APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Kimia di bab kelima.

Yuk, mulai belajar bersama!

Teori Arrhenius (oleh Svante August Arrhenius)

Sobat Pintar, menurut teori Arrhenius, asam didefinisikan sebagai senyawa yang jika dilarutkan dalam air dapat membebaskan H+ (ion hidrogen) atau dengan kata lain sifat pembawa asamnya adalah ion H+. Basa didefinisikan sebagai senyawa yang jika dilarutkan dalam air dapat membebaskan OH- (ion hidroksida) Sifat pembawa basanya adalah ion OH-.

Reaksi ionisasi asam dalam air

Contoh:
Asam klorida = HCl --> H+ + Cl-
Asam sulfida = H2S --> 2H+ + S2-

Reaksi ionisasi basa dalam air

Contoh:
Natrium hidroksida = NaOH --> Na+ + OH-
Magnesium hidroksida = Mg(OH)2 --> Mg2+ + 2OH-

Teori Bronsted Lowry (oleh Bronsted dan Lowry)

Menurut Bronsted-Lowry, asam dan basa hanya terionisasi dalam air karena:

  1. Air menarik ion H+ sehingga membentuk ion hidronium (H3O+),
  2. Air melepas ion H+ sehingga membentuk ion hidroksida (OH-).

Sehingga diperoleh dasar teori asam dan basa: pertukaran proton (H+)

  • Asam: sebagai donor (pemberi) proton
  • Basa: sebagai akseptor (penerima) proton

Menurut teori asam-basa Bronsted-Lowry:

  1. Asam yang telah melepaskan satu proton akan membentuk spesi atau zat yang disebut basa konjugasi.
    Contoh:
  2. Basa yang telah menerima satu proton akan membentuk spesi atau zat yang disebut asam konjugasi.
    Contoh:

Lebih singkatnya, Johanes N. Bronsted dan Thomas M Lowry menyimpulkan bahwa :
Asam = donor proton
Basa = akseptor proton

 

Teori Lewis (oleh Lewis)

Menurut Lewis, transfer proton terjadi karena adanya pasangan elektron bebas pada basa, yang kemudian akan membentuk ikatan kovalen koordinasi dengan proton tersebut.

Teori asam basa Lewis:

  1. Asam adalah spesi atau zat akseptor pasangan elektron.
  2. Basa adalah spesi atau zat donor pasangan elektron.

Contoh:

  • HNO3
    Asam : atom O
    Basa : atom N
  • H2SO4
    Asam : atom O
    Basa : atom S
  • NH3 + BF3 --> NH3BF3
    Asam : atom B pada BF3
    Basa : atom N pada NH3

Latihan 1

Perhatikan soal berikut!

Terdapat tiga macam teori yang mengemukakan asam dan basa, salah satunya adalah...

A. Teori Lewis dan Teori Arrhenius

B. Teori Lewis dan Teori Bohr

C. Teori Arrhenius dan Teori Bohr

D. Teori Bronsted Lowry dan Teori Newton

E. Teori Bronsted Lowry dan Teori Darwin

Latihan 2

Perhatikan soal berikut!

Teori Arrhenius mengemukakan sebuah reaksi asam basa, yaitu...

A. Reaksi perpindahan proton dari asam ke basa

B. Reaksi membentuk asam dan basa konjugasi

C. Reaksi penetralan

D. Reaksi pembentukan senyawa

E. Reaksi pembentukan senyawa kompleks

Latihan 3

Kerjakan soal berikut!

Larutan dalam air senyawa berikut yang tidak dapat menghasilkan ion OH- adalah....

A. KOH

B. NaOH

C. Mg(OH)2

D. NH3

E. CH3COOH

Latihan 4

Perhatikan soal berikut!

Diketahui reaksi-reaksi :

  1. H3PO4(aq) --> H2PO4-(aq) + H+(aq)
  2. HS-(aq) + H+(aq) --> H2S(aq)
  3. SO32-(aq) + HNO3(aq) --> HSO3-(aq) + NO3-(aq)
  4. NH3(aq) + H2O(l) --> NH4+(aq) + OH-(aq)

Pasangan yang kedua spesinya berfungsi sebagai asam menurut konsep Bronsted-Lowry
adalah....

A. H3PO4 dan HS-

B. HS- dan NH3

C. H3PO4 dan H2O

D. H2O dan HS-

E. NO3 dan SO32-

Latihan 5

Perhatikan soal berikut!

