redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Konsep

Pada bab ini, Sobat akan diperkenalkan pada kelompok-kelompok dari kingdom Animalia yang beraneka ragam. Anggota kingdom ini merupakan organisme penguasa berbagai ekosistem di bumi. Mereka juga merupakan karnivora yang menempati tingkat trofik atas. Beberapa hewan merupakan sahabat terdekat manusia yang dibesarkan dan dipelihara manusia.

Sebelum masuk ke materi, simak dulu peta belajar bersama berikut ini ya....

Porifera

Sobat Pintar, bab ini akan membahas tentang beberapa filum dari kingdom Animalia baik dari kelompok invertebrata maupun vertebrata. Filum yang termasuk dalam kelompok invertebrata adalah Porifera, Cnidaria, Platyhelminthes, Nematoda, Annelida, Mollusca, Echinodermata, Arthropoda. Kita mulai dari filum porifera yang memiliki struktur paling sederhana.

Porifera merupakan hewan multiseluler yang paling sederhana, mereka tidak memiliki kepala atau anggota badan lain layaknya hewan. Oleh karena itu, banyak yang keliru mengidentifikasi Porifera sebagai tanaman laut.

Tubuh Porifera dihubungkan oleh saluran-saluran. Saluran-saluran tersebut terbuka di ujungnya dan membentuk pori-pori. Pori-pori inilah yang membuat filum ini dinamakan filum Porifera. Porifera dapat diartikan sebagai hewan yang tubuhnya memiliki lubang-lubang kecil.

Ciri-Ciri Porifera

  • Beberapa Porifera memiliki tubuh simetri radial, namun pada umumnya tubuh Porifera asimetri (tidak memiliki bidang pembelahan yang sama besar). Porifera merupakan hewan yang memiliki jaringan primitif dan belum memiliki organ.
  • Porifera secara umum memiliki empat tipe sel dasar yang terorganisasi menjadi dua lapisan tubuh.
  • Lapisan yang paling luar disebut epidermis. Pada epidermis, sel-sel silindris yang disebut porosit membuat air dapat masuk ke rongga tubuh Porifera.

Di bagian dalam epidermis terdapat material seperti jeli yang disebut mesenkim. Di dalam mesenkim terdapat struktur yang disebut spikula. Spikula memiliki dua fungsi, yaitu memberi bentuk pada sel, dan melindungi Porifera dari predatornya.

Bagian dalam rongga tubuh Porifera dilapisi jaringan yang terdiri atas sel-sel berflagel yang disebut sel kolar. Sel kolar menyaring partikel-partikel makanan, seperti alga dan sisa-sisa bahan-bahan organik dari air. Dengan cara inilah, sel kolar menyuplai makanan untuk dirinya sendiri dan sel-sel lainnya. Sisa makanan akan dibuang melalui oskulum yang terdapat pada ujung rongga tubuh. Perhatikan Gambar 6.4.

Tipe sel yang keempat dari Porifera adalah sel-sel yang mirip dengan Amoeba. Sel-sel ini disebut sel amoebosit yang dapat bergerak menggunakan pseudopodia. Amoebosit memiliki beberapa fungsi, seperti mencari partikel- partikel makanan dari sel-sel kolar ke sel-sel epidermal dan porosit.

(a) Koloni Porifera yang terdapat di laut. (b) Aliran udara Porifera terjadi dari lua tubuh dan keluar melewati oskulum.

Reproduksi Porifera

Porifera dapat bereproduksi baik secara seksual maupun aseksual. Secara aseksual, Porifera bereproduksi dengan cara bertunas. Cara reproduksi aseksual lainnya adalah dengan memproduksi amoebosit yang dikelilingi oleh suatu "dinding". Struktur ini dinamakan gemule. Gemule dapat bertahan di cuaca yang sangat dingin atau di musim dingin. Pada saat musim semi, dinding gemule terurai dan amoebosit berdiferensiasi menjadi individu baru.

Pada umumnya, Porifera adalah hermafrodit (memiliki dua alat kelamin dalam tubuhnya). Porifera memproduksi baik sel telur maupun sperma. Sel telur dan sel sperma diproduksi oleh amoebosit atau sel-sel kolar melalui meiosis. Pembuahan pada Porifera terjadi di luar tubuh atau disebut pembuahan luar. Hasil pembuahan menghasilkan zigot yang akan membelah dan membentuk larva berflagel. Larva tersebut berada di permukaan air dan akan tumbuh menjadi bentuk dewasa yang sesil (menempel). Beberapa spesies Porifera, antara lain Spongia sp. dan Sycon sp.

Latihan 1

Pada Porifera, air yang mengandung bahan makanan masuk melalui....

A. spongosol

B. ostium

C. oskulum

D. pinakosit

E. mesofil

Latihan 2

Seorang siswa menemukan suatu organisme yang hidup di laut, melekat di suatu tempat, berwarna jingga, berbentuk seperti vas bunga, dan memiliki lubang-lubang di permukaan tubuhnya. Organisme tersebut termasuk kelompok....

A. ganggang

B. Porifera

C. Cnidaria

D. Echinodermata

E. ubur-ubur

Latihan 3

Ciri berikut yang bukan merupakan ciri organisme kingdom Animalia adalah....

