redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Pengertian Fabel

1. Pengertian Fabel

Halo sobat pintar! Sudahkah kalian tahu apa itu fabel? Atau sobat pintar pernah mendengar atau membaca cerita tentang cerita Si Kancil? Nah, itu adalah contoh fabel sobat pintar. Yuk kita belajar tentang fabel!

Fabel adalah salah satu jenis dongeng mengenai dunia binatang, di mana binatang-binatang bahkan makhluk-makhluk yang tidak bernyawa bertindak seolah-olah sebagai manusia. Tokoh-tokoh cerita di dalam fabel semuanya binatang. Binatang tersebut diceritakan mempunyai akal, tingkah laku, dan dapat berbicara seperti manusia. Watak dan budi manusia juga digambarkan sedemikian rupa melalui tokoh binatang tersebut.

 

2. Tujuan Fabel

Tujuan fabel adalah memberikan ajaran moral dengan menunjukkan sifat-sifat jelek manusia melalui simbol binatang-binatang. Melalui tokoh binatang, pengarang ingin mempengaruhi pembaca agar mencontoh yang baik dan tidak mencontoh yang tidak baik.

Ciri-ciri Fabel

Sobat Pintar adapun ciri-ciri fabel diantaranya :

1. Tokoh yang berperan dalam fabel adalah binatang

2. Tema cerita umumnya tentang hubungan sosial

3. Watak yang digambarkan dalam fabel menyerupai watak atau karakter manusisa seperti baik, buruk, cerdik, egois dan lain sebagainya.

4. Tokoh fabel (binatang) dapat berpikir, berkomunikasi dan bertingkah laku seperti manusia.

5. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga

6. Jalan ceritanya menggunakan alur maju

7. Konflik dalam fabel mencakup permasalahan dunia binatang yang hampir sama dengan kehidupan manusia

8. Fabel lengkap dengan penggunaan latar tempat, latar waktu, larat sosial dan latar emosional.

9. Ciri bahasa yang digunakan dalam fabel bersifat naratif atau berurutan, dimana berupa dialog yang mengandung kalimat langsung dan menggunakan bahasa informal sehari-hari.

10. Mengandung amanat atau pesan bagi pembacanya.

Latihan Soal

Yang merupakan ciri-ciri fabel, kecuali . . .

A. Tokoh fabel (binatang) dapat berpikir, berkomunikasi dan bertingkah laku seperti manusia.

B. Konflik dalam fabel mencakup permasalahan dunia binatang yang hampir sama dengan kehidupan manusia

C. Tokoh fabel (binatang) dapat berpikir, berkomunikasi dan bertingkah laku seperti manusia.

D.

Fabel lengkap dengan penggunaan latar tempat, latar waktu, larat sosial dan latar emosional

Struktur Fabel

Struktur teks cerita fabel

Apakah sobat pintar sudah tau dan atau masih ingat pengertian struktur seperti yang telah dijelaskan pada teks cerita lainnya yang telah dibahas sebelumnya ?. Jika sobat pintar lupa, maka pengertian struktur adalah sesuatu rangkaian yang terdapat pada sebuah teks yang sifatnya membangun. Adapun struktur teks cerita fabel adalah antara lain seperti orientasi, komplikasi, resolusi serta koda. Berikut penjelasan lebih lengkapnya :

1. Orientasi

Orientasi adalah Bagian awal yang biasanya berupa pengenalan tokoh yang meliputi tempat tinggal, suasana lingkungannya dan karakter tokoh (latar tempat dan waktu). Bagian orientasi adalah bagian yang sangat penting. Hal yang harus diperhatikan adalah, orientasi harus dibuat semenarik mungkin supaya tidak menimbulkan kesan monoton, sehingga pembaca akan terus mengikuti alur ceritanya.

2. Komplikasi

Komplikasi adalah bagian yang merupakan pertemuan tokoh dengan konflik-konflik yang terdapat dalam cerita. Konflik-konflik inilah yang akan membuat cerita semakin menegangkan dan menarik untuk terus mengikuti alurnya hingga akhir cerita. Konflik yang dialami tokoh hewan dalam fabel biasanya seperti konflik yang dialami oleh manusia.

3. Resolusi

Resolusi merupakan bagian yang merupakan penyelesaian masalah yang dialami tokoh pada bagian komplikasi. Resolusi merupakan bagian yang biasanya penuh dengan kejutan-kejutan yang sangat menarik untuk dibaca.

