redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Komponen Biotik

Hewan, tumbuhan, maupun manusia, dan semua makhluk hidup di dunia ini tidak dapat hidup sendiri. Semuanya akan saling berinteraksi, sesama makhluk hidup maupun dengan lingkungannya. Interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya akan membentuk suatu ekosistem.

Ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah komponen hidup yang ada di alam meliputi semua makhluk hidup, seperti hewan, tumbuhan, mikroorganisme, dan manusia. Di dalam ekosistem, makhluk hidup autotrof berperan sebagai produsen.

a. Organisasi Kehidupan

Satuan organisasi kehidupan dalam Biologi dimulai dari yang kecil dan sederhana sampai yang besar dan kompleks. Urutannya adalah sel-jaringan- organ-sistem organ-organisme. Sementara itu, jika kita lihat satuan organisasi dalam ekosistem maka urutannya adalah individu-populasi-komunitas- ekosistem.

b. Interaksi Antarkomponen Biotik

Meskipun penyebaran makhluk hidup pada umumnya dipengaruhi oleh adaptasi terhadap lingkungan biotik, makhluk hidup juga dipengaruhi oleh interaksi biotik dengan individu lainnya. Dalam bahasan kali ini hanya akan dijelaskan mengenai interaksi antarspesies, yaitu interaksi antarpopulasi yang terjadi dalam suatu komunitas. Jika interaksi yang terjadi menyebabkan individu berbeda spesies tersebut hidup secara permanen dalam jangka waktu yang lama, dapat disebut simbiosis. Kemungkinan interaksi antarspesies yang hidup dalam suatu komunitas dirangkum dalam Tabel dibawah ini.

Predasi merupakan interaksi predator dan mangsa. Contohnya predasi, yaitu hubungan antara serigala dan kambing. Pada predasi, terdapat individu yang diuntungkan dan yang dirugikan.

Kompetisi adalah interaksi yang menyebabkan persaingan pada kedua individu. Kompetisi yang terjadi pada hewan. Contohnya macan tutul dan macam kumbang yang sama-sama memangsa kerbau liar. Apakah kompetisi juga terjadi pada tumbuhan?

Komensalisme merupakan interaksi antara dua individu yang menguntungkan salah satu pihak, namun yang lain tidak dirugikan maupun diuntungkan. Contohnya, alga yang hidup di atas cangkang penyu laut dan barnakel yang hidup di kulit ikan paus.

Mutualisme merupakan interaksi antara dua individu dan menguntungkan kedua belah pihak. Contohnya, interaksi antara Triconympha dan rayap. 

Komponen Abiotik

Sobat, komponen abiotik merupakan segala sesuatu di luar makhluk hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Tahukah kamu faktor-faktor abiotik apa saja memengaruhi faktor biotik dalam ekosistem? berikut penjelasannya.

a. Cahaya Sinar

Matahari merupakan faktor abiotik yang memengaruhi hampir semua makhluk hidup yang ada di bumi, terutama tumbuhan dan makhluk hidup berklorofil lainnya. Selain sebagai faktor utama dalam fotosintesis, sinar matahari memiliki kaitan yang penting dengan faktor abiotik lain, yaitu suhu.

Sinar matahari memengaruhi adaptasi hewan dengan adanya hewan yang melakukan aktivitas lebih banyak pada siang hari (hewan diurnal) dan pada malam hari (hewan nokturnal). Apakah kelelawar termasuk hewan nokturnal? Sebutkan contoh hewan diurnal.

b. Suhu

Suhu memengaruhi makhluk hidup dalam ekosistem. Pada makhluk hidup yang motil (dapat bergerak), jika suhu lingkungan tidak sesuai, ia dapat berpindah tempat. Hal ini dilakukan contohnya pada burung alap-alap nipon (Accipiter gularis) yang melakukan migrasi pada saat musim dingin dari daerah Jepang menuju daerah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali.

Pada makhluk hidup yang sesil (tidak dapat bergerak), misalnya pada tumbuhan, jika suhu lingkungannya tidak sesuai, tumbuhan tersebut harus beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Hal tersebut dilakukan agar dapat bertahan dan tidak mati. Contohnya, pohon jati. Pohon ini saat suhu lingkungannya tinggi, akan beradaptasi dengan menggugurkan daunnya yang bertujuan mengurangi penguapan.

c. Air

Air memengaruhi ekosistem karena diperlukan oleh makhluk hidup. Tumbuhan yang hidup di tempat dengan curah hujan yang rendah, memiliki adaptasi akar yang panjang, lapisan lilin pada daun yang tebal, dan daun yang kecil untuk mengurangi penguapan.