A. prokariotik

B. multiseluler

C. tidak memiliki dinding sel

D. dapat bergerak

E. heterotrof

Latihan 4

Hewan yang merupakan triploblastik pseudoselomata adalah....

A. Platyhelminthes

B. Nematoda/Nemathelmintes

C. Annelida

D. Mollusca

E. Echinodermata

Latihan 5

Spesies porifera yang berguna bagi manusia untuk spons mandi adalah…

A. Chironex fleckeri

B. Euphyllia fimbriata

C. Spongia

D. Rhizostoma

E. Cyanea

Cnidaria

Sobat Pintar, kita pelajari yuk klasifikasi dari animalia agar kita bisa membedakan dan memanfaatkan dengan baik anggota dari kingdom animalia.

Filum Cnidaria memiliki ciri-ciri yaitu :

  • adalah kumpulan binatang menarik yang ada di perairan.
  • Ubur-ubur, anemon laut, dan koral yang anggun merupakan contoh makhluk hidup yang termasuk ke dalam kelompok filum ini.
  • Semua Cnidaria, tubuhnya simetri radial dan memiliki dua lapisan tubuh, endodermis dan ektodermis.
  • Di antara dua lapisan tersebut terdapat materi seperti jeli yang disebut mesoglea.
  • Sel-selnya lebih terspesialisasi dibandingkan Porifera. Umumnya Cnidaria memiliki daur hidup yang terdiri atas medusa dan polip.

a) Polip dan (b) medusa pada Cnidaria

Kebanyakan Cnidaria hidup di air laut. Dari 10.000 jenis Cnidaria, hanya beberapa yang hidup di air tawar. Pada umumnya, Cnidaria adalah karnivora, tetapi tidak aktif mencari makanan atau mengejar mangsanya. Cnidaria menangkap makanannya secara tiba-tiba melalui sel-sel penangkap istimewa mereka berupa lengan-lengan halus yang mengelilingi tubuh (tentakel).

Tentakel Cnidaria memiliki sel knidoblas yang mengandung kapsul penyengat nematosis. Sel tersebut berguna dalam pertahanan tubuh dan mencari makan.

Kelas Scyphozoa

Cnidaria ini hidup dengan dua bentuk tubuh, yaitu polip dan medusa. Polip adalah bentuk yang tidak bergerak seperti vas bunga menempel di dasar perairan. Medusa adalah bentuk yang dapat berenang bebas.

Medusa bereproduksi secara seksual dengan menghasilkan sel telur dan sel sperma. Setelah pembuahan, zigot berkembang menjadi blastula yang diperpanjang membentuk larva bersilia yang disebut planula.

Planula biasanya menempel di dasar air dan akan tumbuh menjadi polip. Polip bereproduksi secara aseksual dengan membentuk medusa.

Pergiliran tahap seksual dan aseksual pada Coelenterata mirip pergiliran keturunan pada tumbuhan. Akan tetapi, pada Coelenterata tidak ada generasi haploid. Baik medusa maupun polip adalah diploid. Contoh spesies kelas Scyphozoa, yakni Aurelia sp. dan Pelagia sp.

a) Siklus hidup dari ubur-ubur (Aurelia sp.). b) Ubur-ubur dewasa

Kelas Hydrozoa

Salah satu contoh Hydrozoa yang terkenal adalah Hydra. Ciri-ciri Hydra yaitu :

  • Hydra adalah Cnidaria yang umum dan hidup di air tawar.
  • Struktur Hydra mirip dengan polip Coelenterata. Hydra tidak memiliki tahapan medusa. Hydra sangat kecil, kira-kira panjangnya 0,5 cm.
  • Tubuh Hydra berbentuk silinder dengan dua lapis sel. Lapisan dalam adalah endoderm dan lapisan luar adalah ektoderm.
  • Di antara dua lapisan tersebut, terdapat mesoglea.
  • Hydra umumnya memiliki tentakel yang berfungsi menangkap mangsa yang mengapung di permukaan air. Perhatikan Gambar berikut.

Struktur tubuh Hydra

Hydra bereproduksi secara aseksual dengan membentuk tunas, beberapa spesies Hydra adalah hermaprodit. Contoh Hydrozoa lainnya, yakni Obelia sp. dan Gonionemus sp.

Kelas Anthozoa

Anemon laut dan koral merupakan anggota dari kelas Anthozoa. Mereka hidup hanya dalam bentuk polip. Bentuk polip dari anemon laut, lebih kompleks daripada struktur Hydra.

Bentuk polip dari koral mensekresikan kalsium karbonat di sekitar tubuhnya. Kebanyakan koral berukuran kecil, berkoloni, dan bersatu mementuk massa yang besar. Generasi polip baru tumbuh di atas generasi lama. Koral bervariasi dalam hal warna dan bentuk.

Beberapa jenis koral, melakukan simbiosis mutualisme dengan Dinoflagellata. Koral dengan polipnya melindungi dinoflagellata, sedangkan dinoflagellata menyediakan oksigen dan mendaur ulang sisa metabolisme koral. Koral terkadang dapat hidup berkelompok dalam jumlah yang banyak dan membentuk susunan yang disebut coral reef. Contohnya adalah The Great Barrier Reef di Australia yang panjangnya hampir 2.000 km. Contoh spesies Anthozoa, yakni Stephanauge sp., Tubipora musica, dan Acropora.

