APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

C:\Users\Ester\Pictures\Cover AP\peta belajar bersama.jpg

E:\Backup user\Documents\Magang Aku Pintar\PETA KONSEP\BAB 5.jpeg

Fungsi Bank Sentral

C:\Users\Ester\Pictures\Cover AP\bab 5 modul 2.jpg

Pengertian Bank Sentral adalah instansi perbankan yang memiliki tanggung jawab atas kebijakan moneter di suatu wilayah. Dapat dimaknai pula pengertian Bank Sentral adalah pihak yang berperan menjaga stabilitas harga atau nilai mata uang di sebuah negara. Inilah mengapa dari pengertian Bank Sentral bisa disimpulkan harus bisa mengendalikan tingkat inflasi.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 menjelaskan pengertian Bank Sentral adalah lembaga negara yang mempunyai wewenang mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan serta menjalan fungsi sebagai lender of the last resort.

 

Di Indonesia sendiri, pengertian Bank Sentral bisa diwakili dengan keberadaan Bank Indonesia. Instansi Bank Sentral satu-satunya di Indonesia. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, serta dinyatakan berlaku pada 17 Mei 1999. Kemudian undang-undang ini diamandemen dan digantikan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2009.

Pengertian Bank Sentral adalah satu lembaga negara yang independen, dapat melaksanakan tugas dan wewenang tanpa campur tangan pemerintah serta pihak lainnya. Bank Sentral memiliki peran demikian agar fungsinya sebagai otoritas moneter dapat berjalan efektif dan efisien. Sebagai contoh, Bank Indonesia sebagai satu-satunya Bank Sentral harus mampu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

 

Berikut fungsi dari bank sentral:

Menetapkan dan Menjalankan Kebijakan Moneter

Fungsi bank sentral yang pertama adalah untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Wewenang bank sentral yang berkaitan dengan tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter antara lain:

  1. Menetapkan tingkat diskonto, cadangan minimum bank umum, serta mengatur kredit atau pembiayaan.

  2. Menetapkan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi.

  3. Melakukan pengendalian moneter dengan tidak terbatas pada operasi pasar terbuka di pasar uang, baik dalam bentuk mata uang Rupiah maupun valuta asing.

  4. Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia (BI) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran

Fungsi bank sentral yang berikutnya adalah memiliki wewenang yang berkaitan dengan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, antara lain :

  1. Menetapkan penggunaan alat atau instrumen pembayaran.

  2. Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran.

  3. Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatannya.

  4. Wewenang Bank Indonesia menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang dari peredaran.

Mengatur dan Melakukan Pengawasan Bank

Fungsi bank sentral yang ketiga adalah memiliki wewenang yang berkaitan dengan tugas untuk mengatur dan melakukan pengawasan bank non sentral yang meliputi:

  1. Mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

  2. Menetapkan peraturan.

  3. Memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank.

  4. Mengawasi bank, baik secara individual maupun sebagai sistem perbankan.

  5. Dalam pelaksanaan tugas ini, Bank Indonesia berwenang menetapkan ketentuan-ketentuan perbankan dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian. Fungsi bank sentral terkait pengawasan ini bertujuan untuk mencapai stabilitas sistem keuangan.

Latihan 1

Kerjakan soal dibawah dengan tepat!

Tugas bank sentral dalam melakukan asesmen terhadap lembaga-lembaga keuangan yang menjadi kewajiban bank sentral sebagai supervisor termasuk pendekatan ....

A. Microprudential supervision

B. Macroprudential supervision

C. Monetary supervision

D. Fiscal supervision

E. system moneter

Latihan 2

Kerjakanlah soal dibawah ini dengan tepat!

Tujuan utama dilakukannya reformasi kelembagaan bank sentral adalah….

A. Mencetak uang bersama

B. Melakukan pengendalian fiscal secara bersama

C. Mengembalikan kredibilitas kebijakan perekonomian

D. Mengendalikan harga

E. memaksimalkan harga

Latihan 3

Kerjakanlah soal dibawah ini dengan tepat!

