APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Kimia di bab pertama.

Yuk, mulai belajar bersama!

Persen Berat atau Persen Massa

Persen Berat atau Persen Massa

Bila menyatakan persen berat, persentase yang diberikan itu merujuk ke zat terlarut. Pernyataan “5,00 g NaCl per 100,0 g larutan berair” mempunyai pengertian : Larutan yang dibuat dari 5,00 g NaCl dan melarutkannya dalam 95,0 g H2O, yaitu massa air yang cukup untuk menghasilkan 100,0 gr larutan. Larutan ini dapat dikatakan larutan “5% NaCl berdasar massa".

Satuan konsentrasi ini, yang kuantitas terlarut dan larutannya diukur berdasar massa, juga dinamakan persen massa/massa atau %(massa/massa).

Persen massa dapat didefinisikan dengan persamaan :

Contoh soal:
Hitunglah berapa persen massa pada 20 gram magnesium hidroksida yang dilarutkan dalam 140 gram air!

Penyelesaian:

Sehingga persen massa dari 20 gram magnesium hidroksida dalam 140 gram air sebesar 12,5%.

Molaritas

Molaritas (M)

Molaritas suatu larutan ialah banyaknya mol zat terlarut per liter larutan.
Misalnya beberapa gram garam dapur dilarutkan dalam 1 liter air, maka satuan konsentrasi garam dapur yang terlarut tersebut dinyatakan sebagai Molaritas, dan disimbolkan dengan M (em besar).

Rumusnya:

Contoh soal:
Hitunglah molaritas dari 29 gram magnesium hidroksida (Mr 58) yang dilarutkan dalam 500 ml air!

Penyelesaian:

Sehingga molaritas dari 29 gram magnesium hidroksida dalam 500 ml air sebesar 1 M.

Molalitas

Molalitas (m)

Molalitas suatu larutan ialah banyaknya mol zat terlarut per kilogram larutan.
Seperti dimisalkan beberapa gram gula dilarutkan dalam 1 kilogram  air, maka satuan konsentrasi gula yang terlarut tersebut dapat dinyatakan sebagai Molalitas, dan disimbolkan dengan m (em kecil).

Rumusnya:

Contoh soal:
Hitunglah molalitas dari 18 gram gula (Mr 180) yang dilarutkan dalam 250 ml air!

Penyelesaian:

Sehingga molalitas dari 18 gram gula dalam 250 ml air sebesar 0,4 m.

Fraksi Mol

Fraksi mol

Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yang semua komponen larutannya dinyatakan berdasarkan mol.

Fraksi mol adalah suatu besaran konsentrasi larutan yang menyatakan perbandingan antara jumlah mol suatu komponen dengan jumlah total seluruh komponen dalam satu larutan. Fraksi mol tidak mempunyai satuan dan dinotasikan dengan x dan Fraksi mol total selalu bernilai satu. (Total fraksi mol = 1)

Rumusnya:

Contoh soal:
Berapakah fraksi mol dari 12 gram urea (Mr 60) yang dilarutkan dalam 72 gram air (Mr 18) ?

Penyelesaian:

Sehingga fraksi mol dari 12 gram urea dalam 72 ml air sebesar 0,047.

 

Setelah tadi kita belajar tentang Satuan Konsentrasi, habis ini kita coba kerjain soal-soal latihan nih Sobat. Yuk kita coba kerjain!

Latihan 1

Jawablah soal berikut dengan tepat!

Kemolalan larutan NaCL 10% massa dalam air adalah... (Mr NaCl = 58,51)

A. 1,50 m

B. 1,60 m

C. 1,70 m

D. 1,80 m

E. 1,90 m

Latihan 2

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

Sebuah larutan terdiri dari 3 mol zat A, 3 mol zat B, dan 4 mol zat C. Hitung fraksi mol dari zat A dan zat C dari larutan tersebut ?

A. 0,3 dan 0,2

B. 0,3 dan 0,3

C. 0,3 dan 0,4

D. 0,4 dan 0,3

E. 0,4 dan 0,4

Latihan 3

Jawablah soal berikut dengan tepat!