Platyhelminthes

Sobat Pintar, anggota filum Platyhelminthes tidak memiliki rongga tubuh dan terdiri atas tiga lapisan tubuh (triploblastik). Oksigen berdifusi secara langsung melalui kulit. Demikian juga karbondioksida, berdifusi dari tubuh langsung ke lingkungannya.

Kelas Turbellaria

Turbellaria umumnya hidup bebas di air asin dan air tawar. Salah satu contohnya, yaitu planaria (Dugesia sp.) yang hidup di aliran sungai dan dasar danau. Planaria biasanya memiliki panjang 1–2 cm. Planaria seperti kebanyakan Turbellaria lainnya, hidup bebas dan bukan parasit (Gambar dibawah ini).

Planaria memakan protista dan hewan-hewan kecil lainnya. Planaria memakan mangsanya menggunakan faring. Faring memecah makanan dan mendorongnya masuk ke lambung. Umumnya planaria melakukan reproduksi seksual, meskipun memiliki dua jenis alat kelamin (hermafrodit).

Adapun reproduksi seksualnya terjadi fertilisasi secara silang antara planaria satu dan planaria yang lain.

Bentuk tubuh planaria

Kelas Trematoda

Trematoda dikenal juga sebagai cacing pipih yang parasit. Trematoda memiliki organ dan sistem organ yang mirip dengan Turbellaria. Kebanyakan Trematoda hidup parasit. Permukaan tubuh Trematoda dilindungi oleh kutikula. Kutikula melindungi Trematoda dari enzim penghancur yang dikeluarkan oleh organisme inang.

Selain itu, Trematoda memiliki alat isap (sucker) yang berfungsi sebagai penghisap cairan tubuh inangnya. Trematoda menyerap makanan yang sudah dicerna dari usus inang.

Meskipun Trematoda merupakan cacing hermafrodit, namun tetap harus melakukan fertilisasi silang. Fasciola hepatica merupakan contoh Trematoda yang cukup dikenal. Cacing parasit umumnya memerlukan lebih dari satu inang dalam siklus hidupnya.

Siklus hidup Fasciola hepatica

 

Kelas Cestoda (Cacing Pita)

Cestoda atau cacing pita merupakan cacing berbentuk pipih yang hidup parasit. Di kepala cacing pita terdapat kait yang mengait pada usus organisme inang. Tidak seperti cacing lainnya, cacing pita memiliki tubuh yang terbagi- bagi menjadi beberapa bagian yang disebut proglotid. Cacing pita terus membuat proglotid-proglotid baru di belakang kepalanya.

Proglotid adalah calon individu baru, sama dengan satu individu yang utuh. Cacing pita bervariasi dalam hal panjang dan banyaknya proglotid. Beberapa cacing pita memiliki ribuan proglotid.

Siklus hidup Taenia solium

Siklus hidup cacing pita mirip dengan cacing pipih (Gambar diatas). Mereka melibatkan satu, dua, atau tiga organisme inang. Beberapa cacing pita pada manusia dapat ditularkan melalui daging babi atau daging sapi yang terinfeksi atau tidak dimasak dengan baik. Daging-daging tersebut mengandung larva cacing pita.

Contoh cacing pita yang biasa dikenal adalah Taenia solium dan Taenia saginata. Larva Taenia solium hidup di tubuh babi, sedangkan larva Taenia saginata hidup di tubuh sapi.

Nah, Sobat Pintar sampai materi ini apa ada yang kurang paham? jika masih bingung bisa gunakan kolom komentar ya....

Nematoda

Sobat, materi ini akan membahas tentang kelompok cacing berbentuk silindris yakni kelompok nematoda.

Nematoda merupakan cacing silindris tidak bersegmen, memiliki rongga tubuh triploblastik (pseudocoelom), dan hidup bebas maupun parasitik. Cacing Nematoda disebut juga cacing gilig. Dapat ditemukan pada perairan, tanah basah, jaringan tumbuhan, dan jaringan hewan atau manusia. Memiliki sistem pencernaan sempurna dan cairan tubuh pada coelom yang berfungsi sebagai sistem peredaran darah.

Cacing jantan umumnya lebih kecil daripada cacing betina. Reproduksi dilakukan secara seksual dan terjadi di dalam tubuh (internal). Zigot yang dihasilkan pada hampir semua spesies tahan terhadap kondisi buruk. Contoh spesies filum ini, antara lain cacing gelang (Ascaris lumbricoides) (Gambar dibawah ini), cacing tambang (Ancylostoma duodenale), cacing kremi (Oxyuris vermicularis), dan cacing filaria (Wuchereria bancrofti).

Struktur cacing Ascaris lumbricoides

Cacing gelang atau yang disebut juga cacing perut, merupakan parasit pada usus halus manusia.

Ciri-cirinya yaitu :

  • Cacing dengan panjang 15 cm –35 cm ini memiliki warna tubuh putih kekuning-kuningan,
  • mulut di bagian anterior, dan dilengkapi 3 buah bibir
  • cacing betina mampu menghasilkan sekitar 200 ribu telur dalam satu kali pengeluaran.

Telur terbawa bersama feses dan dapat masuk tubuh melalui makanan atau telapak kaki. Dalam usus halus, telur menetas dan menjadi larva kecil. Setelah menembus dinding usus, larva terbawa aliran darah sampai jantung dan paru-paru. Dalam paru-paru, larva dapat mencapai trakea sehingga tertelan kembali ke usus halus dan tumbuh dewasa. Cacing gelang ini merupakan penyebab penyakit ascariasis.