Pernyataan yang benar mengenai teori asam-basa Lewis adalah....

A. Asam adalah penerima pasangan elektron bebas

B. Basa adalah aseptor pasangan elektron bebas

C. Asam adalah yang melepaskan ion H+

D. Basa adalah yang menangkap ion OH-

E. Asam adalah pendonor proton

Latihan 6

Kerjakan soal dengan benar!

Perhatikan reaksi berikut:
AlCl3 + Cl- --> AlCl4-
Manakah spesi yang bertindak sebagai asam Lewis?
 

A. AlCl3

B. Cl-

C. AlCl4-

D. OH-

E. H+

Latihan 7

Kerjakan soal dengan tepat!

Di bawah ini yang termasuk pernyataan dari Gilbert N. Lewis yaitu ...
 

A. Asam merupakan akseptor pasangan elektron dan basa adalah donor pasangan elektron

B. Basa merupakan akseptor pasangan elektron dan asam adalah donor pasangan elektron

C. Basa merupakan akseptor pasangan elektron dan asam adalah donor pasangan elektron

D. Basa merupakan akseptor pasangan elektron dan basa adalah donor pasangan elektron

E. Basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-)

Mengenal Asam dan Basa

Asam

Coba perhatikan gambar berikut!

Gambar di atas merupakan salah satu contoh asam di mana jeruk mengandung vitamin C dengan nama senyawanya adalah asam askorbat.

Ciri-ciri asam
Secara umum asam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Rasa masam jika dicicipi (jangan menguji asam kuat dengan mencicipinya)
  2. Derajat keasaman lebih kecil dari 7 (pH < 7)
  3. Terasa menyengat jika disentuh, terutama asam kuat
  4. Reaksi dengan logam bersifat korosif (menyebabkan karat, dapat pula merusak jaringan kulit/iritasi dan melubangi benda yang terbuat dari kayu atau kertas jika konsentrasinya tinggi)
  5. Merupakan larutan elektrolit sehingga dapat menghantarkan arus listrik.

Sifat asam:

  1. Mempunyai rasa asam
  2. Mengubah lakmus biru menjadi merah
  3. Bersifat korosif, dapat melarutkan berbagai logam
  4. Dapat melarutkan batu kapur menghasilkan gas karbon dioksida.

 

Basa

Perhatikan gambar berikut!

Gambar di atas merupakan salah satu contoh basa di mana sabun dibuat dengan menggunakan NaOH atau natrium hidroksida sebagai penyusun sabun.

Ciri-ciri basa
Secara umum basa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Rasa pahit jika dicicipi
  2. Dalam keadaan murni umumnya berupa kristal padat
  3. Tingkat keasaman lebih besar dari 7 (pH > 7)
  4. Terasa licin di kulit (jangan menguji basa kuat dengan menyentuhnya)
  5. Memiliki sifat kaustik, yaitu merusak kulit jika kadar basanya tinggi
  6. Dapat mengemulsi minyak
  7. Merupakan elektrolit, larutannya dapat menghantarkan arus listrik

Sifat basa:

  1. Rasanya pahit
  2. Mengubah lakmus merah menjadi biru
  3. Bereaksi dengan lemak membentuk sabun.
  4. Menetralkan sifat asam
  5. Bersifat korosif, khususnya basa kuat.

pH dan pOH

pH

pH (puissance de H+) adalah derajat asam-basa larutan yang diukur berdasarkan [H+] larutan.
Nilai pH dapat dirumuskan:

Kisaran umum nilai pH larutan:

Makna nilai pH larutan:

  1. Semakin besar [H+] maka makin kecil nilai pH.
  2. Keasaman berbanding terbalik dengan nilai pH, kebasaan berbanding lurus dengan nilai pH.
  3. Larutan dengan pH < 7 bersifat asam, pH = 7 bersifat netral, dengan pH > 7 bersifat basa.

 

pOH

pOH (puissance de OH-) adalah derajat asam-basa larutan yang diukur berdasarkan [OH-] larutan.
Nilai pOH dapat dirumuskan:

Kisaran umum nilai pOH larutan:

Makna nilai pOH larutan:

  1. Semakin besar [OH-] maka makin kecil nilai pOH.
  2. Kebasaan berbanding terbalik dengan nilai pOH, keasaman berbanding lurus dengan nilai pOH.
  3. Larutan dengan pOH < 7 bersifat basa, pOH = 7 bersifat netral, dengan pOH > 7 bersifat asam.