Hitung kemolalan larutan HCl 15%, (Mr HCl = 36,46)

A. 3,21 m

B. 3,69 m

C. 4,02 m

D. 4,84 m

E. 5,10 m

Latihan 4

Jawablah soal berikut dengan benar!

Berapa molaritas 100 mL larutan yang mengandung 4 gram urea (CH4ON2) ? (Mr urea = 60)

A. 0,333 M

B. 0,667 M

C. 1,000 M

D. 1,250 M

E. 1,667 M

Latihan 5

Jawablah soal berikut dengan tepat!

Berapa fraksi mol zat pelarut dalam larutan 15% HCl ? (Ar H = 1, Cl = 35,46, O = 16)

A. 0,08

B. 0,42

C. 0,50

D. 0,85

E. 0,92

Latihan 6

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

Suatu larutan dikatakan mempunyai konsentrasi 1 molal apabila….

A. dalam 1.000 gram pelarut terdapat 1 gram zat terlarut

B. dalam 1.000 gram pelarut terdapat 100 gram zat terlarut

C. dalam 1.000 gram pelarut terdapat 1 mol zat terlarut

D. dalam 1.000 gram larutan terdapat 1 mol zat terlarut

E. dalam 1.000 mL pelarut terdapat 1 mol zat terlarut

Latihan 7

Kerjakan soal berikut dengan benar!

Larutan urea dibuat dengan melarutkan 3 gram urea ke dalam 100 mL air. Berapakah kemolalan larutan dan fraksi mol urea dalam larutan tersebut?

A. 9,8 x 10-3

B. 9,0 x 10-3

C. 8,9 x 10-3

D. 7,8 x 10-3

E. 6,8 x 10-3

Pengertian Sifat Koligatif

Dalam larutan sendiri terdapat 2 komponen utama pembentuk larutan, yaitu zat terlarut dan zat pelarut (biasanya air). Hubungannya dengan sifat koligatif adalah banyaknya jumlah mol zat terlarut dalam larutan tersebut.

Sifat koligatif bergantung pada jumlah zat yang terlarut pada larutan. Sifat koligatif terdiri atas penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik.

Menurut hukum sifat koligatif, selisih tekanan uap, titik beku, dan titik didih suatu larutan dengan tekanan uap, titik beku, dan titik didih pelarut murninya, berbanding langsung dengan konsentrasi zat terlarut. Larutan yang bisa memenuhi hukum sifat koligatif ini disebut larutan ideal. Kebanyakan larutan mendekati ideal hanya jika sangat encer.

Meskipun sifat koligatif melibatkan larutan, sifat koligatif tidak bergantung pada interaksi antara molekul pelarut dan zat terlarut, tetapi bergantung pada jumlah zat terlarut yang larut pada suatu larutan.

Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit

Sifat koligatif larutan non elektrolit berbeda dengan Sifat koligatif larutan elektrolit, disebabkan larutan non elektrolit tidak dapat mengurai menjadi ion-ionnya. Maka Sifat koligatif larutan non elektrolit dapat dihitung dengan menghitung tekanan uap, titik didih, titik beku, dan tekanan osmosis.

Macam-macam sifat koligatif larutan non elektrolit adalah sebagai berikut:

Penurunan tekanan uap

Semakin banyak zat terlarut maka menjadikan tekanan uap larutan lebih kecil dari tekanan uap larutan murni atau dengan kata lain penambahan zat terlarut akan menghambat proses penguapan (tekanan uap turun).

Penurunan tekanan uap tersebut dirumuskan dengan:

Kenaikan titik didih

Semakin banyak zat terlarut maka menjadikan titik didih larutan lebih besar dari titik didih larutan murni atau dengan kata lain penambahan zat terlarut akan menghambat proses mendidih (titik didih naik).

Dimisalkan titik didih air adalah 100oC, maka ketika ditambahkan zat terlarut titik didihnya akan lebih besar dari 100oC (naik).