Cacing tambang hidup di usus manusia dan dapat mengisap darah dan cairan tubuh manusia. Cacing filaria (Wuchereria bancrofti) hidup di pembuluh darah dan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh getah bening yang mengakibatkan penyakit kaki gajah (elephantiasis). Cacing ini disebarkan oleh tusukan nyamuk Culex.

Annelida

Masih ada nih Sobat kelompok cacing yang lain, yuk kita cari tahu.

Dua ciri utama pada Filum Annelida adalah memiliki rongga tubuh sejati dan tubuhnya bersegmen. Setiap segmen ini dinamakan somit.

Struktur somit-somit pada cacing disebut metameri. Annelida memiliki peredaran darah tertutup yang dilengkapi pembuluh darah. Sistem saraf terdiri atas otak dan tali saraf yang disebut sistem saraf tangga tali. Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea.

Kelas Polychaeta

Polychaeta berasal dari kata poly yang artinya banyak dan chaeta yang artinya rambut. Semua anggota Polychaeta hidup di laut. Tubuhnya memiliki rambut-rambut pada setiap parapodia. Parapodia merupakan struktur seperti daging pada setiap segmen tubuh Polychaeta yang dapat berfungsi sebagai alat gerak.

Pada banyak Polychaeta, parapodia berfungsi juga sebagai insang yang merupakan perpanjangan area kulit untuk pernapasan. Contoh Polychaeta, antara lain Nereis virens, cacing wawo (Lysidice oele), dan cacing palolo (Eunice viridis).

Kelas Oligochaeta

Oligochaeta berasal dari kata oligos yang artinya sedikit dan chaeta yang artinya rambut. Anggota Oligochaeta hidup di tanah dan beberapa spesies hidup di air. Cacing tanah (Pheretima sp.) adalah spesies yang paling dikenal dari sekitar 2500 spesies Oligochaeta (Gambar dibawah ini).

Cacing tanah bereproduksi secara seksual. Seperti pada cacing-cacing lainnya, cacing tanah adalah hermafrodit.

 

Struktur tubuh cacing tanah (Pheretima sp.)

Ketika kawin, dua cacing tanah akan berdampingan. Sperma pindah dari satu cacing tanah ke cacing tanah lainnya. Sperma disimpan untuk sementara waktu pada klitelum. Setelah berpisah, setiap cacing tanah menyekresikan lendir yang setelah kering disebut kapsul (cocoon). Kapsul tetap berada di sekitar klitelum.

Sel telur bergerak menuju kapsul dalam tubuh cacing. Sperma yang disimpan juga dilepaskan ke dalam kapsul maka terjadilah fertilisasi. Kapsul dilepaskan oleh cacing dan dibiarkan di atas tanah. Telur tersebut akan tumbuh menjadi cacing-cacing kecil.

Kelas Hirudinea

Hirudinea atau lintah dikenal sebagai parasit penghisap darah. Lebih dari 300 spesies hidup bebas di alam. Lintah yang tidak parasit, memakan cacing, siput, dan larva-larva serangga. Lintah parasit menempel di permukaan tubuh binatang, seperti ikan. Lintah menghisap darah inang dan mensekresikan substansi yang dapat membuat darah tidak membeku (hirudin).

Selama makan, lintah parasit menjadi beberapa kali lebih besar dari tubuhnya oleh darah yang dihisapnya. Anggota Hirudinea, antara lain Hirudo medicinalis (lintah) dan Haemadipsa javanica (pacet).

Mollusca

Sobat, mollusca merupakan kelompok hewan yang bertubuh lunak. Mollusca berasal dari bahasa latin molluscus yang artinya lunak. Tiram, siput, dan cumi-cumi adalah hewan-hewan yang termasuk dalam Filum Mollusca.

Mollusca dikelompokkan dalam lima kelas, yaitu kelas Polyplacophora, Gastropoda, Bivalvia, dan Cephalopoda. Namun, kali ini hanya akan dibahas 3 kelas terbesar, yaitu Gastropoda, Bivalvia, dan Cephalopoda.

Kelas Gastropoda

Gastropoda merupakan kelompok Mollusca yang paling banyak, yaitu lebih dari 35.000 spesies. Kelompok ini memiliki variasi bentuk dan cara hidup dibandingkan dengan kelompok Mollusca lainnya. Ada yang hidup di laut dan ada yang hidup di air tawar. Selain itu, ada pula yang hidup di daratan.

Gastropoda memiliki sistem pencernaan makanan yang lengkap dan mulut yang dilengkapi struktur gigi yang disebut radula (Gambar dibawah ini). Gastropoda termasuk herbivora. Namun, tidak semua Gastropoda adalah herbivora. Beberapa Gastropoda bersifat karnivora, saprofit, dan parasit. Gastropoda memiliki sistem peredaran darah terbuka.

Kelas Bivalvia

Bivalvia adalah Mollusca yang memiliki dua cangkang. Dua cangkang tersebut terkunci seperti engsel sehingga dapat terbuka atau tertutup dengan bantuan beberapa otot yang besar. Ketika menutup, cangkang melindungi bivalvia dari predatornya.

