redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Pengertian Drama

Sobat Pintar Apa sih yang dimaksud Drama ?

Drama sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu draomai yang berarti berbuat, bertindak, dan sebagainya. Kata drama dapat diartikan sebagai suatu perbuatan atau tindakan. Secara umum, pengertian drama merupakan suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama dapat dikenal dengan istilah teater. Drama juga dapat dikatakan sebagai cerita yang diperagakan di panggung dan berdasarkan sebuah naskah.

Pengertian Drama menurut para ahli adalah arti pertama dari drama adalah kualitas komunikasi, situasi, actiom (segala yang terlihat di pentas) yang menimbulkan perhatian, kehebatan (axcting), dan ketegangan pada para pendengar. Arti kedua, menurut Moulton Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak (life presented in action).

Pada umumnya, drama memiliki 2 arti, yaitu drama dalam arti luas serta drama dalam arti sempit. Pengertian drama dalam arti luas adalah semua bentuk tontonan atau pertunjukkan yang mengandung cerita yang ditontonkan atau dipertunjukkan di depan khalayak umum. Sedangkan pengertian drama dalam arti sempit ialah sebuah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan di atas panggung. Drama merupakan karangan yang menggambarkan suatu kehidupan serta watak manusia dalam berperilaku yang dipentaskan dalam beberapa babak.

Unsur Instrinsik Drama

Unsur Instrinsik Teks Drama

Teks drama mengandung beberapa unsur di dalamnya. Apa saja? Yuk, simak penjelasan berikut.

1. Tema adalah ide pokok atau gagasan utama sebuah cerita drama

2. Alur yaitu jalan cerita dari sebuah pertunjukkan drama mulai babak pertama hingga babak terakhir Tokoh drama atau pelaku drama terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu.

3. Tokoh utama atau peran utama disebut primadona sedangkan peran pembantu disebut figuran

4. Watak adalah perilaku yang diperankan oleh tokoh drama. Watak protagonis adalah watak (periku) baik yang diperankan oleh tokoh drama, contohnya : penyabar, kasih sayang, santun, pemberani, pembela yang lemah, baik hati dan sebagainya. Sedangkan watak antagonis adalah watak (perilaku) jahat yang diperankan oleh tokoh drama, contohnya : sifat iri dan dengki, kejam, penindas dan sebagainya

5. Latar atau setting adalah gambaran tempat, waktu dan situasi peristiwa dalam cerita drama Amanat drama adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada penonton.

6. Amanat drama atau pesan disampaikan melalui peran para tokoh drama.

Unsur Ekstrinsik Drama

Apa Yang Dimaksud Unsur Ekstrinsik dalam Drama ?

Selain memiliki unsur intrinsik dalam suatu drama juga memiliki unsur ekstrinsik. Unsur Ekstrinsik adalah unsur yang datang dari luar namun mempengaruhi sebuah cerita yang disajikan. Artinya, unsur-unsur ekstrinsik tidak terlibat pada jalannya certa, namun keberadaan unsur ini sangat mempengaruhi perkembangan sebuah cerita. Oleh karena itu, dapat dijumpai kasus sebuah drama yang terbengkalai dikarenakan oleh faktor ini. Yang termasuk unsur ekstrinsik sebuah drama yaitu:

- Faktor ekonomi,

- Faktor politik

- Faktor sosial

- budaya

- Faktor pendidikan

- Faktor kesehatan

- Faktor psikologis pemain dan kru

- Kebijakan pemerintah, dan lain sebagainya.

Latihan Soal

Yang merupakan unsur instrinsik dalam drama yaitu . . .

A. Tema dan Budaya

B. Watak dan Faktor Sosial

C. Alur dan Kebijakan Pemerintah

D. Amanat dan Faktor Pendidikan

E. Tokoh Utama dan Alur

Ciri Drama

Apa Saja Ciri-ciri Drama ? Yuk Simak Penjelasan dibawah ini.