Kenaikan titik didih dirumuskan dengan:

Penurunan titik beku

Semakin banyak zat terlarut maka menjadikan titik beku larutan lebih rendah dari titik beku larutan murni atau dengan kata lain penambahan zat terlarut akan menghambat proses pembekuan (titik beku turun).

Dimisalkan titik beku air adalah 0oC, maka ketika ditambahkan zat terlarut titik bekunya akan lebih rendah dari 0oC (turun).

Penurunan titik beku dirumuskan dengan:

Tekanan osmotik

Osmosis merupakan fenomena ketika terdapat 2 larutan yang berbeda konsentrasi dipisahkan oleh membran semipermeabel yang kemudian terjadi perpindahan pelarut dari larutan yang lebih encer menuju larutan yang lebih pekat.

Tekanan osmotik pada larutan dirumuskan dengan:

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Berbeda dengan sifat koligatif larutan nonelektrolit, larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang nilainya lebih besar dari hasil perhitungan dengan persamaan untuk sifat koligatif larutan nonelektrolit yang sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan larutan elektrolit dapat terurai menjadi ion-ionnya sehingga mempengaruhi nilai dari sifat koligatif.

Perbandingan antara sifat koligatif larutan elektrolit yang terlihat dan hasil perhitungan dengan persamaan untuk sifat koligatif larutan nonelektrolit, menurut Van’t Hoff besarnya selalu tetap dan diberi simbol i (i = tetapan atau faktor Van’t Hoff ). Dengan demikian dapat dituliskan:

Macam-macam sifat koligatif larutan elektrolit adalah sebagai berikut:

Penurunan tekanan uap jenuh


Kenaikan titik didih


Penurunan titik beku


Tekanan osmotik


Hubungan Sifat Koligatif dengan Diagram Fasa



Dari diagram diatas, Sobat bisa melihat hubungan dari tekanan dengan titik didih dan titik beku suatu larutan.

Diagram diatas menggambarkan penambahan zat terlarut ke dalam pelarut murni, misalnya air, sehingga terjadi penurunan tekanan uap

Akibat adanya penurunan tekanan uap sebesar delta P, kurva fase A-B-C bergeser menjadi D-E-F. Hal ini menyebabkan terjadi penurunan titik beku (dari H ke G) dan kenaikan titik didih (dari I ke J).
 

Latihan 1

Kerjakan soal berikut dengan benar!

Sebanyak 12,2 gram asam benzoat (Mr = 122) dilarutkan dalam 244 gram etanol. Tentukan kenaikan titik didih etanol jika tetapan kenaikan titik didih etanol adalah 1,22oC/m

A. 0,5 oC

B. 0,6oC

C. 0,7oC

D. 0,8oC

E. 0,9oC

Latihan 2

Kerjakan soal berikut dengan tepat!

Asam benzoat dengan Mr = 122 sebanyak 15,25 g dilarutkan ke dalam 122 gram zat X menyebabkan kenaikan titik didih sebesar 1,25oC. Besarnya tetapan kenaikan titik didih zat X tersebut adalah….

A. 2,24

B. 1,83

C. 1,55

D. 1,22

E. 1,71

Latihan 3

Jawablah soal berikut dengan benar!

Tekanan osmotik dari 500 ml larutan yang mengandung 6,84 gram gula (Mr 342) pada suhu 27oC dengan R = 0,082 L atm/mol.K adalah (dalam atm) .....

A. 4,92

B. 2,46

C. 98,4

D. 0,984

E. 9,84

Latihan 4

Kerjakan soal berikut!

Diantara sifat berikut yang tidak termasuk sifat koligatif larutan adalah....

A. penurunan titik beku

B. kenaikkan titik didih

C. penurunan tekanan osmotik

D. penurunan tekanan uap jenuh

E. tekanan osmotik

Latihan 5

Kerjakan soal berikut dengan benar!

22,2 gram CaCl2 (Mr = 111) dilarutkan dalam 250 gram air (Kb = 0,92)(Kf = 1,86), maka titik beku larutan tersebut adalah.....