Kelas Cephalopoda

Cephalopoda berasal dari kata cephalo yang artinya kepala dan podos yang artinya kaki. Cumi-cumi dan gurita adalah Cephalopoda yang cukup dikenal. Pada cumi-cumi, rangka dalam tubuhnya dihasilkan dari zat hasil sekresi internal oleh mantel. Adapun, gurita tidak memiliki rangka sama sekali.

Pada Cephalopoda, kaki telah berevolusi menjadi lengan yang panjang dekat kepala. Cumi-cumi memiliki 10 lengan, sedangkan gurita memiliki 8 lengan. Cephalopoda menggunakan lengannya ini untuk menangkap mangsanya dan memasukkannya ke dalam mulut. Semua Cephalopoda adalah karnivor.

Pada kulit Cephalopoda mengandung kromatofor, yaitu pigmen yang memungkinkan tubuhnya berubah warna. Cephalopoda sudah memiliki sistem peredaran darah tertutup dan sistem pencernaan yang sempurna. Contoh spesies Cephalopoda antara lain, gurita (Octopus sp.), sotong (Sepia officinalis), cumi-cumi (Loligo indica), dan Nautilus sp.

Echinodermata

Anggota Filum Echinodermata

Tahukah Sobat, umumnya Echinodermata memiliki tubuh simetri radial.

Selama perkembangannya, Echinodermata melewati tahapan larva bipinnaria. Bipinnaria memiliki bentuk simetri bilateral.

Filum Echinodermata dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Crinoidea, Concentricycloidea, dan Holothuroidea. Namun kali ini, hanya akan dibahas empat kelas terbesar, yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, dan Holothuroidea.

Kelas Asteroidea

Bintang laut merupakan anggota dari Kelas Asteroidea. Makhluk hidup ini menunjukkan banyak ciri umum Echinodermata. Bintang laut memiliki lima tangan. Lapisan permukaan paling luar dari bintang laut terdiri atas lapisan sel epidermis yang bersilia. Di bawah kulit terluar terdapat endoskeleton.

Kebanyakan bintang laut adalah karnivora. Makanan diambil ke dalam mulut yang berlokasi di permukaan bawah bintang laut. Dari mulut, makanan masuk ke esofagus lalu ke perut, tempat pencernaan berlangsung. Enzim pencernaan diproduksi oleh kelenjar pencernaan yang berada di setiap lengannya.

Biasanya, bintang laut bereproduksi secara seksual. Bintang laut betina dan jantan mengeluarkan sel telur dan sel sperma ke dalam air. Fertilisasi terjadi di dalam air. Bintang laut juga sangat terkenal dengan kemampuan regenerasinya. Beberapa spesies bintang laut bereproduksi secara aseksual dengan melepaskan lengannya.

Contoh spesies kelas ini, antara lain Astropecten irregularis dan Celeita sp.

Kelas Ophiuroidea

Ophiuroidea merupakan hewan berbentuk bintang dengan lengan lurus, panjang, dan fleksibel. Sering juga disebut sebagai bintang ular laut. Cakram tubuhnya terlihat jelas. Anggota kelas ini memiliki kaki ambulakral pada lengan pipanya yang lebih sedikit dibandingkan anggota kelas Asteroidea.

Pergerakan ular bintang laut ini dilakukan dengan kibasan lengan. Cara makan anggota kelas ini berbeda pada setiap spesies. Contoh spesies ini antara lain Ophiothrix fragilis dan Ophiopholis aculeata

Kelas Echinoidea

Echinoidea yang terkenal adalah bulu babi. Bulu babi tidak memiliki lengan, tetapi memiliki lima baris kaki tabung yang berfungsi sebagai alat gerak yang lambat.

Bulu babi memiliki duri-duri yang berguna untuk bergerak. Bagian oval bulu babi terdapat mulut yang dikelilingi oleh mulut tajam untuk memakan rumput laut dan makanan lainnya. Contoh spesies ini adalah bulu babi (Diadema sp.).

Kelas Holothuroidea

Secara sekilas, anggota Holothuroidea tidak seperti anggota Echinodermata lainnya. Salah satu anggota Holothuroidea, mentimun laut, tidak memiliki duri dan eksoskeleton. Tubuhnya lunak dan seperti mentimun. Alat pencernaannya sudah lengkap dan memiliki mulut dengan tentakel. Contoh kelas ini, antara lain teripang laut (Holothuria atra) dan mentimun laut (Pseudocolochirus sp.).

Arthropoda

Udang merupakan salah satu makanan yang digemari. Pernahkah Sobat Pinta memakannya?

Udang merupakan salah satu anggota kelas Crustacea dari filum Arthropoda. Arthropoda telah memiliki alat pencernaan yang sempurna. Alat respirasinya berupa insang, trakea, paru-paru buku, atau permukaan tubuh.

Ekskresi dengan menggunakan organ badan malpighi atau nefridia. Alat kelamin jantan dan betina terpisah pada masing-masing individu. Terdapat pula spesies yang mampu melakukan partenogenesis, yaitu sel telur yang mampu berkembang menjadi individu tanpa dibuahi.

Kelas Arachnida

Kata Arachnida berasal dari bahasa Yunani, yaitu arachne yang artinya laba-laba. Akan tetapi, bukan berarti anggota kelas ini hanya laba-laba. Umumnya anggota kelas ini hidup di darat. Tubuhnya terdiri atas dua bagian, yaitu tubuh depan dan tubuh belakang. Namun, pada kalajengking dibagi menjadi tiga bagian, yaitu tubuh bagian depan, tengah, dan belakang.