Pada dasarnya reformasi kelembagaan bank sentral bertujuan untuk….

A. Membuat bank sentral menjadi lebih akuntabel

B. Mensinergikan pembagian kekuasaan antara pemerintah dengan bank sentral

C. Mempererat kerjasama antara pemerintah dengan bank sentral

D. Memperkecil kekuasaan bank sentral

E. memperbanyak kekuasaan di bank sentral

Latihan 4

Kerjakanlah soal dibawah ini dengan tepat!

Mulai abad 17 sampai pertengahan abad 20 kedudukan bank sentral pada umumnya adalah…

A. Di bawah kekuasaan pemerintah

B. Sama dengan pemerintah

C. Independen

D. Diatas kekuasaan pemerintah

E. Diatas kekuasaan provinsi

Latihan 5

Kerjakanlah soal dibawah ini dengan tepat!

Badan yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan yang telah ditetapkan policy boards adalah…

A. Implementation board

B. Advisory board

C. Audit committees management

D. Supervisory board

E. Lender Of The Last Resort

Pengertian Sistem Pembayaran

C:\Users\Ester\Pictures\Cover AP\bab 5 modul 3.jpg

Indonesia mempunyai sistem pembayaran yang resmi berlaku. Sistem pembayaran tersebut mempunyai prinsip, peran, dan komponennya tersendiri. Sistem pembayaran tersebut terdiri dari berbagai mekanisme, peraturan, dan lembaga yang berfungsi dalam melakukan pemindahan dana sebagai upaya dalam memenuhi kewajiban yang timbul karena adanya aktivitas ekonomi.

Pengertian seperti ini juga sudah tertulis di dalam UU NO. 23 tahun 1999. Selain itu, sistem pembayaran juga dihubungkan dengan pemindahan sejumlah uang dari suatu pihak ke pihak yang lain. Selain itu, ada juga yang menggunakan alat pembayaran yang lebih rumit dan kompleks. Alat pembayaran tersebut melibatkan berbagai lembaga dan sudah terikat dengan berbagai peraturan. Dewasa ini, sistem pembayaran Indonesia sudah diatur dan juga diawasi oleh Bank Indonesia berdasarkan UU BI.

Komponen Sistem Pembayaran

Terdapat beberapa komponen yang mampu membangun sistem pembayaran agar bisa terealisasi lebih mudah. Beberapa komponen sistem pembayaran tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sistem transfer dana: sistem ini memungkinkan adanya proses pemindahan dana dari satu bank ke bank lainnya ataupun ke bank yang sama.

  • Alat pembayaran: alat pembayaran adalah alat yang di dalamnya terdiri dari alat pembayaran tunai dan nontunai.

  • Saluran pembayaran: saluran di dalamnya mencakup teller input, mobile banking, mesin ATM, internet banking, phone banking, sampai EDC atau electronic data capturing.

  • Regulator: mereka adalah pihak yang mempunyai wewenang dalam mengatur aturan main, kebijakan, dan juga ketentuan lain yang sifatnya lebih mengikat untuk semua komponen yang terlibat di dalam payment system itu sendiri.

  • Penyelenggara: suatu lembaga yang bertanggung jawab dalam memastikan bahwa semua kegiatan transaksi dapat diselesaikan hingga akhir.

  • Lembaga yang berwenang: suatu lembaga yang melakukan proses payment system, yakni BI. Sementara itu, kepentingan pasar modal lembaga berada di bawah PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dan juga Penyelenggara Kliring Alat Pembayaran Menggunakan Kartu atau APMK.

  • Instrumen: alat pembayaran yang dilakukan dengan baik secara tunai atau nontunai.

  • Infrastruktur: seluruh bentuk sarana fisik yang bertugas dalam mendukung proses kegiatan operasional payment system.

