dengan titik didih pelarut murni disebut kenaikan titik didih. Contohnya air mendidih pada 100oC.

Tekanan Osmotik


Mengontrol Bentuk Sel

Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmosis yang sama disebut isotonik. Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih rendah daripada larutan lain disebut hipotonik. Sementara itu, larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih tinggi daripada larutan lain disebut hipertonik.

Contoh larutan isotonik adalah cairan infus yang dimasukkan ke dalam darah. Cairan infus harus isotonik dengan cairan intrasel agar tidak terjadi osmosis, baik ke dalam ataupun ke luar sel darah. Dengan demikian, sel-sel darah tidak mengalami kerusakan.

Mesin Cuci Darah

Pasien penderita gagal ginjal harus menjalani terapi cuci darah. Terapi menggunakan metode dialisis, yaitu proses perpindahan molekul kecil-kecil seperti urea melalui membran semipermeabel dan masuk ke cairan lain, kemudian dibuang. Membran tak dapat ditembus oleh molekul besar seperti protein sehingga akan tetap berada di dalam darah.

Pengawetan Makanan

Sebelum teknik pendinginan untuk mengawetkan makanan ditemukan, garam dapur digunakan untuk mengawetkan makanan. Garam dapat membunuh mikroba penyebab makanan busuk yang berada di permukaan makanan.

Latihan 1

Yang merupakan penerapan sifat koligatif penurunan titik beku adalah...

A. laut mati

B. air mendidih

C. pembuatan es puter

D. cuci darah

E. pengawetan makanan

Latihan 2

Yang bukan merupakan penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari adalah....

A. korosi

B. destilasi

C. penyerapan air pada akar

D. pengawet makanan

E. antibeku pada salju

Latihan 3

Mesin cuci darah merupakan fenomena sifat koligatif larutan yaitu....

A. Elektrolisis

B. penurunan tekanan uap

C. tekanan osmotik

D. kenaikan titik didih

E. penurunan titik beku

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Kimia di bab pertama.

Yuk, mulai belajar bersama!

redesain-navbar Portlet