Contoh hewan yang termasuk Arachnida adalah kalajengking (Thelyphonus condutus), laba-laba Nephila (Gambar dibawah ini), kalajengking biru (Heterometrus cyaneus), dan Boophilus annulatus yang hidup parasit pada sapi.

a) Laba-laba  nephila dan (b) kalajengking termasuk anggota Arachnida

Kelas Crustacea

Crustacea berasal dari bahasa latin crusta yang artinya cangkang. Terdapat lebih dari 20.000 spesies Crustacea yang telah diketahui. Sebagian besar Crustacea hidup di laut dan sebagian lagi di air tawar.

Contoh spesies yang termasuk dalam kelas Crustacea adalah kutu air (Daphnia pulex), udang galah (Macrobrachium), kepiting (Portunus), dan yuyu (Parathelpusa maculata).

Kelas Myriapoda
Kata Myriapoda berasal dari bahasa Yunani, yakni myria artinya banyak dan podos artinya kaki. Myriapoda adalah hewan dengan banyak kaki. Bagian tubuh Myriapoda hanya dapat dibedakan atas kepala dan tubuh. Tubuhnya panjang seperti cacing dan bersegmen. Di bagian kepala terdapat sepasang antena dan mulut bertaring.

Pada setiap segmen terdapat satu hingga dua pasang kaki. Myriapoda dikelompokkan atas Ordo Diplopoda dan Ordo Chilopoda. Diplopoda memiliki dua pasang kaki pada setiap ruas dan berantena pendek Contohnya, kaki seribu (Julus sp.).

Adapun Chilopoda hanya memiliki satu pasang kaki pada setiap ruas dan berantena panjang. Contohnya kelabang (Scutigera sp.) . Beberapa ahli telah mengklasifikasikan Diplopoda dan Chilopoda menjadi kelas tersendiri karena perbedaannya tersebut.

Kelas Insecta
Insecta meliputi dua per tiga seluruh jumlah hewan-hewan. Anggota kelas Insecta yang telah diketahui namanya, berjumlah lebih dari 700.000 spesies. Dari jumlah tersebut yang memiliki jumlah spesies terbanyak adalah kelompok Coleoptera.

Ciri-ciri dari serangga antara lain sebagai berikut:

  1. Tubuhnya terbagi menjadi kepala, dada, dan abdomen.
  2. Memiliki tiga pasang kaki.
  3. Tubuhnya dilindungi oleh kulit keras dari kitin yang berfungsi sebagai eksoskeleton.
  4. Kepala terdiri atas bagian mulut, antena, mata majemuk, dan mata tunggal. Larva, pada umumnya bermata tunggal dan antena pada larva/ nimpa tereduksi atau menjadi lebih kecil. Antena berfungsi sebagai reseptor kimia dan mekanik.
  5. Umumnya memiliki sayap.
  6. Bernapas menggunakan trakea.

Peran Animalia (Menguntungkan)

Sobat, kingdom Animalia yang begitu berlimpah dan beraneka ragam di bumi ini tentu memiliki manfaat yang sangat banyak pula. Dari mulai Porifera hingga Mamalia, memiliki peran serta manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Porifera, banyak organisme anggotanya yang memiliki peran bagi manusia, seperti menghasilkan spons yang dapat dipakai sebagai alat pembersih.

Mollusca banyak yang menguntungkan, di antaranya sebagai sumber makanan bagi kita, seperti cumi-cumi dan kerang yang kaya akan protein. Selain itu, Mollusca juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi seperti pada kerang penghasil mutiara (Gambar dibawah ini).

Arthropoda memiliki peranan yang penting bagi kehidupan manusia. Beberapa dapat dijadikan sumber makanan bagi manusia, seperti udang dan kepiting.

Kupu-kupu dan serangga lainnya pun sangat bermanfaat untuk membantu proses penyerbukan pada tumbuhan. Ada juga lebah yang menghasilkan madu yang dapat dikonsumsi dan menjadi obat untuk tubuh kita.

Vertebrata, mulai dari Pisces hingga Mamalia, sudah memiliki manfaat yang jelas bagi manusia

Pisces merupakan sumber protein yang tinggi bagi manusia.

Amphibia dan Reptilia juga memiliki peranan tersendiri dalam keseimbangan alam di bumi ini.

Aves dan Mamalia sangat berguna untuk manusia karena dapat dimanfaatkan, baik telur maupun dagingnya. Sobat Pintar coba cari manfaat lain dari anggota kingdom Animalia.

Nah, Sobat Pintar dari keseluruhan materi yang sudah disampaikan apa ada yang kurang paham? jika masih bingung bisa kita diskusikan di kolom komentar ya . . .

Latihan 1

Anggota filum mollusca yang hidup menempel  dan dapat merusak lambung kapal adalah....

A. Tredo navali

B. Fasciola hepatica

C. Lymnea javanica

D. Argulus indicus

E. Bactrocera sp.

Latihan 2

Peran Drosophila melanogaster bagi manusia adalah....

A. Sumber protein

B. Model penelitian genetika

C. Bahan obat tradisional

D. Penyakit hewan ternak

E. Bahan sandang

Latihan 3

Pantai yang dihuni oleh Coelenterata berair jernih karena ….