4. Koda

Koda adalah bagian yang paling akhir dari cerita fabel biasanya berisi pesan-pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut. Pesan moral tersebut dissampiakan secara ringan, namun mudah untuk dimengerti. Bahasa yang digunakan fabel cenderung bersifat tidak terlalu formal, seperti bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kaidah Kebahasaan Fabel

Kaidah kebahasaan teks cerita fabel

Kaidah kebahasaan (dengan kata lain unsur kebahasaan) adalah ciri-ciri berdasarkan dari bahasa yang digunakan pada sebuah teks cerita fabel. Berikut ini adalah #4 unsur kebahasaan (kaidah kebahasaan) pada teks cerita fabel yaitu sebagai berikut :

1. Kata kerja

Kata kerja adalah satu dari beberapa unsur (kaidah) kebahasaan pada teks cerita fabel. Adapun didalam kata kerja pada teks cerita fabel dibagi menjadi dua bagian. Adapun #2 bagian kata kerja yang dimaksud yakni :

a. Kata kerja aktif transitif Kata kerja aktif transitif adalah kata kerja aktif yang memerlukan objek dalam kalimat. Contoh kata kerja aktif transitif adalah memegang, mengangkat, memikul, mengendarai mendorong dan lain sebagainya.

b. Kata kerja aktif intransitif Kata kerja aktif intransitif adalah kata kerja aktif yang tidak memerlukan objek dalam kalimat. Contoh kata kerja aktif intransitif adalah diam, merenung, berfikir dan lain sebagainya.

2. Penggunaan kata sandang si dan sang

Didalam teks cerita fabel sangat sering dijumpai dan ditemukan penggunaan kata sandang si dan kata sandang sang. Adapun penjelasan mengenai penggunaan kata sandang si dan kata sandang sang didalam teks cerita fabel akan dijelaskan secara lengkap dengan contohnya sebagai berikut :

Contoh kata sandang Si dan Sang

a. Sang kerbau berkeliling hutan sambil menyapa binatang-binatang lain yang berada dihutan tersebut.

b. Sang kerbau mengejek kepompong yang buruk yang tidak dapat pergi kemana-mana.

c. Sang kerbau selalu membanggakan dirinya yang dapat pergi ketempat yang dia sukai.

d. Si kepompong hanya dapat berdiam saja saat mendengarkan ejekan itu.

e. “Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.

Berdasarkan contoh diatas maka kaidah pada penulisan si dan sang yakni secara terpisah dengan kata-kata yang mengikuti ataupun kata-kata yang di ikuti serta ditulis dengan menggunakan huruf kecil. Setelah kalian menyimak dan memperhatikan contoh seperti yang telah dijelaskan diatas, maka coba kalian bedakan dengan beberapa contoh dibawah :

a. “Mengapa si kecil menjadi sangat pemalu?” tanya ayah.

b. Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil adalah orang yang terpandang di kampungnya.

Perhatikan pada kata “kecil” didalam kalimat nomor 1 diatas yang dituliskan dengan menggunakan huruf kecil saja, hal tersebut dikarenakan bukan sebuah nama. Dan kemudian perhatikan pada kalimat kedua dalam kata “Kecil dan Kancil” yang dituliskan dengan menggunakan huruf kapital (besar), hal tersebut dikarenakan guna sebagai sebuah panggilan dan atau dengan kata lain disebut juga nama julukan.

3. Penggunaan kata keterangan tempat dan waktu

Untuk menghidupkan suasana pada teks cerita fabel, biasanya selalu menggunakan kata keterangan tempat dan juga kata keterangan waktu. Pada keterangan tempat sering menggunakan kata depan “Di” dan pada keterangan waktu sering menggunakan kata depan “Pada, Informasi waktu dan lain-lain”.

Contoh kata keterangan tempat dan waktu

a. Diceritakan pada suatu malam yang gelap gulita, ada seekor harimau berburu di hutan.

b. Pada suatu malam sang harimau kembali berburu ke hutan tersebut. Karena cuaca sedang turun hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur dan air.

c. Si kelinci mengangkat wortel tersebut dan menaruhnya ditempat yang tinggi yang lebih aman.

d. Kamu hanya bisa menaruh wortel tersebut di pohon itu.

4. Penggunaan kata hubung lalu, kemudian dan akhirnya

Kata dari “lalu” dan “kemudian” mempunyai arti yang sama, dimana kata-kata tersebut sering digunakan sebagai kata penghubung antar-kalimat dan juga sebagai penghubung intra-kalimat. Berbeda dengan kata “akhirnya” yang sering digunakan dalam penyimpulan serta pengakhiran informasi pada paragraf maupun pada teks, baik itu teks cerita fabel ataupun teks cerita lainnya. Contoh kata hubung lalu, kemudian dan akhirnya

a. Setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, Aisyah berlari dengan cepat, kemudian menghampirinya, lalu memeluk ibunya dengan erat karena telah lama tidak berjumpa.

b. Lalu, sang gajah menginjak ranting pohon tersebut.

c. Kemudian, sang semut berlari tanpa arah karena takut dipijak.

d. Akhirnya, sang semut memanjat sebuah pohon besar yang sekiranya aman.

Latihan Soal

Bagian yang paling akhir dari cerita fabel biasanya berisi pesan-pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut. Disebut dengan ?