Bagaimana ciri- ciri tumbuhan yang hidup dengan curah hujan yang tinggi?

Pada hewan, ketersediaan air dapat menyebabkan hewan-hewan bermigrasi ke tempat yang lebih banyak air. Bagi hewan atau tumbuhan yang hidup di air, komposisi kimiawi dan kimia air sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidupnya.

d. Udara

Faktor udara erat kaitannya dengan faktor abiotik lainnya, seperti suhu dan air. Udara yang bergerak (angin) dapat juga menjadi faktor yang memengaruhi dalam ekosistem. Suhu udara, kelembaban, dan angin, memengaruhi ekosistem secara bersamaan dan memengaruhi jenis makhluk hidup yang mendiami ekosistem tertentu.

e. Topografi

Topografi atau ketinggian tempat berpengaruh langsung terhadap kadar oksigen dan tekanan udara. Semakin tinggi suatu tempat, tekanan udara dan kadar oksigen akan semakin berkurang. Kondisi ini sangat memengaruhi vegetasi tumbuhan yang mampu hidup pada keadaan tersebut. Hal ini berpengaruh juga terhadap hewan-hewan yang mampu beradaptasi pada lingkungan tersebut.

f. Tanah

Tanah merupakan tempat hidup dan media bagi makhluk hidup. Bagi tumbuhan, tanah merupakan substrat tempat hidup dan sumber nutrisi. Bagi hewan, terutama hewan yang hidup di darat, tanah merupakan tempat melakukan berbagai aktivitas hidup.

Sifat-sifat tanah seperti keasaman, tekstur, dan kandungan unsur hara sangat memengaruhi jenis makhluk hidup yang menghuninya. Karena beberapa tumbuhan memiliki rentang hidup pada faktor kimia yang berbeda, beberapa spesies tumbuhan dapat digunakan sebagai bioindikator.

Sobat Pintar, jika masih bingung memahami penjelasan di atas, bisa langsung kita diskusikan di kolom komentar ya....

Latihan 1

Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya disebut....

A. Ekologi

B. Komunitas

C. Populasi

D. Ekosistem

E. Bioma

Latihan 2

Kumpulan dari beberapa individu yang sejenis disebut....

A. Individu

B. Spesies

C. Populasi

D. Ekosistem

E. Ekologi

Latihan 3

Contoh organisme autotrof yang hidup di perairan adalah....

A. Kelompok ganggang

B. Kelompok ikan mas

C. Kelompok udang

D. Kelompok bentos

E. Kelompok kepiting

Latihan 4

Keanekaragaman hayati terkompleks banyak dijumpai pada kondisi alam di....

A. Bioma padang pasir

B. Bioma padang rumput

C. Bioma hutan tropis basah

D. Bioma hutan musiman

E. Bioma savana

Latihan 5

Ciliata yang berperan sebagai predator dalam ekosistem air tawar adalah ….

A. Vorticella

B. Balantidium

C. Stentor

D. Didinium

E. Paramecium

Ekosistem Darat

Setelah Sobat Pintar mempelajari ekosistem beserta komponen biotik dan abiotiknya, yuk sekarang kita pelajari jenis-jenis ekosistem.

Ekosistem darat dibedakan berdasarkan iklim dan vegetasi dominan wilayah tersebut menjadi beberapa bioma. Meskipun batas wilayah penyebaran bioma-bioma di muka bumi tidak terlalu jelas, namun berdasarkan vegetasi tumbuhan dominannya dapat dibedakan menjadi bioma tundra, bioma taiga, bioma hutan hujan tropis, bioma savana (padang rumput), bioma gurun, dan bioma hutan gugur.

a. Bioma Tundra

Bioma tundra terdapat di bumi bagian utara, yaitu di kutub utara yang memiliki curah hujan yang rendah. Oleh karena itu, hutan tidak dapat berkembang di daerah ini. Pada musim dingin, air dalam tanah dingin dan membeku sehingga tumbuhan tidak dapat tumbuh besar. Produsen utama di bioma ini adalah lichenes dan lumut. Binatang yang dapat ditemui di bioma ini, antara lain beruang kutub, reindeer (rusa kutub), serigala, dan burung-burung yang bermigrasi ketika musim-musim tertentu.