A. bersimbiosis dengan ganggang dan memerlukan makanan sisa-sisa organisme

B. membutuhkan sinar matahari sebagai penghasil energi dalam tubuhnya

C. dalam air yang jernih mengandung banyak makanan

D. dalam air yang jernih lebih responsif terhadap pengaruh dari luar

E. memerlukan CO2 hasil fotosintesis dari ganggang yang bersimbiosis

Latihan 4

Manusia akan terkena infeksi oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides) jika ….

A. telur yang berembrio tertelan

B. larva tertelan bersama makanan

C. larva dalam daging tertelan

D. larva dalam hati tertelan

E. larva menembus kulit

Latihan 5

Spesies porifera yang berguna bagi manusia untuk spons mandi adalah…

A. Chironex fleckeri

B. Euphyllia fimbriata

C. Spongia

D. Rhizostoma

E. Cyanea

Peran Animalia (Merugikan)

Sobat, keanekaragaman kingdom yang sangat tinggi merupakan keuntungan tersendiri. Namun, ada beberapa spesies animalia yang juga dapat merugikan manusia.

Berikut adalah spesies mamalia yang merugikan manusia:

  • Taenia saginata dan Taenia solium (cacing pita), hidup sebagai parasit di dalam usus manusia.
  • Haemadipsa (Pacet) dan Hirudo medicinalis (lintah), dapat menghisap darah hewan (seperti kerbau, sapi, kuda) dan manusia.
  • Bekicot, merusak tanaman budidaya.
  • Siput air tawar, inang perantara cacing hati pada hewan ternak.
  • Semua larva atau ulat pemakan daun, wereng, dan belalang dapat merusak tanaman.
  • Nyamuk Aedes aegypti, sebagai vektor penyakit demam berdarah dan Anopheles sebagai vektor penyakit malaria.
  • Rayap, dapat merusak kayu bangunan.

Filum Chordata

Sobat Pintar, salah satu kelompok animalia yang memiliki struktur dan sistem tubuh yang kompleks adalah Chordata.

Chordata meliputi sekitar 45.000 jenis hewan yang hidup di hampir semua jenis lingkungan. Terdapat tiga hal yang membedakan filum Chordata dengan filum yang lainnya, yaitu dalam hal perkembangannya.

  • Notochord, yaitu suatu tangkai pendukung di bagian dorsal tepatnya di bawah susunan saraf. Notochord berfungsi sebagai pendukung. Pada hewan vertebrata semua embrionya memiliki notochord.
  • Tali saraf (nerve cord), yaitu suatu cekungan saraf di bagian atas notochord.
  • Kantong insang faring (pharyngeal gill pouches).

Chordata dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Chordata yang bertulang belakang (Chordata Vertebrata) dan Chordata yang tidak bertulang belakang (Chordata invertebrata). Chordata yang bertulang belakang, yaitu Vertebrata.

Adapun Chordata yang tidak bertulang belakang, antara lain, Urochordata dan Cephalochordata. Contoh spesies Urochordata adalah Halocynthya, sedangkan contoh Cephalochordata adalah Branchiostoma.

Pada bagian ini, hanya akan dibahas tentang Chordata Vertebrata. Hewan bertulang belakang (Vertebrata) adalah kelompok terbesar pada Chordata, yang terbagi menjadi lima kelas, yaitu kelas Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia.

Kelas Pisces

Berdasarkan jenis tulang yang membangun rangka tubuhnya, Pisces (ikan) dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu ikan bertulang rawan (Chondrichthyes) dan ikan bertulang sejati (Osteichthyes).

1) Ikan bertulang rawan (Chondrichthyes)

Kelas Chondrichthyes memiliki kira-kira 850 spesies ikan. Mereka memiliki rahang, gigi yang banyak, sirip yang berpasangan, dan rangka dalam yang terbuat dari tulang rawan. Ikan kelas ini dianggap fosil hidup karena merupakan keturunan hewan purba yang telah menghuni laut sejak ratusan juta tahun yang lalu.

Ikan Chondrichthyes memiliki lima sampai tujuh celah insang di kedua sisi pada faring dan tidak memiliki tutup insang seperti yang biasa ditemukan pada ikan bertulang sejati. Beberapa jenis ikan bertulang rawan yang sampai sekarang masih dapat ditemui adalah ikan hiu, ikan pari, dan ikan lamprey

2) Ikan bertulang sejati (Osteichthyes)

Ikan bertulang sejati memiliki rangka yang terdiri atas tulang keras. Ada sekitar 20.000 jenis ikan bertulang sejati yang dapat ditemukan baik di laut maupun di air tawar. Osteichthyes dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Sarcopterygii dan Actinopterygii. Spesies yang paling banyak pada ikan kelas Osteichthyes ini adalah ikan Actinopterygii.

Beberapa ikan Actinopterygii diduga ada hubungannya dengan nenek moyang Amphibia. Contoh spesies ikan bertulang belakang sejati antara lain, lele (Ameiurus melas), belut (Anguilla sp), dan ikan mas (Cyprinus carpio).

Filum Chordata

Sobat, selanjutnya kita belajar bersama tentang kelompok animalia yang lainnya....