Asam Basa Kuat

Asam dan basa disebut kuat apabila:

  1. Mudah terion karena ikatan antar atom mudah lepas akibat jarak antar inti atom pada molekul yang sangat jauh.
  2. Memiliki derajat ionisasi = 1 atau terion sempurna.

Golongan asam dan basa kuat:

Nilai konsentrasi H+ dan OH- asam-basa kuat:

Pengenceran pada asam dan basa kuat:

  1. Dua larutan asam atau basa kuat yang berbeda konsentrasi sebesar 10n kali memiliki beda pH sebesar n satuan.
  2. Jika asam kuat diencerkan sebesar 10n kali, maka pHnya naik n satuan.
  3. Jika basa kuat diencerkan sebesar 10n kali, maka pHnya turun n satuan.

Asam Basa Lemah

Asam dan basa disebut lemah apabila:

  1. Sukar terion karena ikatan antar ion sulit lepas akibat jarak antar inti atom pada molekul yang sangat dekat.
  2. Memiliki derajat ionisasi lebih kecil dari 1 dan lebih besar dari 0 atau terion sebagian, sehingga terjadi kesetimbangan.

Golongan asam dan basa lemah adalah selain dari golongan asam dan basa kuat.

Reaksi ionisasi asam-basa lemah merupakan reaksi kesetimbangan yang memiliki nilai konstanta ionisasi asam-basa (Ka dan Kb).

Bentuk umum tetapan ionisasi asam:

Contoh:
Pada reaksi ionisasi CH3COOH, tetapan ionisasi asam:

Semakin besar nilai Ka, maka akan semakin kuat sifat suatu asam.

Bentuk umum tetapan ionisasi basa:

Contoh:
Pada reaksi ionisasi Mg(OH)2, tetapan ionisasi basa:

Semakin besar nilai Kb, maka akan semakin kuat sifat suatu basa.

Nilai konsentrasi H+ dan OH- asam-basa lemah:

Hubungan derajat ionisasi dengan tetapan ionisasi asam-basa:

Hubungan nilai tetapan ionisasi asam-basa dan pasangan konjugasinya dengan Kw = 10-14:

Indikator Asam Basa

Indikator asam-basa adalah zat yang digunakan untuk mengidentifikasi sifat asam-basa suatu larutan/zat. Indikator asam-basa merupakan asam lemah atau basa lemah organik yang warna molekul dengan warna ionnya berbeda.

Indikator asam-basa yang dapat digunakan:

  1. Mengalami perubahan warna yang jelas ketika ditetesi asam atau basa.
  2. Indikator alami berupa ekstrak warna dari bunga berwarna terang/menyala.

Warna indikator asam-basa berubah secara gradual dari pH ke pH dan memiliki trayek perubahan warna. Trayek perubahan warna adalah batas-batas pH dimana indikator mengalami perubahan warna.

Macam-macam indikator asam-basa:

Warna campuran adalah gabungan warna 1 dan warna 2, dan muncul ketika suatu larutan pHnya berada dalam trayek perubahan warna.

Latihan 1

Kerjakan soal berikut!

Tentukan pH dari suatu larutan yang memiliki konsentrasi ion H+ sebesar 10-4 M!

A. 3

B. 4

C. 5

D. 6

E. 7

Latihan 2

Perhatikan soal berikut!

Tentukan pH dari suatu larutan yang memiliki konsentrasi ion H+ sebesar 2 x 10-4 M. Gunakan nilai log 2 = 0,3

A. 3,7

B. 4,7

C. 5,7

D. 6,7

E. 7,7

Latihan 3

Perhatikan soal berikut!

Yang dimaksud dengan asam kuat adalah....

A. asam yang tepat melarutkan logam

B. asam yang dalam rumus kimianya banyak mengandung atom H

C. asam yang jika dilarutkan dalam air dapat menghantarkan arus listrik

D. asam yang dapat memerahkan lakmus biru

E. asam yang jika dilarutkan dalam air banyak menghasilkan ion H+

Latihan 4

Jawablah soal berikut ini!

Suatu larutan basa lemah MOH mempunyai konsentrasi 0,1 M. Jika tetapan ionisasi (Kb) basa lemah itu 10-5 maka pH larutan itu adalah....