b. Bioma Taiga

Bioma taiga dikenal sebagai hutan konifer, merupakan bioma terluas di bumi. Bioma ini memiliki curah hujan 35 cm sampai dengan 40 cm per tahun. Daerah ini sangat basah karena penguapan yang rendah. Tanah di bioma taiga bersifat asam.

c. Bioma Hutan

Hujan Tropis Bioma hutan hujan tropis terdapat di kawasan garis khatulistiwa di seluruh dunia, seperti Asia tengah termasuk Indonesia, Amerika tengah dan selatan, Afrika, serta Australia. Hutan hujan tropis memiliki temperatur dengan kisaran 25°C per tahun dan curah hujan yang tinggi sekitar 200 cm per tahun.

Tumbuhan dan hewan yang hidup di bioma ini paling beragam dibandingkan dengan tumbuhan dan hewan yang hidup di bioma-bioma lainnya. Tumbuhan yang khas yang hidup di bioma ini adalah tumbuhan liana (tumbuhan merambat) seperti rotan dan tumbuhan epifit seperti anggrek. Hewan yang khas di bioma ini adalah harimau, badak, babi hutan, dan orangutan. Sebutkan hewan dan tumbuhan khas bioma ini.

d. Bioma Savana

Bioma savana (padang rumput) terdapat di wilayah beriklim sedang sampai tropis dengan curah hujan 25 cm sampai 75 cm per tahun. Tumbuhan yang dominan di bioma ini adalah rumput. Hewan yang hidup di bioma ini adalah hewan-hewan yang bisa bertahan di kondisi padang rumput, di antaranya adalah kuda, zarafah, dan singa. Di Indonesia bioma savana dapat ditemukan di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

e. Bioma Gurun

Bioma gurun terdapat di Asia, Afrika, India, Amerika, dan Australia. Tanah yang tandus dan kandungan air yang sangat rendah membuat tumbuhan dan hewan-hewan tertentu saja yang dapat bertahan di daerah ini. Tumbuhan yang dapat bertahan di gurun di antaranya kaktus, sedangkan hewan yang dapat bertahan di gurun dintaranya adalah unta dan ular.

f. Bioma Hutan Gugur

Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang dan tersebar di Amerika Timur, Eropa Tengah, dan Asia Timur. Bioma ini memiliki ciri-ciri suhu yang sangat rendah pada musim dingin dan sangat panas pada musim panas (-30°C hingga 30°C). Curah hujan tinggi dan merata, serta jenis pohon yang dapat menggugurkan daunnya pada saat musim panas (pada hutan gugur daerah tropis) dan pada saat musim dingin (pada hutan gugur iklim sedang).

Ekosistem Perairan

Sobat, ekosistem perairan terbagi menjadi dua, yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Pembagian ini berdasarkan perbedaan fisik dan kimiawi yang memengaruhi komunitas perairan tersebut. Bioma air tawar umumnya memiliki konsentrasi garam kurang dari 1%, sedangkan bioma laut umumnya memiliki konsentrasi garam 3%.

a. Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar umumnya dibagi menjadi dua kelompok yaitu lentik dan lotik. Lentik merupakan habitat air yang tidak terdapat arus air yang mengalir terus, contohnya adalah danau. Adapun lotik adalah habitat air yang mengalir, contohnya adalah sungai.

Danau memiliki ciri khas air yang tenang sehingga kondisi biotik dan abiotiknya relatif stabil. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari memungkinkan terjadinya fotosintesis disebut daerah fotik. Adapun daerah yang tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari disebut daerah afotik.

Pada umumnya, danau memiliki tiga zona, yaitu zona litoral, zona limnetik, dan zona profundal. Zona litoral merupakan daerah dangkal berdekatan dengan tepi danau dan dapat ditembus cahaya dengan optimal. Tumbuhan yang berakar dan alga yang mengapung merupakan ciri-ciri zona litoral. Zona limnetik adalah wilayah akuatik yang terletak di bagian bawah dari zona litoral. Zona profundal terletak lebih dalam dari zona limnetik dan bisa dibilang merupakan zona terdalam dari zona ekosistem perairan mengalir.

b. Ekosistem Laut

Ekosistem laut biasa juga dinamakan sebagai ekosistem bahari. Ekosistem bahari merupakan ekosistem paling luas di permukaan bumi. Lebih dari dua pertiga bagian bumi ini merupakan ekosistem laut. Ekosistem ini meliputi ekosistem perairan laut dalam, ekosistem perairan laut dangkal (litoral), dan ekosistem daerah pasang surut.