Kelas Amphibia

Kelas ini meliputi 4.000 jenis binatang yang menjalani tahap larvanya di dalam air dan setelah dewasa hidup di daratan. Oleh karena itu, disebut Amphibia. Amphibia biasanya harus kembali ke air ketika akan kawin dan bertelur. Kebanyakan Amphibia dewasa memiliki kulit lembab yang berfungsi membantu paru-parunya yang kecil dan tidak efisien dalam pertukaran gas.

Istilah Amphibi berarti memiliki dua alam, yaitu di air dan daratan. Amphibia mengeluarkan telurnya ke dalam air ketika melakukan fertilisasi atau pembuahan eksternal, seperti yang terjadi pada ikan. Biasanya, telur Amphibia tidak dilindungi oleh suatu cangkang, tetapi dilindungi oleh suatu lendir. Larva pada umumnya mengalami perubahan bentuk ketika berkembang menjadi bentuk dewasa yang hidup di daratan.

Kelas Reptilia

Reptilia berasal dari bahasa Latin, yaitu reptile yang berarti ular. Reptilia umumnya poikiloterm. Reptilia disebut juga sebagai binatang melata. Melata merupakan cara berjalan dengan menempelkan perut ke tanah.

Reptilia terdiri atas kurang lebih 6.000 jenis hewan, meliputi ular, kadal, kura-kura, dan buaya. Reptilia menyimpan telurnya yang dilindungi oleh kulit tebal dan memiliki membran internal. Reptilia melakukan fertilisasi internal.

Seperti Amphibia, Reptilia juga merupakan hewan yang menyerap panas dari lingkungan luarnya. Oleh karena itu, Anda mungkin sering melihat kadal yang sedang berjemur. Contoh Reptilia, antara lain ular sanca (Phyton reticulatus), komodo (Varanus komodoensis) dan kadal (Lacerta agilis).

Latihan 1

Paus dan lumba-lumba merupakan fauna air yang....

A. Termasuk kelas pisces

B. Bernapas dengan insang

C. Termasuk kelas Mamalia

D. Berdarah dingin/poikilotermis

E. Bertulang rawan

Latihan 2

Laba-laba membuat sarang anyaman sutera yang dihasilkan oleh organ....

A. pedipalpus

B. spineret

C. kelisera

D. keliped

E. antenula

Latihan 3

Sejenis hewan memiliki paruh seperti paruh bebek, bertelur, dan memiliki kelenjar
susu. Hewan tersebut tergolong ….

 

A. Pisces

B. Amphibia

C. Reptilia

D. Aves

E. Mammalia

Latihan 4

Di bawah ini ada beberapa jenis ikan, yaitu:

  1. ikan mas;
  2. ikan gurami;
  3. ikan pari;
  4. ikan mujair;
  5. ikan hiu.

Ikan-ikan yang memiliki kelas yang sama adalah ….

 

A. 1, 2, 3

B. 1, 2, 4

C. 1, 2, 5

D. 2, 3, 4

E. 2, 3, 5

Latihan 5

Jenis lapisan rongga tubuh pada animalia yang disebut juga dengan lapisan semu adalah....

A. Acoelomata

B. Coelomata

C. Pseudocoelomata

D. Mesoderm

E. Ektoderm

Filum Chordata

Sobat, aves dan mamalia juga termasuk filum chordata, yuk kita pelajari bersama....

Kelas Aves

Kelas Aves (burung) terdiri atas sekitar 9.000 jenis. Seluruh tubuh burung ditutupi oleh bulu, kecuali kaki dan paruhnya. Bulu dan paruh burung terbuat dari keratin. Burung tidak memiliki gigi untuk mengunyah makanannya, tetapi memiliki tembolok. Burung memiliki sayap yang dapat membantunya terbang.

Akan tetapi, terdapat beberapa burung yang tidak dapat terbang, contohnya kasuari dan burung unta. Dapatkah Anda menyebutkan contoh lainnya? Burung adalah hewan yang suhu tubuhnya tetap (homoioterm). Burung bernapas dengan paru-paru. Selain itu, pernapasan burung dibantu oleh pundi-pundi udara ketika terbang.

Burung melakukan fertilisasi di dalam tubuh betinanya. Setelah fertilisasi terjadi, burung akan bertelur dan akan mengerami hingga menetas. Contoh spesies kelas Aves antara lain, ayam kampung (Gallus domesticus), merpati (Columba fasciata), burung gereja (Passer montanus), dan angsa (Cygnus sp.).

Kelas Mamalia

Mamalia berasal dari bahasa latin, yaitu mammae yang artinya kelenjar susu. Kelas Mamalia terdiri atas sekitar 5.000 jenis yang dikelompokkan menjadi 26 ordo. Karakteristik umum pada Mamalia adalah:

  1. memiliki rambut
  2. memiliki tiga tulang di telinga bagian tengah
  3. memiliki kelenjar susu.

Mamalia memiliki volume otak yang lebih besar dibandingkan dengan hewan Vertebrata lainnya. Suhu badan Mamalia tetap atau tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan luarnya (homoioterm). Alat pernapasan Mamalia adalah paru-paru. Mamalia juga memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi.

Nah itulah Sobat Pintar pembahasan tentang Klasifikasi Kingdom Animalia . Apabila masih ada yang belum dimengerti, Sobat Pintar bisa bertanya di kolom komentar ya . . .

redesain-navbar Portlet