A. -4,464oC

B. 4,464oC

C. 0,372oC

D. -0,372oC

E. -0,21oC

Latihan 6

Jawablah soal berikut dengan tepat!

Sebanyak 12 gram MgSO4 (Mr = 120) dilarutkan dalam 500 gram air. Apabila Kb air = 0,52oC m-1, penurunan titik didih larutan MgSO4 adalah … oC.

A. 0,104

B. 0,208

C. 0,312

D. 0,416

E. 0,520

Latihan 7

Kerjakan soal berikut dengan benar!

Sebanyak 30 gram elektrolit biner (Mr = 95 g/mol) dilarutkan dalam air sampai volume 1 L pada suhu 27oC dan memiliki tekanan osmotik 10 atm. Derajat ionisasi elektrolit biner tersebut adalah….

A. 0,287

B. 0,284

C. 0,282

D. 0,280

E. 0,278

Penurunan Tekanan Uap

Sobat, coba deh kalian perhatikan gambar di bawah ini, kok bisa ya orang bisa mengapung di atas air ?
Fenomena di bawah ini terjadi di laut mati Sobat.

Molekul–molekul zat cair yang meninggalkan permukaan menyebabkan adanya tekanan uap zat cair. Semakin mudah molekul–molekul zat cair berubah menjadi uap, makin tinggi pula tekanan uap zat cair.

Apabila tekanan zat cair tersebut dilarutkan oleh zat terlarut yang tidak menguap, maka partikel–partikel zat terlarut ini akan mengurangi penguapan molekul–molekul zat cair.

Laut mati adalah contoh dari terjadinya penurunan tekanan uap pelarut oleh zat terlarut yang tidak mudah menguap. Air berkadar garam sangat tinggi ini terletak di daerah gurun yang sangat panas dan kering, serta tidak berhubungan dengan laut bebas, sehingga konsentrasi zat terlarutnya semakin tinggi.

Pada saat berenang di laut mati, kita tidak akan tenggelam karena konsentrasi zat terlarutnya yang sangat tinggi. Hal ini tentu saja, dapat dimanfaatkan sebagai sarana hiburan atau rekreasi bagi manusia. Penerapan prinsip yang sama dengan laut mati dapat kita temui di beberapa tempat wisata di Indonesia yang berupa kolam apung.

Penurunan Titik Beku

Coba deh, Sobat kalian perhatikan gambar di bawah ini, hmmmm seger banget ya ? Apa lagi kalau siang-siang dan lagi haus. Ternyata ada hubungannya loh sama penurunan titik beku.

Adanya zat terlarut dalam larutan akan mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik beku pelarutnya.

Cairan pendingin adalah larutan berair yang memiliki titik beku jauh di bawah 0oC. Cairan pendingin digunakan pada pabrik es, juga digunakan untuk membuat es putar. Cairan pendingin dibuat dengan melarutkan berbagai jenis garam ke dalam air.

Pada pembuatan es putar cairan pendingin dibuat dengan mencampurkan garam dapur dengan kepingan es batu dalam sebuah bejana berlapis kayu. Pada pencampuran itu, es batu akan mencair sedangkan suhu campuran turun.

Sementara itu, campuran bahan pembuat es putar dimasukkan dalam bejana lain yang terbuat dari bahan stainless steel. Bejana ini kemudian dimasukkan ke dalam cairan pendingin, sambil terus-menerus diaduk sehingga campuran membeku.

Contoh penerapan penurunan titik beku yang lain adalah:

  • Antibeku pada radiator mobil
  • Antibeku untuk mencairkan salju di jalan
  • Penggunaan es batu untuk tetap membuat ikan segar

Kenaikan Titik Didih

Di dunia industri, kenaikan titik didih sangat penting dipelajari dan dipahami karena pada suatu proses bahan industri perlu diketahui kenaikan titik didihnya.