Apa ada pertanyaan Sobat Pintar Tipe-Tipe Ekosistem? jika ada bisa langsung ditanyakan di kolom komentar ya....

Suksesi Primer

Sobat Pintar, sekarang kita lanjut lagi memahami tentang suksesi ya....

Suksesi primer merupakan pembentukan komunitas makhluk hidup yang sebelumnya tidak ada. Contohnya adalah suksesi di Gunung Krakatau yang telah meletus pada tahun 1883 dan melenyapkan seluruh populasi di pulau tersebut. Organisme yang pertama muncul adalah Lichenes serta tumbuhan lumut. Tumbuhan perintis ini melakukan pelapukan dan memperkaya kandungan organik tanah.

Bersamaan dengan ini, biji-bijian yang terbawa arus air dan angin dari tempat lain mulai tumbuh. Rumput, paku-pakuan, dan tumbuhan pantai perlahan mampu menutupi lahan tersebut sehingga terbentuklah ekosistem klimaks. Perhatikan Gambar dibawah ini

Suksesi primer juga terjadi pada sebuah danau di wilayah pegunungan St. Helen di Amerika setelah letusan yang terjadi pada tahun 1980. Bersamaan dengan itu, suksesi sekunder juga terjadi pada lahan sekitarnya.

Suksesi Sekunder

Suksesi sekunder merupakan perubahan yang terjadi karena terganggunya habitat. Gangguan ini dapat disebabkan oleh gangguan alam, seperti banjir, kebakaran , dan penebangan liar. Perhatikan Gambar dibawah ini

Namun, gangguan ini tidak merusak komunitas secara total. Suksesi sekunder berlangsung lebih cepat daripada suksesi primer karena komunitas tumbuhan perintis tidak diperlukan lagi. Laju suksesi sekunder pada setiap tempat berbeda-beda, bergantung pada kerusakan yang terjadi, iklim, dan jenis komunitas.

Apakah sobat pintar sudah paham perbedaanya? kalau belum paham bisa kita diskusikan bersama di kolom komentar yaa....

Latihan 1

Salah satu penyebab terjadinya suksesi primer adalah....

A. Banjir

B. Tanah longsor

C. Kebakaran

D. Penebangan

E. Gunung meletus

Latihan 2

Suatu habitat diawali tumbuhnya organisme pioner berupa lumut kerak. Lumut kerak melapukkan benda mati dan diuraikan oleh pengurai menjadi zat anorganik yang akan memperkaya unsur hara tanah sehingga benih yang jatuh pada tempat tersebut akan tumbuh subur. Setelah itu akan tumbuh rumput yang baru dan akhirnya terbentuk ekosistem seimbang. Berlatar belakang kasus tersebut, peristiwa apa yang terjadi?

A. Suksesi primer

B. Suksesi sekunder

C. Aberasi primer

D. Degradasi primer

E. Degradasi sekunder

Latihan 3

Bencana alam merupakan penyebab utama terjadinya ….

A. kerusakan piramida makanan

B. kerusakan ekosistem

C. suksesi sekunder

D. suksesi primer

E. kerusakan habitat

Latihan 4

Yang dimaksud dengan suksesi adalah ….

A. proses perubahan yang memakan waktu sangat lama

B. proses perubahan ekosistem karena pengaruh lingkungan sekitar

C. proses perubahan menjadi ekosistem baru yang lebih sempit

D. proses perubahan yang melibatkan semua komponen

E. proses perubahan komunitas menuju satu arah secara teratur

Latihan 5

Suksesi primer terjadi jika ….

A. komunitas asal terbentuk tanpa adanya perubahan

B. komunitas asal hilang karena perubahan alam yang alami

C. komunitas asal terganggu karena ulah manusia

D. komunitas asal tidak ada perubahan apa-apa

E. komunitas asal terganggu hewan predator

Daur Air

Sobat, air di bumi ini juga mengalami perputaran lho…

Siklus hidrologi merupakan sirkulasi air dari atmosfer menuju bumi lalu kembali lagi ke atmosfer. Apa saja tahapannya? Yuk, kita pelajari Bersama!