A. 3

B. 11

C. 7 - log 5

D. 11 + log 5

E. 7 + log 5

Latihan 5

Perhatikan soal berikut!

Besarnya pH larutan 0,74 gram Ca(OH)2 (Ar Ca = 40, O = 16, dan H = 1) dalam 500 mL larutan adalah ....

A. 2 - log 4

B. 2 + log 4

C. 11 + log 4

D. 12 - log 4

E. 12 + log 4

Latihan 6

Kerjakan soal dengan benar!

Tabel berikut merupakan data pengujian beberapa larutan menggunakan beberapa indikator.

Pernyataan yang tepat yang berkaitan dengan data tersebut yaitu ...

A. Larutan A bersifat asam

B. Larutan B bersifat basa

C. Larutan C bersifat basa

D. Larutan D bersifat basa

E. Larutan E bersifat netral

Latihan 7

Kerjakan dengan benar!

Jika ke dalam air kapur ditetesi indikator bromtimol biru, maka warna air kapur akan berubah menjadi ...
 

A. Biru

B. Kuning

C. Merah

D. Hijau

E. Jingga

Pengertian Titrasi Asam Basa

Titrasi, yaitu merupakan sebuah metode yang dapat digunakan untuk menentukan suatu konsentrasi sebuah larutan. Caranya adalah dengan menetesi (menambahi sedikit demi sedikit) larutan yang akan dicari konsentrasinya (analit) dengan sebuah larutan hasil standarisasi yang sudah dapat diketahui konsentrasi dan volumenya (titrant) sampai ia tepat habis bereaksi (titik ekuivalen) yang dibantu oleh indikator asam-basa. Titrasi (penetesan) dihentikan tepat pada saat indikator asam-basa menunjukkan perubahan warna (titik akhir titrasi).

Titrasi Asam Basa, yaitu merupakan penentuan kadar suatu larutan basa dengan larutan asam yang ingin diketahui kadarnya atau sebaliknya, kadar suatu larutan asam dengan larutan basa yang ingin diketahui, dengan didasarkan pada reaksi netralisasi.

Menetapkan kadar suatu larutan dengan mereaksikan sejumlah larutan tersebut yang volumenya terukur dapat kita ukur dengan suatu larutan lain yang telah diketahui kadarnya (larutan standar) dan juga secara bertahap.

Perubahan pH Pada Titrasi

Pada saat larutan basa sedang ditetesi dengan larutan asam, pH larutan pun akan turun, dan sebaliknya jika larutan asam sedang ditetesi dengan larutan basa, maka pH pun larutan akan naik.

Jika suatu pH larutan asam basa telah diplotkan sebagai fungsi dari volum larutan basa atau asam tersebut yang sudah diteteskan, maka akan diperoleh suatu grafik yang bisa disebut kurva titrasi.

Kurva titrasi dapat menunjukkan suatu perubahan pH larutan selama proses titrasi asam dengan basa berlangsung atau sebaliknya. Bentuk kurva titrasi sendiri memiliki karakteristik tertentu yang bergantung pada kekuatan dan konsentrasi asam dan basa yang bereaksi.

Titrasi Asam Kuat Dengan Basa Kuat

Kurva diatas dapat kita simpulkan sebagai contoh perubahan pH, yaitu sebagai berikut :

  • Pertama kita lihat pH larutan naik sedikit demi sedikit.
  • Perubahan pH drastis akan terjadi pada titik ekivalen.
  • pH titik ekivalennya = 7 (netral).
  • Indikator yang dapat digunakan: metil merah, bromtimol biru, atau fenolftalein.
  • Namun, yang lebih sering digunakan adalah fenolftalein karena pada perubahan warna fenolftalein yang lebih mudah diamati.

Titrasi Asam Lemah Dengan Basa Kuat

Kurva diatas dapat kita simpulkan sebagai contoh perubahan pH, yaitu sebagai berikut :

  • Dapat dilihat titik ekivalen berada di atas pH 7, yaitu antara 8 – 9.
  • Lonjakan perubahan pH pada sekitar titik ekivalen akan lebih kecil, tetapi hanya sekitar 3 satuan, yaitu dari pH ±7 hingga pH ±10.
  • Indikator yang dapat digunakan : fenolftalein.
  • Metil merah tidak dapat digunakan karena perubahan warnanya terjadi jauh sebelum tercapai titik ekivalennya.