  • Pengguna: mereka adalah pihak yang disebut dengan konsumen atau orang yang memanfaatkan payment system.

Setiap komponen diatas saling terikat dan berhubungan agar mampu membentuk payment system.

Prinsip-Prinsip Sistem Pembayaran

Baiknya suatu sistem pembayaran harus mampu memberikan tingkat kenyamanan dan juga keamanan untuk seluruh penggunanya, baik itu dalam bentuk tunai maupun nontunai. Sebagai lembaga yang bertugas menjalankan payment system di Indonesia, Bank Indonesia sudah mengatur empat prinsip sistem pembayaran, yakni:

1. Efisien

Prinsip ini lebih menekankan pada tingkat pelaksanaan payment system yang harus bisa dilakukan secara lebih luas. Sehingga, biaya yang akan ditanggung oleh masyarakat sebagai pengguna akan lebih terjangkau.

2. Aman

Setiap risiko yang terdapat di dalam payment system harus bisa dikelola dan juga dimitigasi lebih baik dengan adanya payment system, baik itu risiko kredit, fraud, dan likuiditas.

3. Perlindungan Konsumen

Sistem pembayaran harus bisa dijaga dengan baik dalam hal menjaga jumlah uang tunai yang beredar ataupun kondisinya yang memang masih layak edar. Hal tersebut sering disebut dengan clean money policy.

4. Kesetaraan Akses

Bank Indonesia tidak menginginkan adanya kegiatan praktik monopoli dalam kegiatan sistem pembayaran, karena hal ini nantinya akan menghambat pengguna lain untuk ikut serta.

 

Peran BI Dalam Sistem Pembayaran

C:\Users\Ester\Pictures\Cover AP\bab 5 modul 3.jpg

Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan bersama bahwa lembaga yang memiliki wewenang untuk menjaga dan juga mengatur kelancaran sistem pembayaran adalah Bank Indonesia selaku bank sentral. Hal ini adalah salah satu bagian dari tujuan diciptakannya Bank Indonesia, yakni menjaga stabilitas nilai mata uang Rupiah agar peningkatan perekonomian nasional bisa terwujud dengan baik. Selain itu, Bank Indonesia juga mempunyai wewenang untuk menetapkan dan juga memberlakukan kebijakan dalam sistem pembayaran yang sudah diatur pada UU No. 23 tahun 1999 dan sudah diubah pada UU Nomor 6 tahun 2009. Hingga saat ini, BI mempunyai peran yang sangat banyak dalam menyelenggarakan sistem pembayaran, yakni:

  • Bertugas dalam menentukan standar tertentu dalam setiap alat pembayaran dan juga menentukan alat pembayaran apa saja yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

  • Memiliki wewenang dalam memberikan persetujuan dan juga izin pada penyedia jasa pembayaran yang turut serta dalam menyediakan sistem pembayaran.

  • Menerapkan aturan dan mengawasi lembaga apa saja yang bisa dan diperbolehkan dalam melakukan sistem pembayaran, baik itu lembaga bank maupun lembaga non bank.

  • Memiliki wewenang untuk menjadi penyelenggara sistem kliring antar bank, terutama untuk beberapa jenis alat pembayaran khusus. Hal tersebut sudah diatur di dalam Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

  • Memiliki wewenang untuk menjalankan sistem BI, yakni Real Time Gross Settlement. Sistem ini bisa digunakan untuk melakukan kegiatan transaksi nontunai yang nilainya terbilang besar.

  • Mempunyai kebijakan dalam mengendalikan risiko, efisiensi, tata kelola, dan hal lainnya dalam sistem pembayaran.

Penyelenggara Sistem Pembayaran

C:\Users\Ester\Pictures\Cover AP\bab 5 modul 3.jpg

Visi : Menjadi satuan kerja yang dipercaya dan memenuhi harapan stakeholders dalam pengembangan dan penyelenggaraan sistem pembayaran Bank Indonesia.