Ciri-ciri dari drama yaitu sebagai berikut :

1. Seluruh cerita drama berbentuk dialog, baik tokoh dan juga narator. Inilah ciri utama dalam naskah dialog, semua ucapan ditulis dalam bentuk teks.

2. Dialog dalam drama tidak menggunakan tanda petik ("..."). Hal ini karena dialog drama bukan sebuah kalimat langsung. Oleh karena itu, naskah drama sendiri tidak menggunakan tanda petik.

3. Naskah drama sendiri dilengkapi dengan sebuah petunjuk tertentu yang harus dilakukan pada tokoh yang pemeran bersangkutan. Petunjuk tersebut ditulis dalam tanda kurung atau dapa juga dengan menggunakan jenis huruf yang berbeda dengan huruf pada dialog.

4. Naskah drama terletak diatas dialog atau disamping kiri dialog.

Jenis-Jenis Drama

Apa Saja jenis-jenis Drama ?

Jenis – jenis Drama Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu drama baru dan drama lama.

1. Drama Baru / Drama Modern

Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.

2. Drama Lama / Drama Klasik

Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.

Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi Kandungan Cerita :

1. Drama Komedi

Drama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan.

2.Drama Tragedi

Drama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan.

3. Drama Tragedi Komedi

Drama tragedi-komedi adalah drama yang ada sedih dan ada lucunya.

4. Opera

Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian.

5. Lelucon / Dagelan

Lelucon adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton.

6. Operet / Operette

Operet adalah opera yang ceritanya lebih pendek.

7. Pantomim

Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.

8. Tablo

Tablau adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya.

9. Passie

Passie adalah drama yang mengandung unsur agama / relijius.

10. Wayang

Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah boneka wayang. Dan lain sebagainya.

Latihan Soal

Dibawah ini merupakan jenis drama, kecuali . . .

A. Pantun

B. Opera

C. Pantomim

D. Tablo

E. Wayang

STruktur dalam Drama

Struktur Dalam Drama

Sebagaimana jenis teks lainnya, drama terdiri atas bagian-bagian yang tersusun secara sistematis. Susunan bagian drama tersebut sebenarnya merupakan salah satu unsur drama pula, yakni yang biasa disebut dengan alur.

Seperti juga bentuk sastra lainnya, sebuah cerita drama pun harus bergerak dari suatu permulaan, melalui suatu bagian tengah, menuju suatu akhir. Ketiga bagian itu diapit oleh dua bagian penting lainnya, yaitu prolog dan epilog.

1. Prolog adalah kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.

2. Epilog adalah kata-kata penutup yang berisi simpulan ataupun amanat tentang isi keseluruhan dialog. Bagian ini pun biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.

Selain kedua hal di atas, dalam drama terdapat dialog. Dialog dalam drama meliputi bagian orientasi, komplikasi, dan resolusi (denoument). Bagian-bagian itu terbagi dalam babak-babak dan adegan-adegan. Satu babak biasanya mewakili satu peristiwa besar dalam dialog yang ditandai oleh suatu perubahan atau perkembangan peristiwa yang dialami tokoh utamanya. Adapun adegan hanya melingkup satu pilihan-pilihan dialog antar beberapa tokoh.

1. Orientasi suatu cerita menentukan aksi dalam waktu dan tempat; memperkenalkan para tokoh, menyatakan situasi suatu cerita, mengajukan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita tersebut, dan ada kalanya membayangkan resolusi yang akan dibuat dalam cerita itu.

2. Komplikasi atau bagian tengah cerita, mengembangkan konflik. Sang pahlawan atau pelaku utama menemukan rintangan-rintangan antara dia dan tujuannya, dia mengalami aneka kesalahpahaman dalam perjuangan untuk menanggulangi rintangan-rintangan ini.

3. Resolusi atau denoument hendaklah muncul secara logis dari apa-apa yang telah mendahuluinya di dalam komplikasi. Titik batas yang memisahkan komplikasi dan resolusi, biasanya disebut klimaks ( turning point). Pada klimaks itulah terjadi perubahan penting mengenai nasib sang tokoh. Kepuasan para penonton terhadap suatu cerita tergantung pada sesuai-tidaknya perubahan itu dengan yang mereka harapkan.