 

 

Titrasi Basa Lemah Dengan Asam Kuat

Kurva diatas dapat kita simpulkan sebagai contoh perubahan pH, yaitu sebagai berikut :

  • Dapat kita lihat titik ekivalen berada di bawah pH 7, yaitu antara 5 – 6.
  • Pada lonjakan perubahan pH pada sekitar titik ekivalen hanya sedikit, sekitar 3 satuan, yaitu dari pH ±7 hingga pH ±4
  • Indikator yang dapat digunakan : metil merah.
  • Fenolftalein tidak dapat digunakan karena perubahan warnanya akan terjadi jauh sebelum tercapai titik ekivalen.

Menentukan Kadar Larutan yang Dititrasi

Menentukan Kadar Larutan yang Dititrasi
Pada dasarnya reaksi dalam titrasi merupakan reaksi penetralan. Bahasan ini tentu sudah kita pelajari pada pembelajaran sebelumnya. Titrasi dihentikan tepat pada saat jumlah mol ion H+ setara dengan jumlah mol ion OH-.
 
Pada saat itu larutan bersifat netral dan disebut titik ekuivalen. Bagaimana cara menentukan titik ekuivalen? Untuk mengamati titik ekuivalen dapat digunakan indikator yang perubahan warnanya di sekitar titik ekuivalen. Saat terjadi perubahan warna itu disebut titik akhir titrasi.
 
Pada saat titik ekuivalen maka mol ekuivalen asam akan sama dengan mol ekuivalen basa, maka hal ini dapat ditulis sebagai berikut:
 
mol ekuivalen asam = mol ekuivalen basa
 
Rumus umum titrasi pada saat titik ekuivalen sebagai berikut:
 
a . Ma . Va = b . Mb . Vb
Keterangan:
a    = jumlah valensi ion H+
Ma = molaritas asam
Va  = volume asam
b    = jumlah valensi ion OH-
Mb = molaritas basa
Vb  = volume basa

Latihan 1

Perhatikan soal berikut!

Dalam titrasi asam basa, larutan hasil standarisasi yang sudah dapat diketahui konsentrasi dan volumenya disebut....

A. ekivalen

B. larutan standar

C. titrant

D. larutan asam

E. larutan basa

Latihan 2

Perhatikan soal berikut!

Di antara indikator berikut, yang bukan merupakan indikator dalam titrasi asam basa adalah....

A. larutan iodin

B. metil merah

C. bromtimol biru

D. fenolftalein

E. indikator universal

Latihan 3

Kerjakan soal berikut!

Istilah penetralan ada kaitannya dengan....

A. reaksi antara asam dengan basa

B. penggunaan pipet untuk menambahkan asam atau basa ke dalam suatu wadah

C. reaksi antara ion hidrogen dengan air

D. pengambilan zat terlarut dari suatu larutan

E. reaksi antara ion hidrogen dengan ion hidroksida

Latihan 4

Perhatikan soal berikut!

Pada penetapan kadar larutan CH3COOH dengan larutan NaOH sebaiknya menggunakan indikator....

A. fenolftalein (trayek pH: 8,3 – 10,0)

B. metil merah (trayek pH: 4,2 – 6,3)

C. alizarin kuning (trayek pH: 10,1 – 12,0)

D. metil oranye (trayek pH: 2,9 – 4,0)

E. fenolftalein atau metil merah

Latihan 5

Perhatikan grafik titrasi asam-basa berikut!

Jika volume larutan yang dititrasi sebanyak 10 mL maka konsentrasi larutan basa LOH itu adalah...

A. 0,25 M

B. 0,125 M

C. 0,1 M

D. 0,075 M

E. 0,025 M

Latihan 6

Kerjakan dengan benar!

Sebanyak 20 ml sampel mengandung NaOH dititrasi dengan HCl 0,1 M. Volume titran yang dibutuhkan untuk mencapai titik ekuivalen yaitu sebanyak 18 ml. Berapakah konsentrasi NaOH dalam sampel tersebut?
 

A. 0,9M

B. 0,09M

C. 9M

D. 90M

E. 0,009M

Latihan 7

Kerjakan dengan benar!

Untuk memperoleh konsentrasi ion Cl- 0,1M maka ke dalam 250 mL larutan MgCl2 0,15M harus ditambah air. Berapa mL air yang harus ditambahkan?
 

A. 900 mL

B. 50 mL

C. 500 mL

D. 80 mL

E. 90 mL

redesain-navbar Portlet