Tahapan siklus hidrologi:

  1. Evaporasi/Transpirasi, air yang ada di laut, darat, sungai, dan tanaman menguap ke atmosfer.
  2. Kondensasi, air berubah menjadi partikel es akibat suhu udara yang rendah hingga akhirnya membentuk awan yang tebal. Partikel es yang terbentuk tadi akan saling mendekati satu sama lain, bersatu kemudian membentuk awan dan kabut di langit.
  3. Adveksi, awan berpindah secara horizontal dari satu lokasi ke lokasi lainnya akibat tekanan udara atau angin.
  4. Presipitasi, awan (uap air yang terkondensasi) turun ke permukaan bumi sebagai hujan karena pengaruh angin panas atau perubahan suhu.
  5. Run Off (Limpasan), air hujan mengalir ke sungai, samudera, danau dan saluran air lainnya. Air berpindah dan bergerak menuju tempat yang lebih rendah.
  6. Infiltrasi, air yang tidak mengalami pergerakan akan merembes ke bawah dan menjadi air tanah. Infiltrasi merupakan penyerapan air ke dalam tanah.

Daur Karbon

Sobat, karbon memiliki 2 jenis siklus, yitu siklus pendek dan siklus Panjang berdasarkan jangka waktu yang diperlukan.

Siklus Pendek

Yang berperan dalam siklus pendek adalah proses fotosintesis, pembentukan humus, perpindahan karbon di udara. Tumbuhan dan fitoplankton merupakan komponen utama yang berperan dalam siklus karbon pendek. Tumbuhan dan fitoplankton menyerap karbon dioksida di atmosfer untuk berfotosintesis membentuk karbohidrat dan oksigen.

Tumbuhan memanfaatkan gula yang dihasilkan untuk menghasilkan energi dalam proses pertumbuhan. Selain itu, hewan dan juga manusia memakan tumbuhan dan fitoplankton untuk mendapatkan energi dari gula yang tersimpan pada keduanya.

Selanjutnya, tumbuhan dan plankton yang mati akan mengalami penguraian, sehingga karbon terurai membentuk humus ataupun endapan karbonat di laut. Hewan dan manusia melakukan proses respirasi yang memerlukan oksigen dan kemudian melepaskan karbon dioksida ke atmosfer. Karbon dioksida di atmosfer nantinya akan dimanfaatkan oleh tumbuhan dan fitoplankton dan seterusnya membentuk suatu siklus.

Siklus Panjang

Karbon berpindah dalam berbagai bentuk dari batuan, tanah, laut dan atmosfer dalam rentang waktu 100-200 juta tahun. Perpindahan karbon dapat terjadi melalui proses pelapukan batuan.

Selain itu, material organik yang terbentuk dari proses fotosintesis akan menumpuk membentuk endapan gambut maupun membentuk sedimen lainnya. Penimbunan yang terus berlangsung dapat merubah senyawa organik menjadi senyawa kerogen dalam bentuk minyak, gas maupun batubara.

Selain itu, siklus karbon panjang juga dapat terjadi karena proses pembakaran energi fosil yang menghasilkan pelepasan karbon dioksida ke atmosfer. Emisi karbon dari dalam bumi ke atmosfer juga dapat disebabkan karena peristiwa alami, salah satunya yaitu aktivitas vulkanisme, yang mana gas karbon dioksida termasuk gas yang cukup banyak dikeluarkan pada saat gunung meletus.

Daur Nitrogen

Sobat, nitrogen mempunyai peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup makhluk di bumi.

Nitrogen juga mengalami siklus perputaran dari atmosfer menuju bumi dan terjadi secara terus menerus. Daur nitrogen akan mengubah nitrogen dari satu wujud ke wujud kimia lainnya.

Tahapan daur nitrogen:

Fiksasi

Nitrogen yang terdapat di udara diubah menjadi amonia dengan bantuan bakteri Diazotrof (Azotobacteraceae, Cyanobacteria, Clostridium). Biasanya tersebut mempunyai enzim nitrogenaze yang dapat menggabungkan nitrogen dengan hidrogen.
Bakteri ini bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan atau hidup bebas sehingga dapat memperbaiki nitrogen menjadi nitrogen organik.

Nitrifikasi

Amonium yabg terbentuk akan diubah menjadi nitrat. Tahap ini dibantu oleh bakteri Nitrosomonas yang berada di dalam tanah. Untuk tahapan utama dari proses nitrifikasi yakni bakteri melakukan oksidasi terhadap amonium, serta mengubah amonia menjadi nitrit. Sedangkan untuk spesies bakteri lainnya seperti Nitrobacter melakukan oksidasi pada nitrit menjadi nitrat.