A. Orientasi

B. Komplikasi

C. Resolusi

D. Koda

E. Irisan

Jenis Fabel

Apa Saja Jenis Jenis Fabel ?

1. Berdasarkan asal dan ruang lingkupnya, fabel di bagi menjadi:

A. Fabel lokal/kedaerahan, fabel yang berasal dari daerah dan penyebarannya terbatas pada ruang lingkup daerah itu sendiri

B. Fabel Nusantara, fabel yang berasal dari daerah dan telah menyebar ke seluruh pelosok nusantara.

C. Fabel internasional, fabel yang berasal dari suatu negara dan telah menyebar ke seluruh dunia.

 

2. Berdasarkan penggunaan latar dan perwatakan, fabel terbagi menjadi:

A. Fabel alami, fabel yang menyandarkan sifat para tokoh sesuai dengan karakter aslinya.

B. Fabel adaptasi, fabel yang menyandarkan sifat para tokoh berbeda dengan aslinya.

 

3. Berdasarkan kemunculan pesan, fabel terbagi menjadi:

A. Fabel koda, fabel yang menampilkan pesan secara jelas (eksplisit) di akhir cerita.

B. Fabel tanpa koda, fabel yang tidak menampilkan pesan yang jelas di akhir cerita namun hanya tersirat (implisit) dalam cerita.

 

4. Berdasarkan isi dan kandungan cerita, fabel terbagi menjadi:

A. Fabel jenaka, fabel yang mengandung cerita lucu dan mengundang tawa pembaca

B. Fabel tragedi, fabel yang mengandung cerita sedih dan mengundang keprihatinan pembaca.

C. Fabel romantika, fabel yang mengandung kisah romantis dan percintaan

D. Fabel heroik, fabel yang mengandung cerita kepahlawanan dan perjuangan

Unsur Dalam Fabel

Unsur Unsur Fabel

Identifikasi sebuah fabel dapat dilakukan dengan mengamati beberapa unsur berikut:

· Tema, yang menggambarkan ide atau gagasan pokok sebuah cerita

· Tokoh, dalam fabel tokoh yang dimaksud adalah pelaku (hewan) yang terlibat dalam cerita

· Latar, pada unsur ini meliputi tempat, waktu, sosial, dan emosional

· Watak dari tokoh meliputi sifat yang mirip manusia

· Konflik, permasalahan yang ada dalam cerita

· Penceritaan, meliputi sudut pandang yang digunakan dalam cerita (sering menggunakan orang ketiga)

· Amanat, berisi pesan moral yang terkandung dalam cerita

· Alur atau jalan cerita yang banyak diantaranya menggunakan alur maju

· Tujuan fabel, mulai dari menghibur, mendidik, atau sekadar menginspirasi

· Pesan, memuat pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca

Contoh Fabel

Contoh Fabel dan Strukturnya

Singa dan Beruang

Orientasi

Suatu hari singa mengajak beruang untuk berburu bersama. Beruang setuju karena dia juga sedang lapar. Mereka segera menuju padang rumput karena di sana banyak mangsa.

Tiba di padang rumput, singa dan beruang bersembunyi di antara semak-semak. Masing-masing mengincar mangsa yang akan mereka kejar.

Komplikasi

Setelah mengamati mangsa yang ada, singa dan beruang keluar dari tempat persembunyian secara bersamaan. Mereka mulai mengejar mangsa. Tanpa disadari, mereka mengejar mangsa yang sama, seekor anak rusa.

Dengan mudah, anak rusa itu bisa tertangkap. Singa dan beruang langsung bertengkar memperebutkan anak rusa itu.

“Ini Mangsaku. Aku menangkapnya dengan gigitanku yang kuat,” kata singa.

Beruang tidak mau kalah, “Tidak, ini rusaku. Aku juga menangkapnya .”

Mereka terus memperebutkan anak rusa itu. Saat hari sudah sore, singa dan beruang akhirnya berhenti berebut. Mereka lelah dan hanya duduk tanpa bisa menggerakan badan.

Rupanya, dari tadi serigala mengamati pertengkaran mereka. Mengetahui kalau saat ini singa dan beruang sudah lelah.

“Ah, ini kesempatanku untuk merebut anak rusa itu,” pikir serigala.

Serigala segera berlari dan merebut anak rusa. “Terima kasih ya. Kalian baik sekali memberiku anak rusa yang lezat ini,” kata serigala sambil tersenyum.

Resolusi

Dengan sisa tenaga, singa dan beruang berusaha merebut kembali mangsa mereka. Namun, mereka sudah telalu lelah. Akhirnya, anak rusa itu dibawa kabur serigala.

Koda

“Semua salah kita. Kalau saja kita mau berbagi, pasti kita sama-sama kenyang sekarang,” kata mereka dengan wajah yang terlihat menyesal.

redesain-navbar Portlet