Misi : Menyelenggarakan sistem pembayaran yang aman dan efisien guna mendukung tugas Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.​

Tugas Pokok

  • Melaksanakan dan mengkoordinasikan pengembangan, penyelenggaraan dan evaluasi:

  • Sistem Pembayaran Nilai Besar dan Penatausahaan Surat Berharga yang diselenggarakan BI; dan Sistem Kliring dan Transfer Dana SP BI Ritel yang diselenggarakan BI

  • Melaksanakan dan mengkoordinasikann penyusunan rekomendasi kebijakan pengembangan/ penyempurnaan sistem pembayaran nilai besar dan ritel serta penatausahaan surat berharga

  • Melaksanakan dan mengkoordinasikan

  • Pengembangan mekanisme/produk baru terkait Sistem Pembayaran Nilai Besar dan Ritel;

  • Pengembangan mekanisme baru terkait pencatatan, settlement  dan kliring surat berharga;

  • Pelaksanaan kegiatan yang mencakup antara lain kegiatan : Project Management Office (PMO), pengujian,​ implementasi dan koordinasi dengan Satuan Kerja pengelola sistem informasi/ teknologi terkait dengan pengembangan aplikasi; dan

  • Upaya untuk mendorong efisiensi dalam proses dan biaya serta penyempurnaan akses kepada sistem kliring dan transfer dana SP BI Ritel di dalam Sistem Pembayaran yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

  • Melaksanakan dan mengkoordinasikan penyempurnaan peraturan dan prosedur Sistem Pembayaran yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia

  • Melaksanakan setelmen dan pengelolaan administrasi rekening-rekening peserta, mencakup antara lain : Pembukaan Rekening; Pencatatan Rekening; Pengawasan Rekening; dan Transaksi – transaksi yang masih harus diselesaikan.

  • Melaksanakan dan mengkoordinasikan pengembangan dan evaluasi kerangka kerja dan pelaksanaan pemantauan

  • Kepatuhan peserta Sistem Pembayaran Bank Indonesia

  • Mengelola informasi hasil Penyelenggaraan SP BI untuk kepentingan stakeholders (internal dan eksternal).​

Latihan 1

perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!

  1. menjaga stabilitas keuangan dan perbankan
  2. sebagai sarana pelaksanaan kebijakan moneter
  3. alat untuk meningkatkan efisiensi ekonomi negara
  4. sebagai penyelenggaraan kebijakan-kebijakan moneter
  5. pendukung sistem yang efisien, cepat, aman dan andal

Peran sistem pembayaran dalam perekonomian ditunjukan pada nomor…

A. 2,3, dan 5

B. 2,3, dan 4

C. 1,2, dan 3

D. 1,4, dan 5

E. 1,3, dan 5

Latihan 2

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang barang dan jasa jasa serta kekayaan berharga lainnya dan bagi pembayaran utang merupakan pengertian uang menurut…

A. A.C. Pigou

B. R.G. Thomas

C. R.S. Sayers

D. Adam Smith

E. H. Robertson

Latihan 3

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Pernyataan yang paling tepat tentang sistem pembayaran adalah...

A. pada pembayaran tunai media menggunakan kartu

B.

pada pembayaran nontunai tidak memerlukan pihak bank sebagai perantara

C. pada pembayaran tunai memerlukan pihak bank sebagai perantara

D. pada pembayaran nontunai media yang yang digunakan dapat berupa kartu

E. pada pembayaran non tunai menggunakan uang kertas atau uang logam

Latihan 4

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Pak adam menyisihkan uangnya untuk membeli tanah di beberapa daerah dari pernyataan tersebut merupakan fungsi uang sebagai…

A. satuan hitung

B. pembayaran yang sah

C. alat tukar menukar

D. pemindah kekayaan

E. penimbun kekayaan

Latihan 5

Perhatikan kesulitan barter dan kesulitan menyimpan uang barang:

  1. Sulit menemukan barang untuk kebutuhan yang mendesak
  2. Sukar disimpan
  3. Sukar dibawa kemana-mana
  4. Tidak tahan lama
  5. Sulit menentukan perbandingan barang yang ditukarkan
  6. Sulit memenuhi kebutuhan yang bermacam-macam.