Asimilasi

Tumbuhan memperoleh nitrogen yang berasal dari tanah melalui proses penyerapan akar dalam bentuk ion nitrat atau ion amonium. Untuk beberapa jenis tumbuhan yang bersimbiosis dengan rhizobium, nitrogen tersebut diasimilasi secara langsung menjadi ion amonium bintil akar.

Amonifikasi

Amonifikasi merupakan tahapan dimana sisa-sisa tanaman dan limbah terurai oleh organisme dan menghasilkan amonia yang disebut amonifikasi. Mikroorganisme yang ada dalam tanah akan mengurai bahan organik agar bisa dijadikan sebuah energi dan bisa menghasilkan amonia. Amonia dalam tanah tadi akan bertahan dengan wujud ion amonium.

Denitrifikasi

Nitrat mengalami reduksi menjadi gas nitrogen inert (berukuran kecil). Denitrifikasi ini dilakukan oleh bakteri seperti Clostridium pseudomonas dalam kondisi anaerobic. Selama tahap respirasi, bakteri akan menjadikan nitrat sebagai akseptor elektron.

Latihan 1

Dalam piramida energi, akan terlihat bahwa trofik yang mengandung energi paling sedikit adalah....

A. Produsen

B. Konsumen tingkat 1

C. Dekomposer

D. Konsumen tingkat 2

E. TOP Predator

Latihan 2

Bila pohon di hutan ditebang habis, dampak yang akan terjadi adalah....

A. aliran air berkurang

B. tidak memengaruhi persediaan air di hutan

C. bertambah besarnya aliran air dari gunung

D. bertambah besar proses evapotranspirasi

E. bertambah besar daya serap humus

Latihan 3

Fungsi yang penting dari fosfor sebagai berikut kecuali….

A. Pembentuk ATP

B. Penyusun Protein

C. Bahan pembentuk tulang

D. Komponen Penyusun asam nukleat

E. Berperan dalam hujan asam.

Latihan 4

Salah satu penyebab terjadinya proses denitrifikasi pada daur N adalah....

A. Tanah kelebihan oksigen

B. Tanah kekurangan oksigen

C. Jumlah Rhizobium menjadi meningkat

D. Tumbuhan menyerap banyak nitrogen

E. Tanah kekurangan air.

Latihan 5

Peristiwa hujan asam dapat ditemukan di daur…

A. Nitrogen

B. Fosfor

C. Sulfur

D. Karbon

E. Oksigen

Daur Fosfor

Sobat, Fosfor adalah mineral penting yang dapat kita temukan di seluruh hewan dan tanaman. Selain itu, fosfor juga dapat ditemukan di dalam air, tanah dan sedimen, namun tidak dapat ditemukan dalam kandungan udara.

Siklus fosfor merupakan sebuah rangkaian pergerakan fosfor yang melalui bidang ekosistem litosfer, hidrosfer, dan biosfer.

Tahapan siklus fosfor:

Pelapukan Batuan, sumber utama fosfor yang ditemukan dalam batuan melalui proses pelapukan. Pelapukan tersebut secara alami dipengaruhi oleh faktor cuaca, hujan dan erosi sehingga mengakibatkan fosfor berpindah ke tanah. Ketika batuan yang mengandung fosfor terkena air hujan, maka akan melepaskan ion fosfat dan mineral lainnya.

Penyerapan Oleh Tanaman dan Hewan, fosfat yang telah terkandung dalam tanah akan dimanfaatkan oleh tumbuhan, jamur, dan mikroorganisme sekitarnya. Sedangkan pada hewan herbivora dan manusia, akan menyerap fosfor yang terkandung pada tanaman ketika mengonsumsinya. Pada hewan karnivora, fosfor akan diperoleh ketika hewan tersebut memangsa hewan karnivora.

Dekomposisi, fosfor akan kembali ke alam atau lingkungan melalui proses penguraian atau dekomposisi. Fosfat yang telah masuk dalam tanaman atau hewan akan diurai oleh dekomposer ketika tanaman atau hewan tersebut mati, sehingga fosfat organik akan kembali ke tanah atau air.

Mineralisasi, bakteri dalam tanah yang akan memecah bahan organik menjadi bentuk fosfat yang dapat diserap tanaman. Fosfor yang terkandung dalam air akan terus berjalan siklusnya hingga menjadi sedimen dan menuju ke lautan.