Distilasi

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crude_Oil_Distillation.png

Coba deh, kalian perhatikan gambar di atas ini! Apakah Sobat tau, distilasi itu bagaimana?

Dalam proses distilasi kita harus mengetahui titik didih tiap senyawa yang dicampur agar waktu yang diperlukan, kecepatan menguap pada campuran tersebut dapat diketahui. Kenaikan titik didih juga digunakan untuk mengklasifikasikan bahan bakar yang digunakan sehari-hari.

Air mendidih

Titik didih zat cair adalah suhu tetap pada saat zat cair mendidih. Pada suhu ini, tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara di sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya penguapan di seluruh bagian zat cair. Titik didih zat cair diukur pada tekanan 1 atmosfer.

Dari hasil penelitian, ternyata titik didih larutan selalu lebih tinggi dari titik didih pelarut murninya. Hal ini disebabkan adanya partikel-partikel zat terlarut dalam suatu larutan menghalangi peristiwa penguapan partikel-partikel pelarut.

Oleh karena itu, penguapan partikel-partikel pelarut membutuhkan energi yang lebih besar. Perbedaan titik didih larutan dengan titik didih pelarut murni disebut kenaikan titik didih. Contohnya air mendidih pada 100oC.

Tekanan Osmotik


Mengontrol Bentuk Sel


Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_osmotik

Coba Sobat perhatikan gambar di atas! 

Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmosis yang sama disebut isotonik. Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih rendah daripada larutan lain disebut hipotonik. Sementara itu, larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih tinggi daripada larutan lain disebut hipertonik.

Contoh larutan isotonik adalah cairan infus yang dimasukkan ke dalam darah. Cairan infus harus isotonik dengan cairan intrasel agar tidak terjadi osmosis, baik ke dalam ataupun ke luar sel darah. Dengan demikian, sel-sel darah tidak mengalami kerusakan.

Mesin Cuci Darah

Pasien penderita gagal ginjal harus menjalani terapi cuci darah. Terapi menggunakan metode dialisis, yaitu proses perpindahan molekul kecil-kecil seperti urea melalui membran semipermeabel dan masuk ke cairan lain, kemudian dibuang. Membran tak dapat ditembus oleh molekul besar seperti protein sehingga akan tetap berada di dalam darah.

Pengawetan Makanan

Sobat, coba deh kalian perhatikan gambar di atas ini!

Sebelum teknik pendinginan untuk mengawetkan makanan ditemukan, garam dapur digunakan untuk mengawetkan makanan. Garam dapat membunuh mikroba penyebab makanan busuk yang berada di permukaan makanan.

Latihan 1

Kerjakan soal berikut dengan benar!

Yang merupakan penerapan sifat koligatif penurunan titik beku adalah...

A. laut mati

B. air mendidih

C. pembuatan es puter

D. cuci darah

E. pengawetan makanan

Latihan 2

Kerjakan soal berikut!

Yang bukan merupakan penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari adalah....

A. korosi

B. destilasi

C. penyerapan air pada akar

D. pengawet makanan

E. antibeku pada salju

Latihan 3

Jawablah soal berikut dengan benar!

Mesin cuci darah merupakan fenomena sifat koligatif larutan yaitu....

A. elektrolisis

B. penurunan tekanan uap

C. tekanan osmotik

D. kenaikan titik didih

E. penurunan titik beku

Latihan 4

Jawablah  soal berikut ini!

Pada saat berenang di laut mati maupun di kolam apung kita tidak akan tenggelam. Peristiwa ini merupakan fenomena sifat koligatif larutan yaitu....

A. elektrolisis

B. penurunan tekanan uap

C. tekanan osmotik

D. kenaikan titik didih

E. penurunan titik beku

Latihan 5

Kerjakan soal berikut dengan benar!

Pengawetan makanan dengan penaburan garam merupakan merupakan fenomena sifat koligatif larutan yaitu....

A. penurunan tekanan uap

B. tekanan osmotik

C. kenaikan tekanan uap

D. penurunan titik beku

E. kenaikan titik beku

redesain-navbar Portlet