Yang menjadi kesulitan barter adalah:

Pengertian Alat Pembayaran

C:\Users\Ester\Pictures\Cover AP\bab 5 modul 4.jpg

Dewasa ini, setiap orang hampir sudah bisa dipastikan memahami alat pembayaran, yaitu alat yang dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan pembayaran dalam berbagai hal. Alat pembayaran ini terbagi menjadi alat pembayaran tunai dan non tunai. Perkembangan metode alat pembayaran saat ini juga sudah semakin pesat. Jika waktu zaman dahulu sistem pembayaran masih berupa sistem barter, namun pada masa sekarang pembayaran bisa dilakukan dengan mata uang, bahkan dengan menggunakan mata uang elektronik. Setiap orang harus bisa memahami cara penggunaan alat pembayaran, karena alat pembayaran harus mempunyai nilai transaksi yang sama dengan barang yang akan dibeli.

 Alat pembayaran adalah alat yang digunakan untuk melakukan transaksi, baik secara tunai maupun nontunai. Penggunaan alat transaksi ini biasanya untuk pembelian produk ataupun jasa. Dahulu sistem transaksi dilakukan dengan cara barter atau bertukar barang. Contohnya saja, kamu bisa menukar sekarung beras dengan sekarung kacang, atau yang lainnya.  Sistem ini kemudian dianggap tidak relevan lagi ketika nilai pertukaran tidak disetujui salah satu pihak. Belum lagi masalah komoditas yang dinilai tidak sepadan. Sistem barter kemudian tergantikan dengan commodity currency yang mana sistem pertukaran dilakukan dengan menggunakan komoditas yang sudah diterima secara umum semisal emas.  Kala itu emas bisa dijadikan sebagai alat transaksi sekaligus sebagai koleksi atau pajangan atau hiasan. Namun, dengan meningkatnya kebutuhan manusia, sistem ini juga dianggap kurang efektif dan efisien. Lalu, muncullah alat transaksi baru berupa uang. Kehadiran uang pun terus berkembang dari yang awalnya berupa uang kartal (uang kertas dan koin) atau biasa disebut uang tunai dan kini muncul uang elektronik untuk transaksi nontunai. 

Jenis Alat Pembayaran

C:\Users\Ester\Pictures\Cover AP\bab 5 modul 4.jpg

1. Alat Pembayaran Tunai

Alat pembayaran tunai adalah alat pembayaran yang umum dan banyak digunakan, terlebih lagi untuk transaksi yang nilainya kecil. Alat pembayaran tunai tersebut berbentuk uang kartal, yakni berbentuk kertas dan juga koin yang tersedia dalam berbagai jumlah nominal. Di zaman yang sudah serba digital seperti saat ini, penggunaan uang kartal terbilang lebih sedikit daripada uang giral. Hal tersebut dikarenakan alat pembayaran tunai diklaim kurang efektif dan kurang efisien. 

2. Alat Pembayaran Nontunai

Dewasa ini, alat pembayaran non tunai sudah banyak digunakan oleh masyarakat. Alat pembayaran yang satu ini diklaim lebih efisien. Kenapa? karena ketika melakukan kegiatan transaksi, masyarakat sudah tidak perlu lagi melakukan perhitungan dan pengukuran nominal.