Daur Sulfur

Sobat, Sulfur di alam ditemukan dalam berbagai bentuk. Dalam tanah sulfur ditemukan dalam bentuk mineral, di udara dalam bentuk gas sulfur dioksida dan di dalam tubuh organisme sebagai penyusun protein.

Daur belerang atau daur sulfur adalah salah satu bentuk daur biogeokimia. Pengertian dan definisi lain dari daur belerang/sulfur yaitu perubahan sulfur dari hidrogen sulfida menjadi sulfur dioksida lalu menjadi sulfat dan kembali menjadi hidrogen sulfida lagi

Tahapan siklus sulfur:

  • Aktivitas dari gunung berapi, sumber air panas yang mengandung belerang, serta hasil dari penggunaan bahan bakar fosil melepaskan sulfur ke atmosfer dalam bentuk gas SO2. Setelah itu gas SO2 yang telah berada di udara akan mengalami oksidasi menjadi gas sulfat (SO4).
  • Bakteri Aspergillus sp., Neurospora sp., Escherichia sp., Proteus sp., akan mengubah protein dari bahan organik menjadi senyawa H2S ketika terjadi proses pembusukan.
  • Organisme pengurai seperti Vibrio desulfuricans, Aerobacter, dan Desulphovibrio akan mengubah karbohidrat dari bahan organik menjadi H2 dan senyawa-senyawa lainnya.
  • Gas H2S yang ada di atmosfer kemudian mengalami oksidasi sehingga menjadi gas sulfat (SO4). Kemudian gas sulfat akan kembali ke permukaan bumi bersama air hujan pada fase presipitasi.
  • Gas H2S yang terdapat pada tanah akan memasuki fase reduksi dan menghasilkan unsur tunggal sulfur (S). Kemudian unsur tunggal tersebut akan memasuki fase oksidasi dengan bantuan bakteri Thiobacillus denitrificans dan Thiobacillus thiooxidans lalu menjadi SO4. Dilanjutkan dengan SO4 dalam tanah yang akan tereduksi kembali menjadi H2S oleh bakteri Thiobacillus thioparus.

Kandungan gas sulfur yang tinggi di udara akan menyebabkan masalah bagi lingkungan, karena akan menyebabkan hujan asam. Hujan asam ini merupakan salah satu dampak buruk dari polusi air dan polusi udara. 

Perubahan Lingkungan karena Aktivitas Manusia

Sobat, manusia membutuhkan sumber daya alam untuk melangsungkan hidupnya. Namun, cara memperoleh sumber daya alam dapat menimbulkan perubahan terhadap alam. Aktivitas yang dapat menimbulkan perubahan terhadap alam antara lain penebangan hutan, perburuan liar, penebangan yang berlebihan, dan pembukaan lahan untuk pemukiman.

Penebangan pohon di hutan secara besar-besaran tanpa direncanakan secara baik dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem hutan. Hutan menjadi rusak dan tidak bisa menjalankan fungsinya. Dampak lainnya adalah terganggunya keanekaragaman yang terdapat di dalamnya.

Perburuan liar yang tidak terkendali dapat menyebabkan suatu hewan punah. Contoh penyebab perubahan lingkungan lainnya adalah pembukaan lahan untuk pemukiman. Dalam pelaksanaannya, perusakan yang dilakukan membawa dampak buruk, seperti hutan yang gundul dan perusakan lahan resapan air di daerah perbukitan. Hal tersebut, dapat mengakibatkan banjir, erosi, dan rusaknya sumber mata air.

Aktivitas penebangan pohon yang tidak mempedulikan lingkungan sekitarnya 

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dikuasai manusia untuk kesejahteraan manusia sendiri. Namun, pada kenyataannya hasil kemajuan teknologi tanpa disadari telah menimbulkan gangguan terhadap lingkungan. Gangguan ini disebabkan oleh timbunan dan akumulasi bahan-bahan pencemar (polutan) di luar batas ambang. Aktivitas manusia sehari-hari tanpa sengaja telah mengganggu lingkungan hidup.

Mencegah Kerusakan Lingkungan

Telah Sobat Pintar ketahui bahwa banyak aktivitas manusia yang dapat menyebabkan perubahan dan kerusakan pada lingkungan hidup.