Pengarang dapat menggunakan teknik flashback atau sorot balik untuk memperkenalkan penonton dengan masa lalu sang pahlawan, menjelaskan situasi, atau untuk memberikan motivasi bagi aksi-aksinya.

Kaidah Kebahasaan Dalam Drama

Kaidah Kebahasaan Teks Film atau Drama

Teks ulasan yang baik harus disusun sesuai dengan struktur teks dan menggunakan kaidah kebahasaan, termasuk kaidah ejaan. Berikut ini adalah contoh kaidah kebahasaan dalam ulasan teks film atau drama:

(1)  Istilah

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Istilah khusus adalah istilah yang digunakan untuk bidang tertentu dan pemakainnya hanya dipahami oleh orang berkecimpung dalam bidang tersebut.

Contoh :

Istilah umum : film, ikan, bunga.

Istilah khusus : komedi, gurame, mawar.

(2) Sinonim dan Antonim

(a) Sinonim adalah kata yang memiliki bentuk yang berbeda, tetapi memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Contoh: "Obrolan orang itu mirip dengan dialogdalam film Romeo dan Juliet."

(b) Antonim adalah kata yang artinya berlawanan satu dengan yang lain. Contoh: "besar atau kecil bukanlah jaminan barang itu berharga atau tidak."

(3) Verba / Kata Kerja

(a) Verba Aktif adalah verba yang subjeknya berperan sebagai pelaku atau menunjukkan tindakan atau perbuatan. Contoh: "Putra memelihara ikan gurame."

(b) Verba Pasif adalah verba yang subjeknya berperan sebagai penderita, sasaran tindakan, atau hasil. Contoh: "Film horor kini banyak disiarkan televisi indonesia." 

(4) Nomina

Nomina atau kata benda adalah kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda atau segala yang dibedakan. Kata benda dibagi menjadi dua jenis, yaitu kata benda konkret seperti meja, buku, dan bola serta kata benda abstrak, seperti pikiran dan angin. Nomina juga dibedakan menjadi dua, yakni Nomina Dasar dan Nomina Turunan. 

Contoh :

Nomina Dasar : Rumah | Jalan

Nomina Turunan : Perumahan | Jalanan

Imbuhan : Pe - an | -an

(5) Pronomina

Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina.

Contoh:

a. Kata ganti orang : saudara, bapak, ibu, nyonya, tuan, ia, dia

b. Kata ganti pemilik : ku-, mu-, -nya

c. Kata ganti petunjuk : ini, itu

d. Kata ganti penghubung : yang

e. Kata ganti tak tentu : siapa, barag siapa, sesuatu, masing-masing
 
(6) Konjungsi

Konjungsi adalah kata tugas atau kata penghubung yang berfungsi menghubungkan dua buah klausa, kalimat, atau paragraf. Konjungsi yang sering digunakan dalam ulasan film atau drama umumnya, berupa:

(a) Konjungsi Koordinatif. Contoh: dan, atau, tetapi

(b) Konjungsi Subordinatif. Contoh: jika, agar, meskipun, alih-alih, sebagai, sebab, karena, maka, sesudah, sebelum, sementara

(c) Konjungsi Korelatif. Contoh: baik ... maupun ... | bukan ... melainkan ... | tidak hanya ... tetapi ...

(d) Konjungsi AntarKalimat. Contoh: sebaliknya, di samping itu, selanjutnya
 
(7) Preposisi

Preposis adalah kata tugas yang berfungsi sebagai unsur pembentuk frasa preposisional.

Contoh : di, ke, dari, pada, daripada, dengan, secara, tanpa, bagi.

(8) Artikel

Artikel adalah kata tugas yang membatasi makna jumlah nomina.

Contoh: si, sang
 
(9) Kalimat Simpleks dan Kompleks

Kalimat Simpleks adalah kalimat yang memiliki suatu verba utama.

Contoh: "Sinetron pangeran banyak digemari kawula muda." 

redesain-navbar Portlet