Selain itu, pembayaran non tunai juga diklaim sangat minim akan risiko pencurian, karena seluruh kegiatan transaksi di dalamnya bisa dilacak oleh sistem. Untuk kegiatan transaksi nontunai yang jumlahnya besar, pelaksanaannya bisa dilakukan oleh BI dengan menggunakan sistem kliring dan sistem Real Time Gross Settlement atau BI-RTGS. Beberapa sistem pembayaran nontunai yang bisa digunakan adalah:

  • Giro: Bukti permintaan pemindahan uang ataupun dana dari rekening yang satu ke rekening yang lainnya dengan berdasarkan jumlah dan juga nama yang sudah tertulis.

  • Cek: Bukti permintaan dari pihak nasabah yang ditujukan untuk bank pengguna yang mencairkan sejumlah dana atau uang sesuai dengan jumlah dan juga nama pihak penerima yang tertulis pada cek.

  • Kartu kredit adalah alat pembayaran non tunai yang berbentuk kartu. Kartu kredit tersebut dikeluarkan oleh pihak bank, yang manan kemudian bank akan meminjamkan sejumlah uang pada pihak nasabah terlebih dahulu untuk melakukan pembayaran.

  • Nota debit: suatu bukti transaksi yang berguna untuk meminimalisir utang usaha yang harus dilunasi.

  • Uang elektronik: uang digital dari setoran tunai yang dilakukan oleh pihak nasabah agar bisa dialihkan menjadi uang elektronik atau e-money.

3. Alat Pembayaran Internasional

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa setiap negara mempunyai mata uangnya tersendiri, walaupun beberapa diantaranya ada yang sama. Namun, bagaimana cara melakukan transaksi bila mata uangnya berbeda. Nah, untuk melakukan kegiatan transaksi internasional secara non tunai umumnya Anda harus menukarkan uang yang sama dengan nilai kurs yang berlaku. Beberapa contoh alat pembayaran nontunai bertaraf internasional adalah sebagai berikut:

  • Cek – sistem pembayaran yang dilakukan  cek via bank penjual dari negara penjual.

  • Kartu kredit – Pembayaran dengan kartu kredit bisa dilakukan di berbagai negara, terutama bila Anda memiliki kartu dengan jaringan Unionpay, MasterCard, Visa, dll.

  • Wesel pos – Pihak pembeli bisa melakukan kegiatan transaksi wesel pos untuk mengirim uang dari dalam dan juga ke luar negeri. Penyelenggara wesel pos internasional adalah Wesel Union.

  • Online payment – sistem pembayaran di dalamnya hampir sama dengan uang elektronik yang mana para pengguna harus melakukan setoran uang tunai ke suatu akun. Anda juga bisa menghubungkan kartu kredit ke dalam akun online payment, seperti PayPal.

Latihan 1

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

perbedaan mendasar dalam sistem pembayaran tunai dan nontunai terletak pada instrumen yang digunakan pada pembayaran tunai instrumen yang digunakan adalah…

 

A. uang kuasi

B. uang kartal

C. uang kertas

D. uang giral

E. uang elektronik

Latihan2

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Sebelum mengenal uang manusia melakukan pertukaran barang dengan barang lain yang disebut dengan sistem…

A. barter

B. perdagangan

C. konvensional

D. uang logam

E. uang barang

Latihan 3

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

perhatikan macam-macam media/alat pembayaran berikut!

  1. uang kartal
  2. uang kertas
  3. cek
  4. bilyet giro
  5. nota debit
  6. uang logam

media pembayaran nontunai ditunjukkan pada nomor…

A. 3, 4, dan 5

B. 2, 4, dan 6

C. 2, 3, dan 4

D. 1, 2, dan 6

E. 4, 5, dan 6

Latihan 4

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

perhatikan syarat formal cek dan bilyet giro berikut!

  1. ada nama bank penerima
  2. ada nama dan nomor rekening pemegang
  3. ada nama orang yang membayar
  4. ada petunjuk tempat untuk melakukan pembayaran
  5. ada nama pihak yang harus menerima syarat

formal bilyet giro ditunjukkan pada nomor…

A. 2,4,5

B. 1,3,4

C. 3,4,5

D. 2,3,4

E. 1,2,3

Latihan 5

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat! perhatikan ciri-ciri uang kartal dan uang giral berikut !