Apakah Sobat Pintar tidak akan peduli dengan perubahan lingkungan tersebut dan tetap menggunakan sumber-sumber daya alam untuk kepentingan sendiri? Atau Sobat Pintar akan berusaha untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan alam yang telah terjadi dan melakukan pencegahan-pencegahan agar tidak ada kerusakan alam yang lebih parah.

Berikut adalah usaha-usaha yang dapat dilakukan manusia untuk memperbaiki dan mencegah kerusakan lingkungan hidup.

a. Perlindungan dan Pengawetan Alam

Perlindungan alam dapat dilakukan dengan cara mengelola sumber daya alam berupa udara, air, tanah, dan termasuk kehidupan manusia untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Di Indonesia, perlindungan alam telah dilakukan antara lain melalui :

  1. Cagar Alam, yaitu perlindungan terhadap wilayah ekosistem yang memiliki nilai yang spesifik (khas) pada flora, tanah, dan keindahan untuk studi ilmiah dan budaya.
  2. Suaka Margasatwa, yaitu perlindungan terhadap wilayah ekosistem yang memiliki nilai yang spesifik (khas) pada fauna, tanah, dan keindahan alam untuk studi ilmiah dan budaya.

b. Konservasi tanah dan air

Konservasi tanah diartikan sebagai usaha penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukan agar tidak terjadi kerusakan. Konservasi tanah berhubungan dengan konservasi air karena setiap usaha atau upaya konservasi tanah akan secara langsung pula mengkonservasi sumber daya air. Sasaran yang hendak dicapai dalam upaya konservasi tanah adalah

  1. mencegah erosi tanah dan melakukan konservasi air
  2. penggunaan lahan sesuai dengan peruntukannya
  3. pengelolaan tanah yang sesuai dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

c. Menyelesaikan Krisis Lingkungan

Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan manusia untuk memperbaiki lingkungan.

  1. Penanaman pohon-pohon di hutan (reboisasi) yang berfungsi sebagai penahan angin dan pengikat tanah.
  2. Larangan internasional yang lebih keras dan usaha perlindungan untuk melindungi habitat alam dan mencegah pembunuhan dan perdagangan satwa liar.
  3. Larangan produksi dan penggunaan chlorofluorocarbon (CFC), yaitu senyawa yang dapat membuat ozon berlubang.
  4. Penghentian perusakan hutan-hutan.
  5. Melakukan daur ulang materi, terutama yang tidak dapat diperbaharui.

Nah itulah Sobat Pintar pembahasan tentang keseluruhan materi Ekosistem. Apabila masih ada yang belum dimengerti, Sobat Pintar bisa bertanya di kolom komentar ya....

Latihan 1

Sebab dari hujan dengan kadar keasaman tinggi adalah....

A. Lapisan ozon menipis

B. Gangguan ekosistem seperti kematian tanaman

C. Pemanasan bumi secara global

D. Peningkatan populasi alga di perairan

E. Mempercepat pemanasan global

Latihan 2

Tujuan pengelolaan lingkungan hidup terdapat pada pernyataan di bawah ini, kecuali....

A. mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya

B. mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup

C. pemanfaatan sumber daya sesuai dengan keinginan manusia

D. melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang

E. negara memiliki peranan penting agar kelestarian alam dapat terjaga

Latihan 3

Berikut yang merupakan upaya pelestarian lingkungan adalah....

A. Denitrifikasi

B. Urbanisasi

C. Transmigrasi

D. Sanitasi

E. reboisasi

Latihan 4

Salah satu contoh perubahan lingkungan secara alami adalah ….

A. Pembangunan waduk

B. penebangan hutan

C. pembangunan rumah

D. letusan gunung berapi

E. adanya pabrik-pabrik besar

Latihan 5

Keuntungan dari mendaur ulang limbah organik atau anorganik bagi lingkungan, kecuali....

A. Untuk menjaga keseimbangan ekosistem

B. Untuk menghindari kerusakan lingkungan

C. Melestarikan kehidupan ekosistem

D. Menjaga agar ekosistem tetap labil

E. Menjaga agar ekosistem tetap stabil

Peta Belajar Bersama

Sobat pintar, ekologi merupakan cabang ilmu biologi yang sangat penting kita pelajari karena terkait dengan lingkungan yang ada di sekitar kita.

Sebelum kita mulai belajar bersama, Sobat simak dulu peta belajar bersama berikut!

redesain-navbar Portlet