  1. diterima tertentu terutama oleh pengusaha
  2. diterima oleh umum sebagai alat tukar dan alat pembayaran
  3. berupa surat berharga seperti cek dan kartu kredit
  4. lebih mudah digunakan dalam bertransaksi
  5. lebih aman untuk digunakan dan dibawa
  6. berupa uang kertas dan uang logam

ciri ciri uang giral ditunjukkan pada nomor...

A. 1,4, dan 5

B. 2,4, dan 6

C. 1,3, dan 6

D. 2,5, dan 6

E. 1,3, dan 5

Latihan 1

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Menjaga dan mengatur stabilitas nilai uang merupakan tugas bank ….

A. asing

B. BPR

C. umum

D. sentral

E. tabungan

Latihan 2

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Pernyataan berikut merupakan tugas-tugas bank:

  1. Mendorong kelancaran produksi dan pembayaran
  2. Mendiskonto wesel
  3. Mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan rupiah
  4. Menerima dan membayarkan kembali uang dalam rekening koran
  5. Memberikan kredit jangka pendek

Berdasarkan pernyataan di atas, yang merupakan tugas bank sentral adalah ...

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 2 dan 4

D. 2 dan 5

E. 3 dan 4

Latihan 3

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Tujuan utama dilakukannya reformasi kelembagaan bank sentral adalah….

A. Mencetak uang bersama

B. Melakukan pengendalian fiscal secara bersama

C. Mengembalikan kredibilitas kebijakan perekonomian

D. Mengendalikan harga

E. mengendalikan pembeli

Latihan 4

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Pada dasarnya reformasi kelembagaan bank sentral bertujuan untuk….

A. Membuat bank sentral menjadi lebih akuntabel

B. Mensinergikan pembagian kekuasaan antara pemerintah dengan bank sentral

C. Mempererat kerjasama antara pemerintah dengan bank sentral

D. Mempererat kerjasama antara pemerintah dengan bank sentral

E. Memperkecil kekuasaan bank sentral

Latihan 5

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Badan yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan yang telah ditetapkan policy boards adalah…

A. Implementation board

B. Advisory board

C. Audit committees management

D. Supervisory board

E. Supervisory boarding

Latihan 6

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Tujuan utama diaturnya komposisi dari badan yang ada di bank sentral adalah…

A. Meminimalkan anggaran bank sentral

B. Agar lebih mudah di supervise pemerintah

C.

Merestrukturisasi pejabat bank sentral yang tidak efisien

D.

Menghindari konflik kepentingan antara public dengan pelaksana tugas badan

E. membesarkan kerugian

Latihan 7

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Salah satu peranan penting sistim keuangan adalah …

A. Mempertemukan pihak kelebihan dana dengan pihak kekurangan dana

B. Menawarkan saham perdana

C. Menerbitkan surat utang Negara

D. Mencetak uang

E. mambayar utang negara

Latihan 8

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Strategi yang digunakan untuk menjaga stabilitas sistim keuangan adalah…

A. Menetapkan regulasi perbankan secara ketat

B. Menurunkan prudential regulation

C. Penetapan jaring pengaman dan penyelesaian krisis

D. Meningkatkan supervise perbankan yang dilakukan pemerintah

E. menabung di asset negara

Latihan 9

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Perbankan Indonesia dalam menjalankan fungsinya menggunakan prinsip …

A. Kehati-hatian

B. Memaksimalkan keuntungan

C. Meminimalkan kerugian

D. Pengawasan bersama pemerintah

E. ada laba

Latihan 10

Kerjakan soal dibawah ini dengan tepat!

Pemberian dan pencabutan usaha bank merupakan wewenang dari …

A. Presiden

B. Menteri keuangan

C. Bank Indonesia

D. Badan Pemeriksa Keuangan

E. DPR

redesain-navbar Portlet